Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Malam yang Panjang
Pusaran esensi dingin yang berasal dari tubuh Shen Bingxue mulai membanjiri meridian utama di lengan kiri Lin Tian. Pemuda itu memejamkan mata demi memusatkan seluruh konsentrasi jiwa pada mutiara hitam di dantiannya.
Rasa ragu yang sempat melintas di benaknya segera dia buang jauh-jauh ke dalam sudut pikiran terdalam. Tindakan patuh ini diambil semata-mata karena perhitungan rasional demi mempertahankan kelangsungan hidupnya yang berharga.
Shen Bingxue mengerang rendah saat penyatuan fisik mereka terjalin semakin dalam di atas lantai gua es. Tubuh polos wanita suci itu bergetar hebat menerima hantaman hawa Yang murni dari Lin Tian.
Aroma wangi bunga persik yang menguar dari kulit porselennya kini bercampur dengan aroma keringat yang memabukkan jiwa. Kedua tangan lentiknya mencengkeram erat bahu kokoh Lin Tian seolah sedang mencari pegangan di tengah badai.
ZRRTTT
Suara distorsi energi spiritual terdengar menggema samar dari titik pertemuan kulit mereka yang saling menempel rapat. Gelombang hawa panas dan dingin saling bertubrukan menciptakan kepompong kabut tebal berwarna ungu keperakan.
Lin Tian membiarkan insting purbanya mengambil alih kendali pergerakan fisiknya yang mulai bergerak secara ritmis. Setiap dorongan pinggulnya membawa ketegasan murni seorang pria yang sedang menaklukkan singgasana tertinggi seorang dewi.
Shen Bingxue mendongakkan leher jenjangnya ke atas menahan sensasi asing yang menyerang seluruh pusat saraf keperawanannya. Air mata kesucian mengalir lambat dari sudut matanya yang masih tertutup oleh kabut merah muda.
Penyatuan ini terasa seperti sebilah pedang api yang sedang membelah bongkahan es abadi di dalam jiwa wanita tersebut. Namun secara paradoks, rasa sakit itu justru memberikan kelegaan luar biasa bagi duga racunnya.
Lin Tian memandu sirkulasi energi Yin murni yang mengalir deras masuk melalui gerbang giok wanita itu. Esensi dingin tersebut bergerak menyusuri meridian kaki terus naik menuju ke area pusar perut bawahnya.
Mutiara primordial hitam di dalam dantian Lin Tian berputar seratus kali lebih cepat dari kecepatan normalnya. Benda pusaka itu bertindak sebagai tungku peleburan yang mengubah esensi liar menjadi aliran qi yang patuh.
CRAATT
Suara gesekan cairan spiritual yang membanjiri jalur meridian terdengar sangat jelas di dalam keheningan rongga dada Lin Tian. Saluran energinya yang semula sempit dipaksa melebar hingga berkali-kali lipat oleh luapan energi Transformasi Dewa.
Siksaan fisik yang luar biasa kembali membakar tubuh Lin Tian akibat pemaksaan perluasan jalur sirkulasi spiritual tersebut. Namun dia tetap mempertahankan ritme pergerakannya di atas tubuh Shen Bingxue tanpa memperlihatkan kelemahan.
Shen Bingxue meremas punggung bidang Lin Tian hingga kuku-kuku jarinya tertanam dalam ke dalam daging. Dia mulai membalas setiap pergerakan fisik Lin Tian dengan tingkat keagresifan yang didorong oleh sisa racun.
Penyatuan intim mereka kini berubah menjadi medan pertempuran tanpa darah di mana Yin dan Yang saling melengkapi. Setiap tetesan keringat yang jatuh menimpa lantai batu langsung menguap menjadi partikel energi murni.
Gerbang giok Shen Bingxue terasa sangat hangat dan menjepit ketat keperkasaan Lin Tian yang terus mendesak masuk. Cairan esensi suci dari dalam rahim wanita itu mulai mengalir keluar membasahi area pangkal paha mereka.
Lin Tian merasakan sebuah dorongan energi yang sangat besar meledak dari titik terdalam di dalam tubuh Shen Bingxue. Esensi keperawanan yang telah disimpan selama ratusan tahun akhirnya tumpah sepenuhnya ke dalam pembuluh darah Lin Tian.
AHHHH
Sebuah erangan kepuasan yang sangat mendalam akhirnya lolos dari sela bibir mungil Tetua Agung Istana Es tersebut. Tubuhnya melengkung tegang sesaat sebelum akhirnya terkulai lemas di bawah kungkungan fisik Lin Tian yang perkasa.
Ledakan esensi keperawanan itu membawa jutaan partikel qi murni yang langsung menyerbu masuk ke dalam dantian Lin Tian. Mutiara hitam milik pemuda itu mengeluarkan suara dengungan keras menahan beban kapasitas energi yang masif.
Lin Tian segera merapatkan tubuhnya dan memeluk pinggang ramping Shen Bingxue demi menyempurnakan siklus perpindahan energi. Dia memfokuskan seluruh kekuatan jiwanya untuk memulai proses kondensasi qi tingkat tinggi yang krusial.
Seluruh qi berbentuk gas di dalam dantian Lin Tian mulai berputar membentuk sebuah pusaran angin topan berskala mikro. Tekanan dari esensi Yin wanita itu memaksa gas-gas tersebut untuk saling menekan satu sama lain.
Tetesan cairan pertama berwarna keemasan akhirnya terbentuk dan jatuh ke dasar dantian Lin Tian dengan suara pelan. Itu adalah tanda awal dari dimulainya proses transisi menuju ranah Pembangunan Fondasi yang sesungguhnya.
TRINGG
Suara dentingan spiritual bernada agung bergema di dalam rongga kepala Lin Tian menandakan keberhasilan pembentukan tetesan pertama. Proses ini terus berlanjut dengan kecepatan yang sangat mengerikan karena pasokan energi tanpa batas.
Satu tetes, dua tetes, hingga akhirnya ratusan tetes cairan qi murni mulai menggenangi dasar pusat kekuatan pemuda itu. Danau cairan spiritual yang sangat padat perlahan terbentuk menggantikan posisi ruang gas yang lama.
Sementara itu, racun Ular Naga Api di tubuh Shen Bingxue telah sepenuhnya ditarik keluar oleh pusaran energi Yang Lin Tian. Garis-garis merah mematikan di wajah cantiknya perlahan memudar berganti dengan warna kulit sehat semula.
Suhu tubuh wanita itu berangsur-angsur turun kembali menuju ke titik beku normal yang menjadi ciri khas kultivasinya. Kepompong kabut ungu yang mengelilingi mereka berdua mulai menipis secara perlahan diserap kembali oleh tubuh.
Lin Tian terus mempertahankan posisinya yang menyatu dengan tubuh wanita itu selama beberapa jam berikutnya tanpa bergerak. Dia memanfaatkan sisa kehangatan pasca penyatuan untuk menstabilkan pondasi ranah barunya yang masih bergejolak.
Setiap helai otot dan serat daging di tubuh Lin Tian kini telah mengalami perubahan kualitatif yang sangat radikal. Kekuatan fisiknya saat ini telah melompat jauh melampaui batas kemampuan manusia fana pada umumnya.
BBOOOMMM
Sebuah ledakan energi spiritual tak kasat mata kembali meledak dari dalam tubuh Lin Tian menghantam udara kosong ruangan. Aura penindasan ranah Pembangunan Fondasi tingkat pertama secara resmi terpancar dari tubuh pemuda yatim-piatu tersebut.
Dia berhasil melompati batas tembok besar yang memisahkan antara manusia fana biasa dengan kultivator sejati dunia atas. Keberhasilan ini dicapai hanya dalam waktu satu malam pelarian berdarah di dasar jurang terkutuk.
Lin Tian perlahan membuka kedua kelopak matanya yang kini memancarkan pendar cahaya keemasan yang sangat mistis. Dia menatap wajah Shen Bingxue yang sedang tertidur lelap di bawah pelukannya dengan ekspresi datar.
Wanita itu terlihat sangat damai dengan sisa rona merah samar yang masih menghiasi kedua sudut pipi mulusnya. Jejak darah kesucian yang mengering di atas paha putihnya menjadi bukti otentik dari malam yang panjang.
Lin Tian secara perlahan menarik keluar tubuh bagian bawahnya dari dalam kehangatan gerbang giok milik tetua sekte tersebut. Gerakan kecil ini membuat tubuh Shen Bingxue sedikit berkedut namun wanita itu tidak terbangun dari tidurnya.
Pemuda itu segera bangkit berdiri dan mengambil sisa kain jubah hitamnya yang hancur untuk membersihkan tubuhnya. Dia tidak merasakan penyesalan atau kesenangan fana melainkan hanya fokus pada kalkulasi kekuatan barunya.
'Selamat atas keberhasilanmu melangkah masuk ke dalam gerbang kultivasi sejati yang sesungguhnya anak muda.' Suara Yue Chan kembali terdengar dengan nada yang dipenuhi oleh rasa hormat yang tulus kali ini.
'Penyatuan dengan perawan ranah Transformasi Dewa telah membersihkan seluruh bakat kotor di dalam tubuh fana milikmu itu.' Pujian itu diterima Lin Tian hanya dengan sebuah anggukan kepala yang sangat pelan.
Lin Tian berjalan menuju ke sudut ruangan untuk mengambil kembali Pedang Berat Hitam miliknya yang sempat terlempar jatuh. Berat senjata ratusan kati itu kini terasa seringan sebatang ranting pohon biasa di dalam genggaman tangannya.
Dia mengalirkan sedikit qi cair barunya ke dalam bilah pedang hitam tersebut melalui jalur meridian lengannya. Bilah pedang itu langsung mengeluarkan suara raungan rendah yang memancarkan hawa membunuh setebal tiga inci.
WUSSS
Tekanan angin yang dihasilkan dari aliran qi baru itu mampu memotong sehelai rambut halus yang melayang di udara. Lin Tian menyarungkan kembali senjata beratnya ke punggung dengan raut wajah yang dipenuhi kepuasan dingin.
Dia kemudian berjalan mendekati ranjang es tempat Shen Bingxue masih terbaring tanpa menggunakan sehelai benang pun. Lin Tian mengambil gaun putih wanita itu yang robek lalu menyelimutkannya ke tubuh molek tersebut.
Tindakan ini diambil bukan karena rasa kasihan melainkan bentuk penghormatan minimal terhadap wanita yang telah memberi manfaat besar. Dia tahu betul bahwa saat wanita ini terbangun nanti, badai kemarahan besar pasti akan melanda.
Seorang tetua agung dari sekte nomor satu tidak akan pernah membiarkan seorang pria fana hidup setelah menodai kesuciannya. Lin Tian harus segera mempersiapkan strategi pertahanan mental terbaik sebelum fajar menyingsing sempurna.
Dia kembali duduk bersila di sudut ruangan yang paling gelap tidak jauh dari posisi ranjang es teratai. Pemuda itu memejamkan mata untuk memperkuat ingatan ingatan jurus bela diri yang baru terbuka di kepalanya.
Malam yang panjang di dasar Jurang Kematian perlahan mulai mendekati batas akhir perputarannya yang sunyi. Takdir baru telah resmi tertulis di atas batu kehidupan pemuda yang berjalan di atas jalan balas dendam ini.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍