Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamu tak diundang...
Di Kediaman Alexander
Tin.... tin... tin...
Suara beberapa mobil yg mengklakson di depan pagar rumah besar.
Tok... tok... tok...
"Mohon maaf pak, tapi bapak tidak bisa membuat keributan ditempat ini." Tegas penjaga rumah Alexander.
Lucas yg mendengar jika ia dihalangi masuk segera turun dari mobil dan segera melayangkan tinju kepada penjaga tersebut.
Penjaga lain yg melihat rekannya dikroyok pun segera menekan bel gawat darurat agar pertahanan rumah ditingkatkan dan semua pengawal segera turun ke pos penjagaan.
"Siapa kalian? Mau apa kalian ke sini?" Bentak Penjaga B dan segera membantu Penjaga A (penjaga yg dikroyok tadi) untuk melawan mereka dan pengawal yg lain yg baru datang juga ikut membantu.
Baku hantam pun terjadi, banyak yg terluka akibat perkelahian ini.
Dorr.... kala suara pistol menggema di udara. Suara pistol yg dikeluarkan oleh Alexander untuk memberhentikan kegaduhan yg dilakukan oleh Lucas.
"Ternyata ada yg sudah bosan hidup" sindir Alexander melangkah kan kakinya mendekati keributan. Hingga jarak antara kakinya dan keberadaan Lucas tinggal beberapa langkah lagi.
"Dimana anak ku?" Tanya Lucas dengan mata yg berapi - api.
"Anak? Kamu tidak salah sebut? Anak mana yg kamu maksud? Anak dari simpanan kamu atau anak kandung kamu?" Balas Alexander penuh kemarahan. Sudah cukup selama ini dia memendam amarah.
"Kurang ajar" teriak Lucas mempercepat langkah kakinya ingin mengajar Alexander. Dan begitu juga dengan beberapa anak buahnya untuk membantu dirinya melawan sang musuh.
Bugh....
Satu pukulan pun mengenai wajah Alexander dan Lucas segera menarik kerah baju Alexander dan hendak melayangkan tinjunya kembali.
Alexander dengan sigap pun bisa menahan pukulan Lucas dengan menahan tangannya.
"Daddy...." Ucap King yg tak terima jika Lucas melukai Ayahnya kembali. Tapi dengan sigap Sebastian menahan tubuh King untuk menghentikannya.
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka" Tegas Tian dan King pun akhirnya menurut akan perkataan Tian.
"Kenapa kamu bisa berpikir jika anak kamu ada disini? Jika aku bisa mendapatkan anak kamu, aku pasti akan langsung membunuhnya seperti kamu membunuh putriku." Tegas Alexander disamping telinga Lucas.
"Bangs*t kamu sudah pasti merencanakan ini kan. Kamu tidak terima jika putri ku akan meneruskan karirku." Tuduh Lucas
Bugh.... bugh....
"Sadar Lucas, kamu pikir dengan semua kekayaan kamu akan bahagia? Ingat karna ambisi kamu, semua pergi meninggalkan kamu. Baik itu yg pergi atau kamu bunuh dengan kedua tangan kamu". Petegas Alex agar menyadari Lucas akan segala perbuatannya yg tak terpuji.
Lucas yg pada dasarnya tidak mau mendengar dan keras kepala bangkit dan hendak mengajar Alex kembali. Tapi langkah kaki nya tetap ditempat karena King dan Tian sudah berada dibelakang Lucas dan mengajar Lucas serta anak buahnya tanpa ampun. Mereka mengajar dengan dendam yg melekat juga di hati dan pikiran mereka
"Dasar lemah.... aku peringatkan kepada kamu untuk tidak pernah menginjakkan kaki kesini lagi. Atau kamu memang benar - benar ingin mati." Peringat King dan segera berdiri membersihkan tangannya.
"Urus mereka semua dan campakkan ke wilayah mereka." Ucap Tian kepada pengawal dan anak buah mereka untuk segera bertindak.
*******
Di tempat lain Elang mencoba melacak keberadaan Sherlyn yg dibantu dengan anggota Mafia Kartini. Bagaikan ditelan bumi, hingga saat ini mereka tidak menemukan titik terang keberadaannya Sherlyn disekap.
Salah satu anggota Peretas Mafia Kartini yg bernama Kartika mengatakan jika beberapa hari ini memang ada yg memantau pergerakan Sherlyn. Tapi kami tidak yakin tujuannya memang memantau atau hanya sekedar kebetulan saja.
Kami sempat menyerang, tapi tidak ada perlawanan dan setelah kami selidiki ternyata dia adalah orang biasa saja yg kebetulan berada didekat Sherlyn. Sehingga penjagaan pun dikurangi atas permintaan Sherlyn.
Tapi siapa sangka disaat mereka lemah ternyata musuh sudah berada di dekat Sherlyn dan penculikan pun terjadi. "Kemarin Sherlyn sempat memberitahu jika feeling nya tidak enak. Kami coba mencari tau, tapi tidak ada hal mencurigakan yg kami dapati" Jelas Kartika
Elang yg mendengar penjelasan Kartika pun hanya mampu mengusap kasar wajahnya. Ia begitu kesal karena lawan nya kali ini tidak ada meninggalkan jejak tanda. Semua dilakukan dengan sangat bersih.
"Apa kalian mempunyai musuh?" Pertanyaan yg dilontarkan Elang kepada Kartika.
" Sejauh ini tidak ada, jika kami diusik pun kami akan dapat langsung mengetahuinya dari sistem. Bagaimana dengan kalian?" Tanya balik Elang.
"Ntahlah, terlalu banyak sudah." Ucapnya pasrah, kini ia beranggapan Sherlyn hilang akibat ulah musuhnya. 'Apakah ini ada hubungannya dengan Lucas?' Batin Elang dan ia pun berlalu hendak pergi.
"Tunggu! Mau kemana kamu?" Tanya Kartika.
"Mencari Sherlyn" Jawabnya singkat dan berlalu ke motornya.
Kartika pun melihat pergerakan Elang dan mengekorinya dari belakang, dia yakin jika Sherlyn hilang ada hubungannya dengan tempat kemana Elang akan membawanya mencari Sherlyn.
*******
Kini mereka telah tiba di depan pagar rumah besar. Terdapat banyak pengawal yg berjaga. Hal itu tentu saja tidak membuat nyalinya menciut, karena pengawal mereka juga tak kalah banyaknya dengan pengawal rumah Lucas.
"Tempat siapa ini?" Tanya Kartika yg bingung melihat Elang membawanya ke rumah asing yg besar menurutnya.
"Tempat musuhku, ayo kita main - main" Ajak Elang berjalan kearah gerbang dan Kartika hanya ikut mengekorinya.
"Mau apa kalian semua?" Tanya Pengawal Lucas yg melihat kedatangan Elang yg diikuti banyak orang.
"Mencari seseorang." Jawabnya enteng dan segera melemparkan gas beracun kedalam pagar.
Akibat ulahnya banyak pengawal Lucas yg batuk dan ada juga yg tidak sadarkan diri. Setelah merasa aman, Elang pun membuka gerbang dan memerintahkan semua anak buahnya mencari keberadaan Sherlyn disetiap sudut rumah besar dihadapan mereka.
Dor.... Dor.... Dor....
Suara tembakan mengenai beberapa orang anak buah Elang yg hendak menyusuri ruangan rumah Alexander tadi. Mereka ditembak tepat di titik yg bisa melumpuhkan lawan dalam sekejab. Itu mengalihkan fokusnya menatap tajam Angga yg baru saja datang membuka pintu utama.
Prok.... prok... prok....
Suara tepukan tangan Angga menyambut tamu yg tak diundangnya. "Bagus.... bagus.... bagus... mau apa kalian datang?" Ucap Angga merasa tertantang dengan dagu sedikit di arahkan keatas.
"Kembalikan Sherlyn, dia tidak tau apa - apa dalam masalah kita" Ketusnya.
Hahahaha..... Tawa lepas yg diberikan oleh Angga.
"Sherlyn siapa? Aku tak mengerti maksudmu?"
"Gak usah sok bodoh, gue tau Lo kan yg menculik Sherlyn?" Tuduh Elang karena hanya Mafia The Ranger lah musuh mereka sampai saat ini. Ia pun memerintahkan anak buah nya untuk mengajar Angga dan pasukannya.
Pertempuran pun terjadi, Elang segera menyerang Angga akibat asumsinya yg mengatakan The Ranger lah ulah dibalik hilangnya Sherlyn.
"Berhenti" Teriak Lucas marah melihat kekacauan yg terjadi di rumahnya. Dia baru tiba setelah diajar babak belur di kediaman rumah Alexander. Di layangkannya tatapan membunuhnya kepada Elang Ketua Mafia The King.
Mereka pun berhenti dengan posisi Angga yg berada diatas Elang. Ia menguasai pergulatan perkelahian mereka akibat Elang yg tidak bisa berpikir jernih akibat kehilangan Sherlyn.
"Asal Lo tau ya, seharusnya gue yg datang ke tempat Lo, karena Lo udah berani menculik Calista calon instri gue." Ucap Angga sebelum melepaskan cengkraman tangannya pada Elang
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor