hai,,,readers author datang lagi dengan cerita yang baru sequel dari "Wanita Pilihan Untuk Ayah"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24.
selamat menikmati 💐💐💐
Setelah Malika memutuskan untuk berhenti sebagai sekretaris Davis, kemudian Malika memutuskan untuk mengelola sendiri perusahaannya. Meskipun Davis menahannya akan tetapi Malika memberikan alasan sehingga dengan berat hati akhirnya Davis menerima dan menghargai keputusan Malika.
Tak ingin menunggu lebih lama lagi, akhirnya tuan Wijaya menggelar jumpa pers untuk memperkenalkan putri bungsunya. Berbagai pertanyaan dan decak kagum dengan kecantikan putri bungsu tuan Wijaya.
Setelah memperkenalkan Malika pada pers keesokan harinya hampir semua media memberikan komentar tentang keluarga tuan Wijaya. Dan dapat dipastikan lamaran terus berdatangan dari rekan bisnis tuan Wijaya.
Davis yang selalu memantau Malika menjadi uring-uringan dan berimbas pada Saldy sahabat sekaligus asisten pribadinya.
"Lebih baik bos ngomong sama om dan tante agar seger melamar Malika ". kata Saldy
"Kamu juga segera lamar Shadika biar kita nikahnya barengan, masa adiknya nikah duluan, apa kata orang nanti ". balas Davis tak mau kalah
"Papa dan mama masih sibuk ngurus perusahaannya, bos ". kata Saldy
Orang tua Saldy juga seorang pengusaha diluar negeri dan sangat mengharapkan Saldy untuk ikut mengurus perusahaan mereka, hanya saja Saldy lebih senang menjadi asisten Davis karena sudah merasa nyaman hidup di tanah air.
"Kalo gitu, telpon om dan tante Wiguna supaya bunda mewakili untuk melamar Shadika dan Malika ". kata Davis tetap ingin menikah bareng dengan sahabatnya
"Tapi tuan Wijaya mau terima gak dengan cara melamar seperti itu,,,,". balas Saldy ragu dan takut membuat tuan Wijaya murka.
"Coba kamu telpon lagi om dan tante Wiguna, supaya bisa atur waktu ". kata Davis menggurui
Tanpa membalas perkataan Davis, kemudian Saldy memanggil nomor mamanya.
"Assalamualaikum ma,,,," sapa Saldy setelah sambungan telponnya tersambung
",,,,,,,,,,,,,,,"
"Kapan papa dan mama ada waktu ke Indonesia ". tanya Saldy hati-hati
",,,,,,,,,,,,,"
"Gini lho ma, Saldy bermaksud melamar calon mantu buat mama.". kata Saldy
",,,,,,,,,,,,,,"
"Ok ma,,,,Saldy tunggu ma,,,I Love you ". balas Saldy tersenyum senang
"Ada berita apa??? kayaknya senang banget ". tanya Davis penasaran
"Mama dan papaku akan datang Minggu ini ". kata Saldy
"Kalo gitu entar telpon Shadika dan Malika supaya memberitahukan pada tuan Wijaya bahwa keluarga kita akan datang melamar ". balas Davis tak kalah antusiasnya.
Setelah itu Davis segera keluar dari ruangannya sehingga Saldy bingung dengan kelakuan bosnya.
"Eh bos, mau kemana???" tanya Saldy
"Pulang,,," jawab Davis singkat
"Bos kok pulang, sih ini masih siang lho ". kata Saldy
"Urusan ini lebih penting daripada pekerjaan yang gak ada habisnya ". balas Davis sambil terus berjalan.
Saldy lalu mengikuti langkah Davis sampai tiba diparkiran kemudian menaiki mobil masing-masing. Saldy menuju kantor Shadika untuk mengajaknya makan siang sementara Davis menuju kediaman keluarga Dirgantara.
Setelah beberapa menit menembus jalanan ibukota yang tak pernah sepi, akhirnya Davis tiba dirumahnya dan disambut dengan wajah penasaran ayah dan bundanya.
"Lho bang,,,kok jam segini udah pulang??? abang sakit??" tanya Vita khawatir
"Gak bunda,,,,,abang baik-baik aja kok ". jawab Davis kemudian duduk disamping Adam
"Abang ada masalah???" tanya Adam semakin penasaran karena selama ini masalah yang sering dihadapi anaknya selalu berhasil diselesaikan sendiri.
"Abang cuma mau ngomong sama ayah dan bunda ". kata Davis serius
"Ngomong aja, bang,,,jangan biarkan bunda dan ayah penasaran ". balas Vita dengan lembut
"Jadi gini bunda, ayah,,,,Minggu ini kan om dan tante Wiguna datang, rencananya Saldy mau melamar Shadika ". kata Davis menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Bagus dong, artinya Saldy sudah mulai memikirkan masa depannya,,,, lalu apa hubungannya dengan abang,,," tanya Adam melirik Vita sambil menahan tawa karena tau arah pembicaraan anaknya, hanya saja Adam dan Vita ingin jika Davis yang mengatakan langsung keinginannya.
"Hubungannya ya adalah, ayah,,,,ma,,,maksud a,,,,abang sekalian juga ayah dan bunda melamar Malika ". kata Davis dengan wajah malu-malu
"Isshhh,,,,abang ngomong gitu aja susah ". ledek Adam
"Abang sebaiknya berkunjung ke rumah Malika dan bicara dulu pada tuan Wijaya sampaikan jika kami akan bertamu dan bermaksud melamar putrinya ". kata Vita.
"Pasti abang takut keduluan nih sama yang lain, soalnya sekarang kan banyak yang menginginkan Malika jadi menantunya ". kata Adam menggoda Davis yang salah tingkah
"Ayah telpon kak Sisil dong, supaya cepat pulang, apa gak bosan tinggal di Inggris sementara perusahaannya disini, abang kewalahan ". keluh Davis yang memang waktunya tersita untuk mengelola perusahaannya dan perusahaan Sisil, belum lagi perusahaan adik kembarnya.
Vita dan Adam mulai memikirkan cara agar anak-anaknya mulai mengelola perusahaannya sendiri, Davis akan semakin kewalahan jika sudah menikah dan masih mengurusi semua perusahaan saudaranya. Sementara Saldy juga pastinya akan lebih sibuk lagi karena orang tuanya juga selalu mendesak agar Saldy mengurus bisnis mereka.
...💐💐💐💐💐...
maaf,,,maaf,,,maaf,,,up_ny sangat terlambat, author sakit dan butuh istirahat.🙏🙏🙏
selamat menikmati dan semoga masih betah menanti Up_nya
jangan lupa dukungannya
salam hangat dari author
.