Jika tuhan sudah mentakdirkan kita bersamanya, maka kemanapun kita berlari tuhan tetap akan mempertemukan kita dengannya.
Adriella Purnama Cinta - seorang gadis cantik yang bekerja dirumah seorang wanita yang sudah menolongnya ketika kabur dari sebuah klub malam
Roy Juliando Pratama - seorang pemuda tampan yang begitu menyukai Adriella ketika pertama kali melihatnya di pemakaman suami tantenya yang juga merupakan majikan Adriella
Saat Roy sudah yakin ingin mengungkapkan perasaannya terhadap Adriella, masalah dan musibah datang menghampiri sehingga membuat kisah cinta mereka tidak terwujud.
Namun takdir tuhan mempertemukan mereka kembali dengan perasaan yang masih tersimpan di hati. Akankah mereka bisa mewujudkan kisah cinta mereka yang tertunda......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j.o, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Roy merenung didalam kamar memikirkan Ella yang pergi entah kemana. Ingin menyewa orang untuk bisa menemukannya tapi takut Papanya tau.
" Ella kamu sekarang dimana? apa kamu sudah makan? apa kamu punya tempat tinggal?. Ella mengapa kau pergi meninggalkan aku..., aku sudah temukan solusi agar kita bisa bersama Ella " ucap Roy dengan mata yang berlinang.
" Aku harus bisa menemukanmu Ella..., aku harus menemukanmu bagaimana pun caranya. Semoga sebelum kita berjumpa lagi kau belum menjadi milik orang lain " ucap Roy tegas pada dirinya sendiri.
" Jadi begitu Bu Pak cerita sebenarnya " ucap Ayana bercerita tentang Ella pada bapak dan ibunya.
" Wes yang tabah ya neng kalo jodoh gak bakal kemana kok " ucap bapak Ayana.
" Iya..., yang penting sekarang kamu gak usah sedih lagi, ada kami yang selalu temani kamu " ucap ibu Ayana juga
" Iya Pak Bu, Ayana makasih..., saya bersyukur tuhan masih mengirimkan orang-orang baik untuk saya " ucap Ella mengelap matanya yang basah karena sempat menangis.
" Iya El sama-sama udah berulang kali loh kamu ngucapin terima kasih sama kita " ucap Ayana seloroh
" Ya habis aku kan cuma bisa bilang ini doang, gak bisa bilang IYAIN AJA DEH " ucap Ella menekan kata terakhirnya sambil tersenyum.
" Ish kamu kok malah ikut-ikutan kayak bapak sih " ucap Ayana kesal.
" HAHAHA " mereka semua tertawa terbahak-bahak karena sikap Ayana.
Kring kring kring
Suara ponsel Ayana yang ia letakkan di samping TV. Ayana langsung mengambilnya dan menjawab.
" Halo kak Fer..., gimana " ucap Ayana menerima panggilan dari Ferdi
" Hah beneran " ucap Ayana senang
" Ok makasih ya kak..., Ayana langsung bilang sama Ella sekarang bye " ucap Ayana sebelum menutup panggilan
" Ella kata kak Ferdi kamu bisa ikut kita ke Bali..., kak Ferdi bilang atasannya bisa nerima satu orang lagi " ucap Ayana pada Ella dengan senyum gembira
" Syukurlah " ucap Ella dan bapak ibu Ayana.
" Kalo gitu nak Ella harus persiapkan semua keperluan yang diperlukan sekarang " ucap bapak Ayana
" Iya El besok kita siapkan semua yang diperlukan dari mulai surat lamaran, surat riwayat hidup sama yang lainnya juga " ucap Ayana menyampaikan semua yang diperlukan untuk melamar ke hotel mewah di Bali.
" Iya besok bantuin aku ya " ucap Ella
" Pasti " balas Ayana
" Ya udah sekarang kalian istirahat aja sana " ucap ibu Ayana
" Ok ayo El " ucap Ayana mengajak Ella ke kamar.
" Kami masuk dulunya Pak Bu " ucap Ella permisi dengan orang tua Ayana.
Orang tua Ayana hanya mengangguk dan bersantai berdua di ruang tengah sembari menonton TV sekaligus bermesraan. Ayana adalah anak kedua dari dua bersaudara saja. Kakak Ayana perempuan dan sudah menikah jadi tidak tinggal bersama mereka lagi.
Di dalam kamar Ella dan Ayana tidak tidur melainkan mengobrol membicarakan banyak hal.
" Bapak ibumu masih serasinya meski udah tua " ucap Ella memuji orang tua Ayana yang masih kelihatan serasi meski sudah hampir kepala lima.
" He'em..., kamu tau gak alasan tadi ibuku nyuruh kita istirahat sekarang? " tanya Ayana
" Lah kenapa?" tanya Ella balik
" Supaya mereka bisa mesra-mesraan tuh diruang tengah sambil nonton TV " ucap Ayana cengar-cengir
" Ha masa? " tanya Ella tidak percaya
" Iya benar ngapain aku bohong..., orang aku sering banget gak sengaja ngeliat mereka lagi pelukan sambil nonton " ucap Ayana sedikit geli
" Hahaha untungnya mereka gak sekalian bikin Dede disana " ucap Ella gurau.
" Hahaha ya enggaklah..., kalau mereka mau ngelakuin itu pasti dikamar..., kalau diruang tengah mah paling cuma manja-manjaan doang " ucap Ayana juga ikut tertawa
" Aku salut banget sama bapak ibumu itu Ay..., kemesraannya tak lekang oleh waktu " ucap Ella salut
" So pasti dong. Kamu dengarnya meski kehidupan yang mereka berikan pada ku dan kakakku sederhana tapi berkat perasaan cinta mereka yang tulus satu sama lain mengalir juga pada kami anak-anaknya.
Jadinya kehidupan kami gak pernah kekurangan apapun walau dalam kesederhanaan " ucap Ayana bangga pada bapak dan ibunya yang tetap mampu menjaga keharmonisan rumah tangga membuatnya dan kakaknya bahagia dengan perasaan cinta yang mereka miliki.
Karena dalam pemikiran Ayana buat apa punya orang tua kaya dan bergelimang harta tapi tidak ada cinta yang diberikan kepada anak-anaknya karena tidak bisa menjaga keharmonisan pernikahan mereka.
Ella pun merasakan kebahagiaan dalam rumah ini seperti yang pernah ia rasakan dengan orang tuanya dulu. Meski dalam kesederhanaan tapi cinta dan kasih sayang orang tuanya mengalir juga padanya sehingga dia tidak pernah merasa kekurangan apapun.
" Aku berharap semoga nanti kalau aku berumah tangga bisa seperti bapak dan ibumu. Yang masih tetap mesra diusia tua sehingga bisa mengalirkan rasa cintaku dan suamiku kepada anak-anak kami juga nanti " ucap Ella membayangkan masa depan rumah tangganya nanti.
" Iya aku juga begitu nanti " ucap Ayana
" Coba Kamu lihat sekarang, banyak anak-anak mulai dari orang kaya sampai miskin yang berprilaku buruk karena orang tua mereka gak bisa jaga keharmonisan rumah tangga sehingga membuat anak-anaknya merasa gak diperhatikan. Selalu sibuk dengan urusannya masing-masing, terus bertengkar " ucap Ayana sedikit kesal.
" He'em kamu benar kayak temen kita di kampus dulu si Dinda. m
Meski orang tuanya kaya tapi selalu sibuk dengan urusannya masing-masing jadinya dia gak ada yang perhatiin, bebas mau ngelakuin apapun diluar sana " ucap Ella teringat akan teman kampusnya dulu.
" Terus sekarang dia kayak mana ya secara kan dia sempat di blacklist dari kampus? " tanya Ella
" Aku dengar-dengar sih katanya dia itu udah nikah tapi sama orang biasa gara-gara hamil duluan. Yah kamu tau sendiri kan Dinda itu suka gonta-ganti cowok terus sering keluar malam lagi sama cowok ke diskotik " ucap Ayana menceritakan teman mereka Dinda.
" Ya ampun, terus orang tuanya Dinda gimana reaksinya? " tanya Ella
" Ya marah besar dong El..., bahkan Dinda itu sampai gak diakui lagi sebagai anak karena malu-maluin keluarga katanya " ucap Ayana
" Hmm kasihan " ucap Ella kasihan pada temannya tersebut. Karena kurangnya perhatian dari kedua orang tua membuatnya seperti tidak diperhatikan meski memiliki banyak uang.
" Ya itu salah orang tuanya juga sih. Yang aku dengar Dinda itu dari masih kecil Papa dan Mamanya itu suka bertengkar dan sering salah paham dan lupa kalau masih ada Dinda yang butuh perhatian, jadinya ya gitu imbas ke anaknya deh " ucap Ayana
Ella hanya menggelengkan kepalanya tidak menyangka ada orang tua seperti itu.
" Udah ah El..., kok malah jadi bicarain orang luar sih padahal tadi yang di bahas tentang kemesraan bapak sama ibu aku " ucap Ayana sadar kalau dia dan Ella dari tadi membahas hidup orang lain.
" Eh iya ya hahaha..., udah lama gak jumpa sekalinya jumpa kita ngobrolin banyak hal begini " ucap Ella juga sadar.
" Hahaha iya juga ya! ya udah tidur yuk aku dah ngantuk nih " ucap Ayana menguap karena ngantuk.
" Ya udah ayo " ucap Ella setuju karena dia juga sudah mulai mengantuk. Jika mereka teruskan mengobrol bisa-bisa sampai besok tidak akan kelar.
Dikediaman tuan Agung Roy sedang duduk di balkon sambil menatap bulan yang malam ini bersinar terang. Tidak sendiri ia ditemani oleh Kevin yang ikut menatap bulan bersamanya.
" Kak gimana caranya kakak menemukan Ella? " tanya Kevin
" Aku juga gak tau, nomor kontaknya udah gak bisa dihubungi lagi. Aku pingin nyewa orang buat cari dia tapi takut Papa bakal tau, secara kan Papa punya banyak orang suruhan " jawab Roy
" Benar juga ya. Tenang aja kak Aku bakal bantu kakak menemukan Ella bagaimana pun caranya " ucap Kevin pada Roy
" Iya makasih..., tapi yang penting dulu sekarang adalah tentang pertunangan ku dengan Abel Nora " ucap Roy
" Iya kak tenang aja untuk masalah itu aku juga akan berusaha sekuat semampuku agar bisa mendapatkan Abel Nora menjadi milikku seutuhnya " ucap Kevin bersemangat
" Tapi kalau nanti kamu berhasil apa kamu bersedia menikah dengan Abel Nora di umur mu sekarang? " tanya Roy tidak yakin karena mengingat usia Kevin yang masih sangat muda yakni baru 22 tahun.
" Aku siap lahir batin kak..., dan aku berjanji tidak akan pernah menyesal menikah diusia muda..., aku akan berusaha untuk bisa membahagiakan Abel Nora meski usia ku lebih muda darinya " ucap Kevin yakin dengan keputusannya.
Roy sangat takjub dengan pemikiran Kevin yang sudah jauh lebih dewasa sekarang. Ia berharap Kevin dapat memegang semua yang dia ucapkan.
Kini peluang Roy untuk bisa lepas dari perjodohan ini sudah didepan mata hanya menunggu hasilnya saja dan semoga semua berjalan dengan lancar.
Yang masih dikhawatirkan oleh Roy adalah bagaimana bisa menemukan Ella secepatnya agar gadis itu tidak keburu jatuh cinta pada pria lain dan berhasil memiliki Ella seutuhnya. Jujur jika itu sampai terjadi Roy lebih memilih untuk mati saja daripada melihat Ella bersama orang lain.
# Terimakasih sudah membaca #
akan selalu hadir...
jangan lupa selalu hadir di karyaku ya
MAKASIH BANYAK....YA...