"Seharusnya dia adalah adik iparku! tapi kini malah menjadi istriku!" ABIAN NUGRAHA.
"Pria itu seharusnya menjadi kakak Iparku, tapi sekarang dia adalah suamiku!" MAHARAYA FADILLA.
bagaimana jadinya dua orang yang sebelumnya tidak saling mengenal namun tiba-tiba dinikahkan. semua itu bermula karena Andira Fadillah atau yang akrab di sapa Dira selaku kakak Maharaya atau Raya, kabur tepat di hari pernikahannya dengan seorang pria yang telah di jodohkan oleh orangtuanya bernama Abian Nugraha. Dira yang tiba-tiba saja menghilang saat akad akan di mulai membuat Ayah Faizal panik. karena insiden itu Ayah Faizal meminta Raya putri bungsunya yang masih duduk di bangku SMA kelas 12 itu untuk menjadi pengantin pengganti Kakaknya. Demi menjaga nama baik keluarga.
Bagaimana kah kelanjutan kisah keduanya. apakah mereka bisa saling menerima satu sama lain? dengan rentang usia yang lumayan jauh.
Yuk! ikuti kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Obrolan hangat tengah berlangsung antara Abian dna Ayah Faizal. Kedua pria itu membahas seputar bisnis dan sebagainya.
Dari obrolan Abian dan suaminya itu Mirna bisa menyimpulkan jika Abian sepertinya tidak se kere yang dia bayangkan.
Sementara Raya duduk bersandar di lengan Abian sambil memainkan ponselnya.
Sikap Raya yang seperti itu tentu saja menarik perhatian Mirna yang duduk di depannya.
"Raya, coba jika sedang mengobrol seperti ini kamu jaga sikap sedikit. Duduk yang benar, bukannya main hp seperti itu! Tidak sopan!" Tegur Mirna sedikit tidak suka dengan sikap Raya yang cenderung manja pada Abian.
Perkataan Mirna itu menarik perhatian Abian yang tengah mengobrol dengan Ayah mertuanya itu.
"Nggak apa-apa kok Bu, saya nggak merasa terganggu. Lagian ini kan di rumah. Raya tahu kok, bagaimana harus bersikap jika berada di luar." Ucap Abian sebelah tangannya menahan bahu Raya yang akan bangun dari bersandarnya.
Mirna pun diam tidak bisa membantah ucapan Abian. Sementara Ayah Faizal hanya menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.
"Ah, apa kalian akan menginap disini?" Tanya Ayah Faizal mencoba mencairkan suasana yang sedikit tidak enak itu.
"Maaf Ayah, kami nggak bisa nginap disini, rumah di sana kosong. Kami kesini untuk mengambil peralatan sekolah Raya yang penting-penting saja, kan lusa sudah mulai masuk sekolah lagi!" Sahut Raya sambil menatap Ayahnya.
"Hm, tidak terasa ya, liburan sekolah sudah berakhir. Kamu sekolah yang baik ya Ya, jangan nakal!" Ucap Ayah Faizal lagi menasehati Putrinya.
"Iya, kurangi kelayapan malamnya. Kamu sekarang sudah bersuami, sudah tidak pantas kelayapan sampai lupa pulang ke rumah!" Timpal Mirna.
"Raya nggak pernah kelayapan kok, Bu! Raya keluar rumah malam-malam itu kan,,,,,,"
"Pokoknya yang. Namanya keluar rumah malam hari itu namanya kelayapan Raya! Kelayapan tidak jelas,,,,"
"Ibu, cukup! Jangan di teruskan lagi!" Ayah Faizal menatap tajam Mirna yang langsung mingkem saat mendapati tatapan tajam suaminya itu.
Abian hanya diam saja memperhatikan sikap Ibu mertuanya itu yang terlihat kurang menyukai Raya. Entah apa alasannya, sehingga beliau bersikap demikian.
"Ah, kalau tidak bisa menginap tidak apa-apa. Tapi kalian harus ikut makan malam bersama diaini ya, tidak ada bantahan!" Ucap Ayah Faizal lagi. Sambil beranjak dari kursinya dan mengajak Abian dan Raya menuju ruang makan.
Mirna pun mengikuti langkah suaminya tanpa bisa berkomentar. Mendapatkan tatapan tajam tadi sudah cukup membuat bibirnya bungkam.
"Mini, panggil Dira untuk turun makan malam!" Perintah Mirna pada Mini.
"Baik Nyonya!" Sahut Mini seraya berlalu untuk memanggil Dira. Sesuai perintah Nyonya nya itu.
Raya yang mendengar nama Kakak nya di sebut pun terdiam sejenak. "Kak Dira sudah kembali ternyata!" Batinya. Sedikit terkejut sebab sang Ayah tidak cerita apapun padanya saat berkomunikasi kemarin sore.
Entah mengapa perasaan Raya mendadak tidak enak. Bukannya tidak bahagia kini sang Kakak akhirnya pulang juga. Tetapi entahlah.
"Sayang! Ayo duduk!" Abian menggenggam tangan Raya yang masih berdiri di samping kursinya. Abian bisa melihat raut ke khawatiran di wajah Raya. Entahlah, Abian tidak bisa menebak isi kepala istrinya itu saat ini.
"Ah, iya kak. Maaf!" Ucap Raya yang tersadar dari lamunannya. Saat merasakan tangan hangat Abian menggenggam tangannya.
Tak berapa lama terdengar derap langkah dari arah tangga. Dira muncul dengan dress mini yang menempel di ketat membentuk lekuk tubuhnya.
"Maaf, sudah membuat kalian menunggu, tadi Dira mandi dulu!" Ucap Dira basa basi dengan tatapan tidak lepas dari menatap Abian.
Sementara yang di tatap bersikap acuh dan masa bodoh saja. Bahkan untuk memandang nya saja Abian enggan. Abian menyibukkan dirinya dengan Raya.
Makan malam itu berjalan penuh keheningan tidak ada yang bersuara ketika sedang makan. Itu peraturan yang Ayah Faizal terapkan di rumah itu.
"Abian, bisa kita bicara sebentar?"
Suara Dira menghentikan langkah Abian untuk menyusul istrinya ke lantai atas untuk mengemasi keperluan sekolahnya. Makan malam telah berlalu sekitar sepuluh menit yang lalu. Dan Raya segera naik ke kamarnya untuk mengambil apa saja keperluan sekolahnya untuk di bawa ke rumah suaminya.
"Maaf, kurasa,,,,"
"Hanya 5 menit saja Bian, nggak lama, please!" Potong Dira cepat.
JANGAN LUPA KOMEN LIKE YA AKAK2 TERSAYANG😘😘