NovelToon NovelToon
Suami Miskin Yang Ternyata Seorang Miliader

Suami Miskin Yang Ternyata Seorang Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: M Goeston

Menyamar sebagai pria miskin demi mencari cinta yang tulus, Andra menemukan seorang istri luar biasa yang tetap setia menemaninya dalam kesusahan. Di balik hidupnya yang pas-pasan, tak ada yang tahu bahwa ia sebenarnya adalah seorang miliarder dan CEO raksasa. Ketika rahasia besar itu mulai terkuak, bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka saat dunia tahu siapa suami miskin ini sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M Goeston, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar Kebahagiaan Abadi

Matahari pagi perlahan naik mengusir sisa-sisa kegelapan malam yang panjang.

Cahaya keemasan menyapu bersih halaman luas rumah mewah di kawasan Menteng.

Suasana di luar gerbang utama tampak tenang tanpa ada lagi ancaman yang membayangi.

Di dalam bangunan megah itu, ketenangan mutlak akhirnya kembali tercipta.

Rian dan seluruh jaringan kejahatannya telah resmi mendekam di balik jeruji besi.

Andra berdiri di dekat jendela besar ruang utama yang menghadap langsung ke taman belakang.

Ia menatap hamparan rumput hijau yang tertata rapi di bawah langit cerah.

Setelan pakaian santai namun elegan melekat sempurna di tubuh tegap pria tersebut.

Pikiran Andra melayang sejenak mengenang seluruh proses panjang yang telah dilaluinya.

Dari status sebagai suami yang dipandang rendah hingga kembali ke singgasana aslinya.

Semua pengorbanan, air mata, dan kesabaran kini terbayar sudah secara tuntas.

Langkah kaki lembut terdengar mendekat dari arah koridor kamar utama.

Kirana berjalan menghampiri suaminya dengan senyuman hangat di wajah cantiknya.

Wanita itu mengenakan pakaian bersih berbalut selendang sutra yang lembut.

Tidak ada lagi sisa ketakutan atau kecemasan di dalam sorot matanya yang indah.

Kirana berhenti tepat di samping Andra, lalu ikut menatap pemandangan luar.

"Mas... kita benar-benar sudah kembali ke tempat ini," ucap Kirana lirih.

Ada rasa tidak percaya yang masih menyelimuti benak wanita tersebut.

Rumah megah yang dulu dikuasai oleh orang-orang serakah kini sepenuhnya milik mereka.

Andra menoleh ke samping, lalu merangkul pinggang istrinya dengan penuh kelembutan.

Ia mengecup puncak kepala Kirana sekilas untuk memberikan ketenangan batin.

"Ini memang tempat kita, Kir," balas Andra dengan suara berat yang menenangkan.

"Tidak ada lagi orang yang bisa meremehkan atau menyakiti kita di rumah ini."

Kirana menyandarkan kepalanya nyaman di dada bidang suaminya.

Ia menikmati detik-detik kedamaian yang sudah lama hilang dari hidup mereka.

"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya di kota ini, Mas?" tanya Kirana penasaran.

Andra tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari wanita terkasihnya itu.

"Kita akan memulihkan kembali seluruh kehidupan sosial dan bisnis yang sempat hancur."

"Kita bangun ulang semuanya dari awal dengan pondasi kejujuran dan integritas."

"Dan yang paling penting, kita jalani hidup baru ini bersama-sama tanpa beban."

Kirana menganggukkan kepalanya mantap tanda menyetujui rencana sang suami.

Ia tahu Andra memiliki kemampuan luar biasa untuk memimpin semuanya kembali.

Tidak lama kemudian, kepala pelayan senior melangkah masuk dengan sikap hormat.

"Mohon maaf mengganggu, Tuan Muda dan Nyonya," ucap pelayan itu sopan.

"Sarapan pagi sudah disiapkan di ruang makan utama sesuai jadwal."

Andra menganggukkan kepalanya singkat menanggapi laporan tersebut.

"Baiklah, kami akan segera turun ke bawah sekarang," jawab Andra tegas.

Pelayan itu membungkuk hormat lalu berbalik berjalan keluar ruangan dengan tenang.

Andra menatap wajah istrinya sekali lagi sebelum beranjak dari tempat berdiri.

"Yuk, kita sarapan bersama, Kir. Hari ini adalah hari pertama kita bebas," ajak Andra.

Kirana menganggukkan kepalanya antusias menyambut ajakan sang suami.

Mereka berjalan bergandengan tangan meninggalkan kamar utama menuju ruang makan.

Setiap langkah kaki mereka bergemerincing ringan di atas lantai marmer istana.

Sesampainya di ruang makan utama, hidangan lezat tersaji rapi di atas meja panjang.

Aroma kopi segar bercampur harumnya roti panggang memenuhi udara ruangan.

Andra menikmati secangkir kopi hitamnya dengan perlahan dan penuh nikmat.

Kirana duduk di sampingnya sambil menikmati teh hangat manis kesukaannya.

Wajah wanita itu tampak begitu cerah memancarkan kebahagiaan yang tulus.

"Bagaimana tidurmu semalam, Kir?" tanya Andra memecah keheningan ringan.

Kirana meletakkan cangkirnya perlahan di atas piring kecil keramik putih.

Ia tersenyum manis menatap suaminya dengan penuh rasa cinta di matanya.

"Sangat nyenyak, Mas. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama..."

"...aku tidur tanpa merasakan cemas sedikit pun di dalam dadaku."

Andra mengulurkan tangan kanannya untuk menggenggam jemari lembut sang istri.

Genggaman tangan itu terasa begitu erat menyalurkan rasa aman yang mutlak.

"Mulai sekarang, tidurkan dirimu dengan tenang tanpa ada rasa takut lagi."

"Karena aku akan selalu berada di sampingmu menjaga setiap detik hidupmu."

Kirana menganggukkan kepalanya pelan menanggapi janji tulus dari suaminya.

Ia tahu Andra adalah pria yang selalu menepati setiap perkataan yang diucapkannya.

"Aku tahu, Mas. Aku percaya sepenuhnya padamu," jawab Kirana lembut.

Mereka melanjutkan sarapan pagi itu dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

Setelah sarapan selesai, mereka berjalan santai menuju ruang santai utama keluarga.

Ruangan itu dipenuhi dengan sofa empuk berwarna krem dan lukisan klasik elegan.

Andra mendudukkan dirinya di sofa besar, lalu merangkul pundak Kirana.

Ia mengambil sebuah buku catatan kecil dari atas meja di dekat sofa.

"Hari ini, ada beberapa hal penting yang ingin aku diskusikan denganmu, Kir."

Kirana menoleh penasaran ke arah buku catatan yang dipegang oleh suaminya.

"Tentang apa, Mas? Apakah masih ada urusan perusahaan yang belum selesai?"

Andra menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum meyakinkan.

"Bukan soal perusahaan atau bisnis Rian yang sudah hancur itu."

"Tetapi tentang rencana masa depan kita berdua ke depannya."

Kirana merapikan posisi duduknya agar bisa mendengarkan lebih fokus.

"Rencana apa? Coba ceritakan padaku," ucap Kirana penuh antusias.

Andra membuka lembar demi lembar buku catatan tersebut dengan teliti.

"Pertama, aku ingin kita merenovasi beberapa bagian rumah ini agar terasa lebih nyaman."

"Membuat taman bunga khusus di halaman belakang sesuai dengan kesukaanmu."

"Kedua, aku ingin kita merencanakan perjalanan liburan panjang berdua saja."

Mendengar kata liburan, mata Kirana langsung berbinar-binar penuh kegembiraan.

Liburan panjang adalah hal mewah yang tidak pernah bisa mereka impikan sebelumnya.

"Liburan? Ke mana kita akan pergi, Mas?" tanya Kirana tidak sabar.

Andra tersenyum misterius sambil menutup kembali buku catatan di tangannya.

"Itu adalah kejutan khusus yang sudah aku siapkan untukmu, Kir."

"Yang harus kamu lakukan sekarang hanyalah bersiap dan menikmati kebahagiaan ini."

Kirana tertawa kecil mendengar jawaban usil namun romantis dari suaminya.

Ia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia saat detik-detik itu.

"Baiklah, aku akan menunggu kejutan darimu," balas Kirana riang.

Mereka menghabiskan sisa hari itu dengan berbincang hangat penuh canda tawa.

Lembaran hidup baru yang bersih dari noda masa lalu resmi mereka buka bersama.

Istana megah di Menteng kini benar-benar menjadi saksi bisu cinta sejati mereka.

1
Mga
💪
ciber ara
semangat!!!!!!
ciber ara
next 👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!