NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Menyiksaku

Sistem Kekayaan Menyiksaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.

Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.

Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).

“Lima puluh juta. Satu jam."

"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 19

Malam beranjak larut, namun lantai tertinggi Menara Cakrawala justru semakin benderang oleh pendar cahaya neon biru dan hijau dari puluhan monitor kuantum.

Angin malam Jakarta yang berembus kencang di luar dinding kaca raksasa seolah menjadi saksi bisu dari lahirnya sebuah kekuatan baru.

Di ruangan Kantor futuristik yang beberapa jam lalu masih menjadi tempat jemuran daster itu, Wahyu masih memaku pandangannya pada grafik bursa yang bergerak liar.

Jemarinya menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang ritmis, laksana seorang konduktor yang sedang memimpin simfoni kehancuran finansial.

Di sudut ruangan, Satria berdiri bersandar pada meja marmer hitam cair sambil menikmati kopi hitamnya.

Ia masih mengenakan sarung kotak-kotak andalannya dan sepasang sandal jepit karet yang tampak sangat kontras dengan kemegahan sekelilingnya.

Namun, di balik ketenangannya, mata Satria sesekali melirik ke arah layar ponsel yang sengaja ia telungkupkan di atas meja.

Di dalam sana, sebuah pemberitahuan rahasia dari Sistem Total Kekayaan baru saja berkedip pelan, memunculkan perintah yang membuat bulu kuduknya meremang.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN - MISI FINAL: PENGHANCURAN BANDAR HITAM]

Tugas Akhir: Hancurkan Artha Kencana Asset Management di lantai bursa esok pagi pukul 09.00 WIB. Gunakan seluruh dana modal darurat sebesar Rp 500.000.000.000,00 (Lima Ratus Miliar Rupiah) untuk melakukan short squeeze massal dan memicu kerugian murni pada pihak lawan.

Aturan Absurd Mutlak: Anda dilarang keras mengambil keuntungan pribadi sebesar satu rupiah pun dari perang saham ini. Seluruh profit dari hasil kemenangan bursa wajib disumbangkan ke yayasan panti asuhan, panti jompo, dan jaringan driver ojek online di seluruh Indonesia secara otomatis melalui sistem.

Peringatan Kerahasiaan: Jangan pernah membocorkan keberadaan eksistensi sistem ini kepada siapa pun, termasuk asisten dan tangan kanan Anda. Biarkan mereka mengira ini semua adalah hasil dari kelihaian modal misterius Anda.

Hadiah Sukses: Status 'Dewa Bursa Saham Tanpa Mahkota' + Peningkatan Level Akses Sistem ke Tahap Korporat Internasional.

Satria mengembuskan napas pelan. Aturan kerahasiaan itu adalah hal yang paling krusial.

Selama ini, baik Nisa maupun Gege tidak pernah tahu bahwa seluruh kekayaan mendadak, perubahan nasib, hingga transformasi kilat tempat jemuran ini menjadi kantor super canggih dikendalikan oleh sebuah kecerdasan buatan gaib di ponselnya.

Yang mereka tahu, Satria adalah sosok jenius eksentrik yang entah bagaimana memiliki akses dana tak terbatas dari investor asing misterius atau warisan rahasia keluarga yang baru cair.

Satria berniat menjaga rahasia itu selamanya. Bagi mereka, Satria adalah sang master dan biarlah tetap seperti itu.

"Bos Satria," panggil Nisa, membuyarkan lamunan Satria.

Nisa melangkah mendekat dengan dokumen digital di tangannya.

Penampilannya yang kini super anggun dengan kemeja sutra putih dan rok pensil hitam membuatnya terlihat sangat berkelas, jauh dari kesan gadis dasteran beberapa hari lalu.

"Seluruh berkas legalitas pendirian perusahaan baru kita sudah selesai diproses secara kilat melalui jalur hukum prioritas."

"Kita hanya tinggal menentukan nama resmi Kantor ini untuk didaftarkan ke bursa efek."

Satria meletakkan gelas kopinya, lalu menatap hamparan lampu kota Jakarta di balik dinding kaca.

"Nama ya..."

Gege, yang sedang duduk di kursi kulit premium sambil memutar-mutar pulpen emas dengan gaya tangan kanan miliarder yang necis, langsung menyahut,

"Gimana kalau nama kantornya 'Sultan Reversal Global' atau 'Jengkol Capital', Sat?"

"Biar ada unsur-unsur kejutan yang bikin mantan lu merinding kalau denger."

Satria terkekeh, menggelengkan kepalanya pelan.

"Enggak, Geg. Kita gak perlu pakai nama yang aneh-aneh lagi."

"Mulai hari ini, panggung kita adalah panggung profesional."

"Kita pakai nama yang tegas, yang bakal bikin seluruh konglomerat di gedung-gedung tinggi itu gemetar setiap kali mendengar nama kita di papan saham."

Satria berbalik, menatap ketiga anggotanya dengan pandangan mata yang tajam dan penuh keyakinan.

"Nama perusahaan ini adalah Satria Corporation."

Nisa tersenyum tipis, jemarinya langsung mengetikkan nama tersebut ke dalam sistem legalitas global.

"Pilihan yang sangat kuat, Bos."

"Satria Corporation resmi terdaftar."

"Mulai detik ini, lantai tertinggi Menara Cakrawala adalah Kantor utama kita."

"Bagus," sahut Gege sambil merapikan jas three-piece hitamnya, mencoba membangun wibawa seorang kepala operasi yang kejam.

"Wahyu, sekarang giliran lu. Kasih tahu gua dan Bos Satria, gimana cara kita mengeksekusi tikus-tikus di Artha Kencana besok pagi."

Wahyu memutar kursi kerjanya menghadap mereka.

Wajah pemuda genius itu tidak lagi memancarkan ketakutan seperti saat ia diusir di lobi siang tadi.

Di bawah naungan Satria Corporation, kepercayaan dirinya telah kembali seutuhnya.

"Bos Satria, Pak Gege, Mbak Nisa... lihat layar utama,"

ujar Wahyu sambil menunjuk LED raksasa di dinding.

"Mantan atasan saya di Artha Kencana Asset Management sudah mengumpulkan dana sebesar lima ratus miliar dari para investor gelap."

"Skema mereka adalah melakukan dumping massal pada saham PT Bumi Hijau (BUMI) tepat di menit kesepuluh setelah pasar dibuka besok pagi."

"Mereka sengaja menaikkan harga secara artifisial, memancing masyarakat ritel untuk membeli, lalu menjatuhkan harganya secara sadis demi merampok uang rakyat kecil."

Wahyu menjentikkan jarinya, memunculkan grafik simulasi tandingan.

"Tapi mereka tidak tahu kalau kita punya akses modal yang setara."

Rencana saya, kita akan memotong jalur mereka. Tepat di menit kelima, kita gunakan dana dari Satria Corporation untuk memborong seluruh sisa lot saham beredar di pasar sekunder."

"Kita kunci pergerakannya. Saat mereka mencoba membuang saham mereka di menit kesepuluh, mereka akan menyadari bahwa tidak ada satu pun lot yang bisa bergerak turun karena kita melakukan short squeeze total."

"Kita paksa mereka membeli kembali di harga tertinggi hingga likuiditas mereka terkuras habis!"

Gege terbelalak mendengarnya, meskipun dia tidak sepenuhnya paham detail teknis saham, dia tahu arti dari kata 'terkuras habis'.

 "Artinya, mereka bakal rugi bandar seketika, Yu?"

"Lebih dari sekadar rugi, Pak Gege."

"Mereka akan bangkrut secara sistemik dalam waktu kurang dari tiga puluh menit,"

jawab Wahyu dengan senyuman dingin yang mematikan.

Nisa melirik ke arah Satria, mengagumi ketenangan bosnya yang sama sekali tidak tampak panik atau terkejut mendengar angka ratusan miliar yang akan dipertaruhkan besok pagi.

Di mata Nisa, Satria benar-benar sosok bertangan dingin yang memiliki perhitungan luar biasa, tanpa pernah mencurigai adanya campur tangan sistem gaib di balik ketenangan itu.

"Berapa modal yang kamu butuhkan untuk mengunci pergerakan mereka, Wahyu?" tanya Satria tenang.

"Minimal lima ratus miliar rupiah, Bos."

"Dan risikonya besar, uang itu bisa jadi tidak akan kembali dalam bentuk keuntungan pribadi karena perputaran pasarnya akan sangat kacau,"

 jawab Wahyu jujur, menatap Satria dengan cemas.

Satria tersenyum lebar, senyuman yang bagi Wahyu terlihat seperti keberanian seorang raja judi, padahal di dalam hati Satria, itu adalah kepuasan murni karena aturan sistem melarangnya mengambil untung.

"Uang gak usah dipikirkan. Besok pagi, lima ratus miliar akan langsung mengalir ke sistem perdaganganmu."

"Tugasmu cuma satu, Wahyu: pastikan bajingan-bajingan yang memfitnahmu itu menangis darah di lantai bursa."

Satria berjalan mendekati dinding kaca, menatap hamparan lampu Jakarta yang berkilauan.

Di sampingnya, Gege ikut berdiri, membetulkan letak sapu tangan sakunya dengan gaya necis.

"Sat... eh, Bos," bisik Gege pelan agar tidak terdengar Wahyu dan Nisa.

"Gua bener-bener gak nyangka, dari sering minjem baju lu di kosan sempit Depok, sekarang kita berdiri di sini, mau ngehancurin raksasa keuangan Jakarta."

Satria menepuk pundak sahabat lamanya itu dengan hangat.

"Ini baru awal, Geg. Bersiaplah, karena besok pagi, seluruh dunia akan tahu kalau Satria Corporation bukan sekadar nama perusahaan biasa, tapi awal dari keruntuhan para oligarki sombong."

Di bawah pendar cahaya monitor kuantum dan langit malam Jakarta, genderang perang finansial paling absurd dan masif dalam sejarah bursa saham resmi ditabuh.

Tanpa ada yang tahu rahasia besar di balik ponselnya, Satria bersiap memimpin timnya untuk mengguncang fondasi ekonomi SCBD esok pagi.

1
BaekTae Byun
masa saldonya kaga nambah nambah
BaekTae Byun
setiap misi nya ngga ada hadiah uang trs kalo uang nya habis gmna
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
boleh tuh
miilieaa
semangat yaa author
Gege
masih menjalankan misi tanpa ada hadiah ini Thor.. apa sistemnya korslet apa bijimane ini?
Dav Nana: uang yang masuk kesaldo mc, harusnya hadiah dari sistem nya, dia sistem yang kelebihan uang tentu aja hanya bisa memberi uang saja sebagai hadiah, kurang inisiatif beli barang lain nih sistem nya haha
total 1 replies
Gege
piyee kalimat Iki Thor... ga jelas banged..trus biaya denda ini dikasih siapa? kalo MC ga Nerima duitnya..
Dav Nana: uang dendanya dialokasikan buat pasang kaca film kak, biar dari luar gak keliatan daster bu miminya haha, jadi sama aja MC nya rugi karena yang untung kan perusahaan nya dapat keuntungan pemasangan kaca film geratis dari mc
total 1 replies
Gege
menjalankan misi tapi ga dapat hadiah Thor... 🤣
Gege
gaasss 10k kata di luncurkan...bawa santai ringan kocak...jangan dikit dikit mafia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!