NovelToon NovelToon
Kembalikan Anakku, Adinata

Kembalikan Anakku, Adinata

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: doubleareya

Copyright ©2026, Kembalikan Anakku, Adinata oleh Doubleareya.

Adinata Hardiyanto menikah dengan Nadine Ayunda bukan akibat perjodohan, accident atau kontrak semata, tapi karena rasa cinta untuk memiliki. Dari awal menikah orang tuanya selalu ikut campur dan tidak memberi akses untuk dirinya bisa memimpin keluarga kecilnya sendiri. Adinata tetap bersabar sampai ia harus kehilangan sang istri—Nadine Ayunda.

Nadine Ayunda memilih berpisah dengan sang suami—Adinata Hardiyanto yang hidupnya selalu disetir oleh sang mertua. Nadine pergi dengan membawa sang buah hati yang dikandung di perutnya.

Tapi jika memang sudah digariskan oleh takdir, sejauh apapun langkah membawa, ia pasti akan kembali menjadi satu lagi. Untuk kembali artinya perlu dijemput, apakah Adinata bisa menjemput istrinya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon doubleareya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Makan malam Fregy

“Aku ingin kembali ke mobil sebentar. Kamu tunggu di sini saja, Ve.”

Fregy membaca sekilas notifikasi pesan yang masuk ke dalam ponsel miliknya. Dia menatap Ravenya—sang tunangan yang duduk berhadapan dengannya.

“Ada yang tertinggal?”

Fregy menganggukkan kepalanya. “Aku akan kembali ke sini lagi.”

“Iya, hati-hati.”

Fregy berdiri dari duduknya dan melangkah pergi keluar dari ruang VIP restoran yang dia reservasi untuk makan malam bersama dengan tunangannya. Dia mengira acara yang terjadi akan berjalan lancar, tapi ternyata ada 1 hal yang harus didengarkan saat ini juga.

Fregy menghembuskan napasnya dengan berat ketika matanya menatap seorang laki-laki yang sudah bersandar dengan santai di pintu mobilnya.

“Ada kabar apa?”

Dia—yang berhadapan dengan Fregy menegakkan tubuhnya, tapi tetap tidak mengurangi kesan santai yang dimiliki. “Gue udah bertemu sama Nadine, Bang.”

Reyka Hasibuan—adik laki-laki yang selalu Fregy repotkan untuk mengurus urusan pengawasan target yang sedang dia butuhkan.

Fregy menganggukkan kepalanya. “Itu yang gue suruh.”

Reyka berdecak. Dia memasukan tangannya kedalam saku celana. Sambil tertawa kecil, dia berbicara, “Gue harap lo gak kaget dengar apa yang gue bicarakan.”

“Gak usah bertele-tele. Venya udah menunggu gue di dalam, Reyka.”

“Nadine hamil.”

Fregy memberi tatapan tajam ke Reyka. Perasaan terkejut hinggap di tubuhnya mendengar apa yang Reyka bicarakan kepadanya. Dia menatap Reyka untuk meminta kepastian.

“Gue gak bohong. Gue lihat dengan jelas perut Nadine yang membesar.” Reyka mengangkat kedua tangannya ke atas.

Fregy memasukkan tangannya ke saku celananya. “Nadine menikah lagi?”

“Gila lo, Bang.” Reyka tertawa. “Otak lo isinya apaan, Bang? Itu anak sahabat lo.”

Fregy diam. “Lo ketemu sama suruhan Gerry?”

Reyka menganggukkan kepalanya. “Sempat ketemu. Gue bilang kalau gue suruhan langsung dari Adinata. Dia mengerti dan pergi gak tahu kemana.”

“Adinata lebih tua dari lo, Reyka.”

Reyka mengangkat bahunya. “Setahun doang.”

“Bicara ke sahabat lo, Bang. Kalau udah gak bisa bikin Nadine bahagia, kasih ke gue. Gue usahakan semua yang Nadine inginkan.” Tidak ada tatapan takut yang Reyka tampilkan di depan sang kakak laki-lakinya.

Fregy menatap Reyka dengan tatapan tajam. “Lo kalau mau mati, jangan bawa-bawa nama gue.”

“Gue beneran,” ucap Reyka. Dia menganggukkan kepalanya dengan sungguh-sungguh. “Gue kenal Nadine dari jaman SMA. Gue seumuran sama dia. Asal lo tahu, Bang, Nadine jadi incaran kami, para cowok yang sekolah di sana.”

Fregy menghembuskan napasnya. “Gue tahu.”

“Lo mana tahu.” Reyka menggelengkan kepalanya. “Lo dan sahabat lo ‘kan sekolah di swasta. Gue dan Nadine sekolah di negeri.”

“Gue cuma mau dengar kabar tentang Nadine, bukan tentang rasa suka lo ke istri sahabat gue, Rey.”

Reyka mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa canggung. “Apalagi yang mau lo dengar?”

“Xavier tahu?”

“Xavier siapa?” Alis Reyka menukik menatap wajah Fregy.

“Dokter kandungan di rumah sakit Sembuh Sehat,” balas Fregy. Dia memberi tatapan tanya ke sang adik laki-lakinya.

“Logika aja, Bang. Dia dokter kandungan di rumah sakit kota sebelah dan Nadine juga tinggal di kota sebelah. Menurut lo, dia tahu atau gak?”

Fregy berdecak. “Gue cuma mau dengar jawabannya, Reyka. Gue gak butuh lo balas tanya ke gue.”

“Santai aja, Bang. Emosi terus kalau bicara sama gue.” Reyka memberi tawa kecil tanpa rasa takut. Walau wajah Fregy terlihat marah. “Lo tanya sendiri ke sahabat lo.”

Pikiran Fregy tidak menolak tentang Xavier yang pasti mengetahui kehamilan Nadine. Dia sangat yakin jika Xavier

akan mengambil kesempatan ini. Dengan penuh keyakinan, Fregy akan memilih iya tentang pikirannya yang berkata jika Xavier adalah dokter kandungan Nadine.

Fregy mengumpat dengan kasar. “Lo lihat gizi Nadine dan kandungannya tercukupi gak?”

“Yang gue lihat sih, Nadine sehat-sehat aja. Dia bantu Tante Almi dan sepupunya di toko roti.”

“Lo kenal tante dan sepupunya Nadine?”

Reyka menggelengkan kepalanya. “Gue cuma tahu nama dan wajahnya aja. Tante Almi yang dulu selalu ambil raport Nadine di sekolah.”

“Menurut lo,” ucap Fregy menatap Reyka. “Gue harus bertemu dengan Nadine sekarang atau jangan sekarang?”

“Jangan sekarang.” Reyka menggaruk rambutnya. “Gue pikir, kalau lo memilih untuk gak sabar dan ketemu dengan Nadine, itu akan menambah pikiran Nadine, Bang. Kasihan kandungannya.”

“Dia menjauh dari Adinata, pasti karena itu yang jadi alasan terbesarnya. Dia harus selamatkan anaknya.”

Fregy menganggukkan kepalanya. “Gue harus bertemu dengan Xavier.”

“Emang beneran cerai, Bang?”

Fregy menatap wajah Reyka yang memberi tatapan penasaran. “Gue gak mau jawab, tapi kalau lo tetap butuh jawaban. Gue bisa telepon Adinata untuk minta dia kasih jawaban sendiri ke lo.”

Reyka tertawa. “Lo kelihatan gak suka banget kalau gue dekati Nadine.”

“Gue gak mendukung lo untuk dekat dengan Nadine. Cari perempuan lain, Reyka.”

Reyka menggelengkan kepalanya. “Gak mau.”

“Minggir dari mobil gue.”

Reyka menghalangi tubuh Fregy yang akan masuk ke dalam mobil. “Lo tinggalin Venya sendiri di dalam, Bang? Lo bisa temui Xavier nanti atau besok. Lo udah kasih harapan ke Venya untuk pacaran malam ini.”

Fregy menghembuskan napasnya. Dia lupa jika di sini dengan Venya. “Gue lupa.”

Reyka menganggukkan kepalanya. “Jangan lupa transfer ke gue.”

“Dari tempat tinggal sampai biaya kebutuhan pribadi lo di kota sebelah, gue yang tanggung, Reyka.”

1
doubleareya
Halo, teman-teman 👋🏻👋🏻 Terima kasih sudah membaca cerita Adinata - Nadine yaaa, aku mau minta tolong kepada teman-teman untuk memberi dukungan cerita ini dengan suka dan komentar yaaa 🤍 🤍 Aku sangat terbuka dengan saran dan kritik yang baik untuk cerita ini yaa 😙💛
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!