NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Ngakak

"Prtt... hahaha!" Beni terkekeh pelan, menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar sampai ke dalam. "Benar-benar drama keluarga yang sangat indah. Karma tidak pernah salah alamat, Serena. Dulu kalian memperlakukan aku seperti keset kaki, sekarang kalian merangkak di kubangan lumpur yang kalian gali sendiri."

​Beni menghabiskan jajanannya, membersihkan tangannya, lalu berdiri. Hiburan di rumah itu rupanya belum selesai.

Serena, dengan sisa-sisa keberanian dan keputusasaannya, tiba-tiba bangkit berdiri, menghapus air matanya, dan berlari keluar dari rumah melalui pintu belakang dengan tergesa-gesa.

Tampaknya, ia berniat untuk langsung menemui Kai demi meminta keadilan terakhir.

​Beni yang penasaran segera mengikuti Serena dari jarak aman. Ia ingin melihat sejauh mana kehancuran mantan istrinya itu akan berlanjut.

​Serena berjalan setengah berlari menuju ke arah dermaga utama, tempat di mana Kai biasanya berkumpul dengan teman-teman gengnya di sebuah posko pemuda dekat balai desa.

Di sana, Kai yang sudah agak reda dari mabuknya tadi sedang duduk santai di atas motor sport besarnya, merokok sambil tertawa bersama beberapa pemuda desa lainnya.

​"Kai!" teriak Serena dengan suara serak saat ia tiba di depan posko.

​Kai menoleh, alisnya bertaut melihat penampilan Serena yang berantakan dengan mata sembab. "Hah? Ngapain lagi kau ke sini, Serena? Bukankah sudah kukatakan kemarin jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di depanku?"

​"Kai, tolong jangan begini... aku hamil, Kai! Ini anakmu!" Serena menerjang maju, mencengkeram jaket jeans yang dikenakan Kai dengan pandangan memohon yang amat sangat. "Aku sudah diusir oleh orang tuaku, Beni juga sudah menceraikanku. Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kau! Tolong bertanggung jawab, Kai..."

​Para pemuda desa yang ada di sekitar posko langsung terdiam, saling berpandangan dengan ekspresi terkejut. Namun, Kai justru menunjukkan reaksi yang sangat berbeda.

Wajahnya mengeras, lalu dengan kasar ia mendorong tubuh Serena hingga wanita itu jatuh terduduk di atas tanah berpasir.

​"Hamil? Anakku?!" Kai tertawa terbahak-bahak, tawa yang penuh dengan penghinaan. "Hei, Serena! Jangan coba-coba memeras keluargaku dengan menggunakan perutmu itu! Semua orang di desa ini tahu kalau kau itu istrinya Beni! Kalau kau hamil, ya itu jelas anak si nelayan miskin itu! Kenapa kau malah menuduhku?!"

​"Tapi kita sudah melakukannya berkali-kali, Kai! Kau tahu sendiri Beni bahkan jarang menyentuhku karena lelah atau aku menolak!" jerit Serena histeris, mencoba membela diri.

​"Halah! Persetan dengan ucapanmu!" Kai meludah ke samping, menatap Serena dengan jijik. "Kau itu cuma wanita murahan yang gila harta. Kau mendekatiku karena mengira bisa menguras uangku, kan? Sekarang setelah suamimu menceraikanmu, kau mau menjebakku? Dasar pelacur sialan!"

​Beberapa warga desa dan nelayan yang sedang memperbaiki jaring di sekitar dermaga mulai berkerumun karena mendengar keributan tersebut. Serena melihat ke arah mereka, mencoba mencari pertolongan.

​"Tolong... tolong saya Bapak-Bapak... Kai tidak mau bertanggung jawab atas anak di kandungan saya..." tangis Serena meminta iba pada warga.

​Namun, reaksi dari para warga membuat hati Serena benar-benar runtuh. Tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak untuk membantunya.

Mereka semua memandang Serena dengan tatapan dingin, berbisik-bisik sinis, dan sebagian besar langsung membuang muka.

​Di desa ini, tidak ada satu pun warga yang berani ikut campur atau berurusan dengan masalah pribadi Tuan Muda Kai, sang anak Kepala Desa yang memegang kendali atas ekonomi dan keamanan desa.

Selain karena takut pada kekuasaan ayah Kai, para warga juga sama sekali tidak mempercayai ucapan Serena.

Di mata warga, Serena adalah seorang istri yang tidak tahu diuntung, yang berselingkuh dari suami sebaik Beni, dan kini sedang menerima ganjaran atas kebohongannya sendiri.

​"Sudahlah, Serena. Jangan bikin malu di sini. Pulang sana, tidak ada yang percaya dengan bualanmu," celetuk salah satu ibu-ibu desa dengan nada sinis sebelum pergi meninggalkan tempat itu.

​Beni yang berdiri bersandar di balik tiang gudang penyimpanan ikan di dekat dermaga menyaksikan seluruh adegan itu dari awal hingga akhir.

Ia menatap Serena yang kini menangis meraung-raung di atas tanah, diabaikan oleh semua orang seperti hama yang menjijikkan.

​Beni tersenyum dingin, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, lalu berbalik untuk berjalan pulang ke rumahnya sendiri. Kepuasan batin yang ia rasakan sore ini benar-benar tidak ada tandingannya.

​"Menangislah sepuasmu, Serena. Ini baru permulaan dari kehancuran kalian," bisik Beni dalam hati sembari menatap langit sore yang mulai menggelap. "Malam sudah tiba. Saatnya aku kembali ke laut, menaikkan levelku, dan menjelajahi lautan."

1
Night Watcher
mulai sumung bang ben..🤭🤭
Maul: 🤭/Scowl/
total 1 replies
Night Watcher
lanjut thor.. seru2 capek sama tingkah mboke duyung..🤭
Night Watcher
kok kyknya gak pernah ada hitungan pendapatan dr restonya yaa??
Night Watcher
kuapokkk .. diuber emboknya ikan...
Night Watcher
mulai bingung parah nih, di awal katanya resto utk kls menengah ke atas, skrg pelanggannya anak SMA yg dikejar2 preman krn emaknya pny utang dan ibu2 pekerja proyek...😇😇😇
an: harga makanannya kok nggak disebut Thor, dari awal resto buka udah penasaran baget nih sama harganya
total 1 replies
Night Watcher
awas aja kau tor, kalo sampe beni iba, apalagi mau balikan sama sampah lacur itu...😠
Night Watcher
walaaahhh... ternyata mbok'e duyung...
Night Watcher
tegangggg..
Night Watcher
dih.. nguping sambil ngunyah keripik, apa gak berisik sendiri tuh...?
Night Watcher
otor ngapusi... katanya gak mau nolongin, ternyata balik maning..😓
Night Watcher
yah... pepesan kosong... kukira dgn mengingat derita masa lalunya, bakal timbul rasa iba & menolongnya...😓
Night Watcher
padahal aku pingin es tebu yg masih anget...🤭
Night Watcher
nambah PD dan lupa pulang..🤭
Night Watcher
kreatif juga otornya.. eh mcnya🤭🤭
Night Watcher
hhhhh... ada to ular brlatih sama ipman..😂😂
Night Watcher
diam tanpa jejak nyoba mampir, sampe bab ini kyknya seru, ada sistem yg koplak..
Kasma Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maul: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Gege
naaaah... gitu doong beni... sat set clingg... kan enak hiburan bacaannya..
Maul: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Goat
sepuh pada mampir /Facepalm/
Maul: /Shy/
total 1 replies
Gege
laaah dengan modal ikan cuman 5 biji sementara customer seabreg mana bisa buka resto beni...cari ikan lagi yang level rendah sebanyak banyaknya doong..💪🤣
Maul: nanti balik lagi/Shy/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!