NovelToon NovelToon
The Heires

The Heires

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Bad Boy / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di lorong-lorong megah Université Paris-Sorbonne, Xienna Elizabeth Mapelli Mozzi dikenal karena dua hal, kecantikannya yang ningrat dan cintanya yang mencekik terhadap Brandon Alton Everett.
Namun, ketika cinta itu hancur secara publik, Xienna justru terperangkap dalam radar pria paling berbahaya di Paris, Denzzel Lambert Riccardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Putus Asa

Tiga bulan telah berlalu, sejak malam berdarah di Normandia. Paris sedang berselimut musim dingin yang membeku, namun dinginnya salju tak sebanding dengan kekosongan yang dirasakan Xienna.

Vittorio, yang merasa putrinya telah membuktikan kesetiaan dengan menusuk Denzzel, mulai melonggarkan pengawasan.

Bagi dunia, Xienna adalah pahlawan Mapelli Mozzi yang berhasil meloloskan diri dari cengkeraman psikopat Riccardo. Namun, di balik gaun-gaun high fashion yang ia kenakan untuk menutupi tubuhnya yang kian kurus, Xienna menyimpan rahasia yang setiap hari berdenyut di dalam rahimnya.

Seminggu yang lalu, dunianya benar-benar berhenti.

Hasil tes laboratorium yang ia lakukan secara sembunyi-sembunyi mengonfirmasi ketakutannya, Positif. Benih dari malam-malam penuh gairah dan kegilaan di Karibia itu kini tumbuh menjadi nyawa.

Sebuah nyawa yang merupakan percampuran antara darah Mapelli Mozzi dan Riccardo dua kutub yang seharusnya tidak pernah bersatu.

Xienna duduk di sudut perpustakaan pribadinya, gemetar hebat. Ia tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi. Jika ibunya melihat perubahan pada selera makannya atau mual di pagi harinya, rahasia ini akan terbongkar, dan Vittorio tidak akan ragu untuk menghabisi janin itu atau dirinya sendiri.

Dengan tangan berkeringat, ia mengeluarkan ponsel satelit yang ia sembunyikan di balik sampul buku tua. Ia menekan nomor yang selama tiga bulan ini hanya ia pandangi setiap malam. Nomor Denzzel.

Ponsel itu tidak lagi aktif di jaringan publik sejak skandal video terakhir meledak. Denzzel seolah ditelan bumi. Kabarnya, ia pergi ke pengasingan untuk pemulihan, namun tak ada yang tahu pastinya.

Tuut... tuut...

Xienna menahan napas. Jantungnya berdegup hingga ke kerongkongan.

"Kumohon, Denzzel... angkat," bisiknya terisak.

Tepat saat ia hendak menyerah, panggilan itu terhubung. Tidak ada suara di seberang sana. Hanya keheningan yang berat, namun Xienna bisa merasakan kehadiran napas seseorang yang sangat ia kenali. Napas yang dulu sering memburu di ceruk lehernya.

"Denzzel?" suara Xienna pecah. "Aku tahu kau di sana. Aku tahu kau membenciku. Aku tahu kau ingin aku mati setelah apa yang kulakukan."

Masih tidak ada jawaban, namun panggilan itu tidak diputus.

"Aku melakukannya untuk menyelamatkanmu, bajingan!" teriak Xienna tertahan, air mata mulai jatuh ke pangkuannya. "Ayahku ingin mengebom vila itu. Aku harus menusukmu agar mereka membawaku pergi dan membatalkan serangannya! Aku tidak peduli jika kau tidak percaya... tapi sekarang..."

Xienna menjeda sejenak, mengelus perutnya yang masih rata.

"Denzzel... aku hamil. Ini anakmu. Dan jika kau tidak menjemput ku sekarang, ayahku akan membunuh anak ini saat dia tahu siapa ayahnya."

Di sebuah kabin kayu terpencil di pegunungan Alpen yang gelap, Denzzel berdiri diam menatap salju yang turun di luar jendela. Tubuhnya jauh lebih berotot dari sebelumnya, dan bekas luka tusukan di perutnya telah mengering, meninggalkan tanda permanen yang setiap hari ia sentuh untuk mengingatkannya pada Xienna.

Mendengar kata "hamil", cengkeraman Denzzel pada ponselnya begitu kuat hingga layar kacanya mulai retak. Matanya yang semula dingin dan penuh dendam, seketika berkilat dengan kegilaan yang baru.

Bukan rasa takut, bukan rasa marah. Itu adalah rasa memiliki yang mutlak.

"Denzzel? Jawab aku!" isak Xienna di telepon.

Denzzel akhirnya mendekatkan ponsel itu ke bibirnya.

Suaranya terdengar begitu rendah, dingin, namun penuh dengan otoritas yang tak terbantahkan.

"Jangan menangis, Cara," ucap Denzzel. "Tunggu di balkon kamarmu tepat jam dua pagi. Jangan bawa apa pun selain nyawamu dan anakku."

"Denzzel, pengawalan di sini sangat ketat..."

"Aku tidak peduli," potong Denzzel tajam. "Aku sudah membakar setengah dari dunia ini hanya untuk menemukan alasan memaafkan mu. Dan sekarang kau memberiku alasan itu. Jika ayahmu menyentuh sehelai rambutmu atau anak itu, aku akan memastikan Mapelli Mozzi hanya tinggal nama di batu nisan."

Klik.

Panggilan terputus.

Xienna terduduk lemas di lantai. Ia tahu, pelarian kali ini tidak akan ada jalan kembali. Denzzel akan menjemputnya, bukan sebagai kekasih yang lembut, tapi sebagai iblis yang menuntut hak atas darah dagingnya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading 🥰

1
Laila Wahda
Bagus ceritanya
simple tapi penuh makna
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
endingnya ngak bikin kecewa meskipun di awal mereka musuh🙂
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Genshin Impact
bagus bgtt
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🥰🙏
total 1 replies
Sulati Cus
sumpeh singkat padat tp ngena baru nemu ak, bagus baik cerita maupun penulisannya g ada typo
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
jeje
banyak karya sudah aku baca thor..tapi anda kerennnnnn👍👍👍tidak bertele2 tp adrenalin cerita2 mu good👍👍👍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww Kak😍🥰
total 1 replies
Triana Oktafiani
kereeen
Rosdianah 🌷: ma'aciww selalu atas Jejak nya kak🥰🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
terima kasih karyanya ...keren
Rosdianah 🌷: Terimakasih Atas dukungan nya kak🙏🏼
total 1 replies
Endang Sulistia
hayo xiena..
Rosdianah 🌷: hallo kak ma'aciww Jejak nya🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
mampir
Rosdianah 🌷: ma'aciww selalu mampir kak🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!