Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Bertemu
Besoknya
Kerajaan Wislen Ribut Karena Ulah Pangeran Mahkota Mereka Yang Selingkuh Padahal Mereka Mengadakan Acara Pertunangan Semalam
3 Hari Kemudian, Pangeran Kare Di Turunkan Dari Jabatannya Sebagai Putra Mahkota Dan Pertunangan Nya Dengan Putri Duke Bon Di Batalkan
...
Taman Kerajaan Lousiana
"Benar-benar Menjijikkan Pangeran Kare Itu" Ujar Yully Jijik
Elisa Tersenyum "Begitulah"
Yully Menunduk "Aku Jadi Takut Untuk Menikah" Cemberut
Elisa Melihat Yully "Jangan Begitu, Aku Lihat Count Kaida (Karent Kaida, Tunangan Yully) Anak Baik"
Weni (Adik Pertama Yully Yang Sedang Libur Dari Akademi) Melihat Yully "Kak, Jika Count Meminta Izin Untuk Menikah Lagi, Apa Kakak Mengizinkan Nya?"
Yully Terkejut, Ia Berfikir "Tentu, Dengan Syarat Aku Juga Bisa Bermain Dengan Pria Yang Ada Di Luar Walaupun Tidak Sampai Menikah"
"Ooo!!! Syarat Yang Bagus Yully" Puji Elisa
Weni Terkejut Dengan Jawaban Yully Dan Lebih Tidak Menyangka Lagi Dengan Pujian Yang Di Berikan Elisa
"Tapi, Selingkuh, Bukankah Itu Salah?" Tanya Weni
"Memang Salah, Tapi" Elisa Menatap Weni
"Di Rumah, Ayah Dan Ibu Adalah Contoh Baik Bagi Kita, Tapi Jika Kita Sudah Menikah, Suami Adalah Contoh Bagi Kita" Lanjut Elisa
"Tapi Kak Elisa, Mau Bagaimana Pun Selingkuh Itu Tidak Baik" Jawab Weni Masih Tidak Percaya
"Kau Benar Weni, Kalau Begitu Jalan Keluarnya Adalah Perceraian" Jawab Yully
Elisa Dan Weni Melihat Yully
"Karena Aku Tidak Mau Ada Wanita Lain Yang Bisa Menyentuh Suamiku Kecuali Anak Kami Nanti" Lanjut Yully
Elisa Meletakan Gelas Tehnya "Dan Juga"
Weni Melihat Elisa
"Dalam Satu Kerajaan, Tidak Mungkin Ada Dua Ratu Bukan?" Lanjut Elisa Sambil Tersenyum
Weni Tersentak
Seseorang Mendekati Mereka
"Aku Dengar, Kak Elisa Pernah Memiliki 5 Selir" Ujar William, Adik Kedua Yully Yang Beda 2 Tahun Dengan Weni Yang Juga Sedang Liburan
William Duduk Di Sebelah Weni
"William" Tegur Yully
"Kamu Benar Pangeran William Tapi Mereka Semua Sudah Tidak Ada, Lebih Tepatnya Di Ceraikan"
Kedua Adik Yully Terkejut Sedangkan Yully Gugup Dan Juga Canggung
"Maafkan William Elisa" Ujar Yully Khawatir Elisa Akan Marah
"Tidak Apa-apa Yully, Yang Pangeran Tanyakan Memang Benar" Jawab Elisa Santai
"Maafkan Aku Kak Elisa" William Menunduk
"Tidak Apa-apa" Jawab Elisa
...
Beberapa Hari Kemudian
Samuel Dan Santa Datang Ke Kerajaan Adarlan
Penyambutan Yang Meriah Di Adakan Di Istana Adarlan, Raja-raja Dan Para Bangsawan Datang Untuk Melihat Samuel Yang Tidak Pernah Terlihat Oleh Dunia Itu
Kamar Elisa
"Kau Gugup?" Tanya Yulius
Elisa Melihat Yulius "Apa Aku Terlihat Gugup?"
Yulius Mendekati Elisa Dan Menatap Wajah Elisa
"Entahlah, Kau Sangat Jarang Menunjukkan Ekspresi Senang Dan Tidak Senang Mu Jadi Aku Tidak Tau" Jawab Yulius
Elisa Tersenyum Kecil "Aku Sedikit Gugup Dan Juga Takut"
"Takut? Kenapa?" Tanya Yully
Elisa Melihat Bayangan Dirinya Di Cermin
"Aku Dengar, Musuh Samuel Sangat Banyak, Jadi..."
Yulius Memegang Pundak Elisa
"Tenang Saja, Jangan Lupa, Ibu Ku Salah Satu Wanita Terkuat, Kau Tau Itu Kan" Yulius Melihat Elisa Dari Cermin
Elisa Melihat Yulius Dari Cermin "Hm, Aku Tau"
Pesta Pun Di Mulai
Untuk Pertama Kalinya Elisa Dan Samuel Bertemu, Tidak Ada Pembicaraan Mengenai Undangan Lamaran Atau Apapun Itu Di Antara Mereka Berdua Kecuali Saling Bertegur Sapa
Saat Berdansa Pun, Mereka Hanya Fokus Pada Tarian Dan Aliran Musik
Yona Dan Erlan Juga Kedua Teman Erlan Tidak Terlepas Fokus Mereka Pada Elisa Dan Samuel Begitu Pun Pandangan Santa Yang Tidak Terlepas Dari Samuel Dan Tunangannya
Selesai Berdansa Saat Saling Memberi Salam, Samuel Tiba-tiba Tersenyum Membuat Elisa Terkejut Dan Takut
"Apa Dia Gil*?!" Pikir Elisa Merinding
Selesai Memberi Salam, Elisa Langsung Berbalik Pergi
Beberapa Saat Kemudian
Yulius Dan Elisa Berdansa
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Yulius Sedikit Khawatir
"Hm, Tapi Tadi Dia Tertawa" Jawab Elisa
Yulius Terkejut "Aku Tidak Mendengarnya?"
"Kau Pikir Tertawan Nya Sama Seperti Diri Mu Yang Besar Sampai Seluruh Istana Mendengar Tawa Mu Itu" Jawab Elisa
Yulius Mengerutkan Keningnya "Wanita Ini!!!" Kesal
"Phuftt" Elisa Terkekeh
Beberapa Orang Memperhatikan Mereka Berdua Termasuk Samuel Yang Kerutan Di Dahinya Hampir Menyatukan Kedua Alisnya
<<<
"Matahari Adarlan , Raja Erlan Varuna Adarlan Dan Bintang Kerajaan Adarlan, Putri Mahkota Elisa Area Varuna Adaraln, Memasuki Aula" Seru Penjaga
Semua Pandangan Tamu Tertuju Pada Pintu Masuk Aula
Erlan Memegang Tangan Elisa
Elisa Melihat Erlan
"Kau Yakin Dengan Keputusan Mu Elisa?" Tanya Erlan
"Mengenai Apa Ayah?"
"Archduke Caelum"
Elisa Tersenyum "Iya Ayah"
"Haa... Aku Yakin Kau Sudah Mendengar Desas Desusnya Bukan?"
"Sudah Ayah"
"Baiklah, Ayo Kita Masuk" Jawab Erlan
Elisa Tersenyum
Pintu Terbuka
Erlan Dan Elisa Masuk, Semua Menunduk
Semua Takjub Dengan Ketampanan Erlan Yang Terlihat Masih Muda Walaupun Umurnya Sudah Berkepala 4 Dan Kecantikan Elisa Yang Begitu Cantik Dan Anggun
Sampainya Di Singgasana, Erlan Mulai Penyambutan Nya
Elisa Berdiri Di Belakang Erlan Yang Sedang Berpidato
"Samuel? Yang Mana Kah Dia?" Pikir Elisa Yang Pandangannya Terfokus Ke Tamu
Setelah Penyambutan
Elisa Dan Erlan Turun Dari Singgasananya Lalu Pergi Berbicara Dengan Raja Dan Bangsawan Dari Luar Kerajaan
Seseorang Mendekati Elisa
"Semoga Bintang Adarlan Selalu Di Berkahi Semua Kebaikan" Sapa Seorang Pria Bertopeng
Elisa Berbalik, Ia Sedikit Terkejut
"Senang Bertemu Dengan Anda, Tapi Maaf Siapakah Gerangan?" Jawab Elisa Elegan
Samuel Tersenyum Kecil
"Saya Archduke Caelum Dari Karajaan Draak" Jawab Samuel Sembari Mencium Punggung Tangan Elisa
Elisa Dan Bangsawan Yang Sedang Berbicara Dengan Elisa Terkejut
"Dia... Samuel?" Pikir Elisa
Samuel Menatap Elisa, Elisa Tersentak
"Suatu Kehormatan Bisa Bertemu Dengan Anda Archduke Caelum, Pondasi Terkuat Kerajaan Draak" Elisa Menunduk
Musik Dansa Di Putar
"Maukah Anda Berdansa Satu Lagi Dengan Saya Yang Mulia Putri Mahkota?" Tanya Samuel
Elisa Tersenyum Kecil "Suatu Kehormatan Bagi Saya"
Mereka Berdua Berjalan Ke Tengah Aula, Semua Pandangan Tertuju Pada Mereka
Mulai Berdansa
"Bagaimana Kabar Anda Yang Mulia Putri Mahkota?" Tanya Samuel
Elisa Tersenyum Kecil "Seperti Yang Anda Lihat Archduke, Saya Baik-baik Saja. Anda Sendiri Bagaimana? Apa Anda Baik-baik Saja?"
Samuel Tersenyum "Saya Baik-baik Saja Yang Mulia, Terima Kasih Atas Kekhawatiran Anda"
Elisa Tersenyum
"Aku Bukan Mengkhawatirkan Mu, Tapi Khawatir Kau Membawa Musuh Mu Ke Kerajaan Ku" Pikir Elisa
Percakapan Mereka Pun Berakhir Sampai Mereka Selesai Berdansa
"Terima Kasih Sudah Mau Berdansa Satu Lagi Dengan Saya Yang Mulia" Samuel Mencium Kembali Punggung Tangan Elisa
"Terima Kasih Karena Anda Mau Mengajak Saya Berdansa Yang Mulia Arcduke Caelum" Elisa Menunduk
>>>
Beberapa Jam Kemudian
Taman
"Hufttt" Elisa Menghirup Udara Malam
Elisa Berjalan Tapi Tiba-tiba Berbunyi Sesuatu Dari Balik Semak-semak
Elisa Mengeluarkan Pedang Menggunakan Sihir Lalu Mengarahkan Ke Belakang, Ujung Pedang Elisa Tepat Di Leher Samuel
"Oh!!" Samuel Melihat Ujung Pedang Elisa
Elisa Menatap Samuel Dengan Dingin
"Saya Benci Dengan Tikus, Yang Mulia Archduke" Ujar Elisa
Samuel Menatap Elisa
"Maafkan Saya, Saya Tidak Bermaksud Mengagetkan Anda Yang Mulia, Tadi Saya Jatuh" Jawab Samuel
Elisa Menghilangkan Pedangnya Setelah Melihat Aura Samuel Yang Jujur
"Maafkan Saya Karena Mengarahkan Senjata Pada Anda Archduke" Ujar Elisa
Samuel Tersenyum "Tidak Apa-apa, Saya Yang Salah Karena Tiba-tiba Datang"
Elisa Hanya Tersenyum
Beberapa Saat Kemudian
Elisa Dan Samuel Duduk Berhadapan
"Maafkan Saya Yang Tiba-tiba Mengirim Surat Lamaran Pada Anda Yang Mulia" Ujar Samuel Setelah 30 Menit Mereka Berdua Saling Diam
Elisa Menatap Samuel
"Saya Malah Berterima Kasih Atas Lamaran Yang Anda Berikan Arcduke, Saya Yakin Anda Sudah Banyak Mendengar Berita Mengenai Saya Tapi Anda Tetap Mengirimkan Surat Lamaran Pernikahan Kepada Saya" Jawab Elisa
Samuel Tersenyum "Saya Yakin Juga Anda Sudah Banyak Mendengar Cerita Tentang Saya Yang Mulia"
Elisa Tersenyum
"Saya Bukan Hanya Mendengar Arcduke Tapi Juga Membaca Dari Beberapa Buku, Semua Yang Saya Dengar Mengenai Anda Sangat Baik, Dan Terlalu Baik Kecuali Situasi Anda Saat Di Medan Perang" Jawab Elisa
Samuel Tersentak "Begitu Ya"
Elisa Tersenyum
"Saya Tidak Menyangka, Anda Akan Mencari Tau Saya Sampai Sedetail Itu" Mecoba Menggoda Elisa
"Tentu Saja, Saya Harus Mencari Tau Yang Akan Menjadi Suami Saya Nanti Karena Jujur, Keputusan Saya Menerima Anda, Banyak Penolakan Dari Beberapa Pihak "
Samuel Mengerutkan Keningnya, Elisa Tersenyum Kecil