Seasson 1
Karina Kim seorang dokter muda spesialis bedah anak yang hidup pada tahun 2020. Karina memiliki tunangan yang sangat mencintainya sejak Karina masih kecil bernama dr Steve Emanuel Rumengkang
Pada suatu hari Karina mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya terjebak hidup di tahun 1948, tahun dimana kondisi Indonesia masih penuh peperangan dengan VOC dan para pemberontak yang merongrong kemerdekaan Indonesia. Di saat itulah Karina bertemu seorang kapten muda bernama William Putera Simorangkir, yang merupakan salah satu pahlawan Nasional idola Karina waktu kecil.
Bisakah Karina memilih tunangannya atau kapten idolanya?
Seasson 2 A Moment I Fight For You
Disini menceritakan kisah perjuangan dr Steve Emanuel Rumengkang yang mempertahankan istri keduanya Catherine Rose Sutedja yang telah dia sakiti karena Steve belum bisa melupakan istri pertamanya Karina Kim yang sudah meninggal 14tatahun yang lalu
Bisakah kali ini Steve tidak kehilangan istrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yosie Pietrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Rasa yang Membuat Galau
Karina mulai memeriksa beberapa pasien, untuk memeriksa untuk menentukan tindakan apa yang harus dilakukan apakah harus dilakukan bedah minor ataupun mayor.
Beberapa pasien memiliki gangrene karena luka tertembaknya mengalami infeksi, sehigga harus segera dilakukan bedah untuk membuang jaringan yang sudah membusuk, dan ada pasien yang menjalankan amputasi, untuk operasi amputasi Karina menyerahkan kepada dr Karta, karena Karina tidak menguasai operasi amputasi kaki.
Setelah 4jam Karina mengoperasi, Karina keluar dari barak operasi, sampai diluar langit sudah gelap, dan terlihat Willy sambil terkantuk-kantuk menunggu Karina, membuat Karina tersenyum dan teringat tadi bibirnya dicium Willy, meski sebentar membuat jantung Karina berdetak kencang, haizz Karina bodooh membiarkan cowok selain Steve menciumnya batin Karina sambil memukul kepalanya.
"Rin kenapa mukul kepalamu sendiri?? tanya Willy yang tiba-tiba sudah berada di depan Karina.
"Hihihi gak papa kok mas" jawab Karina cengengesan.
"Mas kok belum tidur?sudah makan belum? Karin laper dech yuks kita cari makanan di dapur mas", sambil menarik tangan Willy yang pasrah ditarik-tarik Karina.
"Emang ada makanan apa sich Rin??"geli lihat polahnya Karina yang clingukan mencari-cari bahan makanan, lalu mengambil panci dan diisi air.
"Mas nyalain apinya ya, lalu tolong ini direbus in, sebentar Karina ambil dari tas Karin" kata Karina sambil berlari ke barak nya, sedangkan Willy dengan patuh nya merebuskan air di panci.
Tak beberapa lama Karina membawa beberapa bungkus mie kering (sebenarnya mie instan dari jaman 2020 dasar Karina bandel, kalo ketauan Mike Nyaahook kamu Rin😣 *omel author), lalu Karina membuat mie rebus dua porsi.
"Riin bau mie rebus nya sedap banget sudah lama tidak makan makanan layak berapa bulan cuman makan nasi oyek (nasi dari ubi selama perang hanya ada itu, beras padi sangat mahal), ubi rebus, pisang rebus"kata Willy yang terlihat kelaparan
"Hihihi ayo mas kita makan bersama" kata Karina setelah mie rebus instan ala Karina matang.
"Maas makannya pelan-pelan atuh!!", sambil mengusap mulut Willy yang cemotan karena makan terlalu lahap.
Deeeg.....jantung Willy langsung berdetak tidak beraturan karena sentuhan Karina di bibirnya mengingatkan akan ciuman mereka, tetapi melihat Karina yang melihatnya tanpa dosa membuat Willy gemas sendiri 'Haizz Riiin kamu gak peka, gak tahu apa jantung ku berdetak kencang begini." batin Willy.
Setelah 1panci bakmie rebus mereka habiskan " Waaaa kenyaangnyaa, udah yuks mas kita tidur, besok kita masih harus bangun pagi" ajak Karina.
"Riin barak tentara full, aku tidur diluar saja, sudah sana kamu tidur dulu sana." kata Willy sambil tersenyum.
"Eeh kok tidur diluar dimana, udara baru dingin begini, yuuk ikutan di barak dokter" ajak Karina.
Saat masuk barak, semua para tenaga medis sudah pada tidur berdesakan, membuat Karina dan Willy bingung bagaimana mereka tidur, dan akhirnya mereka memilih tidur di pojokan yang kosong.
"Rin tempatnya sempit, mas tidur diluar aja ya!!" kata Willy yang lalu mau keluar.
"Eeh mas mau kemana udah tidur sini, dengan luka mas gitu jangan diluar dingin, liat itu semua juga saling berdesakan kok, emang mas gak mau tidur dekat Karin?apa mau dekat dr Karta itu sebelahnya kosong." kata Karina.
"Eeeh siapa bilang gitu, ya udah ayo tidur" kata Willy gugup, lalu tidur di samping Karina.
Tak berapa lama keduanya sudah terlelap karena kekenyangan dan terlalu lelah.
Keesokan harinya, saat suster Rini selesai wudhu untuk mau melakukan kewajibannya subuhan, tiba-tiba terdengar "Suster Riniii....kok ada disini? bersama siapa???" sapa Angga yang datang sambil dituntun beberapa tentara karena kakinya cedera.
"Maass Angga!!! alhamdulillah mas selamat, dr Karin beberapa hari mencari kabar keberadaan mas Angga dan mas Willy disuruh dr Murni."kata suster Rini bahagia
"Sebentar saya bangunkan dr Karina, beliau masih tidur, semalam beliau baru tidur sekitar jam dua an selesai mengoperasi beberapa pasien." kata Suster Rini mau berlari menuju barak.
"Tidak usah sus...biarkan saya bangunkan, ayo Bud, bantuin aku jalan, barak yang mana sus?" tanya Angga dengan mata berbinar mendengar Karina di Yogya dan mencarinya.
"dr Karina pacar kapten Angga ya??hihihi kapten langsung lupa kakinya sakit." tanya sersan budi sambil memapah Angga berjalan.
"Belum kok Bud, doain yaah" jawab Angga sambil tersipu malu.
Saat Angga masuk barak, dicarinya Karina diantara para tenaga medis yang pada terlelap tidur karena masih pukul 4.00 pagi, jalan Angga berhenti saat melihat sepasang manusia yang masih tidur pulas berpelukan di pojokan. Sakit rasanya di dada Angga melihat pemandangan tersebut yang ternyata itu Karina dan Willy, membuat Angga langsung kembali keluar dari barak sambil berjalan terpincang-pincang.
"Loo kapt kok sudah keluar? pacarnya mana?" tanya sersan Budi keheranan melihat muka kapten Angga yang berubah mendung, padahal tadi terlihat sangat gembira.
"Dia masih tertidur pulas, kasihan aku tidak tega membangunkannya Bud, ayo anterin aku di barak perawatan, lalu kamu beristirahat lah dulu sana." kata Angga lemas.
...****...
Keterangan istilah Medis
Bedah Minor merupakan pembedahan di mana secara relatif dilakukan secara simple, tidak memiliki risiko terhadap nyawa pasien dan tidak memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya seperti contoh membuka abses superficial, pembersihan luka, inokuasi, superfisial neuroktomi dan tenotomi.
Bedah Mayor merupakan pembedahan di mana secara relatif lebih sulit untuk dilakukan daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan risiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan asisten seperti contoh bedah caesar, mammektomi, bedah torak, bedah otak, amputasi jaringan yang rusak/ membusuk yang disebut Gangrene.
Gangrene adalah kondisi jaringan kulit mati dan timbul luka akibat tidak mendapat pasokan darah cukup atau akibat infeksi bakteri yang berat. Kondisi ini biasanya terjadi di tungkai, jari kaki, dan jari tangan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gangrene bisa memburuk sehingga mengarah ke amputasi dan kematian.
Gangrene ditandai dengan perubahan warna pada kulit (menjadi biru, merah, ungu, hingga hitam), terjadi pembengkakan, dan munculnya nyeri pada area yang terdampak. Pada sebagian kasus, pengidap gangrene mengalami sepsis yang ditandai dengan tekanan darah rendah (hipotensi), demam, gangguan irama jantung, sesak napas, dan pusing.
...to be kontinyu...
cintanya steve udh terbukti dengan menunggu karin sadar dr koma selama 2 tahun
kalo karin nikah sama wili pastinya takdirnya berubah dink, seharusnya kan tetap nikah sm rukmini