⚠️ PENGUMUMAN PENTING
Novel ini masih dalam proses revisi total, jadi mohon maaf jika ada nama tokoh yang berbeda.
Mohon untuk bijak menanggapi.
Memiliki pernikahan yang bahagia adalah mimpi setiap manusia, namun mimpi itu berubah menjadi mimpi buruk saat Yoora
mengetahui Jung suaminya, meminta izin
padanya untuk menikahi kekasihnya...
Konflik pun dimulai setelah Jung berhasil
menjadikan Aeri istri ke-dua nya....
Ikuti kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeon Nury, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencuri
Seketika tubuh Yura memaku, bibirnya seolah kaku, lidahnya kelu, kakinya seakan terasa tak bertulang, Ia merasa dunianya seolah runtuh saat melihat pemandangan yang ia lihat saat ini.
Kini Yura menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa Leo sangat mencintai Aeri hingga pria itu melakukan hal sebesar ini untuk Aeri,
Leo mereservasi sebuah restoran mewah dan mengosongkan seluruh isinya dari pengunjung hanya untuk dirinya dan Aeri, menghias beberapa sudut tempat itu dengan
beberapa bunga dan lilin, sementara dengan dirinya, jangankan hal sebesar ini, sekecil apapun tidak pernah.
Yura merasa sangat iri pada Aeri, wanita yang beruntung, bisa mendapatkan hati seorang Tuan Muda Leo. Yura benar-benar merasa sebagai orang ketiga yang hadir diantara mereka dan merusak kebahagiaan mereka.
Dan Yura merasa bersalah akan hal itu haruskah ia menyerah dengan semua ini, haruskah ia berhenti sampai disini, sudah cukup ia merasakan sakit selama ini, andai ia tau akan jadi seperti ini, sungguh Yura tidak akan mau menerima permintaan kedua Orang Tua Leo yang mengatas namakan mendiang ayahnya saat itu, untuk menikah dengan Leo, pria yang jelas-jelas tak pernah mencintainya.
Yura mengusap air mata yang tiba-tiba jatuh tanpa seizin nya, ia meremas dadanya yang terasa begitu sesak bagai ribuan batu besar menghimpit rongga dadanya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara Leslie yang masih sibuk mengomeli manager restoran tersebut terkejut saat melihat Yura tiba-tiba keluar, tak lama kemudian Leslie mengejar mengikuti Yura yang berlari keluar ruangan.
"Yura-ssi.. eodigayeo(Yura mau kemana)?" Leslie berhasil menahan pergelangan tangan Yura.
"Lepaskan" Yura menyentakkan tangan Leslie dengan kasar. Pria itu pun semakin bingung.
Campur aduk perasaan Yura saat ini, perasaan kesal, marah, benci beradu menjadi satu. Tapi ia mencoba untuk menguasai dirinya dan mencoba untuk tidak meledak di depan pria ini. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan perlahan. Pemandangan yang dilihatnya tadi cukup membuat hatinya terguncang. Sedikit saja ia kembali mengingatnya, sudah dipastikan air matanya akan meluncur begitu saja.
"Kita cari tempat lain saja" jawabnya mencoba mengatur emosinya.
"Tapi kenapa, aku masih mengusahakan sebuah tempat untuk kita" ucap Leslie.
"Apa kau tidak dengar kata manager itu bahwa tempat itu sudah disewa, dan kita tidak bisa mengganggu acara penting mereka" bentak Yura pada Leslie.
"Bagaimana kau bisa tau?" seru Leslie tak percaya.
"Itu tidak penting jika kau ingin tetap disini semua terserah padamu, tapi aku tetap akan pergi" tanpa menunggu jawaban dari Leslie ia memutuskan untuk pergi.
"Yura tunggu aku," teriak Leslie kembali memasuki mobil.
Leslie kembali memacu mobilnya ke jalanan, mencari-cari tempat yang cocok dengan selera makannya. Sedangkan Yura sedari tadi hanya diam menatap kearah luar jendela, dengan sesekali ia menyeka buliran berlian yang luruh membasahi pipinya. Tiba-tiba banyangkan saat ia menghabiskan waktu bersama Leo berkelebat dikepalanya. Jadi benar jika selama ini dirinya hanya pelarian saat pria itu berada jauh dari Aeri. Jika benar demikian apa yang harus ia lakukan, haruskah ia mundur atau justru bertahan dengan rasa sakit yang semakin lama akan terus menggerogoti tubuhnya.
Leslie yang melihat Yura terdiam pun hanya bisa bungkam, ia merasa bingung dengan apa yang terjadi, apa yang membuatnya pergi begitu saja, dan jika dia tidak salah lihat, wanita itu menangis. Ingin sekali ia bertanya tapi melihat suasana hatinya yang hancur ia pun hanya memilih diam Hingga tiba-tiba Yura memintanya untuk berhenti.
"Stop!!!"
Dengan cepat Leslie menginjak rem dikakinya hingga membuat keduanya hampir terbentur dashboard mobil.
"Kenapa?" tanya Leslie sedikit kesal
"Aku ingin makan itu" tunjuk Yura pada sebuah kedai kecil dipinggir jalan. Leslie mencoba menelusuri kemana arah yang ditunjuk wanita disampingnya
"Apa? kau ingin makan disitu?" tanya Leslie tak percaya menatap kedai kecil dipinggir jalan.
"Hmmm.... " Yura mengangguk antusias. Raut wajahnya seketika berubah cerah.
Leslie menatap aneh pada wanita disampingnya ini, baru saja ia merasa sedih sekarang sudah kembali bersemangat, Leslie benar-benar tak percaya ada wanita seperti ini, dan yang membuatnya semakin kagum adalah, wanita ini sama sekali tak menyukai kemewahan, Yura, dia berbeda.
Sebenarnya Leslie juga memiliki maksud tertentu mengajaknya jalan-jalan ke Garosugil tadi, Leslie ingin mengetahui seberapa jauh minat wanita ini terhadap dunia fashion. Tapi diluar dugaan Yura justru tidak tertarik dengan semua itu, wanita itu memilih untuk menunggu Leslie memilih milih barang belanjaannya.
Dan sekarang wanita itu kembali membuat Leslie takjub, dengan mengajak dirinya untuk makan di kedai kecil pinggir jalan. Sungguh wanita yang langka, pikir Leslie.
Meski Leslie merasa tidak cocok dengan tempat itu, tapi pria itu memilih untuk menuruti kemauan Yura kali ini.
Yura merasa berbinar melihat makanan yang dijual di kedai tersebut, Yura yang merasa air liurnya sudah akan menetes segera memesan
"Bibi berikan aku dua puluh tusuk" pinta Yura.
Leslie kembali tercengang melihat wanita yang ada dihadapannya ini.
dua puluh tusuk? banyak sekali . batin
Leslie.
"Baiklah nona silahkan tunggu sebentar ya?"
ucap wanita paruh baya pemilik kedai.
Yura pun segera mengambil tempat duduk untuk menunggu makanan yang dipesannya, sudah lama sekali ia tidak memakan makanan ini, sate baso ikan atau Odeng atau bisa disebut eomuk, dalam bahasa Korea.
Odeng atau Eomuk adalah daging ikan yang dihaluskan lalu dicampur tepung terigu dan beberapa bumbu. Kemudian ditusuk dengan tusuk sate dan direbus dengan kaldu.
Selain ikan dalam adonan juga bisa dimasukkan kepiting atau cumi, dan setiap
tempat memiliki racikan sendiri, ada yang
menambahkan sayuran paprika ataupun
wijen.
Pesanan pun datang, Yura menghirup aroma makanan favoritnya ini dengan antusias
"Woah massigetdta (woah enak)" seru Yura.
"Belum memakannya tapi sudah bilang enak" gerutu Leslie yang bisa didengar oleh Yura.
Yura menatap tajam pria didepannya itu tapi sedetik kemudian ia kembali pada makanan favoritnya. Ia segera mengingat ayahnya, ini juga adalah makanan favorit Ayahnya saat masih hidup. Yura lupa kapan terakhir kalinmemakan makanan ini bersama Ayahnya.
Wajah Yura kembali berubah sendu. Leslie menangkap perubahan ekspresi wajah Yura.
"Waegeurae (ada apa)?" tanya pria itu
penasaran. Yura menggeleng.
"Bukankah kau bilang ingin makan disini?" Leslie mengambil satu tusuk kemudian memasukkan kedalam mulutnya. Yura terbelalak.
"Ya.. kenapa kau mencuri makananku" pekik Yura.
"Mencuri, bukankah itu juga untukku?" balas Leslie
"Tidak! aku memesan untukku sendiri, kalau kau mau pesan saja sendiri" cetusnya bersungut-sungut.
"Sebanyak itu kau ingin memakannya sendiri?" tanya Leslie tak percaya
"Iya kenapa?" mulai memakan makanannya.
Sekali lagi Leslie dibuat takjub dengan sikap wanita ini, yang kadang-kadang terlihat sangat rapuh dan kadang terlihat kuat, perubahan mood yang begitu drastis membuatnya terlihat sebagai wanita langka menurut Leslie.
Tapi Leslie merasa sangat nyaman berada didekat Yura, ia merasa seperti terlahir kembali dan untuk pertama kalinya ada seorang wanita yang membuat hatinya bergetar.
Meskipun Leslie mengetahui tentang kehidupan pribadinya yang dipenuhi dengan luka, tapi jika dia bisa mendapatkan wanita ini, ia akan berjanji dengan sepenuh jiwa dan raganya untuk menyembuhkan luka dihati wanita itu.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
**like,komen, vote.... gumawo....
HAPPY READING 💜💜💜💜💜**
sedih..
Slalu penasaran terus