NovelToon NovelToon
Start A New Life In Another World

Start A New Life In Another World

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Action / Time Travel / Reinkarnasi / Dunia Lain / Fantasi Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Raraey

Seorang murid SMA yang tertabrak train-kun dan di reinkarnasi ke dunia lain bersama seorang dewi, namun bukan kebahagiaan ataupun kemampuan cheat yang diperoleh olehnya melainkan tubuh tanpa tambahan kekuatan.

Mungkinkah bagi Rein untuk dapat bertahan hidup di dunia penuh sihir yang dipenuhi oleh makhluk mengerikan?

Saksikanlah petualangan yang menguras emosi. Hidup baru yang dimulai dari nol, dengan kerja keras, dan semangat bersama seorang dewi yang tidak berguna!

Cover by: Narachii1 (IG)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raraey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 23: Misi Memanen Apel (1)

Kembali ke desa setelah selesai melakukan kegiatan mereka di sungai, hari ini Rein berniat untuk bekerja kepada Guild Petualang. Penghasilan yang didapatkan dari misi akan digunakan untuk membuat perangkap ikan sebagaimana apa yang dia rencanakan pagi tadi.

Mereka sampai di Guild Petualang, lagi-lagi suasana yang ramai dipenuhi oleh hantaman cangkir kayu dan canda tawa para petualang menyambut mereka.

“Rein, bergabunglah bersama kami!” teriak Fort, dia kembali meneguk bir yang berada di dalam cangkir kayu raksasanya.

Rein menoleh sedikit setelah mendengar tawaran Fort, tetapi dia tidak dapat menghabiskan waktu dengan percuma, dan dia memilih untuk menolak tawarannya.

“Maaf, hari ini aku tidak bisa.” Rein menolak dengan halus.

“Sayang sekali. Ya, petualang muda akhir-akhir ini memang sangat energik, ya? Terlebih lagi, ada wanita cantik di sampingmu.”

Rein sedikit tertawa dengan canggung, kemudian berjalan ke arah resepsionis untuk menerima misi. Sedangkan Pasitheia mengeluarkan lidahnya untuk mengejek Fort dan mendekati Rein.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis.

“Aku ingin menerima misi lagi, jadi bisakah tolong pilihkan?”

“Dimengerti.”

Rein menunggu bersama dengan Pasitheia di sana. Udara yang perlahan hangat mulai mengingatkan dirinya dengan tubuh yang setengah telanjang itu, lantas Rein teringat dengan tujuannya untuk membeli pakaian.

Resepsionis kembali dengan membawa sebuah kertas misi sesuai permintaan Rein, dia lantas memberikannya untuk diperlihatkan kepada Rein.

“Ini misi untuk memetik buah apel di kebun Tuan Green yang berada di bagian barat desa. Beliau akhir-akhir ini mengalami sakit, karena kondisinya yang sudah tua dan tidak memiliki anak, dia meminta petualang untuk membantunya. Sedangkan untuk hadiahnya sendiri adalah 100 buah apel, bagaimana? Apakah Anda berminat?"

Rein menganggap jika ini bukanlah pertukaran yang buruk. Dia akan membuat pai apel dan menjualnya. Dia tahu jika peminat buah apel sendiri di dunia ini begitu banyak berdasarkan informasi dari pelayan restoran beberapa waktu lalu.

“Aku akan ....”

“Lebih baik kita pilih misi lain, Rein. Tidak ada gunanya mengambil apel sebagai hadiah, kita membutuhkan uang dan apel sebanyak itu, siapa yang akan menghabiskannya?”

“Tetapi kita dapat memanfaatkannya dengan membuat pai apel.”

“Lalu alat memasak dan bahan-bahannya dari mana?”

Apa yang dikatakan oleh Pasitheia memang tidak sepenuhnya salah. Rein baru menyadari bahwa dirinya tidak dapat berbuat banyak di dunia ini tanpa menggunakan uang.

“Apa itu pai apel?” Resepsionis penasaran, dia memiringkan kepalanya dengan heran.

Rein merasa terkejut dan langsung menolehkan wajahnya ke arah resepsionis. Tidak mungkin mereka tidak mengetahui makanan itu, bukan? Tetapi lagi-lagi fakta tentang ini adalah dunia lain membungkam mulut Rein.

“Semacam kue berisi krim dengan buah apel sebagai isian utamanya,” jelas Rein.

Resepsionis menunjukkan ketertarikannya terhadap apa yang Rein katakan. Dia sangat menyukai makanan manis, jadi tidak ada salahnya untuk mencoba. Apalagi dia mendengar jika Rein adalah seseorang yang berasal dari sebuah desa yang jauh di utara sana. Tidak menutup kemungkinan jika itu adalah sesuatu yang baru dan nikmat.

“Bagaimana jika saya menyediakan alat dan beberapa bahan yang diperlukan, tetapi Anda harus membagi setengahnya kepada saya?”

“Aku setuju!” ucap Rein cepat.

“Kita akan membahasnya lagi setelah Anda menyelesaikan misi.”

Rein mengangguk mengerti dan dengan segera pergi ke perkebunan milik Tuan Green yang berada di bagian barat desa. Sedangkan Pasitheia mengikutinya dengan kesal karena Rein sama sekali tidak mendengarkannya.

****

Beberapa waktu telah berlalu, kini mereka sampai pada sebuah tempat yang dipenuhi oleh pohon apel yang siap dipanen. Rein menebak jika tempat ini merupakan milik dari Tuan Green dan memasukinya untuk mencari rumah dari pemberi misi.

Mereka menelusuri jalan setapak yang dikelilingi oleh pohon-pohon apel. Dengan segera sebuah rumah kayu kecil menyambut mereka dengan cerobong asap yang menyala.

Mereka berjalan mendekatinya dan mengetuk pintu, tetapi tidak ada balasan. Rein ragu untuk membukanya, tetapi Pasitheia malah membukanya dengan tiba-tiba.

“Apa yang kau lakukan?!” Rein menjadi terkejut sekaligus cemas, tidak baik untuk masuk ke dalam rumah tanpa seizin pemilik rumah.

“Kau ingatkan dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu? Dia bilang jika Tuan Green dalam kondisi tidak baik, jadi seharusnya dia berada di kasurnya saat ini.”

Untuk beberapa saat Rein terdiam karenanya. Dia mengangguk pelan dan mengikuti Pasitheia masuk karena menganggap apa yang dikatakan olehnya memang masuk akal.

Sebuah suara pecahan kaca terdengar begitu keras dari salah satu-satunya ruangan di sana. Dengan refleks Rein berlari dan membuka pintu kamar.

Seorang kakek-kakek baru saja terjatuh dari ranjangnya dengan pecahan gelas yang berada tak jauh dari badan dia sendiri. Rein tanpa berpikir panjang menolong kakek tersebut dan mengangkutnya kembali ke atas kasur.

“Apa kakek baik-baik saja?”

"Aku baik-baik saja, maaf sudah merepotkanmu.” Kakek tersebut berkata dengan tenang, “Bisakah kau membantuku mengambil segelas air?”

Rein menoleh ke arah Pasitheia, sebenarnya itu pertanda dia meminta untuk diambilkan minum.

“Kau ingin menyuruhku? Aku yang seorang dewi ini?!” Pasitheia menatap tajam dengan raut wajah enggan.

“Huft, baiklah, aku saja yang melakukannya.” Rein berdiri dari posisi jongkok, kini dia pergi keluar kamar dan mencari cangkir lainnya untuk digunakan sebagai wadah minum. Dia juga membawa kembali satu termos besar dari dapur milik kakek ini.

Rein kembali, kini dia menyajikan air hangat pada minumannya dan memberikan kepada kakek tersebut. Di saat yang bersamaan juga terdengar seorang gadis berteriak dari luar dan masuk dengan terburu-buru.

“Apa yang kalian lakukan kepada Kakek?” tuduh gadis tersebut.

Rein mencoba untuk tenang, sedangkan Pasitheia yang duduk di kursi tidak menunjukkan ketertarikan sama sekali dan merebahkan tubuhnya di sana.

“Tenanglah, kami hanya membantu beliau,” ucap Rein.

Gadis itu tidak mempercayainya, dia berniat untuk bertanya langsung dengan kakeknya sendiri. Belum sempat bertanya, senyuman dari kakeknya sudah memberikan jawaban kepada gadis tersebut.

“Maaf karena sudah menuduh kalian yang tidak-tidak, tetapi kalau boleh tahu, apa yang kalian lakukan di sini?”

“Kami menerima misi dari guild untuk memanen apel milik Tuan Green dan menganggap jika tempat ini adalah milik beliau, apa itu benar?”

“Itu benar! Kakek adalah Tuan Green yang kalian cari.”

Rein lega ketika mendengarnya, kini yang harus mereka lakukan tinggal bekerja dan mendapatkan hadiah sebagai balasan jasa yang mereka berikan.

Namun sebelum dia sempat berangkat dari kursinya, gadis kecil yang memiliki wajah cantik dengan pita telinga kelinci yang menghiasi rambutnya mengulurkan tangan kepada Rein.

“Aku Amane, seorang petualang peringkat E, seorang assassins dan cucu angkat Kakek Green.” Amane tersenyum ramah kepada Rein yang membeku.

Rein dalam kondisi terdiam untuk beberapa saat, kini dia mencoba untuk mengembalikan kesadarannya dan menjabat tangan gadis tersebut.

“Rein, petualang peringkat F dan dia adalah Pasitheia, rekan perjalananku.”

Amane tersenyum kepada Pasitheia, tetapi tidak ada balasan. Kini dia merasa kesal dan menganggap ini sebagai deklarasi peperangan. Namun Rein yang kemudian keluar rumah menarik perhatian Amane dan membuatnya melupakan hal barusan.

1
Gatot Suharyono
ini yang bego' MC atau Author nya !?
bocah kemarin sore: aku yang bego
total 1 replies
Gatot Suharyono
MC nya payah banget, udah kere, letoy. . . . blo'on lagi !?
Gatot Suharyono
ini cerita tentang ke pendekar an atau tentang chef sih !?
Gatot Suharyono
betul2 MC yang mengecewakan, sangat gak bermutu !
Gatot Suharyono
entah karena cara penarasian author atau apa, terkesan MC nya seperti banci/kurang jantan !?
Gatot Suharyono
lhah. . . . ternyata MC nya letoy. . . . !? pantas aja beberapa hari kumpul kebo gak tergerak sama sekali !?
payah. . . . !
Raysonic Lans™
start
Stella Nia
kok aku nggak suka ya sama si dewi jadian itu. seenaknya aja, makhluk yang tdk memperhatikan kondisi, tidak berguna lagi. 🤢🤮
johan pratama windra
wanita itu memang keras kepala ,🗿
Jjlynn Tudin
coba tampar sekali Aja dewi gila itu geram pula aku,
Jjlynn Tudin
punya dalam korek spi 10meter 🤭
De'Ran7
si Rein ini bego apa gimana..padahal udah di sekolahin😑..tau tuh orang hanya manfaatin diri nya masih aja layanin tuh beban
De'Ran7
pantesan di buang...orang sifatnya angkuh gitu..kaga ada yg mencerminkan seorang dewi..yg ada dewi abal² kali ya
De'Ran7
cih..sendiri yg buat tuh orang jadi kaga berguna jga malah ngatain orang...gengsian tinggi ntar di jatuhin baru malu🤮
De'Ran7
katanya dewi tapi kok malah jadi beban besar🥱
De'Ran7
nih dewi songong amat sih
De'Ran7
sendiri yg ngelempar diri sendiri knapa malah nyalahin orang😂..siapa suruh tidur disitu saat orang lain kaga tau
De'Ran7
ternyata nih orang sama saja 11 12 sama si dewi
biawakman
binahong kalo diolesin ke luka rasanya kayak kebakar
bocah kemarin sore: hahaha, astaga iya ya. harusnya cuma ditempel ga ditumbuk lagi, maaf😭😭😭
total 1 replies
FaXaR
mampirke novelku saya adalah penulis pemula ayo yuk dukung karya pertama saya

(RYUJI THE GOD OF ELEMENTS)

mungkin ini novel bercerita kayak kehidupan sehari-hari tapi anda akan seperti menonton anime seperti gintama, Naruto, fairy tail dan lainnya jangan bilang "males ah" ayo mampir dulu wokeh di sana sudah ada 1 prolog 5 Episode Episode 6 akan rilis sekitar 1 atau 2 hari saya tunggu kedatangan kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!