Dania Rahmadita, gadis berusia 22 tahun yang tinggal dengan ibu tirinya (Ibu Ira). Ibunya meninggal saat melahirkannya, dan Ayahnya meninggal karna kecelakaan mobil.
Dania memiliki sifat yang baik, sopan, dan ramah terhadap orang disekitarnya. Ia juga memiliki kakak tiri yang tidak suka kepadanya, yaitu Jessica Anatasya, ia memiliki sifat yang manja.
Dania terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang ingin dijodohkan dengan lelaki yang belum Ia kenal. Lelaki itu bernama Rangga, Rangga memiliki sikap yang dingin.
Apakah Dania bisa merubah sikap Rangga, dan membuatnya jatuh cinta kepada dirinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selfiana rahamwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Bella dan Dimas
Sejak tadi malam Dimas ngechat Bella, tetapi tidak ada satu pun yang Bella respons, akhirnya Bella membuka lagi pesan dari Dimas. Dimas mengajak Bella untuk pergi ke taman siang ini, pukul 08.30. Sedangkan sekarang sudah pukul 08.45.
Bella langsung mengikat rambutnya asal, lalu pergi ke kamar mandi untuk cucu muka, karna akan terlambat jika Ia mandi duluan sebelum menemui Dimas. Selesai keluar dari kamar mandi Ia mengambil kunci mobil.
Menghidupkam mesin, melajukan mobilku menuju taman yang tak terlalu jauh dari rumah. Jam di ponsel menunjukkan pukul 09.00 Aku langsung menacapkan gas kencang agar tak terlalu terlambat menemui Dimas. Aku berharap Dimas masih menungguku di taman.
Aku menghela nafas panjang saat turun dari mobil untuk menghampiri Dimas. Aku memperhatikan taman disekitarku, tak lama Aku menemukan Dimas sedang duduk di kursi dekat danau. Aku langsung menghampiri Dimas.
"Di-dimas." Aku menyapa Dimas dengan gugup.
"Bella, Aku kira kamu nggak bakal datang."
Dimas memeluk Aku dengan erat.
Ada apa ya dengan Dimas? ucapnya dalam hati
"Maaf ya, Aku tadi malam nggak sempat balas chat kamu, dan tadi Aku liat ponsel Aku langsung pergi kesini."
"Aku minta maaf banget sama kamu soal kejadian waktu itu, Aku nyesel banget sudah ninggalin Kamu. Sekarang Aku tau siapa yang sangat berarti untuk Aku, yaitu kamu."
"Aku udah maafin kamu kok."
"Jadi kita bisa balikan lagi." Ucap Dimas memegang tangan Bella
"Kalo soal itu Aku nggak tau, karna jika kita balikan terus ketauan sama Mas Rangga, pasti Mas Rangga akan marah besar." Jawab Bella sambil memalingkan wajahnya. Ia juga takut sebenarnya jika Dimas akan ngelakukan hal sama lagi padanya.
"Ya udah, Aku ngerti kok maksud kamu. Sekarang kita jalan yuk."
"Kemana."
"Heem....kita keliling taman aja gimana."
Bella mengangguk sambil tersenyum. Dimas pun menarik tangan Bella dan mengajaknya berjalan mengelilingi taman.
Aku sebenarnya binggun harus bersikap apa kepada Dimas, jujur Aku masih sakit dengan perlakuan Dia dulu, tapi dilain sisi Aku juga masih cinta sama Dimas.
"Kita beli Es Krim yok." Ucap Dimas sambil menghampiri penjual Es Krim
"Bang beli Es Krimnya ya Dua, rasa strawberry satu sama coklat satu."
"Makasih ya Bang ini uangnya."
Dimas menghampir Aku sambil membawa dua buah Es di tangannya.
"Ini buat kamu yang rasa strawberry, Aku tau kamu paling suka sama Es yang rasa strawberry."
"Makasih ya." Ucap Bella dengan senyuman yang manis membuat Dimas menatap wajah Bella.
"Hello, Es Krimnya meleleh tu. Kena tangan kamu entar.''
"Ha (Dimas langsung memalingkan mukannya ke Es Krim yang Ia bawa, lalu menatap kembali wajah Bella) Kebiasaan banget si kalo makan suka belepotan."
"Ha masa si, mana?"
"Sini biar Aku bantu." Dimas membersihkan belepotan Es Krim yang ada di bibir Bella.
Sontak Bella melihat Wajah Dimas dengan jelas.
Sudah lama Aku nggak melihat wajah Dimas sedekat ini, hatiku semakin dag dig dug nggak karuan. Aku berharap ini adalah awal yang baik bagi Aku dan Dimas. Hati Mas Rangga pasti akan luluh suatu saat nanti jika Aku bersama Dimas kembali.
"Udah, udah Aku bersih. Jadi cantik lagi kamunya."
"Apaan si gombal." Ucap Bella pergi meninggalkan Dimas.
Mereka duduk kembali di kursi, tetapi di kursi yang beda dari yang tadi.
"Dim, kalo boleh jujur Aku senang kita bisa bercanda kaya gini lagi kaya dulu. Dan Aku berharap ini nggak yang terakhir."
"Aku janji akan selalu ada buat kamu dan Aku nggak akan nginggalin kamu lagi.'
"Kamu dulu juga janji kaya gitu, tapi kenyataannya kamu malah ninggalin Aku demi wanita lain."
"Aku minta maaf soal yang itu. Kali ini Aku benar-benar akan menepati janji Aku ke kamu."
Bella hanya tersenyum. "Apakah Aku harus percaya lagi sama Dimas, atau Aku harus ninggalin dia?" ucapnya bingung dalam hati.
"Ya udah ya ini udah jam setengah dua belas, Aku pulang dulu, takut tante nyariin entar.'
"Ya udah Aku antar kamu ya."
" Nggak usah, Aku kan bawa mobil sendiri."
"Okey, hati-hati ya."
Aku meninggalkan Dimas ditaman, lalu kembali ke mobil yang Aku parkir tak jauh dari tempat yang aku dudukin. Aku langasung menghidupkan mesin dan melaju pulang ke rumah.
main hamil aja
jarang2 loh ibu tiri baik
kutunggu lnjutan boomlikenya di The Power of Mutant💕
like like like😘
saling dukung kk