Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.
Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sevim Hapus
Sevim dan Ahimsa seminggu lagi akan melangsungkan pernikahan mereka. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Terkesan mendadak memang, karena pernikahan mereka memang dimajukan waktunya. Tidak masalah, toh semua persiapan sudah selesai tepat waktu.
Seserahan untuk Sevim disiapkan langsung oleh mami Anin. Tidak ada barang khusus yang diminta oleh Sevim. Semua yang diberikan Ahimsa untuknya tentunya akan di terima dengan senang hati.
"Se.., gimana? yang Tante pilihin buat kamu, cocok kan? kamu suka nggak?",
"Suka Tante.., terima kasih..",
"Kalo nggak suka sama pilihan Tante.., kamu bilang ya...",
"Suka kok Tante...",
"Sayang aja nanti, udah dibeli mahal-mahal tapi kamu nanti nggak suka, nggak dipake ujungnya malah mubazir..",
"Sevim suka..",
Barang seserahan seperti tas, sepatu, baju dan segala macamnya memang dibeli atas sepengetahuan Sevim. Malahan, calon mempelai perempuan itu dipersilahkan untuk memilih sendiri. Jangan ditanya berapa harganya, sudah pasti...mahal. Itulah mengapa Sevim tidak ingin menuntut banyak. Barang yang diberikan Ahimsa untuknya sudah lebih dari cukup.
Saat ini, Sevim yang di dampingi oleh Mama serta calon mertuanya sedang berada di butik, tempat mereka memesan gaun pengantin. Seharusnya, Ahimsa juga ikut mendampingi. Tapi, apa harus dikata. Pekerjaan mengharuskan Himsa untuk absen kali ini.
"Kamu cantik banget sayang..., nggak salah mami pilih kamu jadi calon mantu..",
"Terima kasih ..",
"Andai aja Ahimsa bisa nemenin..",
"Aa' ngebut kerjaan Tante.., biar pas cuti kerjaannya nggak kacau..",
"Emang berapa lama cutinya?",
"2 Minggu Tante..",
"Aa' bilang ke mami kalo cuma seminggu aja loh Vim...",
"Kata Aa'..., mau honeymoon Tante..", ucap Sevim langsung menunduk. Dia malu.
"Iya jeng.., biar kita cepet dapet cucu..",sahut mama Eliza.
"Aduh..., jadi nggak sabar..., cepet Minggu depan..., liat kamu sama Aa' nikah..terus kalian honeymoon..kamu hamil..., mami jadi punya cucu..",
"Sabar-sabar..",
Entah perasaan apa yang Sevim rasakan saat ini. Pernikahan yang bayangannya akan berlangsung 5 tahun lagi, nyatanya hanya tinggal hitungan hari saja. Sebentar lagi dia akan menyandang status sebagai nyonya Ahimsa Sanjaya.
Cinta? apa itu? Sevim sendiri belum bisa mendefinisikannya. Yang jelas, pernikahannya bersama Ahimsa dirasa jauh lebih baik dibandingkan harus menikah dengan Harsa yang sangat over protective .
Udah selesai fittingnya?
Udah..ini mau balik. Sevim..mau ketemu temen-temen dulu ya.
Temen yang mana? cewek atau cowok? dimana ketemuannya?
Bisa nggak kalo satu-satu aja tanyanya?
Inget..kita mau nikah. Jadi jangan macem-macem..
Ketemu sama Aira sama Farah di Cafe Senja..mau ngasih undangan pernikahan. Aa' dimana?
Aa' baru aja kelar meeting sama klien. Ini lagi janjian sama Rosy..,
Oh...have fun.
Jangan berpikiran macem-macem.., Aa' sama bodyguard..,
Ketemuan dimana?
Apartement...
............
Se.., kenapa nggak jawab?
.............
Se.., jangan salah paham.., Aa' telepon kok nggak diangkat?'
.......…...
Memilih untuk mengabaikan pesan yang dikirimkan oleh calon suaminya. Meskipun pernikahan yang dilakukan oleh keduanya terjadi karena perjodohan. Namun, tidak sepatutnya Ahimsa masih berhubungan dengan kekasihnya menjelang hari pernikahan. Apa yang ada dalam pikiran Ahimsa saat ini?
Himsa yang bodoh apa aku emang yang nggak rela kalo dia ketemuan sama si kuyang? Awas aja..
Alasan lain yang membuat Sevim tidak mengangkat telepon dari Ahimsa adalah karena saat ini dia sedang bersama mama dan calon mertuanya. Jika Sevim bercerita tentang keberadaan Ahimsa. Sudah dipastikan Agimsa akan mendapatkan masalah besar. Tidak ingin pernikahannya gagal, Sevim mencoba menutupi nya.
"Udah ngabarin Aa' belum?",
"Udah Tante..barusan udah chatan..",
"Vim.., hati-hati ya perginya..",
"Iya Tante..",
"Cuma ke Cafe kan? atau mau kemana lagi?",
"Nanti abis ketemu sama temen-temen.., Sevim langsung pulang..",
"Hati-hati ya sayang..",
"Iya Tante.., Sevim pamit dulu. Sevim pergi ya mah..", pamitnya menyalami mami Anin dan Mama Eliza secara bergantian.
"Mobil yang dibelakang nanti yang nganterin kamu pulang ya. Tante sama mama kamu mau keluar sebentar..",
"Hati-hati..",
Farah dan Aira sudah menunggu kedatangan Sevim yang tiba lima belas menit lebih lambat dari waktu janjian.
"Maaf ya Ra.., Far.., aku telat. Jalanan macet.., udah gitu perginya sama emak-emak rempong.., jadi ya gitu deh..",
"Oke..nggak apa-apa. Maaf ya aku makan siang duluan.., aku laper banget Vim..",kata Aira.
"Its oke nggak apa-apa..",
Setelah Sevim duduk, Farah memulai obrolan. Dibandingkan dengan Aira, Farah memang lebih dekat dengan Sevim. Farah mempunyai lebih banyak waktu untuk menerima keluh kesah Sevim. Aira? sebagian besar waktunya sudah dihabiskan bersama suaminya tercinta.
"Jadi..gimana?",
"Nih..", Sevim menyodorkan undangan merah maroon ke hadapan Farah dan Aira.
"Nikahnya jadi sama siapa?", tanya Farah meledek.
Aira yang tidak sabar, langsung membuka undangan tersebut. Lalu membacanya keras.
"Ahimsa Radeya Sanjaya..",
"Aaaaaaaaaaaaa.....akhirnya.., nikahnya sama Himsa..bukan Harsa..",
"Kan aku udah bilang..",
"Iya..udah bilang.., tapi aku bingung.., takutnya berubah lagi..",
"Kayak piala Uber cup ya..",
"Husst..jangan gitu ah Vim..", nasehat Aira.
"Ya gimana ya Ra.., abisnya di oper sana sini..",
"Jadi gimana? udah nyatain belum..?",
"Apanya?",
"Himsa.., udah nyatain cinta belum..",
"Boro-boro nyatain.., nih..", Sevim menunjukkan layar teleponnya yang baru saja mendapatkan sambungan telepon dari Himsa.
"Kok dibiarin..bukannya diangkat..",
"Males.., dia lagi sama kuyang..",
"Kuyang? siapa? mantannya?",
"Hmmm entahlah..kayaknya masih pacar deh..",
"Kamu kuat banget Vim.., kalo aku jadi kamu. Bakalan langsung batalin pernikahan..",
"Andai aja bisa Ra..",
"Jalanin aja dulu..",
"Aku kayak perusak tau Far..",
"Kalo aku liat sih.., Rosy kayak bukan perempuan baik-baik..",
"Tau darimana?", tanya Aira kepada Farah.
"Dari pakaiannya....",
"Jangan liat dari cover.., dia juga kan model. Kamu juga smoker.., tapi perempuan baik-baik..",
"Kita buktiin aja nanti deh..",
Ada sosok lelaki yang dari tadi melihat gerak-gerik ketiganya. Sevim, menyadari akan hal itu dan lebih memilih mengabaikan.
Puas berbincang-bincang dengan Farah dan Aira selama dua jam. Akhirnya mereka bertiga mengakhiri pertemuan kali ini.
"Makasih ya.. Far..Ra..",
"Seharusnya kita yang makasih.., udah ditraktir..",
"Kan aku yang ngundang kalian kesini..",
"Kita pasti dateng kok..",
"Makasih ya..beneran dateng ya..",
"Pasti..bye Sevim..",
"Bye Ra.., Far..hati-hati..",
Sengaja membiarkan Aira dan Farah untuk pulang terlebih dahulu. Selain harus membayar bill terlebih dahulu. Sevim juga ingin menghampiri laki-laki yang semenjak tadi memata-matainya.
Sevim masih terus mengayunkan langkahnya. Dia masih kesal kepada Himsa.
"Kita pulang bareng..",
"Nggak perlu.., Se diantar sopir..",
"Udah pergi.., tadi Aa' yang minta dia pulang..",
Sevim menghentikan langkahnya. Berbalik arah ke belakang melihat calon suaminya dengan wajah kesal.
"Aa'..udah dua kali bikin Sevim kesel.., maunya Aa' apa sih?",
"Mau kamu..",
"Serius Aa'..",
"Makanya kita bicara dulu..", ucap Ahimsa yang langsung memegang tangan Sevim langsung menggandengnya.
"Lepasin Aa..",
"Kita perlu bicara.."
"Bicara apa? mau cerita kalo Aa' habis have fun sama Rosy..",
"Masuk..", ucap Himsa yang menyuruh Sevim masuk ke dalam mobilnya.
Ahimsa duduk di kursi kemudi. Dia mengunci otomatis pintu mobilnya. Berjaga-jaga agar Sevim tidak kabur.
"Sebelum kamu Aa' anterin pulang, kita selesein dulu masalah kita..",
Sevim menatap Ahimsa yang memasang wajah seriusnya.
"Aa'..tau kalo salah. Tapi Aa' nggak suka kalo kamu mengabaikan telepon dari Aa' kayak tadi..",
"Sevim kan baru sama mama sama Tante.., emangnya Aa' mau kalo mereka tau kalo Aa lagi sama Rosy?",
"Minimal kamu bilang kan bisa? tadi waktu kamu di Cafe, juga Aa' telepon kan? itu kenapa nggak diangkat?",
"Sevim kesel..",
"Iya.., Aa' minta maaf..",
"Aa' nggak mau jelasin kenapa tiba-tiba ketemu sama Rosy? Aa'.., mau balikan sama dia? ",
"Kamu tau Aa' tadi meeting sama siapa? ",
Sevim menggeleng.
"Aa'..bohong sama kamu. Tadi Aa' nggak ketemu klien, tapi ketemu wartawan infotainment. Rosy bilang ke wartawan, kalo pacarnya mau nikah karena selingkuh sama perempuan lain..",
"Iya gimana..kan benar.. Aa pacarannya sama Rosy.., tapi nikahnya sama Sevim..",
"Aa' nggak terima kamu disebut selingkuhan.., apalagi Rosy juga buat gosip kita nikah karena kamu lagi hamil..",
"Hah...?"
"Aa'.. udah beresin itu semua. Berita nggak akan keluar. Aa' udah minta sama wartawan biar nggak keluarin berita hoax kayak gitu..",
"Emang bisa?",
"Bisa.., yang penting kita negosiasi..",
"Terus Aa' ngapain aja sama Rosy?", tanya Sevim yang pandangannya terpusat kepada pundak Ahimsa.
"Aa' cuma peringatan dia.., kalo masih berani usik pernikahan kita. Karir dia bakalan hancur..",
"Yakin? cuma itu?',
"Yakin..",
"Yang bener?',
"Bener..",
"Terus yang ada dipundak Aa' itu apa?", tanyanya yang memanga melihat kemeja Ahimsa dinodai dengan lipstik yang membentuk bibir. Sepertinya itu bekas bibir Rosy.
Ahimsa sendiri kaget. Dia tidak menyadari jika ada sesuatu yang membuat calon istrinya terganggu.
"Se..., ini nggak seperti yang kamu liat. Aa'.. nggak macem-macem sama dia..",
Diluar dugaan, bukannya marah . Sevim malah memajukan badannya mendekat Ahimsa lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Ahimsa. Dan secara tiba-tiba Sevim langsung mencium bibir Ahimsa. Meskipun dengan gerakan lembut, tapi sukses membuat Ahimsa tidak karuan. Beberapa detik kedua bibir mereka beradu, hingga akhirnya Sevim yang mengakhirinya.
"Aa' habis dicium sama Rosy kan? Barusan.., udah Sevim hapus..Sevim nggak rela calon suami Sevim dicium sama perempuan lain", ucapnya.
"Tapi, tadi Aa' nggak ciuman sayang..",
"Ssstttt udah diem. Sekarang kita pulang..",
"Kamu udah nggak marah kan?",
Sevim menggeleng lemah.
Bilang aja kamu mau cium Aa.., kamu kangen ya? , ucap Ahimsa salam hati.
semoga ad kelanjutan season 2nya
Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl