NovelToon NovelToon
Nasib Gadis Peramal Miskin

Nasib Gadis Peramal Miskin

Status: tamat
Genre:Duda / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Karena hutang pada mantan kekasihnya dan biaya kuliah yang nunggak, Fahira terpaksa mencari sampingan dengan menyamar sebagai peramal.


Akhirnya lapak jasa ramalnya didatangi pelanggan pertama, dia seorang duda ganteng yang kaya raya. Sudah lima tahun menduda. Ternyata duda itu merupakan tetangga sebelah rumah kos-kosan Fahira yang sudah lama Fahira taksir.

Fahira akhirnya merencanakan sesuatu. Dengan menyamar sebagai peramal, dia menjerat duda itu.

Apa yang dilakukan Fahira sebagai Peramal palsu pada sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Faheera Sakit

  Kereta yang mengantarkan Faheera ke statsion Gambir telah tiba. Faheera menuruni kereta dengan perlahan. Sejenak ia menatap sekeliling kereta. Banyak orang lalu-lalang di stasion kereta, mereka sibuk dengan tujuan masing-masing.

  Faheera melangkah menuju bangku panjang di sana untuk beristirahat barang beberapa saat. Faheera berpikir keras, akan ke mana setelah ini? Nasibnya seakan benar-benar menyedihkan banget.

  "Kereta tujuan Bogor akan segera berangkat dalam waktu 10 menit lagi." Suara operator di stasion kereta terdengar dan memberitahukan, bahwa kerete dengan tujuan Bogor akan segera berangkat.

  Faheera tersentak seakan baru diingatkan, dia langsung berdiri. Tujuannya sekarang adalah kota Bogor, dia akan nekad mengunjungi rumah Uwanya di sana dan beberapa hari akan menginap di sana.

  Sisa uang di dalam dompetnya kini tinggal 50 ribu lagi. Kemarin malam uangnya tinggal 50 ribu sisa perjalanannya dari Yogyakarta ke stasion Gambir, Jakarta.

  Faheera mendesah bingung, dia bingung dengan sisa uang segitu di tangannya. Beruntungnya ongkos kereta ke Bogor, tidak sampai menghabiskan lima puluh ribu, terlebih jika memilih kereta non AC, ongkosnya terjangkau.

  Malu tidak malu, akhirnya Faheera memaksakan diri pergi ke rumah Wak Hasan di Bogor. Ia akan meminta Wak Hasan dan istrinya juga anaknya berbaik hati menampungnya barang sebentar saja.

  Sebetulnya Faheera merasa tidak enak hati untuk tinggal di rumah saudaranya meskipun hanya beberapa hari, tapi karena tidak ada lagi tempat lain yang bisa dia singgahi, maka Faheera memaksa kakinya melangkah ke kediaman Wak Hasan saja.

  Kereta mulai berjalan, Faheera mencoba menikmati perjalanannya senyaman mungkin, sampai tidak terasa matanya yang ngantuk, kini sudah terlelap membuainya dalam mimpi.

  Dua jam kemudian, kereta tujuan Bogor tiba. Faheera terbangun saat seorang kondektur kereta membangunkannya.

  Dari stasion kereta Bogor, Faheera melanjutkan kembali perjalanan naik angkot menuju rumah Wak Hasan. Setengah jam kemudian angkot itu sampai, Faheera menghentikan angkot tepat di bawah tugu selamat datang. Dari sana, rumah Wak Hasan hanya beberapa meter lagi sampai.

  "Assalamualaikum," salamnya. Faheera menatap ke arah pintu menunggu sang empunya rumah membukakan pintu rumah. Tidak berapa lama, pintu itu dibuka. Seorang wanita berusia sekitar 50 tahun muncul dan membukakan pintu untuk Faheera.

  "Wak Anah," seru Faheera gembira menyambut istri dari Wak Hasan.

  "Heera, dengan siapa kamu ke sini? Ayo, masuk, Nak," sambut Wak Anah sembari menarik lengan keponakan suaminya itu.

  "Aduh kamu ini Heera, membuat semua orang khawatir. Tiga hari yang lalu suami kamu mencari kamu ke sini, tapi tidak ada. Pas tahu kamu pergi dari rumah, Uwak sama Wak Hasan kalang kabut dan bingung memikirkan kamu yang katanya pergi dari rumah. Wak pikir kamu bakal datang malamnya atau besoknya. Tapi sekarang, Alhamdulillah kamu beneran datang ke sini," tutur Wak Anah senang karena melihat Faheera selamat.

  "Sebenarnya ada apa Heera, kenapa kamu pergi dari rumah sampai suami kamu mencari ke sini? Uwak kamu sampai kepikiran sampai saat ini. Dia mencari-cari kamu dan berharap kamu segera datang ke sini," lanjut Wak Anah lagi membuat Faheera tersentak beberapa kali.

  "Mas Lora nyari Heera Wak?" tanya Faheera meyakinkan.

  "Iya, bahkan dia tidak percaya kalau kamu tidak ada di rumah ini, sampai nungguin kamu beberapa jam."

 Faheera termenung memikirkan ucapan Uwaknya ini. Hatinya terharu saat mendengar Gelora mencarinya ke rumah Uwaknya ini.

 "Sudahlah, kamu duduk dulu. Biar Wak ambilkan minum. Sebentar lagi juga Uwakmu juga pulang dari bengkel." Wak Anah bergegas menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Faheera.

***

  "Wak, Heera mohon Uwak berdua jangan bilang ke Mas Lora kalau Heera berada di sini. Heera janji, Heera hanya seminggu di sini. Setelah itu, Heera akan pergi ke kota Bekasi mencari kerjaan di sana. Kebetulan Heera punya teman di sana, Heera akan minta tolong teman untuk cariin lowongan pekerjaan di sana." Faheera mewanti-wanti Wak Hasan dan Wak Anah untuk tidak bercerita tentang keberadaannya di rumah ini kepada Gelora.

  Beberapa saat kedua orang tua itu saling tatap, mereka tidak setuju dengan permintaan Faheera yang merahasiakan keberadaannya dari Gelora, sementara Gelora saat datang ke sini, berpesan supaya segera memberi tahu jika Faheera datang ke rumah ini.

  "Bagaimana dong Bu, bapak jadi bingung?" tanya Wak Hasan pada istrinya.

  "Tidak apa-apa, Pak. Selama seminggu kita tampung Faheera di sini dan jangan katakan dulu pada suaminya kalau dia ada di sini. Tapi, kalau sudah seminggu, terpaksa kita harus katakan sama suaminya, ibu tidak mau kita disalahkan," ucap Wak Anah akhirnya.

  "Baiklah kalau begitu, jika begitu bapak setuju saja." Wak Hasan menyetujui keputusan yang akan diambil nanti oleh keduanya satu minggu ke depan.

  Dua hari berada di rumah Wak Hasan, Faheera terlihat murung dan pias. Tidak jarang, ia tiba-tiba pulang pergi ke kamar mandi dan terdengar muntah-muntah, hal ini membuat Wak Anah khawatir.

  "Pak, Faheera sudah dua hari ini murung dan pias, lalu muntah-muntah ke kamar mandi terus. Ibu khawatir Faheera sakit. Apakah kita bawa ke puskesmas saja, biar tahu apa sakit yang dialami Faheera," lapor Wak Anah khawatir.

  "Bapakpun khawatir, Bu. Bagaimana jika sudah begini, sakit apa sebenarnya Faheera. Coba besok, Ibu ajak dia ke puskesmas untuk berobat."

  "Baiklah." Wak Anah setuju dengan usuk Wak Hasan.

  Besoknya sesuai rencana, Wak Anah bermaksud mengajak Faheera ke puskesmas, akan tetapi Faheera tidak mau diajak ke puskesmas, dia beralasan hanya masuk angin, dan hanya butuh obat penolak angin. Setelah minum obat itu, Faheera sedikit mendingan. Wak Hasan dan istrinya akhirnya menduga bahwa Faheera memang hanya masuk angin saja, karena Bogor akhir-akhir ini dilanda hujan.

  "Faheera sepertinya hanya masuk angin, karena dia belum terbiasa dengan cuaca di Bogor ini," simpul Wak Hasan sedikit lega.

***

Seminggu kemudian,

  Keadaan Faheera yang mengalami muntah-muntah sudah hampir seminggu ini, membuat Wak Hasan dan Wak Anah dilanda khawatir. Mereka putus asa sampai memutuskan menghubungi Gelora dengan berat hati.

  "Hubungi saja suaminya, Bu. Bapak takut terjadi apa-apa jika membiarkan Faheera terus-terusan begini. Sepertinya Faheera bukan sakit masuk angin biasa. Dan bapak sangat khawatir dengan keadaannya," ungkap Wak Hasan sangat khawatir.

  Wak Anah akhirnya setuju dengan keputusan Wak Hasan, mereka dengan terpaksa menghubungi Gelora dan mengatakan keberadaan Faheera di rumah ini.

***

  "Apa, Faheera ada di rumah Wak Hasan? Ok, baik-baik, saya akan segera meluncur ke sana. Tunggu saya Wak, saya menuju ke sana," girang Gelora seraya berdiri dan bersiap akan menjemput Faheera di rumahnya Wak Hasan di Bogor.

  "Lora ada apa, seperti sangat bahagia?" tegur Pak Barka heran.

  "Tentu saja dong, Pah. Lora baru saja mendapatkan kabar dari Wak Hasan, bahwa Faheera kini berada di rumah Wak Hawan. Lora harus segera ke sana untuk menyusul Faheera," berita Gelora terlihat bahagia.

 "Serius? Kalau begitu, segeralah kamu jemput dia dan bawa ke rumah ini lagi," balas Pak Barka ikut senang.

1
Evy
Itu tandanya istri mu hamil Pak ..
Evy
Sedihnya...
Evy
Hanya salah paham saja...
Evy
Ternyata ada juga ya orang yang butuh di ramal...bukan hanya ramalan cuaca.Ramalan jodoh juga banyak peminatnya...
Nasir: Hehehehehh😄😄😄
total 1 replies
Suyatno Galih
Bki Pokal lagi km heera/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Suyatno Galih
pintar km lora, km iket heera dg anak dan waktu good
Suyatno Galih
faheera hamil ya
Nasir: Wahhh, mksh Kak udah mampir di karya lama sy. Love seIndonesia Raya buat Kakak.
total 1 replies
Suyatno Galih
sedih/Sob/, tinggal tnggu waktu km lora akan menyesal
Suyatno Galih
nah kan nah kan nah kan, jd perkoro,
Suyatno Galih
faheera cari perkoro rumit, knp nggak mt temani suami mlh lebih aman, jd msh nangis lagi
Suyatno Galih
bkan malah pesan di hp sj yg jd prasangka buruk faheera, km km nemui Faris wl cm byr utang tp km tdk ijin suami jg jd hal buruk oon/CoolGuy//CoolGuy/ce mslh dak mau ijin
Suyatno Galih
nyinyir ember rusak temen faheera ini, pake nanya praktek sgl
falea sezi
minggat iku gowo duwek. lah. tolol mikir harga diri heleh pret
Nyakti Usman
terharu
Nasir: Makasih Kak....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!