NovelToon NovelToon
Dosen Manja Itu,Suamiku!

Dosen Manja Itu,Suamiku!

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Handayani

Alvaro adalah seorang dosen di salah satu universitas ternama. parasnya yang tampan dan tubuhnya yang atletis, membuatnya menjadi idola di kampus. namun sayangnya ia tak lagi single, tanpa sepengetahuan semua orang yang ada di kampus. Alvaro telah menikahi seorang gadis yang merupakan mahasiswanya sendiri. gadis cantik dan manis itu bernama Nesya. Alvaro dan Nesya menikah karena perjodohan yang diajukan sendiri oleh Alvaro. karena Alvaro menyukai Nesya sejak pertama mereka bertemu sebagai mahasiswi dan dosen. pernikahan mereka sengaja dirahasiakan, karena kampus mereka punya aturan, tidak boleh ada hubungan antara mahasiswa dan dosen.Bila ketahuan ada yang berhubungan,baik pacaran atau menikah,maka mereka akan mendapatkan sanksi yaitu dikeluarkan dari kampus.
dibalik sikap nesa yang cuek dan usil, Alvaro menyukai sifat periang dan manja yang dimiliki istrinya. sebagai seorang suami Alvaro termasuk suami yang posesif, ia selalu mengawasi pergaulan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Sakit hati

Dari dalam kamar mandi, Nesya terus memohon pada sang suami agar bersedia membantunya mengambilkan baju. Nesya tidak mungkin keluar hanya dengan mengenakan handuk saja, terlalu malu baginya. Apalagi tadi Alvaro sempat melihatnya sebentar, sebelum Nesya kembali menghilang di balik pintu kamar mandi.

"Iya, saya ambilkan sayang. Tapi penuhi dulu syaratnya!"ucap Alvaro di balik pintu kamar mandi.

Nesya mendengus, ia yakin kalau suami tampannya itu tengah berusaha mengerjainya."Pintar sekali mencari kesempatan dalam kesempitan!"

"Pak, syaratnya jangan itu. Yang lain aja,"kesal Nesya.

"Nggak, syaratnya itu udah pas. Nggak bisa diganti,"tegas Alvaro. "Lagian apa susahnya sih, panggil sayang doang?"

Alvaro masih ngotot ingin Nesya memenuhi syarat yang ia berikan, sedangkan Nesya merasa gengsi jika menuruti keinginan sang suami. Namun, ia tidak punya pilihan lain.

Nesya menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya secara perlahan."Baiklah, Pak Alvaro sayang. Ambilkan baju aku dong. Atau bapak keluar aja dulu, biar aku ambil sendiri."

Alvaro tertawa hambar mendengar ucapan Nesya, memang ada kata sayang dalam kalimat yang diucapkan gadis itu. Namun, bukan seperti itu yang Alvaro inginkan.

"Bukan seperti itu, Sayang. Panggil saya sayang, tapi nggak perlu pakai embel-embel bapak. Kamu ngerti, kan?"

Seketika gadis itu menyesal, karena awalnya ia berpikir Alvaro akan pulang lama. Oleh karena itu, ia bebas menggunakan kamarnya tanpa harus membawa baju ganti ke kamar mandi seperti biasanya.

Nesya berdecak pelan, kesal dengan suaminya yang pandai memanfaatkan situasi. Nesya terjebak, sudah tidak ada pilihan lain untuknya.

"Iya,Sayang. Sayang keluar aja dulu sebentar ya! Biar aku ambil sendiri bajunya,"ucap Nesya akhirnya, ia merasa geli sendiri setelah mengucapkannya.

Di balik pintu kamar mandi, Alvaro tersenyum penuh kemenangan. Rasa bahagia memuncak di dadanya, saat mendengar Nesya memanggilnya dengan sebutan sayang. Walaupun itu dilakukan dengan terpaksa, namun sudah cukup membuat Alvaro merasa bahagia.

Alvaro melangkah menuju pintu kamar, ia baru saja membuka pintu, namun tiba-tiba Mbak Siti datang dengan nampan berisi dua gelas wedang jahe. Alvaro menatapnya dengan kening yang mengernyit, bola matanya kemudian tertuju pada dua gelas air yang masih mengepulkan asap itu.

"Anu Pak, ini pesanannya non Nesya. Tadi Non Nesya minta dibuatkan wedang jahe untuknya dan juga bapak,"terang Mbak Siti.

"Ya udah, tunggu dulu di sini sebentar.Nesya lagi ganti baju,"ucap Alvaro kepada Mbak Siti, wanita itu langsung mengganggu paham.

Alvaro kembali menutup pintu kamarnya,ia melangkah meninggalkan Mbak Siti yang masih berdiri di depan pintu kamar Nesya dan Alvaro.

...****************...

Setelah beberapa saat, Alvaro kembali ke kamar. Karena ia yakin, Nesya sudah selesai berpakaian. Benar saja, wajah cemberut Nesya langsung menyambutnya kala membuka pintu.

"Kenapa? Habis mandi kok malah makin kusut?"goda Alvaro, gemas melihat wajah Nesya. Gadis itu menetapkan dengan mata yang memicing.

"Aku kesal sama Pak Alvaro, selalu aja ambil kesempatan dalam kesempitan,"download Nesya.

"Baru tadi dipanggil sayang, udah berubah lagi jadi bapak. Memang aku ini mirip bapak-bapak, ya? Padahal aku ini masih muda loh,"celetuk Alvaro.

"Udahlah, nggak usah dibahas.Pak, sebenarnya aku mau cerita sesuatu sama bapak,"ujar Nesya, sekaligus mengalihkan pembicaraan.

Alvaro menatap istrinya serius, soalnya menanti cerita apa yang akan dikatakan Nesya. Padahal Alvaro sudah bisa menebak, kalau Nesya ingin bercerita tentang teman-temannya yang sudah berbaikan dengannya.

"Mila, udah nggak marah sama aku. Dan kita udah akrab lagi,"ucap Nesya antusias, binar matanya memancarkan kebahagiaan.

Alvaro mengulas senyum, ia turut bahagia melihat Nesya bahagia."Iya, Sayang. Alhamdulillah, saya ikut senang."

"Entah kapan saya bisa sebahagia kamu, Nesya. Apakah satu bulan itu masih kurang untuk berjuang? Masih butuh waktu berapa lama lagi untuk menemukan kebahagiaan itu?"Ucap Alvaro tiba-tiba,ia menatap dalam bola mata istrinya.

"Bagi aku, semua laki-laki itu sama Pak. Mereka hanya mengejar apa yang mereka inginkan, setelah mendapatkannya mereka akan mencampakkan perempuan. Aku yakin, Bapak juga akan melakukan hal yang sama. Setelah aku jatuh cinta sama bapak dan memberikan semua yang aku punya, lantas bapak akan pergi meninggalkan aku begitu saja!"

Alvaro terkejut mendengar ucapan dari bibir mungil sang istri,entah apa yang membuat Nesya berpikiran negatif seperti itu. Hingga,menganggapnya sebagai pria brengsek.

"Dangkal sekali pikiran kamu,Nesya!"kalimat bernada kecewa itu keluar dari mulut Alvaro.

"Kamu ini sudah 20 tahun, sebentar lagi menginjak 21 tahun. Tapi pikiran kamu masih seperti remaja belasan tahun,"ungkap Alvaro, kali ini ia benar-benar kecewa pada istrinya itu. Hatinya begitu sakit, hingga ia tidak mampu menahan lelehan cairan bening dari matanya.

Nesya terhenyak melihat suaminya menangis. Seingatnya, ia pernah mendengar. Kalau seorang laki-laki sampai menangis karena seorang wanita, itu artinya dia laki-laki yang tulus mencintai seseorang wanita.

"Pak,jangan nangis.Aku mohon!"tidak tega rasanya, membiarkan Alvaro menangis karenanya.

Alvaro buru-buru menyeka air matanya, sebagai seorang laki-laki tidak seharusnya ia menangis. Tapi perasaannya pada Nesya benar-benar membuatnya lemah.

"Maafkan aku, Pak,"lirih Nesya, sungguh ia merasa sangat bersalah. Karena tidak bisa membalas cinta suaminya.

"Saya mau keluar sebentar,"ucap Alvaro, tanpa menoleh ia langsung bergegas keluar dari kamar mereka. Nesya berdiri, ingin menahan suaminya.Namun, tidak mungkin karena dia adalah penyebab kesedihan sang suami.

...****************...

Hingga malam tiba, Alvaro belum kembali ke rumah. Nesya sudah berkali-kali meneleponnya, namun tidak sekalipun pria itu menjawab panggilan telepon darinya. Entah kemana pria itu pergi, tidak bisa Nesya pungkiri hatinya tidak bisa tenang sebelum melihat suaminya pulang dalam keadaan baik-baik saja.

"Apa aku udah terlalu kejam sama Pak Alvaro, ya? Tapi aku mengatakan apa yang aku rasakan,"gumam Nesya.

Tiba-tiba, Nesya melihat Mbak Siti yang lewat. Sepertinya hendak ke dapur, buru-buru Nesya mengejar langkah asisten rumah tangga itu.

"Mbak Siti tunggu bentar!"Pinta Nesya, membuat wanita itu menoleh dan tersenyum ramah pada sang majikan.

"Aku mau bicara sebentar,"sambar Nesya.

Mbak Siti mengangguk patuh, ia lalu mengikuti langkah sang majikan.Nesya mengajaknya ke ruang tengah,mempersilahkan Mbak Siti duduk di sofa.

"Aku mau nanya, Mbak. Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa seorang laki-laki, tulus atau tidak mencintai seorang perempuan?"

Mbak Siti tersenyum mendengar pertanyaan majikan mudanya itu. "Non, sebenarnya kalau seorang pria sudah menikahi seorang wanita. Itu artinya dia sudah percaya betul, kalau wanita itu memang jodohnya. Dan nggak mungkin seorang laki-laki mau menikah kalau bukan karena cinta,"ujar Mbak Siti.

"Non Nesya, satu hal yang harus kalian ketahui. Seorang laki-laki itu bisa dikatakan tulus kalau dia masih bersikap baik walaupun kita sebagai perempuan bersikap sebaliknya. Dia akan tetap bertahan dan selalu memaklumi sikap buruk wanitanya, dan tetap berusaha membuat wanita itu membalas cintanya. Itu sudah pasti laki-laki tulus."

Nesya tertegun mendengar kalimat yang diucapkan Mbak Anis, ia berusaha mencernanya. Nesya kembali mengingat-ingat, bagaimana Alvaro memperlakukannya dengan baik walaupun terkadang Nesya selalu bersikap sebaliknya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda. Alvaro sedang berada di kamar Nesya, Alvaro memang sengaja datang sendirian ke rumah mertuanya. Hal itu tentu saja membuat kedua orang tua Nesya merasa heran, mereka menduga anak perempuan yang sedang ada masalah dengan suaminya.

Alvaro meminta izin untuk masuk ke kamar Nesya, karena ada yang perlu dilihatnya.

Ia melangkah menuju meja belajar Nesya, meraih buku diary yang masih terletak di tempat yang sama. Dengan jantung yang berdegup kencang, Alvaro membuka buku kecil berwarna pink tersebut. Baru membaca halaman pertama saja sudah membuat Alvaro terkejut.

"Nesya..."

1
Siti Nurbaidah
mantap👍👌
Khoerun Nisa
udh tamat aja sampe skrng GK ketauan jahat nya adik ipar jujur aku GK suka dgn cara nya menuntut dlm tumh tangga orng
pinguindarat
terimakasih buat pembaca setia yang selalu mensupport karya aku 🥰
Rita
bagus dan bikin gemesh
Rita
alhamdulillah happy ending dan perjuangan yg tdk mudah untuk slg mendukung dan menggapai cita2nya mmg hrs ada pengorbanan dan msh pnjg jln hidup kluarga kecil Alvaro dan Nesya samawa terus yach Al dan Nesya dan skcl Nathan🥰🥰🥰
pinguindarat: makasih onty onlinenya Nathan 🥰
total 1 replies
Rita
bagusss shock kan loe Dea
Rita
duh ribet pisan yach
pinguindarat
makasih buat kalian semua yang udah mampir dicerita aku,ada yang bisa tebak bab nya masih lama atau enggak?
Rita
ni nih tukang julid
Rita
kudu banyak disabarin ngadepin bumil Al
Rita
biang kerok tp ada hikmahnya untung Nesya sdh mau nerima
Rita
aamiin
Rita
alhamdulillah
Rita
nah gmn reaksi msg apakah lanjut perang atau gmn nich
Rita
bujuk
Rita
haduh kshn mba sisinya harusnya kamu yg buruk Al
Rita
masalah satu blm slesai dtmbh lg nich klo y bener hamil
Rita
tinggal biarin aja Alvaro yg angkat dan tegesin Nes tgl ngmg aja ke Alvaronya jgn smpe Al slh phm
Rita
kepedean tetep dituntutlah
Rita
makanya adikmu diawasin ma ditegesin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!