NovelToon NovelToon
Mamaku Single Mom Muda

Mamaku Single Mom Muda

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Single Mom / Anak Genius / CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:726.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Byiaaps

Selma, seorang perempuan yang baru saja lulus SMA, harus mengubur impiannya untuk kuliah dengan beasiswa. Pacaran yang terlampau batas, membuatnya harus menanggung kehamilan bayi kembar di usia dini.

Sementara orang tua Radit, pacar yang juga teman sekolah Selma, hanya ingin bertanggung jawab dengan memberikan sejumlah uang, bukan dengan menikahkan anak mereka karena Radit harus kuliah di luar negri demi masa depannya. Hubungan mereka harus kandas begitu saja tanpa saling mengetahui kabar masing-masing.

Hingga 8 tahun kemudian, Radit yang sudah menikah, bertemu kembali dengan anak kembarnya tanpa disengaja dan tanpa ia tahu.

Apakah mereka akan kembali bersatu, atau kembali menjalankan kehidupan masing-masing?

Ikuti kisah selengkapnya di sini ya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Meminangmu

Setelah percakapan malam itu, papa Radit menghentikan pembahasan soal keputusan anaknya dan mengajak istrinya istirahat.

“Sudahlah, Ma. Radit itu sudah dewasa. Papa saja sudah bisa mempercayakan perusahaan untuknya. Papa takut kalau Mama ikut campur lagi, akan mengecewakan Radit. Hal itu bisa mengganggu kinerjanya juga kepercayaannya pada kita," ujar papa Radit pada istrinya.

“Tapi, Pa. Kenapa harus Selma? Apa tidak bisa mencari pengganti Gita yang setara dengan kita?” Mama Radit masih belum bisa menerima keputusan anaknya.

Papa Radit kemudian menjelaskan bahwa jika Radit menerima konsekuensi dari keputusannya sendiri, ia tak akan begitu sakit hati. Justru Radit akan sangat jatuh ketika dia menerima konsekuensi dari keputusan yang tidak pernah dipilihnya. Untuk itu, sebaiknya mereka sebagai orang tua mulai memberikan kesempatan pada anaknya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Terlebih lagi semenjak mereka memisahkan Radit dengan Selma, seolah tak adil bagi Selma yang harus menerima penderitaannya, padahal kesalahan itu juga ada andil dari Radit.

“Benar kata Radit, selama ini dia selalu ikut apa kata orang tuanya. Tapi ternyata tidak selalu berhasil, buktinya rumah tangganya berantakan sekarang. Jadi kali ini, biarkan dia yang memutuskan sendiri. Kalau soal kenapa harus Selma, karena dari zaman dia sekolah sudah jatuh cinta dengan perempuan itu. Bisa jadi, hingga saat ini perasaannya masih sama untuk Selma. Papa hanya ingin Radit menjadi pria matang yang bijaksana dan bertanggung jawab. Kalau dulu karena dia masih harus kuliah, jadi tak mungkin menikah sedini itu, tapi kalau sekarang 'kan sudah beda lagi keadaannya,” terang papa Radit bijaksana.

“Lagi pula, anak kembar itu adalah darah dagingnya sendiri. Biarkan saja, toh malah bagus kalau kita diberi 2 cucu sekaligus. Setidaknya Papa ada penerusnya. Kalu pun mereka menikah dan punya anak lagi, tetap anak kandung mereka juga ‘kan,” lanjut papa Radit yang berniat ingin memiliki banyak cucu untuk meneruskan kejayaan bisnisnya.

Mama Radit tetap tak bisa menerimanya begitu saja, namun ia hanya bisa diam tak ingin berdebat dengan suaminya.

Sementara itu, di kamar tidurnya, Radit terus memikirkan Selma dan anak kembarnya. Ia berharap, orang tuanya bisa menerima mereka. Meski ia tak peduli, apa pun jawaban orang tuanya nanti, Radit akan tetap memilih hidup bersama keluarga kecilnya.

Ia juga teringat akan ucapan Selma saat itu yang menyesakkan dadanya. Bisa-bisanya Selma meminta Radit memilih perempuan lain saja agar tak merumitkan hidup Radit. Membiarkan Selma tetap menjalani hidupnya bersama kembar dan mengikhlaskan semuanya.

“Sudah cukup, Selma. Akhiri semua perjuanganmu demi kembar. Biarkan aku yang melanjutkannya.”

###

Malam ini, Radit berencana mengajak Selma makan malam romantis. Saat masih pacaran dulu, ia belum bisa membahagiakan Selma karena keterbatasan status mereka yang masih pelajar. Sekarang, ia ingin melakukannya untuk perempuan yang selalu ada di hatinya itu, sekaligus untuk memastikan hubungan mereka ke depannya.

Setelah tiba di rumah bude Selma, Radit memarkir mobilnya di halaman rumah. Seketika kembar menyambutnya dengan riang gembira. Seperti biasa Raya langsung meminta gendong padanya dan masuk ke dalam rumah.

“Raya sudah besar masih minta gendong saja,” sewot Rayi membuat Radit tertawa lalu mengusap kepala Rayi agar tak cemburu.

Tak lama, Selma keluar dari kamarnya.

“Mama sama Om Coklat mau pergi ya?” tanya Rayi setelah melihat penampilan mamanya yang tak seperti biasanya.

"Iya mau pergi sebentar, Sayang," jawab Selma lembut.

Radit lalu berpamitan pada kembar, juga pada bude Selma. Meski Raya merengek ikut, tetapi Rayi mampu mengalihkan perhatiannya. Setelah memastikan kembar sudah bisa ditinggal, Radit mengajak Selma berangkat.

“Kamu cantik sekali,” puji Radit pada Selma yang mengenakan dress berwarna hitam.

Selma juga memuji penampilan Radit yang mengenakan celana bahan dan kemeja berwarna hitam, namun hanya di dalam hati. Sejujurnya ia sendiri tak kuat menahan ketampanan mantan kekasihnya itu. Namun ia hanya bisa mengaguminya dalam diam.

Sekitar 20 menit perjalanan, sampai lah mereka di restoran yang telah dipesan oleh Radit. Setelah mobilnya diparkirkan petugas restoran, Radit mengajak Selma masuk dan menggandeng tangannya. Selma begitu takjub karena baru pertama kali memasuki restoran elit seperti ini. Seketika ia kembali tak percaya diri. Saat dalam situasi seperti ini, perbedaan kasta antara dirinya dengan Radit sangat jelas terasa.

Radit menggeser kursi dan mempersilakan Selma duduk.

“Kamu tidak suka tempatnya?” tanya Radit yang melihat Selma banyak diam.

Selma menggeleng dan tersenyum, menyembunyikan rasa mindernya.

Tak lama, pelayan datang menyerahkan buku menu pada mereka. Radit terus memandangi Selma yang sedang memilih menu. Perasaannya campur aduk saat ini. Ia tak menyangka bisa kembali bertemu dengan mantan kekasihnya, yang juga merupakan ibu dari anak-anaknya itu.

Selesai memilih menu dan sembari menunggu pesanan mereka datang, Radit mulai mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan saat makan malam ini.

Radit mengeluarkan sekotak cincin dari saku celananya. “Selma, tanpa bermaksud melupakan semua kesalahanku, apa kamu masih mau mencintaiku juga ingin bersamaku, menjadi istriku?”

Selma yang terkejut, tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun. Tatapannya silih berganti memandangi mata Radit dan juga kotak cincin itu. Matanya terlihat sedang berusaha menahan air matanya agar tak terjatuh.

Ia lalu menutup kotak cincin itu. “Radit, apa kamu sudah memikirkan matang-matang dan yakin mau menikahiku? Apa kamu tidak malu punya istri yatim piatu dan hanya lulusan SMA? Apa kamu sudah siap kalau semua orang tahu bahwa kamu pernah punya anak di luar nikah. Apakah juga orang tuamu setuju dengan kita? Apa kamu...”

Belum selesai berbicara, Radit mendekati Selma dan mencium bibirnya, seakan tak malu pada siapa pun karena dalam 1 ruangan itu hanya ada mereka berdua. “Kamu sudah tahu jawabannya.”

“Aku tidak peduli dengan apa pun dan siapa pun. Yang aku pedulikan hanya kamu dan kembar. Karena kalian adalah hidupku. Tidak pernah ada yang berubah dengan perasaanku padamu. Aku harap, hatimu juga masih untukku,” lanjut Radit menggenggam dan mencium tangan Selma.

Radit membuka kembali kotak cincin itu dan menanyakan sekali lagi kesediaan Selma untuk menerimanya lamarannya.

Selma mengangguk, air matanya menetes. Setelah menyematkan cincin di jari manis, Radit segera menyeka air mata Selma dan memeluknya. “Sudah cukup banyak air mata yang kamu keluarkan.”

Tangis Selma semakin pecah hingga terisak-isak dalam pelukan Radit. Di satu sisi ia begitu bahagia mendapati roda kehidupannya sedang berputar ke atas dan kembali merasakan pelukan Radit yang bisa mengeluarkan semua keluh kesahnya selama ini. Namun di sisi lain, ia harus siap menghadapi tantangan baru di depan matanya, karena sedikit banyak hidupnya pasti akan berubah.

“Maafkan aku, dan orang tuaku dulu. Minggu depan antarkan aku ke makam ibu ya, aku ingin meminta maaf padanya.”

...****************...

1
RithaMartinE
luar biasa
Siti Nur Janah
semoga tidak terjadi apapun pada rayi
Siti Nur Janah
Ya Allah sungguh mulia hati Bu winta semoga Husnul khatimah
Siti Nur Janah
Ya Allah sungguh mulia hati Bu winta semoga Husnul khatimah
Siti Nur Janah
apa apa dgn bude winta?
Siti Nur Janah
mulutnya gak punya rem nyinyir trs
Siti Nur Janah
good selma kamu harus lawan tu omongan mertua yg nyinyir itu
Siti Nur Janah
wah apa mama Radit mengundang shereen?
Siti Nur Janah
good q mendukung mu opanya kembar
Siti Nur Janah
matilah dan siap siap lah untuk hancur kau gita
Siti Nur Janah
pasti itu orang suruhan mamanya Radit
Siti Nur Janah
makannya kamu bicara terus terang saja ma Radit kalau kamu pernah dpt pesan yg berupa ancaman dr seseorang
Siti Nur Janah
pasti itu no mamanya Radit dulu aja kalau sudah lahir suruh kasih orang lain sekarang mau diminta uh dasar
Siti Nur Janah
istri Radit selingkuh
Siti Nur Janah
kasian banget selma udah di campakan keluarga Radit dan malah ibunya meninggal kamu pasti bakal menyesal Radit TDK mau menentang orang tuamu dan tidak mau mempertanggungkan perbuatan mu
Mazree Gati
liat endingnya balikan sama radit..ga jadi baca,,
pipi gemoy
nunggu banyak bab nya Thor
byiaaps: siap, jgn lupa subscribe dulu yah
total 1 replies
Leng Loy
Dasar pengen menang sendiri Radit sm keluarganya
Leng Loy
Sepertinya Radit ga mau bertanggung jawab
Naraa 🌻
Sukurin, karma kalian itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!