NovelToon NovelToon
Mendadak Menikahi Mantan

Mendadak Menikahi Mantan

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Dijodohkan Orang Tua / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:422.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

Dijodohkan sejak bayi, kemudian sempat dekat bahkan pacaran, sebelum akhirnya terpaksa memilih berpisah, Calista tidak menyangka jika pada akhirnya, ia akan kembali bahkan menikah dengan Sabiru, pria berusia 33 tahun yang sempat membuatnya sibuk menghindar.

Sebab demi melindungi Calista yang usianya terpaut enam tahun lebih muda darinya, Sabiru yang selalu bertaruh segalanya asal Calista baik-baik saja, berakhir mengalami patah tulang kaki maupun tangan kanan, selain pengusaha muda sangat bertanggung jawab itu yang juga sampai terkena cacar. Keadaan tersebut membuat Calista dan Sabiru harus secepatnya menikah, agar Calista bisa merawat Sabiru dengan leluasa, seperti yang Calista harapkan.

Menjalani pernikahan karena keadaan yang memaksa, dengan sosok yang pernah ada rasa dan selalu menjadikannya sebagai satu-satunya cinta. Ingin menghindar, tapi rasa peduli apalagi rasa sayang makin lama jadi makin besar. Semua itu membuat Calista menjalani setiap detik waktu yang dimiliki dengan dada berdebar-debar. Terlebih, sekadar menatap saja, Sabiru selalu melakukannya penuh cinta.
💗Merupakan bagian novel : Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia & Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam 💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 : Perubahan Calista

Buket pengantin Hyera taruh dengan sangat hati-hati, di salah satu meja nakas sebelah tempat tidurnya.

Di kamar yang semuanya bernuansa pink itu, Hyera mendadak merasa ada yang asing. Dunia Hyera seolah menjadi berhenti berputar hanya karena Hyera tak sengaja termangu pada buket pengantin pemberian Rain.

“Ini horor apa gimana, ya? Lah ... wajah dan sifat Rain kan memang horor. Bisa jadi, semua itu nempel ke bunga ini karena tadi, bunga ini sempat dikuasai Rain?” pikir Hyera mendadak merinding.

Bersama kepergian Hyera, pada kenyataannya semuanya baik-baik saja. Hyera hanya terlalu takut menjadi dewasa, dan otomatis dirinya akan sekaligus memang wajib menikah.

“Enggak ada laki-laki lain yang sepaket komplit mas Sabiru. Enggak ada yang bisa sempurna seperti papah. Enggak ada yang sehangat mas Boy. Enggak ada yang seromantis mas Kim. Enggak ada yang dingin-dingin tapi hangat seperti mas Brandon. Di luar sana, lebih banyak yang tengil dan memang enggak bermutu. Jadi, enggak apa-apa kan, kalau aku enggak nikah?” batin Hyera sambil memasuki kamar mandinya yang masih bernuansa pink.

Di tempat beda, ada Sabiru yang sedang membantu Calista memijat kaki. Calista mengeluh kedua kakinya terasa ngilu sekaligus panas.

“Ini besok, Mas Bi kerja?” tanya Calista benar-benar manja.

Sabiru yang memang sudah melepas jas maupun dasi kupu-kupunya langsung kaget, kenapa seorang Calista mendadak sangat manja?

“Besok habis makan siang, aku mau ke pabrik bentar,” ucap Sabiru tetap memijat telapak kaki Calista.

Calista yang jadi menatap sedih Sabiru, bertanya, “Terus pulangnya kapan? Jam berapa?”

Mendengar itu, Sabiru tak hanya makin kaget, tapi juga sangat heran. Sabiru refleks tersipu kemudian berkata, “Berangkat juga belum, sudah ditanya kapan pulangnya?”

“Mas ih, nyebelin banget sih!” sebal Calista ngambek dan buru-buru meringkuk memunggungi Sabiru.

“Eh, ini aku salah?” bingung Sabiru.

“Pokoknya aku ngambek!” sebal Calista sampai buru-buru menutup tuntas tubuhnya menggunakan selimut.

“Eh, ini aku enggak dikasih jatah apa-apa?” tanya Sabiru makin bingung.

“Ya udah, Mas mandi dulu. Soalnya aku juga pengin tidur sambil dipeluk Mas!” rengek Calista masih berkeluh kesah.

“Oh oke-oke, aku langsung mandi!” sigap Sabiru langsung masuk ke kamar mandi di kamar hotel mereka menginap. Sabiru sampai berlari karena takut salah lagi.

“Apa yang salah, ya? Kok istriku jadi kayak gitu. Perasaan tadi di resepsi, dia enggak makan aneh. Jangan-jangan, kena guna-guna Yasnia?” pikir Sabiru sambil melepas setiap kancing kemeja lengan panjang warna putihnya.

Sabiru yang takut sang istri kena efek guna-guna Yasnia, sengaja izin untuk melafalkan doa, meski ia sudah memeluk Calista dan memang siap tidur.

“Memangnya, Mas enggak ngantuk?” tanya Calista terkantuk-kantuk menatap kedua mata Sabiru yang ada persis di atas wajahnya.

Sabiru yang masih menatap kedua mata Calista penuh cinta, berangsur menggeleng. Sabiru tetap melafalkan surat An-Nas.

“Berasa lagi dirukiyah, dibacakan surat-surat begitu,” rengek Calista yang kemudian membenamkan wajahnya tepat di leher Sabiru.

“Rukiyah kan ibarat menyerap energi negatif,” ucap Sabiru.

“Berarti menurut Mas, aku dipenuhi energi negatif?” rengek Calista terdengar sedih.

Selan panik, Sabiru juga jadi bingung sendiri. Alasan yang membuatnya nekat membawa Calista pulang ke rumah orang tua istrinya itu, di keesokan harinya.

“Kita pulang ke rumah orang tuaku, berarti nanti Mas enggak jadi kerja?” Calista tersenyum manis sambil menatap Sabiru penuh harap.

Sabiru yang takut salah jawab, berangsur tersenyum. “Nanti aku kerja online saja. Kamu mau jalan-jalan ke mana, apa gimana?” Sebisa mungkin, Sabiru sengaja memperlakukan istrinya lebih manis dari biasanya. Lihatlah, ditawari ingin liburan ke mana, Calista langsung tersenyum riang.

Calista langsung berpikir ingin pergi ke mana mengikuti tawaran yang diberikan oleh suaminya. “Aku pengin ke puncak, camping gitu, loh Mas!” rengek Calista seiring Sabiru yang menuntunnya keluar dari mobil.

“Coba kamu pilih lokasi yang kamu pengin, tapi jangan yang sampai naik gunung. Karena aku enggak mau kamu kecapaian!” ucap Sabiru wanti-wanti.

“Enggak sampai naik gunung sih Mas. Pengin yang, bangun tenda saja. Tidur di tenda, terus sampai bikin api unggun. Pengin masak-masak juga di sana, tapi cuma sama Mas. Eh, kaki dan tangan kanan Mas, oke, kan?” Kalista memastikan tangan kanan Sabiru yang kembali memakai kemeja lengan panjang, tapi bagian lengannya disingsing hingga siku.

Baik tangan maupun kaki kanan Sabiru yang patah, tetap tidak bisa kembali layaknya normal. Ada bekas sangat mencolok dan itu kerap membuat Calista sedih. Calista merasa sangat bersalah karenanya. Dan jika itu sedang terjadi, layaknya kini, Calista tak segan memeluk sekaligus menc-ium manja pipi suaminya.

“Ini lebih manja dari biasanya loh!” batin Sabiru yang langsung tersipu. Ia balas menempelkan hidungnya ke punggung hidung Calista.

“Buat kamu, semua yang ada dalam hidupku selalu baik-baik saja. Jadi serba bisa!” manis Sabiru kian menatap kedua mata istrinya penuh cinta.

Calista langsung tersipu, dan perlahan mengangguk-angguk.

“Kita ke mamah papah kamu dulu. Habis itu, kita ke rumah pohon. Mana tahu kamu pengin merasakan rumah pohon juga. Harusnya rumah pohonnya aman,” ucap Sabiru.

“Kalau ada mas Aqwa dan Ara, rumah pohonnya ibarat markas mereka!” ucap Calista dan langsung membuat Sabiru tertawa.

“Ya nanti kamu sekalian gabung loh. Jadi ketua atau malah prajurit!” ucap Sabiru di sela tawanya.

“Kalau sudah ketemu papah mamah, aku mau tidur lagi. Soalnya rasanya capek banget. Kayak meriyang, tapi enggak demam,” ucap Calista.

“Habis bangun tidur, kita ke rumah sakit. Atau, ke rumah sakitnya besok. Jadi, malam ini kamu puasa, biar besok langsung cek darah,” usul Sabiru.

“Harusnya enggak ada yang aneh,” ucap pak Helios tak kalah khawatir setelah sang menantu menceritakan perubahan Calista yang jadi sangat manja.

“Masih mau shalat dan ibadah lainnya, kan?” sergah ibu Chole memastikan.

Setelah kompak menatap khawatir Sabiru yang menceritakan perkembangan kabar Calista, pertanyaan ibu Chole barusan, membuat semua mata tertuju kepadanya.

“Masih, Mah. Hari ini saja, Lili langsung puasa Kamis. Ya gitu, ... jadi manja, jadi gampang capek. Meriang tapi enggak demam. Jadi, aku sengaja minta dia puasa malam ini, buat keperluan cek darah besok. Mau cek keseluruhan, bismillah semuanya baik-baik saja,” jelas Sabiru.

Ibu Chole mengangguk-angguk. Ia izin untuk masuk ke dalam kamar Calista karena kebetulan, mereka ada di depan kamar Calista yang sebelumnya, pintunya sengaja Sabiru tutup.

Dilihat sekilas, semuanya baik-baik saja. Calista yang kini tak sampai memakai kerudung, tampak layaknya biasa. Meski jika dilihat dari Calista yang tidur pulas, ibu Chole yakin, sang putri memang kelelahan.

“Semoga bukan apa-apa. Bismillah, takutnya memang guna-guna dari Yasnia. Soalnya Aqwa sama papahnya anak-anak bilang, bapaknya Yasnia dukun. Takutnya, meski Calista rajin ibadah, dampaknya tetap ada. Contohnya saja Sabiru. Selama ini Sabiru kena, tapi efek Sabiru masih mau ibadah, dampaknya enggak sampai fatal,” batin ibu Chole yang memang tak berani mengusik sang putri.

1
Sri Wulandari
lha malah buat keonaran bakar gedung tempat resepsi memangnya kalian berdua g takut nginep d hotel prodeo dasar pelakor & pebinor 😔
Sri Wulandari
blm kapok nich pebinor & pelakor blm sj para orangtua pengantin mantan mafia klu kalian g bs d bilangi sm cara baik² yg ada para mafia yg bakalan exsekusi kalian berdua hukuman mereka jauh lebih kejam😔
Sri Wulandari
pasti resepsi kejutan utk mu Calista sprti mas Kim dulu k mbk Ryuna😍😍🤗
Sri Wulandari
Yasnia sungguh tdk sopan & tdk tau malu pdhl sdh beri peringatan pak Helios sm Aqwa sj msh sj berani mengangkat telp bosnya klu Sabiru tau qm pasti d pecat karna sdh tdk sopan berani angkat telp bos mu tanpa ijinnya apalagi itu telp dr istrinya qm pasti sengaja
Sri Wulandari
Jawaban mu sangat elegan Calista membalikkan kata² lawan bicara mu dg mendoakan nya sesuai keinginan Yusnia benar² mantap & tepat sasaran 👍🤗
Sri Wulandari
msh g sadar jg Yasnia ini malah makin parah pkai guna² lg blm tau sj siapa mertua bos qm itu seorang indigo yg bs menerawang klu klrg ada mslh dg urusan tak kasatmata yg ada nti bs² balik k qm sendiri lho😔
Sri Wulandari
yasnia klu qm nekat mau merusak rumahtangga orang hati² yg ada nti qm d keluarin dr perusahaan qm kerja... apa qm g kasihan sm orangtua mu yg sakit² an apalagi qm jg punya 2 adik yg msh menjadi tanggungjawab mu.... bertaubatlah sblm qm menyesal hilangkan niat buruk mu itu utk menyakiti orang lain karna qm salah lawan
Sri Wulandari
apa Calista memutuskan hubungan dg Sabiru karna menjaga perasaan Hyera adiknya thour
ayu cantik
suka
sweetie belle
lah ini br tau hyera demen jg ama biru, baca kisah mrk kebalik2 🤣🤣
Nartadi Yana
Luar biasa
Nartadi Yana
wah bahaya lho menyumbangkan Asip tanpa tau yang meminumnya, soalnya itu akan jadi saudara sepersusuan
Nartadi Yana
udah pecat saja itu yasnia mau jadi pelakor
Nartadi Yana
nah ini masalahnya nggak tau bacanya harus yang mana dulu , bila ada urutan kapan outhornya bikin misalkan novel pertama, kedua dan seterusnya ...... aku suka 💗💗💗💗💗
sweetie belle: iy, harusnya gt jd baca jg berlanjut trus gak biz yg ini tus yg ono.. ini aja jujur aq bc dr anak2 akala dulu malahan br lanjur dr ortu mrk wkwkwk
total 1 replies
Nartadi Yana
wah si yasnia pingin jadi istri bos ini
Nartadi Yana
oh alista menghindar karena hyra suka sama sabiru baru ingat akunya
Nartadi Yana
apa alasan Calista menggindar apa ada ulet bulu dan salah paham
Mama lilik Lilik
Luar biasa
anikbunda lala
tingkahnyavsi Rain kok kaya si Azzam ya
anikbunda lala
hahahaha ... keturuanan si ojan asli ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!