Semburat warna kasih dan rindu menjelma menjadi setumpuk asa yang membiru. ketika hati saling tertahan untuk mengungkap rasa karena masa, berharap sang pemilik rasa mempertemukan dengan dia yang pantas dan tepat untuk berbagi rasa.
Pernah ngga sih.., kamu suka seseorang tapi sebelum mengungkapnya orang itu udah pergi ke tempat yang jauh. Padahal kamu yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Cinta yang tak terungkap di bangku kuliah diuji jarak dan waktu. Rasa Lau untuk Adrian yang tak lekang oleh waktu, hingga waktu berbaik hati mempertemukan. Tapi apalah daya sebuah ikatan menjadi penghalang. Akankah rasa itu berbalas dan menyatu.
Persahabatan, cinta, persaudaraan, dan kekonyoan berbaur membentuk pelangi keabadian nan indah.
Cinta yang tak terungkap membentuk warna yang unik, hingga lebih sulit dilupakan. Itu fakta menyebalkan tapi indah untuk dikenang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyith S., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Mungkin Inilah Takdir Terbaik
Tak terasa waktu mereka berlibur telah habis, saat ini mereka sedang menunggu keberangkatan pesawat menuju tanah air. Lau dan Renata menenteng tas mereka dan sebuah paper bag berisi makanan ringan. Jangan tanya bawaaan mereka. Setelah agak ribet dengan oleh-oleh yang over bagasi karena kebanyakan membeli oleh-oleh. Mereka terkekeh sendiri karena kalap belanja.
Alhasil mereka menitip bagasi ke orang travel yang kebetulan tidak membawa barang banyak, sehingga mereka bisa tenang. Lau menyeruput jus jeruk favoritnya sembari sesekali menimpali celotehan ponakannya yang sedang video call sama Maminya. Bocah itu memesan segala oleh-oleh yang ditawarkan ontynya yang membuat bagasinya over tadi.
Sekilas tadi Deinan membahas kalau tadi ketemu uncle ganteng di rumah eyang, maksudnya dirumah Lau. Sepertinya calon yang dipilihkan Papa Bagas tidak main-main, gencar silaturahmi. Pikir Renata hingga menyunggingkan senyum dibibir Renata.
“Napa luu.. senyum-senyum nda jelas, mentang-mentang tadi ayang beb bilang kangen banget” ujar Lau meledek kakak sepupunya
“ish.. nanti kamu juga ngerasain kalo udah sah” Rena meledek balik adiknya yang hanya disahuti dengan mengangkat bahu.
“Lau.. kamu beneran mengiyakan pilihan Papa, nda mau kamu kenalan dulu, lebih dekat gitu. Papa bilang kemarin kalau kamu bilang iya maka tidak pake tunggu lama langsung lamar dan acara” tanya Rena masih penasaran.
“iya.. tapi orangnya mau nunggu aku pulang kata Papa. Dia mau ketemu dulu dan aku diminta menjawab secara langsung, katanya biar aku mantap dan tidak menyesal nantinya. He.e.. lucu ya, padahal aku sudah mengiyakan siapapun pilihan Papa. You know lah Ren.. selama ini papa sangat selektif untuk urusan jodoh kita, ha.a..” cerita Lau sedikit mengenang kisah Renata dan suaminya yang sedikit ribet saat meminta restu keluarga besar.
Disaat semua meragukan suami Renata, hanya Papa Bagas yang mantap bilang setuju. Usut punya usut selama setahun terakhir Papa Bagas memantau segala pergerakan mereka. Dan tau kalau dia pasangan yang tepat untuk Renata, yang akhirnya membuat seluruh keluarga besar setuju.
“iya ya.. apalagi untuk putri kandung semata wayangnya, untuk aku aja yang ponakannya dia sangat selektif kayak detektif” celetuk Rena yang akhirnya membuat mereka terkekeh.
“kita tidak tau rencana Tuhan ya Ren, tapi entahlah kali ini aku yakin sepertinya ini takdir terbaik untukku” ucap Lau lirih
Sepupunya itu hanya mengangguk kemudian menggengam tangan Lau memberi semangat. Dan akhirnya panggilan naik pesawat untuk mereka terdengar. Mereka mengantri masuk dan akan melanjutkan perjalanan yang membutuhkan waktu cukup lama. Membutuhkan waktu sekitar sebelas hingga dua belas jam waktu terbang dari Istambul ke Jakarta.
Tepat pukul sepuluh dini hari orang tua Lau, Dei dan Papinya sudah siap menunggu di pintu kedatangan. Muka Deinan langsung berbinar ketika melihat Mami dan ontynya keluar, bahkan bocah kecil itu langsung berlari menghambur kepelukan mereka. Mungkin efek kangen hampir dua minggu hanya bertemu lewat video call.
Sepanjang perjalanan bocah itu terus berceloteh menceritakan seluruh kegiatan selama Mami nya tidak berada disampingnya, hingga cerita saat dia tidak berhasil menemukan kaos kaki favoritnya dan terpaksa keluar untuk membeli kaos kaki yang sama karena Dei tidak mau pake kaos kaki yang lain. Semua terkekeh, tidak habis-habis cerita bocah kecil yang sangat menyukai karakter spyderman itu.
Sementara Lau sudah terbang kealam mimpi dengan bersandar manja dibahu Mamanya. Papanya yang duduk dikursi samping sopir menoleh dan tersenyum melihat tingkah manja putrinya. Hingga getaran dari ponselnya mengalihkan perhatiannya.
“Assalamualaikum.. iya Nak Bayu.. Om sedang dalam perjalanan. Iya jemput Lau. Baiklah, kita ketemu jam satuan saja, atau Nak Bayu mau kerumah….. he.e.. baik kita ketemu dikantor om saja.. sip.. nanti om sampaikan, waalikumsalam” Papa Bayu menutup telfonnya kemudian tersenyum penuh arti.
Lau menguping sedikit pembicaraan Papanya, namun karena efek lelah dia tertidur lagi.
“ada salam dari nak Bayu untuk Mama dan Lau katanya” ucap Papa Bagas sambil menoleh kebelakang. Yang hanya diacungi jempol oleh istrinya yang tak mau berisik takut yang disebelahnya bangun.
“Kak Bayu,,.” Ucapnya dalam hati dan sedikit berfikir.
***
Dibelahan bumi yang sama seorang pria sedang membolak balikan berkas dan sesekali mengetukkan penanya diatas meja kaca kebesarannya. Dia nampak berfikir keras dan terlihat gundah dari beberapa hari yang lalu. Hingga membuat seseorang yang baru masuk tersenyum penuh arti.
“kenapa lagi Broo.. dia udah pulang kan, samperin gih biar hati tenaaangg..” ledek sekretaris sekaligus sahabatnya yang barusan masuk.
“tidak sekarang boy, dia baru aja pulang. Mungkin besok atau lusa gua baru kesana. Entahlah kok se nervous ini rasanya, belum ketemu aja udah deg-deg an tidak karuan, ha.a..” curhat pria itu sambil cengengesan memegang dadanya yang katanya seperti ingin loncat ketika membayangkan bertemu dengan gadis pujaannya.
Pernyataannya membuat sang sekretaris tertawa kencang, “ha.a.. broo.. elu ngadepin client, bahkan berbicara didepan banyak pengusaha hebat dan awak media perasaan biasa aja, lah ini baru ngebayangin ketemu do’i aja udah se’nervous itu, kayaknya efek gak pernah fall in love sih lu sampai setua gitu, kwk.wk.kk..” ledek sahabatnya.
Pria itu hanya menanggapinya dengan kekehan kecil kemudian melanjutkan pekerjaannya menandatangani beberapa berkas yang sudah numpuk karena dari tadi hanya dibolak-balik saja. Wajar karena badan dan pikirannya dari tadi tidak singkron. Badannya diperusahaannya namun pikirannya melalang buana kemana-mana.
***
Pagi yang teramat cerah, setelah tidur panjangnya semalam Lau merasakan badannya telah segar kembali seperti mendapat kekuatan baru. Lau mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju butiknya. Sembari menikmati alunan musik dari westlife favoritnya, walaupun band itu ada dia baru lahir namun karena orang tuanya sering memutar lagu-lagunya jadi Lau ikutan suka.
If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever, oh, so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong
Our dreams are young and we both know
They'll take us where we want to go
Hold me now, touch me now
I don't want to live without you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you
If the road ahead is not so easy
Our love will lead the way for us
Like a guiding star
I'll be there for you if you should need me
You don't have to change a thing
I love you just the way you are
So come with me and share the view
I'll help you see forever too
Hold me now, touch me now
I don't want to live without you