NovelToon NovelToon
GADIS REBEL YANG IMUT

GADIS REBEL YANG IMUT

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Wanita Karir / Nikahmuda / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Piyuu kim

Tumbuh di dalam keluarga yang harmonis dan mempunyai dua sahabat yang selalu menemaninya, kehidupannya tak pernah merasa kekurangan. Bukankah kehidupan seperti ini yang di harapkan oleh semua orang? Namun apakah itu akan bertahan selamanya? Jawabannya, tidak.

Kesialan menimpa dirinya ketika Ayahnya mengharuskan Lee Joena untuk mengurus perusahaan yang sama sekali tak ia mengerti di usia yang se muda itu, di tambah lagi ia harus bertemu dengan CEO sinting yang hatinya sedingin kutub utara yang akan menjadi partner bisnisnya nanti.

Ia mengira bahwa kehidupannya akan selalu beruntung dan berpihak padanya, namun ternyata Joena tak seberuntung itu. Kisah percintaannya tak semulus orang lain dan Ia sempat di khianati oleh kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Piyuu kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebenaran// TW cheating

  Malam pun berlalu dan berganti dengan mentari yang mencoba menampakkan dirinya dari balik awan, menyebarkan semburat merah jingga di luasnya langit yang terbentang. Kini hembusan angin yang masuk melalui ventilasi udara dan kicauan burung bercicit di sepanjang pagi terasa sangat menenangkan.

Dering Alarm kian berbunyi mengganggu atensi wanita yang masih terlelap dalam tidurnya, gadis mencoba membuka netranya sayup-sayup yang ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 05.00 dini hari. Rasanya tidak masalah jika Joena menunda untuk bangun sebentar lagi bukan?

 Joena menyadari hari ini ada meeting pagi pada pukul 07.00, ia terlonjak dan terpaksa untuk segera bangun dari tidur lelapnya. Andai saja dirinya masih menjadi gadis kuliahan yang tak perlu memikirkan lelahnya meeting bersama orang-orang yang ada di kantornya, mungkin sekarang dirinya bisa bebas melakukan apapun yang ia mau. Namun takdir berkata lain ketika ayahnya memutuskan kepada Joena untuk meneruskan bisnisnya. Joena bukan lagi gadis kecil yang bisa seenaknya bermain-main dan tak kenal waktu, baginya sekarang waktu adalah uang. Maka dari itu ia segera bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badan dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

"oh iya, minggu depan ulang tahun Candy. Kalau gitu gue harus persiapkan kado yang tercantik buat dia"

 Sebelum dirinya benar-benar masuk ke dalam kamar mandi, ia lebih dulu melihat kalender dan menyadari bahwa minggu depan adalah hari spesial untuk sahabatnya, ia berencana untuk membeli kado yang sesuai untuk Candy, gadis yang selalu menyukai apapun tentang warna merah muda.

Joena meminta Jason agar menemaninya membeli sebuah hadiah untuk Candy, ia menelpon kekasihnya itu tak sabar ingin memberi tahu lewat telepon selulernya sebelum dirinya beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

Hanya butuh waktu satu menit untuk Joena mendapatkan jawaban dari Jason. Pemuda itu memulai pembicaraannya dengan sapaan hangat yang biasa di lakukan oleh sepasang kekasih pada umumnya.

"morning babe, kamu hari ini sibuk ngga?"

"morning too sayang. engga babe, kenapa hm? kamu mau hangout?"

"nanti temenin aku beli kado buat candy ya babe, sekitar jam satu siang"

"okay baby, see u"

Ternyata Jason tak menolak ketika Joena memintanya untuk menemani dirinya pergi membeli hadiah.

Joena tersenyum di depan cermin kamarnya dan kembali meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian ia melanjutkan kegiatannya di dalam kamar mandi untuk bersiap pergi ke kantor.

30 menit kemudian

"sayang, sini turun sarapan sama mommy daddy" ucap Minyoung sedikit berteriak agar Joena bisa mendengar suaranya dari dalam kamar.

"iya sebentar mom, Joena lagi siap-siap"

"jangan lama-lama sayang, nanti kita terlambat meetingnya" Jonathan mengingatkan kembali bahwa ada meeting pagi kepada anak gadisnya yang sekarang masih belum keluar dari kamar tidurnya.

Tak berselang lama akhirnya Joena turun dan bergabung bersama ayah bundanya di meja makan. Ia meminum segelas susu dan mengambil potongan roti yang sudah di olesi butter oleh ibundanya.

"emang kamu dandan untuk siapa hm? lama banget daddy sampai capek nunggunya" Jonathan bertanya kepada anak gadisnya yang pipinya menggembung akibat mulutnya yang penuh dengan roti.

"for myself, kan nanti ada meeting, jadi Joena harus on point daddy" Jawabnya dengan kesusahan akibat mulutnya terlalu penuh.

"oohh, bukan buat Seokjin?" Ayahnya itu suka sekali menggoda Joena hingga telinga anaknya berubah menjadi merah akibat menahan malu.

"udah ayo berangkat, nanti Joena terlambat" Joena mengalihkan pembicaraan dan mengajak ayahnya untuk berangkat ke kantor. Kedua orang tuanya hanya terkekeh mendengar ucapan Joena yang mereka tahu betul hanya untuk pengalihan saja. Bagaimana bisa dirinya berkata seperti itu padahal yang sedari tadi menunggu adalah Jonathan bukan dirinya.

Setelah berpamitan dengan Minyoung, Joena dan ayahnya kini telah meninggalkan rumah dan berjalan menuju kantornya. Tak banyak pembicaraan yang terdengar di dalam mobil karena Joena terlelap melanjutkan tidurnya yang tadi sempat terganggu oleh Alarm yang berbunyi. Jonathan melirik sekilas ke arah gadis itu dan tersenyum simpul, ia merasa bangga dengan Joena. Gadis kecilnya itu sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Jonathan mengusap rambut Joena dengan lembut menggunakan tangan kirinya.

"you did it well sayang, daddy bangga sama kamu" itu kalimat yang Jonathan ucapkan kepada anak bungsunya dengan sangat tulus. Jonathan berharap anak perempuan satu-satunya itu bisa tetap hidup bahagia meskipun ia tak bisa berada di sampingnya selamanya.

tiga puluh menit sudah akhirnya mereka sampai pada tujuan utamanya, Jonathan memarkirkan mobil di barisan mobil lainnya yang berada di basement gedung John's Lee company. Ia lantas membangunkan gadisnya yang masih belum membuka mata selama di perjalanan.

"Jojo bangun yuk sayang, kita sudah sampai" Ia terus mengusap lembut rambut bagian depan Joena agar yang lebih muda itu mau membuka mata, Joena mendengar sayup-sayup suara Ayahnya yang sedang berusaha membangunkannya. Ia kemudian bangun dan merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Joena lama banget ya dad bobonya?"

"engga sayang, udah ayo turun"

  Keduanya memasuki ruang rapat yang sudah di siapkan oleh Lisa selaku manager Joena. Sebenarnya sudah cukup orang namun rapat belum bisa di mulai karena harus menunggu seseorang yang entah mengapa belum juga terlihat atensinya. Beberapa saat kemudian Seokjin datang dengan investor Kim dari perusahaan lain, Joena kaget karena ia mengira Seokjin tak ikut serta dalam rapatnya kali ini. Ia menundukkan pandangannya dan berharap rapatnya lancar sesuai jam yang di targetkan agar ia bisa pergi bersama Jason nanti.

Kini rapat pun selesai dengan lancar dan sesuai dengan apa yang Joena harapkan. Orang-orang yang semula berada di meja panjang pun bergantian keluar meninggalkan tempat itu. Kini hanya menyisahkan Joena dan Seokjin yang masih sibuk merapikan beberapa map di depannya.

"Mau makan siang bareng saya Joena?" Seokjin membuka suara terlebih dahulu kepada pemuda yang duduk di seberangnya.

"emm, kayaknya gue ngga bisa. gue mau pergi sama Lisa" Joena berbohong, ia tak tau harus mencari alasan apa untuk menjawab pertanyaan rekan bisnis nya itu, tentu Seokjin tak mudah percaya dengan apa yang Joena katakan barusan.

"look at my eyes if you talk to me Joena" Joena yang sibuk dengan tumpukan berkasnya pun mendapat teguran oleh Seokjin ketika ia berbicara tetapi tak menatap mata sang lawan bicara. Joena hanya mendengus dalam hati, ia takut akan semakin kelihatan berbohong jika menatap mata Seokjin sambil dirinya berbicara. Mau tak mau gadis itu menuruti perkataan Seokjin dan mengulang jawabannya, kali ini ia sedikit memperhalus kalimatnya. "ngga bisa oppa, Joena mau pergi sama Lisa" dan hanya mendapat anggukan oleh laki-laki yang saat ini sudah berdiri dan bersiap diri untuk pergi.

  Joena bertemu dengan Jason di sebuah cafe kecil yang jaraknya tak jauh dari perusahaan. Ia mengendap ketika keluar dari kantornya. Beruntungnya Jonathan ada rapat lain bersama Lisa sehingga dirinya bisa diam-diam untuk menemui Jason. Joena tak punya banyak waktu untuk pergi dari kantornya di jam seperti sekarang ini. Ia lalu meminta Jason untuk bergegas pergi ka Mall tujuan yang sudah Joena katakan sebelumnya.

  Seokjin yang mengetahui Lisa tak mungkin pergi dengan Joena karena ada meeting lain itu pun mencoba untuk mengikuti Joena pergi dari kejauhan. Ia sengaja menyuruh managernya untuk mewakilkan meeting bersama Jonathan, ia beralasan kepada HoSeok bahwa ada hal penting yang harus dia lakukan, namun apakah menguntit seseorang bisa di katakan dengan hal penting seperti yang ia katakan itu?

 Joena dan Jason berada sedikit jauh dari mobil yang Seokjin kendarai. Seokjin terus mengikuti kemana arah mereka pergi hingga mobilnya memasuki Mall yang cukup besar. Ia bingung kenapa mereka ke tempat seperti ini pada jam kerja, namun ia tetap tak berhenti mengikuti Joena hingga mobil yang ia ikuti kini sudah terparkir dan dirinya ikut memarkirkan mobilnya sendiri sambil menunggu Joena masuk ke dalam.

  Joena berada di salah satu toko yang memamerkan berbagai perhiasan mewah, atensinya tertuju kepada sebuah bracelet titanium yang cukup membuat Joena terpana. Dirinya merasa akan sangat cantik jika Candy yang memakainya.

Sementara Jason duduk di kursi tunggu sambil memainkan ponselnya dan tak ikut membantu Joena yang sedang memilih hadiah untuk sahabatnya.

Ia sibuk dengan kepentingannya sendiri hingga satu suara memecah fokusnya yang sedari tadi asik pada benda pipih itu.

"babe, cantik ngga?"

Joena menunjukkan gelang yang tadi ia pilih dan memakainya di tangan kirinya, namun respon Jason hanya anggukan singkat dan senyuman yang sangat tipis. Joena tak terlalu menanggapi itu, ia melanjutkan acaranya untuk melihat-lihat perhiasan yang lain lagi.

💌 tiga pesan baru dari Laura

"udah berani ngga angkat telpon gue? "

"gue samperin ke tempat lo sama Joena biar Joena tau sekalian "

"kalau lo masih mau aman, temuin gue di toilet ujung. gue tunggu lima menit dari sekarang"

 Dering ponsel yang berkali-kali terdengar dari genggaman tangan Jason itu membuatnya frustasi, berkali-kali juga Jason menolak panggilan tersebut namun gadis itu tetap saja menelponnya. Ia tak ingin Joena curiga dan memilih untuk mengubah stelan panggilannya menjadi hening hingga akhirnya sang penelpon memilih untuk mengirimkan beberapa pesan singkat melalui iMessage-nya. Bagaimana bisa wanita jalang itu berani mengancamnya disaat situasi Jason sedang bersama Joena?

"babe, Aku tinggal sebentar ngga apa-apa kan? Aku mau ke toilet"

"iya, jangan lama-lama ya. bentar lagi Aku udahan"

  Jason meminta izin kepada Joena untuk pergi ke toilet dan Joena tak berfikir panjang untuk meng-iya-kan perkataannya. Jason sedikit berlari ke arah toilet yang berada lumayan jauh dari tempat Joena memilih hadiah, ia tergesa-gesa untuk menemui gadis yang mengancamnya melalui pesan singkat itu. Dirinya tak terima jika kebusukannya harus terbongkar di saat yang sangat tidak tepat seperti sekarang ini. Ia kemudian menelpon gadis yang bernama Laura itu untuk menentukan dimana letak posisinya sekarang. Tak butuh waktu lama, Laura mengatakan dirinya di dalam toilet pria yang berada di paling ujung dan Jason langsung menemukannya.

Ia tak menyadari ada seseorang yang juga mengikutinya dari belakang, Lagi dan lagi Seokjin harus menyaksikan kebusukan Jason di belakang Joena. Seokjin menguping pembicaraan keduanya bak penguntit, ia rela melakukan itu demi orang yang sudah ada tempat di hatinya.

"what the hell are you doing Laura?? gue udah bilang sama lo ngga usah ganggu gue kalau lagi sama Joena"

"I don't fucking care, kenapa? lo udah takut kalau Joena tau? lo bilang sama gue ngga cinta sama dia ya bangsat!!"

"kalau gini lo gagalin rencana gue namanya, lo mau apa sekarang gue tanya?"

"fucked me, now"

"lo gila, gue ngga mau"

"let's show this to Joena then"

Jason semakin frustasi ketika Laura mengancamnya akan menunjukkan sebuah foto dirinya dan Laura yang tak mengenakan busana sehelai pun, sejak kapan Laura mempunyai foto seperti itu? yang Jason tahu, ketika dirinya tengah menggagahi tubuh Laura dia sama sekali tak memegang ponsel dan hanya menikmati permainan yang dia buat. Namun kini bukti kuat sudah berada di tangan wanita jalang itu jadi mau tak mau Jason harus terpaksa melakukan hal yang tak senonoh di toilet umum, lagi.

Seokjin merekam aksi mereka berdua melalui lubang kecil pada sela-sela pintu, sialan Seokjin hampir memuntahkan seluruh isi perutnya melihat kelakuan bejat Jason dan wanita jalangnya. ia mati-matian menahan rasa mualnya hanya untuk mendapatkan rekaman itu dengan jelas. Setelah dirinya mendapat bukti yang ia inginkan, kemudian dirinya dengan cepat bergegas meninggalkan tempat terkutuk itu.

Seokjin menarik nafas dalam-dalam ketika dirinya berhasil melarikan diri, kemudian ia mengirin hasil rekaman itu kepada Joena menggunakan nomor teleponnya yang lain.

Joena baru saja selesai membayar barang belanjaannya, ia kemudian keluar dari toko tersebut dan berniat untuk menunggu Jason di kursi panjang yang tersedia di depan Jewel's store tersebut. Namun baru saja ia mendaratkan bokongnya pada papan kayu yang sudah di lapisi dengan cat berwarna putih itu di kagetkan dengan notifikasi yang masuk ke ponsel genggam nya. Ia meraih benda itu dari dalam tas dan melihat apakah itu pesan dari kekasihnya, namun yang Joena terima adalah pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Joena awalnya ingin meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas, namun terdapat notifikasi lagi dari nomor yang sama, akhirnya ia memutuskan untuk membuka pesan tersebut.

[foto.jpg]

[foto.jpg]

[video.03.35]

toilet pria paling ujung dekat glory bakery

Joena mengernyit bingung, ia tak mengerti apa maksud pesan yang di kirim oleh seseorang yang tak di kenalnya. toilet pria? foto dan video apa? otaknya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu di kepalanya. Ia kemudian mengunduh dua foto dan satu video pendek yang berdurasi tak sampai empat menit itu. Ia melihat dengan cermat terhadap gambar yang sedikit blurry, ia kurang yakin jika hanya melihat foto yang tak jelas gambarnya dan kemudian ia memutar satu video dengan volume paling rendah. Melihat sosok seseorang di dalam video tersebut Ia langsung teringat bahwa Jason belum juga balik dari toilet sedari tadi, akhirnya Joena memutuskan untuk menyusul Jason kesana.

Joena berjalan dengan tergesa menuju toilet mana yang di sebutkan oleh seseorang dalam room chatnya, ia tak mau menelan berita mentah-mentah tanpa mencari tahu terlebih dahulu, Joena bukan seseorang yang gampang percaya meskipun itu kebenarannya. Sesampainya di toilet tujuan, Joena berjalan mengendap dan sangat pelan hingga sama sekali tak terdengar suara gesekan heels-nya dengan lantai. Beruntungnya toilet itu masih sepi sehinga dengan mudah ia masuk kedalam toilet pria. Joena kesulitan ketika berusaha mengintip lewat celah pintu, namun ia tetap berusaha demi mendapatkan sebuah kebenaran.

ponselnya merosot ke lantai hingga terdengar benturan yang cukup keras, tubuhnya lunglai seakan ootot-otonya putus dan raganya menghilang dari dalam tubuhnya, hatinya hancur ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri seseorang yang amat ia cintai melakukan perbuatan yang sama sekali tidak pantas. Jantungnya berdetak sangat kencang dari ritme semestinya, sakit. Joena merasa sangat sakit mengetahui kebenarannya bahwa kekasihnya itu bermain cinta dengan wanita lain di depan matanya. Joena tak pernah menyangka hubungannya akan sampai di tahap Ia di selingkuhin oleh Jason, laki-laki yang sudah hampir dua tahun bersamanya.

Joena tersadar dari lamunanya dan dengan cepat Ia mengambil ponsel yang sempat terjatuh kemudian pergi dengan secepat mungkin dari toilet sialan itu sebelum seseorang dari dalam sana mengetahui bahwa dirinya tengah menguntitnya.

Joena berhasil keluar dari toilet itu dan kini dirinya berada di sebuah basement tempat mobilnya terparkir, Ia terhuyung kebelakang dan hampir terjatuh karena kehilangan kesadarannya, namun tubuhnya tak sampai menempel dengan lantai karena tangan seseorang dengan tak sengaja menompangnya dari belakang.

Joena menoleh kearah seseorang yang menolongnya.

"Oppaaa"

Itu Seokjin, pria yang sedari tadi mengikutinya dari kantor dan juga mengirimkan bukti perselingkuhan kekasihnya. Joena langsung memeluk erat tubuh laki-laki yang sekarang sedang berhadapan dengannya, Ia menangis meraung di pelukan Seokjin, Ia sungguh tak sanggup menerima semua ini, otaknya tak mampu memproses kejadian yang begitu cepat terjadi di hidupnya. Joena tersendu dan tak ingin melepaskan pelukannya dengan Seokjin, yang lebih tua membalas pelukan Joena dengan lembut, Ia berusaha menenangkan gadis rebelnya berharap Joena akan mendengarkan namun nihil, Joena menangis semakin kencang dan terus menyalahkan diri sendiri akibat kebodohannya selama ini.

"huussttt, Joena ayo kita masuk ke dalam mobil dulu,jangan disini nanti di lihat orang ngga baik. mana kunci mobilmu?"

Seokjin mencari-cari kunci mobil Joena dan langsung di berikan oleh sang pemilik mobil itu.

Keduanya kini tengah berada di dalam mobil, namun Joena masih tetap tak mau berhenti menangis hingga matanya sangat sembab dan raut wajahnya yang terlihat sangat berantakan.

"tolong bawa Joena pergi yang jauh oppa"

Seokjin tak mau banyak tanya untuk sekarang ini, yang harus Ia lakukan adalah menuruti permintaan gadis rebelnya. Ia tak tau harus membawa gadis itu kemana, Namun ada salah satu tempat yang menurutnya sangat nyaman di datangi ketika kondisi hati sedang tidak baik, yaitu pantai.

Joena sempat tertidur ketika di perjalanan menuju pantai, Ia terlalu lelah menangis hingga dirinya tak sadar telah memejamkan matanya dengan sempurna.

Seokjin membuka seatbelt miliknya dan menunggu hingga Joena membuka mata, Ia memandangi wajah Joena yang teramat cantik. Joenanya terlihat lebih cantik ketika sedang terlelap dan tak menunjukkan sisi rebel dari dirinya. Ia tanpa sadar mengulas senyuman pada bibirnya, ini kedua kalinya Seokjin melihat Joena tertidur di sampingnya dan Ia harap kelak akan bisa seperti ini selamanya dengan gadis yang sekarang telah mengisi penuh ruang di hatinya.

Room chat Seokjin dan HoSeok

"hos, nanti ambil mobil saya di basement mall Central. Saya sedang bersama Joena"

"terus lo pake mobil siapa sekarang?"

"mobil Joena"

"dih, laki apaan lo ngga modal. terus ngapain tuh pake saya-saya segala orang bukan urusan kantor juga, guru bahasa lo hah? baku bener tuh kalimat"

"brisik"

...----------------...

1
mb appi
pantes aja di cintai nalen, cakepnya kek gitu🙄😖
mb appi
bener² manja😂
mb appi
kok aku ngakak😅, nalen lagi meresapi kesunyian eh si ceweknya datang. nggak jadi sunyi deh wkwk
mb appi
huhhh Yoongi 😐
mb appi
🤣🤣🤣dengan santainya ngatain abang kesayangannya sendiri
mb appi
loh Nalen belum tau to ternyata anak kandung atau bukannya😳
mb appi
seru, semangat author 💐❤❤❤
mb appi
🔥🔥🔥
mb appi
Semangat nalenn💋😅
mb appi
waowwww🔥🔥🔥
mb appi
"nggak mau, nalen juga harus pukul dia" ,,,,, kiyowo🤣
mb appi
dah dig dug der dehhh😬
mb appi
belum bajuan?? 😭🤣🤣
Rofiwan
baru mulai udah keren/Smile/
Piyuu Kim: terimakasih sudah mampir💜
total 1 replies
Amy Abs
nah kan udah baca ini dulu🤣🤣 baca ulang biar makin inget😍
Piyuu Kim: 🤣🤣yaampun eonni
total 1 replies
Amy Abs
wkwkwwk
Amy Abs
buang2 kesempatan 😫
mochiii
Denial Mulu joena pdhl kemarin habis minta kiss
mochiii
bangs** Jason mulutnya
mochiii
menyala ketua black venom🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!