NovelToon NovelToon
Mas Kulkas

Mas Kulkas

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:993.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Pengkhianatan oleh adik sepupunya membuat dia, Gavin Agha Wiguna menjadi manusia kulkas berjalan. Hatinya sudah membeku dan sangat sulit untuk mencair.


Hingga pada sebuah kesempatan yang tak direncanakan, dia bertemu dengan perempuan yang pernah dia isengi sewaktu dia masih remaja. Perempuan itu semakin cantik dan manis. Sayangnya, perempuan itu dikabarkan sudah menjadi pacar dari adik sepupunya.

Akankah kejadian tujuh tahun lalu akan terulang lagi? Dengan cerita yang berbeda, di mana Gavin Agha Wiguna yang menjadi pengkhianatnya? Ataukah dia yang terus mengalah dan menjadi semakin dingin seperti kulkas empat pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Tak Membalas

Salju tersenyum ketika melihat cincin yang begitu manis melingkar di jari manisnya. Sungguh dia merasa sangat beruntung. Diperlakukan bagai ratu oleh seorang anak konglomerat ternama.

.

Tatapan tajam Reksa berikan kepada Agha yang baru saja tiba di rumah tepat di jam enam pagi. Agha yang hendak melanjutkan langkah pun terhenti ketika mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Reksa.

"Bisa lu jelaskan video ini?"

Agha membalikkan tubuh. Reksa sudah memutar video dari ponselnya. Agha malah tersenyum tipis.

"Masa peretas kalah sama video itu?" ejek Agha.

"Bajing!!"

Agha pun tertawa sambil menatap wajah kesal Reksa.

"Jelasin!!"

Reksa sudah menarik kerah baju Agha. Memaksa Agha untuk ikut duduk bersamanya di ruang makan.

"Sama seperti yang di video."

"Pacaran?" tanya Reksa.

"Langsung gua jadiin calon istri."

"Si bang sat!" umpat Reksa tak percaya.

Agha menatap Reksa dengan sangat jengah. Apalagi melihat wajah Reksa yang seakan tak percaya dengan ucapannya.

"Lu jangan pernah mainin cewek, AGHA!" Reksa terlihat begitu geram kepada sahabatnya.

"Lu punya adik cewek. Karma berlaku mas bro," lanjut Reksa.

"Kapan sih gua mainin cewek? Malah cewek yang mainin perasaan gua," balas Agha. Terlihat masih ada rasa sakit dari sorot matanya.

Agha menyandarkan tubuhnya di kursi meja makan. Dia memejamkan matanya. Bayang wajah Salju yang kini hadir.

"Kenapa bisa semudah itu lu jadiin Salju calon istri?" Reksa masih tidak mengerti dan membutuhkan penjelasan yang mendetail.

"Feeling gua mengatakan kalau gua sama dia ditakdirkan untuk saling melengkapi. Tujuh tahun yang lalu, pertama kali gua bertemu dengan dia. Pada saat itu gua yang membantu mengobati dia. Dia selalu berlindung di samping gua dan gua pun merasa gak keberatan. Padahal, pada saat itu gua sedang berada di fase sedang sakit-sakitnya. Tapi, ketika dia ada di dekat gua, rasa sakit itu hilang."

Reksa mendengarkan penjelasan detail dari sahabatnya itu. Selama tujuh tahun berada di negeri orang, Agha lebih tertutup dari sebelumnya.

"Ketika gua balik ke Jakarta dengan sisa rasa sakit yang masih sedikit melekat, gua dipertemukan dengan dia tanpa sengaja di rumah sakit. Bahkan dia yang menjadi dokter pribadi gua. Ketika kita ke Singapura pun kita bertemu dengan dia. Malah kita yang menyelamatkannya. Sekarang, ketika di Jogja, gua dipertemukan dengan dia lagi. Apa itu sebuah kebetulan? Atau takdir Tuhan?"

Reksa tersenyum mendengarnya. Dia sangat merindukan Agha yang seperti ini. Bercerita panjang lebar dan lebih terbuka. Sungguh membuat Reksa merasakan jika Agha sahabatnya sudah kembali.

"Gua gak tahu," jawab Reksa.

"Yang jelas, gua sangat berterimakasih sama Salju."

Agha membuka mata, dia menatap Reksa dengan begitu lekat. Dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Reksa.

"Salju mampu mengembalikan sahabat gua, Gavin Agha Wiguna. Tujuh tahun belakangan ini gua merasa kalau sahabat gua itu sudah berubah. Bukan Agha yang gua kenal. Tapi, hari ini ... Agha sahabat gua, bestie gua sudah kembali."

Agha pun tersenyum dengan begitu lebar. Reksa berhambur memeluk tubuh Agha. Dia sudah menganggap Agha saudaranya sendiri.

"Gua akan selalu dukung setiap keputusan lu."

.

Di jam istirahat, Agha duduk di kursi sambil menatap layar ponselnya. Banyak sekali pesan yang dikirim oleh Salju kepadanya. Setiap kali Agha membaca pesan Salju, dia pasti tersenyum.

"Laporan," gumamnya dengan wajah yang sangat bahagia.

Namun, sengaja Agha tak membalas pesan dari Salju. Dia hanya membacanya saja.

"Buset dah. Lu apa-apaan?"

Reksa datang dengan gelengan kepala sambil mengoceh. Matanya menatap tajam sang sahabat.

"Si Leo lu kirim ke Magelang buat mata-matain Salju?"

Leo adalah teman Reksa juga Agha yang bertugas menjadi bodyguard kelas kakap. Agha hanya tersenyum tipis.

"Posesif amat lu!" Reksa masih bersungut-sungut.

"Gua cuma melindungi calon istri gua," balas Agha.

"Bucin banget lu jadi cowok," ejek Reksa.

"Geli gua," lanjutnya.

.

Semua pesan yang Salju kirimkan tak jua dibalas oleh Agha. Sang pengirim pesan pun menghela napas kasar. Dia baru selesai kegiatan. Dia segera menghubungi Agha di jam sepuluh malam.

Panggilan tak kunjung dijawab, Salju pun mendengkus kesal. Antara kesal dan takut terjadi sesuatu dengan Agha. Dia mencoba untuk menghubungi Agha kembali.

"Halo." Suara berat terdengar.

"Mamas udah tidur?"

"Hem."

Salju pun tak bisa berkata. Dia segera mengakhiri panggilannya karena tidak ingin mengganggu lelaki yang kini sangat menyebalkan untuknya.

"Kamu serius gak sih Mas sama aku?" Salju mulai ragu kepada Agha. Dia seperti cinta sendiri, bucin sendiri.

Hari kedua sebelum dia berangkat kegiatan, dia mengirimkan pesan kepada Agha. Lagi dan lagi pesannya hanya dibaca tanpa dibalas. Salju pun tak mengerti dengan jalan pikiran Agha. Dia ingin marah, tapi dia masih ada kegiatan yang mengharuskan dia meletakkan ponselnya sampai acara selesai.

"Aku gak minta lebih, Mas. Balas pesan aku."

Sampai kegiatan berakhir, tak ada satu pun pesan dari Agha. Salju menghela napas sangat kasar. Rasa kesal menyelimuti hatinya. Dia menatap jari manisnya. Amarahnya membuatnya ingin melepas cincin itu, tapi rasa cinta yang dia miliki melarangnya untuk melakukan itu.

"Oke. Aku ikutin cara kamu, Mas."

Salju bertekad untuk tidak menghubungi Agha. Dia benar-benar marah kepada lelaki itu.

Hari terakhir, Salju dan rombongan akan ke Candi Borobudur. Dia terlihat sangat antusias begitu juga dengan yang lainnya. Sesekali dia teringat akan Agha, tapi dia mengabaikan saja.

"Belum tentu dia ingat sama aku," ujar Salju di dalam hati.

Setelah dua hari berkutat dengan bakti sosial yang melelahkan, akhirnya mereka bisa menikmati keindahan alam yang memanjakan mata. Salju tertawa bersama rekannya. Mengambil banyak foto dengan wajah yang sangat bahagia. Belum lagi candaan yang membuat suasana begitu ramai.

Lelah bersua foto, Salju mulai duduk di undakan anak tangga. Melihat foto yang dia ambil satu per satu. Lengkungan senyum pun terukir di wajahnya. Seketika dahi Salju menegang ketika merasakan kepalanya tak panas. Seperti dihalangi oleh sesuatu. Dia melihat di depannya ada bayangan seorang pria. Ketika dia menoleh, wajah tampan, tapi datar dia lihat.

Wajah Salju berubah seketika. Dia memilih untuk berdiri dan pergi dari sana. Orang itu malah tersenyum melihat Salju yang pergi meninggalkannya. Namun, dia segera mengejar Salju dengan langkah lebarnya. Tangan Salju mampu dia raih dan membuat langkah Salju terhenti.

Tak ada kata dari orang itu, tangannya menggenggam erat tangan Salju dan membawanya pergi dari sana.

"Lepas!"

Namun, orang itu masih bergeming dan membawa Salju ke tempat yang lebih sepi dan tak bisa dilihat oleh para rekan Salju. Salju ingin melepaskan genggaman tangan itu, tapi tak orang itu biarkan.

"My snow."

Akhirnya, orang itu membuka suara. Mata Salju pun mulai memerah. Dia memukul dada Agha dengan cukup keras.

"Sebegitu sulitkah membalas pesanku, Mas? Aku menunggu balasan dan kabar dari Mas, tapi Mas seakan acuh." Salju terlihat begitu geram. Agha pun terdiam.

"Mau Mas apa? Kalau Mas tidak serius dengan aku, kenapa Mas mengumbar janji manis kepadaku. Mas tahu, aku terlalu lemah dengan kata manis lelaki," ucapnya begitu lirih. Air matanya pun mulai menganak.

Agha tersenyum dan mengusap lembut air mata yang sudah turun di ujung mata Salju.

"Ketikan manis hanya untuk mereka para buaya yang bisanya membuat hati wanita berbunga hanya dari kata. Sedangkan Mas, akan membuat kamu berbunga dan bahagia dengan sebuah tindakan nyata." Salju pun terdiam.

"Jangan berharap Mas akan mengirimkan kata manis untuk kamu, My snow," ucapnya dengan lembut, tapi penuh penekanan.

"Tapi, Mas akan selalu berusaha melakukan hal-hal yang akan membuat kamu bahagia bahkan akan selalu kamu ingat sampai nanti kita tua." Suasana pun mendadak hening.

"I Miss you so much, My Snow. Don't leave me again." (Aku merindukan kamu, Saljuku. jangan pergi tinggalkan aku lagi)

Salju berhambur memeluk tubuh Agha. Agha pun membalas pelukan Salju dengan begitu erat.

"Ini kegiatan pertama dan terakhir untuk kamu."

Salju terkejut mendengar perkataan Agha. Dia mengendurkan pelukannya dan menatap Agha.

"Setelah ini, kamu tidak boleh pergi tanpa Mas."

"Tapi, Mas--"

"Tidak ada bantahan My snow Sayang." Kecupan manis pun Agha berikan di kening Salju.

"Posesif," dumal Salju pelan.

"Karena Mas ingin buat kamu positif," bisik Agha hingga membuat bulu kuduk Salju berdiri.

...***To Be Continue***...

Banyakin dong komennya, biar up lagi.

1
Visencia Alingga
semangat dan sukses selalu ❤❤❤
Visencia Alingga
yg di rasain agha itu bkn drama, itu bentuk dr rasa sakit yg udh kependem lama sebuah tuduhan tak berdasar yg di awali penghianatan dr org terdekat jg dr sebuah tuntutan keluarga utk selalu jd pelindung dan jd org terkuat di keluarga, di tuntut utk selalu memberi contoh yg baik(biasanya trauma seperti itu 80% nya di alami oleh anak sulung). jd ya wajar merasa seperti itu 💪💪💪
aryani
😍😍😍
aryani
y gt nasib anak bungsu
aryani
hahahaha reksa esmoni😁😁😁
TEGUH Liliana
MANTAAPPPP. Bener cewek ga tau diri dan bersyukur serta ga punya urat malu ngapain dialusin?!
Violet
Agha bukan tdk mau ataupun tdk bisa move on tp karna terkejut kecewanya itu dtg dr kluarganya sndiri yg dimana slalu mengagungkan kluarga adl yg paling utama apalg Agha slalu ditekankan utk slalu mengalah lalu tiba2 di suruh mengalah lg pdhal jelas2 saudaranya sndiri yg berulah ya makin menumpuk lah rasa kecewanya
dwi'x
Luar biasa
Elly Setia Ningsih
bagus
Ginchin_✧
mas agha(xu Kai)
🌿wing2bo_27
Luar biasa
Niviey Erilvi
aku bingung bukannya salju tunangannya dalla ya lah kok ada di Singapura trus pacaran dg Alex,bingung apa aku yg gak faham Ama alurnya ya
Nay Nayla
...
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
kok gea?
jgn kebanyakan pake kata ganti thor, bikin agak bingung
Kusii Yaati
mas agha penuh dengan kejutan tp juga bikin emosi 😂
Kusii Yaati
reksa jiwa keponya meronta-ronta 😂
Kusii Yaati
modusnya mas agha ihhhh bikin gemes 😍
hìķàwäþî
rudal rusia? apa itu berurat juga?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!