NovelToon NovelToon
Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Mata Batin / Roh Supernatural / Hantu / Spiritual / Cinta Murni / Horor / Tamat
Popularitas:435k
Nilai: 5
Nama Author: abra

Kisah masyarakat Dayak Kalimantan Tengah pesisir Sungai yang percaya bahwa kita hidup berdampingan bersama Leluhur yang hidup di dunia Lain. yang memiliki peraturan dan kehidupan sendiri di dunia ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon abra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Beliau yang membimbing saya.

"Baiklah, aku harap bisa secepatnya menolong mu Astri, bersabarlah sedikit lagi". ucap Ria.

"Ini nduk, maaf hanya bisa menyuguhkan ini". ujar nya sambil menyuguhkan segelas teh Hangat.

"Ini juga sudah sangat merepotkan ibu, Terimakasih banyak Bu". ujar Ria.

"Kamu dari mana, ada perlu apa nduk ke Sini?". tanya nya.

"Saya asli orang Kalimant*n bu. tapi saya sekarang sedang kuliah di kampus X jurusan kedokteran". jelas Ria.

"Oe kamu kuliah di kampus itu, dulu juga ibu kuliah di situ, makanannya sekarang ibu sudah jadi dokter di salah satu puskesmas di Desa ini". jelas ibu Sari.

"Jadi, kamu ada perlu apa dengan ibu nduk?". tanya nya ramah.

"Maaf Bu,saya di minta tolong untuk menanyakan sesuatu oleh ibu Astri,ibu tau di mana keberadaan orang tua dari sahabat ibu itu?". ujar Ria dengan cepat menjelaskan maksud kedatangan nya.

"Kamu kenal dengan Astri, di mana dia sekarang apakah kamu anaknya?". tanya ibu Sari terkejut mendengar nama sahabat nya di sebutkan.

"Bukan Bu, saya bukan siapa-siapa ibu Astri, hanya saja Beliau meminta saya untuk mencari keberadaan orang tua nya Bu,beliau ingin pulang. tapi tidak bisa". ucap Ria.

"Kenapa nggak bisa nduk, apakah sekarang dia ada di kota mu. jika dia tidak punya biaya untuk pulang, ibu bisa memberikan uang untuk nya pulang.

Sahabat ku ini memang bodoh, bisa-bisa dia pergi ke tempat yang jauh di sana". ucap Bu sari sedih, tanpa tau kebenaran nya.

"Iya Sar, aku memang bodoh.

harus nya malam itu aku mendengar kan nasehat mu untuk tidak keluar asrama malam-malam sendirian". Astri kali ini menjawab dengan Isak tangis yang makin menjadi.

"Bu, ibu Sari tidak pergi jauh seperti yang selama ini orang-orang kira Bu". ucap Ria mulai berusaha menjelaskan.

"Beliau juga ada di sini sekarang, sedang menangis di samping ibu". Ria melanjutkan pembicaraan.

"Kamu ngomong opo to nduk, gak ada siapa-siapa di sini cuman kita berdua". ucap ibu Sari sedikit takut, bukan takut hantu.

karena sebagai seorang dokter, beliau tidak percaya yang seperti itu. ibu Sari fikir Ria orang tidak waras.

"Ibu, maafkan saya harus berkata jujur ke ibu, Sahabat ibu sudah tiada di dunia ini sekarang". jelas Ria lagi.

"Lalu bagaimana kamu bisa tau tentang sahabat ku Astri, nduk kamu baik-baik saja kan.

kamu sedang tidak sakit apapun". ujar Bu Sari berusaha tenang.

Taakkk tiba-tiba saja foto ibu Sari dan Astri terjatuh dari meja, membuat ibu Sari terkejut. "Maaf Bu, mungkin ibu tidak akan percaya dengan apa yang saya katakan,tu sahabat ibu yang melakukan nya.

itu foto ibu ber dua kan, baru saja beliau menjelaskan siapa yang ada di dalam foto itu". ucap Ria.

"Nduk, maksud mu apa?". kini Bu sari sudah menangis mulai memahami semuanya.

"Sahabat ibu, sudah meninggal sejak malam dia pamit untuk mencari makan bu. beliau bukan pergi dengan seseorang, tapi beliau di culik.

sempat beberapa lama di sekap, juga di siksa sebelum akhirnya di bunuh bu". ucap Ria.

"Ya tuhan Astri, kanapa bisa begini. Kamu tau dari mana semua ini nduk". Tanya ibu Sari sambil menangis.

"Sahabat ibu yang menjelaskan pada saya dan membimbing saya untuk ke sini Bu, beliau ingin meminta tolong agar jasadnya segera di temukan supaya bisa di makam kan dengan layak.

beliau juga ingin agar penjahat yang melakukan ini semua bisa di tangkap dan di adili, tapi hal yang paling utama adalah beliau ingin bertemu dengan kedua orang tua nya.

sahabat ibu belum tenang pergi sebelum bertemu dengan mereka dan menjelaskan kesalahan pahaman ini". jelas Ria panjang lebar.

"Ibuk, Gunawan pulang, ini pesanan ibu". tiba-tiba ada suara seorang pria muda datang dengan membawa bungkusan masuk ke rumah.

"Ibu, kenapa menangis, ada apa buk, siapa dia?". tanya laki-laki yang bernama Gunawan ini sambil menunjuk ke arah Ria.

1
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Semakin rami nh kisah nya😃
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Semakin rami kisah nya nih😃😃
🥀🥀Anggita.🥀🥀
paham bnr thor ae😆😁laki asli Banjar, mun aq asli Dayak.
salam kenal thor, perasaan suah mmbaca tp kd ingat lg alur nya.
Rahardian
tetep semangat thor
Penny Hadda
sangat Luar Biasa Alur CeritaNya Min🙂
Lisa Yacoub
kalo bab sebelumnya Ria jadi Lia, sekarang Nora, thor?.
EkaYulianti
mgkin pembaca yg gak ngerti bhs banjar, jd gak sabaran bacanya /Smile/
Erni Sasa
Ria kan kak bukan Lia?
Zainuri Zaira
ceritax bgus tp kok sudh tamat aj
Sinaga Marison
semoga lekas sembuh ya anaknya. dan orang tuanya di berikan kesehatan dan kekuatan dalam mengurus anak yg sakit
Sinaga Marison
selalu bersyukur
Sinaga Marison
hidup aja dgn apa yg telah diberikan Tuhan dan selalu bersyukur
Sinaga Marison
selalu bersyukur
Yulay Yuli
Bagus gini ga berantem, yg Hitam Dan yang Putih berdampingan menjaga Rianti
Yulay Yuli
kirain Datuk itu laki² thour
Aksara L
hp belum ada tapi mobil udah punya, ya
Mulyanah Fira
Luar biasa
deka
ceritanya bagus tp sayang banyak typo nya. semangat thor utk cerita² selanjutnya.
Deasy Ozora
Luar biasa
deka
mukanya ketuaan utk Ria thor, kan masih 18 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!