Dahulu, Yin Xiang hanyalah seonggok sampah tidak berguna dan berasal dari keluarga pengkhianat kekaisaran. Kehadirannya bahkan dianggap sebagai pembawa sial bagi setiap orang. Karenanya, Yin Xiang kerap sekali direndahkan dan disiksa.
Suatu hari, Yin Xiang terjatuh ke jurang neraka tanpa dasar. Di sana, Yin Xiang menemukan serpihan jiwa Dewa Kegelapan dan Yin Xiang ditunjuk sebagai penguasa kegelapan berikutnya. Yin Xiang bangkit dan menjadi orang yang kuat. Yin Xiang bertekad membalas dendam semua orang yang sudah menghinanya serta keluarganya. Selain itu, Yin Xiang harus berhadapan dengan kaum vampir yang mengganggu kehidupan manusia.
Bagaimana kisah Yin Xiang membalaskan dendamnya? Apakah Yin Xiang bisa menghadapi para kaum vampir yang datang mengganggu? Ikuti kisah Yin Xiang dalam cerita 'Kembalinya Sang Pendekar Kegelapan'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virisani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Seleksi Murid Sekte
Di Kekaisaran Yu, ada tiga sekte besar yang sangat diminati oleh semua kultivator. Yaitu, Sekte Halilintar, Sekte Pedang Emas dan Sekte Teratai Suci. Tiga sekte ini memiliki aturan yang sangat ketat, termasuk dalam penyeleksian murid. Mereka hanya menerima 100 murid setiap tahunnya.
Tahun ini, tiga sekte itu memutuskan untuk menyeleksi murid bersama-sama. Mereka menyelenggarakan penyeleksian murid secara akbar di Kekaisaran Yu. Lebih tepatnya, di alun-alun kota.
Kualifikasi untuk menjadi murid sekte cukup menegangkan. Di antaranya, calon murid harus bisa memancarkan energi, minimal warna merah yang menandakan kuatnya basis kultivasi yang dimiliki. Warna energi ini bisa dilihat saat para calon murid menyentuh batu ilahi. Batu ilahi inilah yang bisa mengukur tingkat atau basis energi milik para calon murid.
Tingkatan warna energi sendiri ada lima, yaitu:
Putih
Kuning
Merah
Biru
Ungu
Hitam
Untuk bisa menjadi murid, setidaknya harus bisa memunculkan warna merah. Kebanyakan dari tiga sekte besar, para murid bisa memunculkan warna ungu. Dan belum ada yang bisa memunculkan warna hitam.
Yang paling awal untuk bisa menjadi bagian dari calon murid adalah usia. Rentang usia yang diterima oleh tiga sekte besar itu dari usia 15-18 tahun. Jika lebih dari itu, maka ucapkan selamat tinggal pada impian itu. Beruntung bagi Yin Xiang yang masih bisa mengikuti seleksi murid.
Hari ini, alun-alun kota dipenuhi oleh mereka yang ingin berpartisipasi dalam seleksi murid. Begitu pula dengan para penonton yang tidak sabar menyaksikan kehebatan atau bibit-bibit unggul dari Kekaisaran Yu.
Yin Xiang bahkan sudah duduk santai di bangku penonton. Menunggu acara dimulai. Dari Klan Yin, bukan hanya dirinya yang ikut. Tetapi, beberapa orang lainnya juga dia ajak. Yin Xiang tidak mau bakat kultivasi yang sudah dia asah mati-matian tidak dilatih dengan benar.
Mata tajam Yin Xiang menyapu ke segala penjuru. Di semua sisi tempat seleksi, tidak ada satu pun orang yang bersedia duduk di sampingnya, selain mereka yang berasal dari Klan Yin. Yin Xiang tersenyum miring melihat penolakan secara terang-terangan itu. Dalam hati dia sudah mengeluarkan banyak kata mutiara untuk para manusia yang merasa sok suci itu.
Di arena sana, ada pria paruh baya yang naik ke atas podium. Akhirnya, acara yang sudah ditunggu-tunggu akan segera dimulai. Yin Xiang sudah sangat malas berada dengan manusia-manusia yang selalu bertingkah sok itu. Dia ingin cepat-cepat bertemu dengan kasur kesayangannya. Pasalnya, semalam, gadis itu tidak sempat tidur cukup karena memikirkan rencana yang akan ia jalankan di masa depan.
"Baik! Selamat pagi, hadirin sekalian! Perkenalkan saya, Zhao Ting, pemandu jalannya acara hari ini," ucap pria itu mengenalkan dirinya. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak heboh. Siapa yang tidak mengenal Zhao Ting?
Zhao Ting adalah salah satu tetua di Sekte Halilintar. Basis kultivasi yang dia miliki hampir menyamai sang Patriak. Hanya berbeda satu tahap saja. Walau begitu, Zhao Ting termasuk orang yang sangat kuat di Kekaisaran Yu, jika Yin Xiang tidak dihitung.
"Tahap pertama dari penyeleksian ini adalah pengetesan tingkat kultivasi yang kalian miliki. Mereka yang berhasil memunculkan warna merah, akan lolos ke babak berikutnya!" ucap Zhao Ting yang disahuti sorakan menggelegar dari para penonton.
Zhao Ting langsung mempersilakan setiap peserta untuk naik ke podium. Beruntung ada empat batu ilahi yang digunakan. Jadi, tidak memakan waktu yang terlalu lama. Sudah ada dua puluh orang yang maju dan hanya ada lima dari mereka yang berhasil memunculkan warna merah. Oh, sepertinya kali ini, tidak terlalu banyak yang memiliki bakat emas seperti yang diharapkan oleh para tetua sekte.
"Tuan Muda Wei Ling! Itu Tuan Muda Wei Ling!"
"Aku rasa, Tuan Muda Wei Ling akan memunculkan warna ungu! Klan Wei kan dikenal sebagai klan yang menghasilkan para jenius!"
"Benar! Tuan Muda Wei pasti bisa memunculkan warna ungu!"
Yin Xiang memusatkan perhatiannya ke podium. Kalian masih ingat dengan Wei Ling? Tuan Muda Wei yang waktu itu ditolong oleh Yin Xiang saat diserang vampir? Jika kalian lupa, silakan cek bab sebelumnya, tepatnya di bab 11.
Wei Ling terlihat sangat mempesona. Parasnya yang rupawan dan sikapnya yang rendah hati, membuat siapa saja jatuh hati padanya. Yin Xiang mengakui bahwa Wei Ling memiliki sifat arif nan bijaksana. Gadis itu bisa merasakannya dari tatapan mata Wei Ling saat pertama kali bertemu.
Wei Ling sudah berada di hadapan batu ilahi. Pemuda itu menaruh tangan kanannya di atas batu ilahi. Dia mengalirkan tenaganya ke batu ilahi dengan santai. Batu ilahi mulai menunjukkan reaksi saat merasakan energi Wei Ling. Seketika, pancaran cahaya berwarna ungu menyorot ke atas.
"SUDAH KUBILANG KAN! TUAN MUDA WEI! KAU HEBAT!!!"
"WAH! WARNA UNGU! DIA YANG PERTAMA MEMICU WARNA UNGU! HEBAT SEKALI!"
"KLAN WEI MEMANG TIDAK MENGECEWAKAN!"
Yin Xiang mendengus kesal. Telinganya seolah akan meledak karena mendengar jeritan para kaum hawa itu. Padahal jarak antara Yin Xiang dengan para gadis itu sangat jauh. Tapi, rasanya, mereka seperti berteriak tepat di telinganya.
Wei Ling di bawah sana tersenyum puas. Pemuda itu melirik ayahnya yang memasang senyum bangga padanya. Setelah memberi hormat pada Zhao Ting, Wei Ling kembali ke tempat duduknya.
Pemeriksaan warna energi terus berlanjut. Ada tiga orang lainnya yang juga berhasil memicu warna ungu. Hal ini, membuat tiga sekte besar itu berbinar-binar. Ternyata, para jenius ini masih bersembunyi.
Waktu terus berlalu, kini bagian Yin Xiang untuk maju. Suasana seketika hening. Hanya terdengar bisikan-bisikan lirih yang pastinya membicarakan presensi Yin Xiang di sana. Rumor bahwa Klan Yin bangkit dan mengancam Kekaisaran Yu sudah tersebar luas.
Yin Xiang menulikan telinganya saat mendengar beberapa lontaran hinaan untuknya. Gadis itu tetap melangkah dengan tatapan datar dan dingin khasnya. Aura gelap juga mengiringi setiap langkah kakinya. Membuat beberapa orang sedikit bergidik saat merasakan aura miliknya.
Yin Xiang berdiri tepat di depan batu ilahi. Gadis itu menatap intens batu ilahi. Dia mulai menjulurkan tangannya, mengalirkan sedikit energinya pada batu ilahi itu. Bukan apa-apa, Yin Xiang hanya takut jika batu ilahi itu meledak karena tidak bisa menahan kekuatan miliknya.
"Cih, dia pasti hanya bisa mengeluarkan warna putih"
"Kau benar. Lagipula, pengkhianat sepertinya kenapa bisa ada di sini? Memalukan!"
"Seharusnya dia bersembunyi. Bagaimana jika pasukan kekaisaran memburunya? Apa dia bodoh?"
Zhao Ting sebagai pemandu acara bahkan menatap Yin Xiang dengan tak biasa. Tatapan matanya terlihat seperti agak mengejek, tapi tidak sampai merendahkan. Zhao Ting merasa ada sesuatu yang berbeda dengan gadis di depannya ini.
Setelah beberapa saat mengalirkan energi miliknya pada batu ilahi, Yin Xiang melangkah mundur. Dia menunggu reaksi dari batu ilahi dengan sabar. Para penonton dan peserta lain menyorakinya karena batu ilahi tidak langsung memancarkan cahaya, berbeda dengan Zhao Ting yang malah mengerutkan keningnya. Kejadian seperti ini, ada dua arti. Yang pertama, Yin Xiang memiliki energi kultivasi yang sangat lemah atau yang kedua, energi Yin Xiang terlalu kuat sampai batu ilahi tidak bisa mendeteksinya.
Satu menit berlalu, batu ilahi di hadapan Yin Xiang mulai bergetar. Warna hitam terpancar dari batu itu, membuat semua orang melongo tak percaya. Yin Xiang menyeringai melihat hasil yang sesuai dengan perkiraannya. Zhao Ting yang ada di sana mengucek matanya berkali-kali. Bahkan, para Patriak sekte berdiri dari duduknya. Mereka tidak percaya, bahwa ada jenius tak terduga dalam penyeleksian kali ini.
"Sekumpulan orang dungu," lirih Yin Xiang saat melihat reaksi orang-orang di sekitarnya.
Baru saja Yin Xiang akan melangkah kembali ke tempat duduknya, suara debuman keras mengudara. Seketika orang-orang menjadi ricuh. Ada beberapa orang dengan jubah hitam tiba-tiba menyerang ke segala arah. Membuat suasana menjadi kacau. Yin Xiang tersenyum miring.
"Kaum vampir. Masih belum kapok, eh?"
***
saling dukung yukk
mending cetak aja mukamu di koin atau lembaran mata uang
dijamin, semua orang bakal kenal