NovelToon NovelToon
BLUE EYES

BLUE EYES

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Bullying dan Balas Dendam / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Sosok wanita Cantik dan Ceria bermata biru menjalani harinya dengan semua masalah yang ada, Kisah misteri dan juga Asmara yang datang silih berganti ikut menyertai.

Teman dan musuh tak bisa terlihat dengan nyata, bahkan cinta dan obsesi sulit untuk dibedakan.

Lalu bagaimana semua bisa terlewati, bahkan kematian menyertai perjalanannya, bagaimana kisah ketegangan penuh trik dan intrik akan berakhir, dan misteri terungkap dengan segala tipu daya, bahkan kekonyolan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Misterius

Ailina berjalan di belakang Arsy ketika hampir saja tiba di sebuah Apartemen yang tak jauh dari tempatnya, begitu juga dengan Aftan yang sedari tadi ada di samping Ailina.

"Ayo masuk" ucap Arsy.

Ailina dan Aftan segera masuk, sedangkan Arsy menunjukkan jalan kemana selanjutnya mereka melangkah untuk menemui Dady nya.

Prof Mark tersenyum setelah terkejut melihat siapa yang datang, lalu duduk disandarkan tempat tidur untuk memudahkan dirinya berbincang.

"Terimakasih sudah menyempatkan datang kesini" ucap Prof Mark.

"Sama-sama Prof, bagaimana keadaan anda?" Tanya Aftan setelah duduk di kursi yang sudah di dekatkan sebelumnya.

"Sudah lebih baik" jawab Prof Mark.

Begitu juga dengan Ailina, yang kemudian menyapa dan mengucapkan rasa prihatinnya akan musibah yang terjadi.

"Apa prof yakin tidak ingin menyelesaikan masalah ini sampai tuntas?" Tanya Ailina nampak khawatir.

"Sudah, kita bicara yang lain saja, ini hanya musibah" jawab Prof Mark.

Ailina lalu mengangguk perlahan, berusaha tersenyum dengan semua tanda tanya yang berputar di otaknya, perbincangan berlanjut dengan pembahasan ringan.

Setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, rupanya waktu semakin mepet, hingga Aftan harus segera berpamitan.

"Maaf Prof, saya harus pergi, ada kuliah sebentar lagi, semoga lekas sehat" ucap Aftan.

"Oh iya, silahkan, terimakasih" ucap Prof Mark.

"Aku ikut kak" ucap Ailina tergesa.

"Maaf Prof, saya juga masih ada perlu, semoga Prof cepat sehat" lanjut Ailina.

Segera berdiri dan mengekor di belakang Aftan, begitu yang tengah di lakukan Ailina saat ini, lalu Prof Mark menatap Asry, seolah memberikan tanda untuk mengantar kepergian mereka.

Asry menyusul dengan langkah cepat, sampai di ambang pintu, mengucapkan terima kasih kepada Ailina dan Aftan.

"Kami pergi dulu" ucap Ailina.

"Okey, hati-hati, balas pesanku Ai, aku sangat membutuhkan mu" ucap Arsy dengan raut wajah memohon.

"Iya, tentu saja" jawab Ailina.

Melihat langkah Aftan yang semakin jauh mendahului, Ailina segera berbalik dan berlari menyusul, tidak ada obrolan sementara, hingga berada di persimpangan.

"Kak Aftan mau pergi sekarang?" Tanya Ailina.

"Hem" jawab Aftan seperti sedang memikirkan sesuatu.

Ailina mengerutkan alisnya, melihat aneh tingkah kakak sepupunya itu, lain di mulut lain pula yang dilakukannya.

"Kak, ini bukan jalan keluar!" Teriak Ailina.

Aftan tetap melangkah dan masih menuju lorong yang sama.

"Kak!" Teriak Ailina lagi.

Langkah pun terhenti dan Aftan segera menoleh.

"Kau ini berisik sekali, kenapa?" Tanya Aftan.

"Katanya mau berangkat kuliah, ini jalan yang salah, kak Aftan mau ke Apartemen ku?" Tanya Ailina berjalan kembali dengan cepat.

"Tas ku ada di Apartemen mu, kunci mobil ada di sana" sahut Aftan.

"Oh, pantas" sahut Ailina.

Kini Aftan berjalan di belakang Ailina, masih dengan langkah yang tenang, memasang semua sensor alami dalam tubuhnya, hingga kemudian.

"KELUAR DARI TEMPATMU !" Teriak Aftan.

Ailina pun tak kalah cepat, menggunakan kekuatan matanya untuk menghentikan waktu.

"Jangan lakukan Ai!" Ucap lirih Aftan penuh penekanan.

Sontak Ailina mengendalikan kekuatannya kembali, lalu mempersiapkan tubuhnya untuk sesuatu yang bisa saja terjadi.

Aftan masih saja berdiri dengan kewaspadaan, menggunakan kekuatan supranaturalnya adalah jalan terakhir yang akan di tempuhnya, karena semua harus di rahasiakan sebisanya.

Tiba-tiba saja, bayangan hitam berlari dengan cepat, Aftan dengan sigap mengejar, berhasil menghadang dan menyerang.

Kecepatan yang hampir sama, Aftan bisa merasakan kekuatan yang cukup besar, bisa dipastikan bukan dari orang biasa, tapi sayang jati diri orang itu sangat tertutup dengan rapi.

"Who are you?!" Ucap Aftan.

Tak ada jawaban, hanya terdiam, dan pancaran mata itu tanpa ekspresi, lalu mengejutkan Aftan dengan satu gerakan.

Seolah ingin menyerang, Aftan segera menghindari, lalu kemudian melesat pergi, Aftan berusaha mengejar, namun dikejutkan dengan langkah banyak orang yang sudah ramai menuju ke tempatnya.

"Sial!" umpat Aftan.

Tak mungkin lagi menggunakan kekuatannya di tengah keramaian, sedangkan Ailina kini sudah berhasil menyusul Aftan yang masih celingukan.

"Apa yang terjadi kak?"

"Masuk ke Apartemen mu sekarang juga!" Sahut Aftan nampak kecemasan disana.

Alina tak ingin berdebat, mungkin Aftan lupa, bahwa dirinya juga mempunyai kekuatan yang sama, dan tentu saja bisa menjaga dirinya sendiri.

Sampai di dalam Apartemen, Aftan tergesa menutup pintu, lalu melihat keamanan pintu yang sudah terpasang lama.

"Aku akan mengganti nya yang lebih canggih lagi" ucap Aftan.

"Itu sudah cukup kak" sahut Ailina.

"Ai, apa tidak sebaiknya kamu pindah ke Apartemen keluarga kita saja, keamanan di sana sangat ketat" ucap Aftan kini duduk untuk menenangkan deru jantungnya.

Ailina masih terdiam, tak menjawab dan kemudian berjalan, mengambil air minum untuknya dan juga Aftan.

"Aku baik-baik saja kak" ucap Ailina.

"Kamu lihat sendiri bukan, siapa orang misterius itu" ucap Aftan sedikit kesal.

"Aku juga tidak tau, tapi aku merasa, bukan kita sasarannya"

"Hem, jadi kamu juga menyadari hal itu?"

"Iya kak, aku bahkan merasakan kehadiran orang itu sejak keluar dari Apartemen Arsy" ucap Ailina.

Segera Ailina saling menatap dengan Aftan, dan menyadari sesuatu.

"Oh shitt!, Arsy kak!" Teriak Ailina segera menyambar ponsel yang dia letakkan di atas meja.

Sambungan segera diangkat, dan Ailina bisa bernafas dengan lega, lalu berbincang sebentar dan menyampaikan pesan untuk tidak lupa mengunci pintu Apartemen.

Arsy sebenarnya heran, kenapa tiba-tiba Ailina mengatakan hal itu, namun alasan tepat bisa di berikan, hingga dia memaklumi perkataan Ailina.

"Heh, ada apa sebenarnya?" Ailina mende-sah sambil menyandarkan kepala di punggung sofa.

Aftan menatap Ailina, tersenyum melihat wajahnya yang ayu dengan mata tertutupnya, tangannya meraih pinggang Ailina dan menariknya.

Tubuh Ailina sudah mendekat, kepalanya bahkan sudah berpindah tumpuan di bahu Aftan.

"Kenapa begitu banyak bahaya di sekita kita ya kak?" Lirih terdengar ucapan Ailina.

"Karena kita mampu untuk menghadapinya" jawab Aftan.

"Hem, seperti yang selalu Mommy Daddy bilang, Sang pencipta tidak akan pernah memberikan cobaan di luar kemampuan umatnya" sahut Ailina masih berada di posisi yang sama.

"Syukurlah kalau kamu masih ingat hal itu"

"Tapi kadang aku capek kak, pengen hidup biasa-biasa saja, seperti yang lainya"

"Memang kamu tau, yang lainya hidupnya biasa saja, jangan menyesali apa yang di gariskan oleh sang Pencipta Ai, berat ringan beban hidup tergantung bagaimana kita menjalaninya"

"Sorry kak, aku hanya terkadang merasa lelah"

"Lelah mu tidak akan sia-sia kalau kamu selalu berusaha, tidak mengeluh menyalahkan keadaan, tapi berusaha tetap di jalan-NYA apapun yang terjadi dengan kehidupan kita" ucap Aftan.

"Iya kak, Makasih" sahut Ailina.

"Tenanglah Ai, ada aku" ucap Aftan kemudian.

Maksud hati mengusap pelan surai Ailina yang tertutup hijabnya, malah mendapati balasan yang tak terduga.

Brug

"Ai!" Teriak Aftan kesakitan.

"Hah, sorry kak!" Teriak Ailina tak menyadari gerakan tiba-tiba nya membuat Aftan terjengkang, bukan salah Ailina juga, karena Aftan memang duduk di pinggiran Sofa.

Ayo mana komennya dong, ditunggu HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.

Bersambung.

1
Wulan Dari
adiknya sky tepatnya kembarannya
Wulan Dari
adiknya sky si arsy
Wulan Dari
aku tuh dah beberapa kali baca cerita keluarga nugrsha gk pernah bosan bacanya walaupun baca berulang2kali suka semua novel mu thorr😍😍😍😍
Ummah Intan
Luar biasa
Gini Antika
eagle nugraha thorrr bukan brian
kalau brian nugraha itu turunan alex
Heryta Herman
sky sky..jadi lelaki ga genleman...kamu merendahkan harga diri wanita yg kamu suka..padahal adikmu juga wanita...hhuuhh..
aristi
sky kah???
Fafa Marketology
emang BLH ya klu sepupu
Rochman Syah
cerita tentang Evan & Ethan ad GK Thor...
penasaran in q nya😊😊
Elin Erliana
Lumayan
Suherni Erni
kenakan..balas dendam ngga jelas.cari tau dlu masalah sebenernya.otak udang dipake
Aya Yeyet
selalu keren Thor karya mu, trimakasih...
Renny Mamrat
Luar biasa
Whatea Sala
Selalu ku tunggu karyamu berikutnya.
Mas Chabibah Muslich
Luar biasa
erinatan
ututututu kacian babang sky cini cini akoh peyuk🤣🤣🤣
erinatan
pasti sky
erinatan
aku baru baca karyamu KK dan ini yg kedua cukup bikin penasaran juga semoga othor bisa menghasilkan karya2 yg lebih menakjubkan lg
erinatan
apkh Arsy ank sky
siti Hasanah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!