NovelToon NovelToon
Madu

Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Aisyah, seorang gadis yang memilih berhijrah dan menutup wajah nya dengan selembar kain (cadar) semenjak SMA. Gadis yang membuat banyak laki-laki ingin menikahi nya, namun lagi-lagi ditolak oleh nya.

Kemudian, hatinya terperangkap oleh seorang pemuda bernama Fatih, yang ternyata adalah dosen baru di Kampusnya. Meneguk manisnya rumah tangga, hingga akhirnya harus berpisah dengan Fatih suaminya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di novel "MADU" ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

"Mas, Aisyah kangen Umi, Abi, dan Aldi,". Ucapku kepada mas Fatih yang sedang fokus menyetir mobil.

"Kamu mau kesana dik?,". Mas Fatih menawarkan kepadaku untuk main kerumah Umi.

"Apa mas mau mengantarkan Aisyah kerumah umi?,". Tanyaku ragu, karena aku takut mas Fatih masih lelah sepulang dari mengajar.

"Ga mau dik,". Jawabnya datar.

Kalau memang ga mau ngapain tadi nawarin segala. Astaghfirullah. Ucapku dalam hati.

"Oh yasudah mas ngga papa, lain waktu saja,". Ucapku dengan nada sedikit kecewa.

"Mas ga mau dik, ga mau nolak maksudnya. Hehehe, jangan kecewa dan sedih gitu dong. Mas kan bercanda niat nya. Garing ya bercandaannya mas?,". Jawab mas Fatih yang seolah mengerti nada suaraku yang kecewa karena jawabannya.

"Mas Fatih, jangan suka ngerjain Asiyah gini dong. Aisyah kan jadi suka kesel sama mas,". Jawabku merajuk.

"Hehehe...., iya sayang maaf. Mas gemes kalo liat kamu merajuk begitu,". Mas Fatih melirik kearahku sambil tersenyum, dan aku hanya menunduk malu.

"Jadi?,". Tanyaku memastikan.

"Jadi ya ayok sekarang saja kita kerumah Umi. Kalau bisa menginap semalam disana. Lagi pula besok mas hanya mengajar sore. Kamu besok ada kuliha jam berapa?,". Tanyanya kepadaku.

"Ada kuliah siang mas, tapi diganti dengan tugas. Karena dosennya ngga bisa masuk dan sedang ada urusan diluar kota,". Jawabku padanya.

"Ya baguslah dik. Jadi kita menginap saja ya dirumah Umi. Oh iya nanti kalau Aisyah liat ada toko buah bilang ya,". Pintanya padaku.

"Untuk apa mas ke toko buah?,". Tanyaku penasaran.

"Kamu ini gimana toh sayang?, ya buat beli oleh-oleh untuk orang rumah lah dik. Buat Umi, Abi, dan Aldi,". Ucap mas Fatih sambil tersenyum kepadaku.

"Oh ya ya mas. Nanti kalau lihat toko buah Aisyah kasih tau ke mas,". Ucapku padanya.

"Tapi jangan mendadak ya sayang kasih taunya. Biar mas berhentinya juga ngga kagok. Soalnya bahaya nanti,". Pinta mas Fatih padaku.

"Iya mas, In syaaAlloh,". Ucapku dengan lembut.

Aku dan mas Fatih memutuskan untuk pergi kerumah Umi. Meskipun waktu tempuhnya hanya 1 jam 45 menit saja dari rumah aku dan mas Fatih. Alhamdulillah bahkan suamiku mengajak untuk menginap dirumah Umi. Rasanya sudah rindu suasana rumah yang sangat sejuk dan hangat. Tentunya rindu kamarku, dan rindu duduk dibelakang rumah melihat langsung taman dan kebun mini yang sangat indah dipandang.

Saking capeknya, aku bahkan tak sadar jika aku tertidur dimobil dengan pulasnya. Dan tiba-tiba setelah bangun, aku sontak kaget.

"Astaghfirullah..., mas,". Ucapku kaget.

"Kenapa sayang?, ada apa?,". Tanya mas Fatih bingung melihat ekspresiku.

"Maafin Aisyah mas, Aisyah ketiduran. Astaghfirullah.. Aisyah kan sudah janji suruh kasih tau mas kalau ada toko buah. Ya Allah..., maafin Aisyah ya mas. Nanti kalo didepan ada toko buah lagi, Aisyah bakal kasih tau mas yah,". Ucapku dengan nada penuh salah dan menyesal. Seharusnya aku tidak ketiduran.

"Ngga usah dik. Kamu tidur lagi saja kalau ngantuk,". Ucap mas Fatih lembut kepadaku.

"Kenapa ngga usah mas?, ngga jadi beli oleh-oleh?, mas Fatih marah ya sama Aisyah. Maafin Aisyah mas, sudah teledor dan tidur dimobil,". Ucapku lirih.

"Ngga sayang. Mas Fatih sama sekali ngga marah ke kamu. Mas Fatih ngerti, pasti kamu kecapaian kan?, lagi pula mas Fatih udah beli buah-buahannya buat dibawa ke rumah Umi,". Mas Fatih menjelaskan dan meyakinkan kepadaku, kalau dirinya memang tidak marah kepadaku. Syukurlah alhamdulillah, batinku.

"Sudah beli mas?, kapan?, kok Aisyah ngga tau?,". Ucapku bingung. Apa aku tertidur sebegitu pulasnya?, sampai-sampai mobil berhentipun aku tak menyadarinya?. Astaghfirullah.

"Tadi kebetulan mas lihat ada toko buah disamping jalan. Jadi mas mampir kesitu dik. Lagi pula mas lihat kamu sangat pulas tidurnya. Jadi mas ngga tega kalau harus membangunkan istri mas yang lagi tertidur dengan nikmatnya,". Goda mas Fatih kepadaku.

"Ya Allah mas. Maaf ya mas. Bahkan Aisyah sampai ngga nyadar kalau mobilnya berhenti. Afwan mas,*. Ucapku menyesal.

"Sudah jangan minta maaf terus sayang. Udah ngga papa. Itu mas beli anggur, apel, jeruk, salak, kelengkeng sama rambutan. Masing-masing 2kgan. Menurut kamu kurang ngga dik?,". Tanya mas Fatih kepadaku.

"Apa?!, masing-masing dua kilo mas?. Astaghfirullah..., itu kebanyakan mas. Lagi pula dirumahkan cuman ada Umi, Abi, dan Aldi. Kok mas belinya kaya mau buat acara saja?,". Aku benar-benar shock, kenapa mas Fatih beli segitu banyaknya.

"Heheh..., habis mas bingung sayang. Mau beli berapa. Yaudah ditawarin sama yang jual 2 kiloan aja. Mas manut aja deh,". Ucapnya sambil nyengir dan garuk-garuk kepala.

"Ya Allah mas...,". Ucapku sembari menggeleng-gelengkan kepala dan menahan tawa. Rasanya sangat lucu sekali. Laki-laki memang aneh.

"Hehe..., maaf ya sayang kalo kebanyakan,". Ucapnya kepadaku malu-malu.

"Yasudah, lagi pula sudah kebeli,". Ucapku sambil tersenyum.

"Kamu sudah kasih kabar ke Umi kalau kita mau kesana sayang?,".

"Belum mas,". Aku menggelengkan kepalaku pelan.

"Yasudah, kasih kabar saja dik. Takutnya kita sudah sampai sana, Umi dan Abi ngga ada dirumah. Kan bingung,". Ucap mas Fatih mengingatkanku.

"Iya mas. Ini Aisyah mau telpon ke Abi,".

Aku mencari nama Abi dalam daftar kontak di handphoneku, dan kemudian menelepon nomor Abi.

"Hallo. Assalamualaikum Abi,". Ucapku sesaat ketika telepon tersambung.

"Waallaikumussalam kak, kakak dan nak Fatih apa kabar?,". Jawab Abi dari seberang telepon.

"Alhamdulillah Aisyah sehat Bi, mas Fatih juga sehat. Abi sedang dirumah kan? sama Umi dan Aldi?". Jawabku.

"Iya dirumah kak. Gimana kak?,". Suara Abi ditelepon.

"Aisyah dan mas Fatih mau kerumah Bi, rencana mau nginap semalam juga disana,". Aku membalas pertanyaan Abi dari seberang telepon.

"Ohalah, alhamdulillah. Kok baru ngabarin kak?,". Tanya Abi kepadaku.

"Afwan Abi, Aisyah lupa. Tadi juga kalau mas Fatih ga nanya dan mengingatkan, kayanya Aisyah ga ngabarin Abi,". Ucapku sambil melirik ke arah mas Fatih yang tersenyum kepadaku.

"Ohalah, nak Fatih mana kak?, Abi pengen ngomong,". Pinta Abi kepadaku. Aku langsung meloudspeaker handphoneku.

"Assalamualaikum Abi, ini Fatih,". Ucap mas Fatih yang masih dengan posisi menyetir mobil. Aku mendekatkan ponselku ke arah mas Fatih.

"Waallaikumussalam, hati-hati ya nak bawa mobilnya. Kalau ngantuk dan capek, istirahat saja dulu,". Ucap Abi dari seberang telepon.

"Nggih Abi. In syaaAlloh selalu hati-hati. Tunggu Fatih dan Asiyah disana ya Bi,". Mas Fatih membalas ucapan Abi.

"Iya nak, yasudah yah. Abi tunggu dirumah. Assalamualaikum,". Abi mengakhiri percakapan di telepon.

"Waallaikumussalam,". Jawabku dan mas Fatih berbarengan, dan telepon pun terputus.

Kira-kira sekitar 30 menitan lagi. Aku dan mas Fatih akan sampai di rumah Umi. Alhamdulillah, sebentar lagi sampai. Gumamku lirih.

1
Elisabet Sembiring
memang nyebelin, gondok, tapi namanya cerita ya ibu, mau nyebelin author nulis ceritanya, ya tetap baca. weleh weleh.
author semangat menulis dan readers semangat membaca./Smug/
Elisabet Sembiring
awal baca, hasil sholat istikhoroh nya agak meragukan. nggak terlalu mendalam, ya kan thor
Elisabet Sembiring
jujur dong ke suami.
kata ibu mertua, harus poligami
dasar novel, bikin greget.
lanjut aku baca
Elisabet Sembiring
Luar biasa
Ciankk Arumi Kirana
nyimak
Yayuk Nuri
thor pokok nya jg pisah kn aisah ama fahmi tor aq gk trima pokok nya klu di pisah kn
Yayuk Nuri
jagan pisah kan
Yayuk Nuri
jg pisah kn aisah sama fahmi thor
Yayuk Nuri
ya kenapa fahmi tidak mau nerima panjelasan nya aisah
Yayuk Nuri
lanjut seru nih
TongTji Tea
cerai nya kapan?
TongTji Tea
telan aja sedih mu ,Syah .Aneh banget sih ini
Annasya Saila
karya yang bisa di ambil pelajaranx untuk kita menghadapi setiap ujian di dunia ini. belajar tentang sabar, ikhlas dan ridho akan setiap rencana yg Allah berikan.
Annasya Saila
sungguh tulus cinta Fahmi untuk Aisyah. di dunia di uji dg begitu dahsyatx dan kelak di akhirat akan mendapatkan kebhgiaan. pasangan dunia akhirat Fahmi dan Aisyah.
amalia gati subagio
o a lahhh, bajigur basi oroknya iblis, yach turunan gen setan he
amalia gati subagio
ye kok metong sich? bikin pesta 7hr 7mlm aza, unjuk suka cita utk hasil bajigus basi pd madu1 yg kini otw bangun dari koma o on ogeb pasrahnya jd budak nafsu lu 😁
amalia gati subagio
he? mulai menggugat taqdir neh? ojo nesu2 la bojo anyarnya sempurna toh? jalang++++ suami na bajigur tengik, klop!! yach madu 1 sih mang o on ogeb culun naif halu
Sulati Cus
innalillahi kok jd mewek begini sih pdhl udh pernah baca
amalia gati subagio
perempuan ini munafik bercadar, penipu dgn sertifikatnya bintang 100, tobatnya tobat sambal he
amalia gati subagio
kereb!!!! perempuan dewasa berpendidikan berilmu cukup, sengaja menjatuhkan harga dirinya sd -0sen, terus n terus terperangkap dlm neraka demi syurga yg tak dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!