NovelToon NovelToon
Jeratan Tuan Sempurna

Jeratan Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Menikahlah denganku, aku akan memberikanmu uang untuk balas dendam. Habiskan semua uang, bahkan semua uang yang ada di rumahku..." Kalimat yang diucapkan oleh seorang pemuda rupawan, dengan tubuh sempurna, mengecup bibirku. Harum parfumnya yang maskulin telah menyatu dengan tubuhku.

Semalam kami memang melakukannya, benar-benar melakukannya. Pria yang paling sempurna di kantor tempatku bekerja, tampan, pintar, karier cemerlang. Apa yang kurang darinya? Kenapa dia mau-maunya tidur dengan si cupu muka jerawatan sepertiku.

Keberuntungan yang gila-gilaan!

*
Namaku Valentino, manager pemasaran. Tidak memiliki ambisi maupun cinta. Tapi ketika gadis berkacamata ini berani menentang dan menamparku di hadapan umum, saat itulah aku sadar. Aku membutuhkan gadis ini, predator yang akan aku bawa ke dalam rumah untuk melawan ayah dan ibu angkatku.

Memberinya cinta, dia akan menjadi kesatria. Sedangkan aku akan memeluknya dari belakang. Itulah aku, yang ingin bersembunyi di bawah rok istriku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Tahu Situasi

Rumah yang bisa dibilang cukup luas untuk dihuni empat orang. Perabotan, segalanya sudah lengkap ada di dalam sana. Canggung sebenarnya, namun apa yang harus mereka lakukan? Menolak juga tidak berani. Namun, dalam hati juga memerlukannya. Mungkin hanya rasa terimakasih yang ada dalam hati mereka.

"Kami akan membalas jasamu!" Ucap Jantayu tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

"Kalau begitu jangan jadi bodoh! Kamu dan adikmu Ernest harus lulus kuliah dalam waktu tiga tahun!" Tegas Valentino, yang telah duduk di sofa ruang tamu rumah yang disiapkannya.

"Sebenarnya mungkin hanya Ernest yang akan kuliah. Usiaku tidak lagi muda, untuk berkarir sudah terlambat. Mungkin aku akan membuat usaha lain." Ucap Jantayu tertunduk, usianya kini telah menginjak 32 tahun. Apa yang dapat diharapkannya? Adakah perusahaan yang mau menerima pegawai berusia 35 tahun tanpa pengalaman kerja?

Valentino mengenyitkan keningnya."Mau menjadi suplayer? Aku memiliki restauran, kamu dapat membuat usaha sendiri mencari bahan dengan harga murah namun kwalitas tinggi. Ada beberapa kenalanku yang juga memiliki restauran. Aku dapat mengenalkanmu pada mereka. Modal awal akan aku pinjamkan, jika berhasil kembalikan dalam 6 bulan."

Kalimat yang diucapkan oleh Valentino. Matanya menatap pemuda itu, usaha yang mungkin akan sesuai untuknya yang memang sudah biasa bertani dan beternak. Celah tempat-tempat penjualan hasil bumi dengan kwalitas tinggi namun harga miring diketahui olehnya. Dalam artian seluk-beluk kampung, mendapatkan bahan kwalitas tinggi tanpa harus berhubungan dengan tengkulak.

Dengan cepat Jantayu mengangguk."Adik ipar aku cinta kamu!" teriaknya memeluk Valentino, bagaimana tidak? Yang ada dalam bayangannya setelah sampai kota adalah menjadi beban bagi orang tua dan adik iparnya. Tapi ternyata ada kesempatan untuk hidup mandiri. Tidak akan pernah disia-siakan olehnya.

Zizy memincingkan matanya, satu persatu anggota keluarganya takluk pada si ulat karung yang sering menyemburkan kata-kata menusuk bagaikan pedang yang tertancap. Mengapa? Orang ini benar-benar pandai mempermainkan orang-orang polos seperti keluarganya.

Masih terbayang dalam benak Zizy, bagaimana bentuk karangan bunga dengan tulisan turut berdukacita. Valentino mengancam membunuhnya jika tidak menurut, itu sudah pasti makna dari bunga yang diberikan olehnya.

"Aku akan mandi! Sebaiknya kamu juga! Kita ke kantor sekarang!" tegas Valentino pada Zizy yang terlihat pucat karena terlalu lelah.

"Siap pak!" tegas Zizy segera berlari ke kamar mandi melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.30.

Sedangkan Valentino meregangkan tubuhnya, berjalan ke kamar mandi yang berbeda. Namun, dengan cepat Rusli menahannya."Kamu benar-benar bersungguh-sungguh dengan putriku kan?"

Valentino mengenyitkan keningnya, sesaat kemudian mengangguk, tetap berucap dengan egonya."Aku bersungguh-sungguh, karena tidak memiliki pilihan. Tidak ada wanita yang tidak aku depak dari hidupku. Kecuali putrimu, dia sudah 7 tahun berada satu ruangan denganku. Hingga akhirnya dia menyerah dan mengundurkan diri. Karena itu aku menjadikannya istriku, aku kesulitan tanpanya..."

Tidak ada kata-kata cinta atau berkesan sedikit pun. Namun Rusli tersenyum, dapat mengetahui inti dari kata-kata pemuda di hadapannya. Dirinya menyukai Zizy perlahan, tidak akan tertarik pada wanita lain, tidak dapat tinggal sendiri tanpanya. Sudah cukup menjadi alasan untuk menjaga putrinya.

Pemudanya tidak tahu sopan santun yang berlalu menuju kamar mandi. Hanya senyuman yang terlihat di bibir Rusli. Bukan pemuda yang berkata manis dengan mengatakan akan membahagiakan putrinya. Tapi pemuda yang terus terang dengan apa yang diucapkannya. Inilah menantunya, mungkin seseorang yang akan selalu membuat Rusli sungkan dengan segala kebaikan yang diberikan Valentino.

*

Gedung perkantoran yang cukup besar, mungkin sudah seminggu Zizy tidak datang ke tempat ini. Dirinya sudah mengundurkan diri bukan? Lalu bagaimana Valentino mengurusnya? Entahlah.

Keluar dari satu mobil yang sama-sama, wanita itu bersembunyi kemudian mengendap-endap."Ayo!" Valentino hendak memegang tangannya.

"Pak Valent, duluan saja!" Ucap Zizy, masih bersembunyi di belakang salah satu mobil. Tidak ingin ketahuan datang bersamaan dengan atasannya.

"Duluan? Kenapa?" tanya Valentino sedikit menunduk.

"Jika ada yang tau, atau bertanya aku tidak tau harus mengatakan apa. Lagipula apa hubungan kita?" tanya Zizy memelas, jujur saja dirinya benar-benar tidak mengerti dengan bos gilanya.

"Hubungan kita?" Valentino mengenyitkan keningnya, mengusap pelan bagian bawah bibir Zizy dengan jarinya."Tentu saja suami istri."

Jarak wajah yang dekat usapan tangan yang lembut. Wanita mana yang tidak akan berdebar-debar? Namun, dengan cepat Zizy menahan wajah Valentino."I...iya tapi jangan di sini. Disini tempat parkir!"

Pemuda itu tersenyum, bergerak cepat membuat tanda cetak yang begitu jelas di leher Zizy."Pak Valent!" pekiknya.

"Aku akan tetap diam. Tapi jangan ditutupi, biarkan orang-orang melihat apa yang ada di lehermu!" Kalimat dari sang atasan laknat, berjalan meninggalkan karyawan tercintanya yang masih bersembunyi.

"Bagaimana ini?" gumam Zizy kebingungan, meraba bagian lehernya sendiri.

*

Pintu divisi marketing dibuka olehnya. Semua orang menatap ke arah Valentino yang sejatinya tidak pernah mengambil cuti tahunan. Namun kali ini mengambil sekaligus seminggu? Apa yang sebenarnya terjadi?

"Pagi pak Valent..." Susan tertunduk memberi hormat, wajahnya tersenyum, makeup yang kelihatannya tidak murah sama sekali menutupi wajahnya. Kemeja tangan panjang yang ketat, ditambah dua kancing yang terbuka. Rok selutut tidak kalah ketatnya, lengkap dengan sedikit sobekan, mungkin mempermudah untuk berjalan. Benar-benar berbeda penampilan wanita ini setelah menjadi supervisor divisi marketing.

Pemuda yang acuh tidak menjawab sama sekali, berjalan berlalu tidak ada pujian atau apapun, melihat perubahan penampilan Susan.

Brak!

Pintu ruangan manager dibanting, pertanda suasana hati pemuda itu tidak baik-baik saja.

Sekitar 10 menit kemudian Zizy datang, masih dengan penampilan sederhana hanya saja tidak memakai kacamata. Jerawat di wajahnya juga sudah memudar, kulit yang lebih bersih, ditambah dengan wajah yang letih akibat dihajar habis-habisan oleh Valentino. Namun tetap saja terlihat lebih cantik dari biasanya yang akan dijauhi semua orang karena kawah bulan dan minyak jelantah di wajahnya.

"Bukannya kamu sudah berhenti?" tanya Susan mengenyitkan keningnya.

"Pak Valent mempekerjakan ku kembali. Kami membuat kesepakatan." Ucap Zizy hendak tidur beberapa belas menit sebelum jam kerja dimulai.

"Kesempatan apa?" Tanya Susan yang sejatinya sudah lumayan membenci sahabatnya ini. Namun matanya menelisik terdapat tanda di leher orang ini."Kenapa dengan lehermu?"

Mata semua orang beralih pada si wajah jerawat. Menatap lekat-lekat memang ada banyak tanda kebrutalan pria di lehernya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Zizy dapat bekerja kembali?

"Kamu jual diri ke pak Valent?" tanya seorang pegawai wanita menyimpulkan.

"Hus! Selera pak Valentino tinggi! Wanita kemarin yang seperti artis saja ditolak mentah-mentah!" Jawaban dari salah seorang karyawan pria.

Mata Zizy kembali terbuka."Aku pulang kampung untuk menikah dengan konglomerat yang tampan dan kaya. Menjadi seperti Cinderella sehari. Tapi sayangnya aku hanya berakhir di ranjang. Hatinya untuk wanita lain." Ucap Zizy kemudian kembali tidur.

Semua orang saling melirik, bahkan ada yang menghela napas kasar.

"Paling juga menikah dengan anak juragan kambing!" Gumam Susan, yang berjalan mendekati seorang office boy. Tentunya seorang office boy yang memang akan memasuki ruangan Valentino. Guna membawa kopi dan kue kering.

"Biar aku saja!" Susan menyerobot, kemudian mengetuk pintu ruangan Valentino. Kelinci kecil yang malang tidak tau jika pria didalam sana tengah benar-benar kesal.

1
jumirah slavina
astagaaaaaaaa Zi... mantra'mu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
semangat terus berkarya
sukses ya kak💪
✨Susanti✨
akal-akalan mereka ini kayaknya
✨Susanti✨
yess
✨Susanti✨
ada masanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
malangnya sutra
✨Susanti✨
ada kalanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
sudah bosan hidup
✨Susanti✨
gaakan jadi cerita jika tidak ada kesalahpahaman 😩
✨Susanti✨
semangat kak
✨Susanti✨
🤣🤣🤣
✨Susanti✨
😩😩😩 tak kira beneran, padahal udah mau mewek
✨Susanti✨
tuh kan 😩😭😭
✨Susanti✨
apa bakal ada tragedi kah?
✨Susanti✨
semangat kak 😩🤣🤣
✨Susanti✨
curiga sama gangga ini🤔
✨Susanti✨
sampe ikut emosi bacanya
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
widya widya
Hebat Arya. Orang baik, hidupmu kedepannya pasti akan baik 🙏
widya widya
Mampir mau baca kisah putra Nadila 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!