Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Haris
Haris terkurung dalam lingkaran putih yang tidak dirinya tahu dimana, dia yang pagi itu akan pergi untuk melihat Hamka ke rumah Lucas seperti biasa, tiba tiba saja tertarik ke tempat itu dan dia sama sekali tidak bisa keluar meski dia menggunakan semua kekuatannya sekali pun.
"Padahal aku punya ilmu yang cukup kuat tapi kenapa aku masih tidak bisa keluar dari tempat ini, apa ini yang namanya alam bawah sadar, dimana kita hanya tinggal menunggu di panggil saja" gumam Haris
"Om.. Om Haris bisa dengar suara Altair tidak?" Tanya suara Altair yang terdengar di ruangan yang seperti tanpa ujung itu.
"Altair.."
"Altair iya Om dengar, kamu bisa bawa Om pergi dari sini?" Tanya Haris yang sekarang kembali semangat setelah mendengar suara Altair
"Kami tidak bisa masuk Om, tapi Liam sudah cari cara supaya Om bisa bebas dari sana, mungkin ada barang milik Om yang di gunakan seseorang untuk mengikat jiwa Om agar tidak bisa kembali ke tubuh Om" ucap Andromeda
"Barang..."
Haris bergumam, seingatnya semua barang miliknya di pegang oleh ibunya setelah dia memutuskan untuk berpura pura mati, jadi Haris yakin Jessi pelakunya.
"Meda, Altair, tolong kalian cari tahu ibunya Om, mungkin dia yang menggunakan barang milik Om untuk mengikat Om disini" ucap Haris
"Dan tolong bilang pada Hamka, jangan menangis, Om baik baik saja" ucap Haris lagi
"Baik Om" jawab keduanya lalu suara Altair dan Andromeda tak terdengar lagi.
"Hamka, kamu jangan sedih, papa tidak akan kemanapun sebelum kamu benar benar bisa papa tinggalkan dan sebelum kamu bisa melihat dunia ini dengan banyak warna" gumam Haris menghapus air matanya
Yang melakukan itu memanglah Jessi dan Haikal, mereka yang sering melihat keanehan saat hendak menggunakan kartu milik Haris jadi yakin kalau Haris masih hidup, Apalagi ada beberapa barang Haris yang hilang dari kamarnya seperti surat surat yang dulu Jessi tahu merupakan harta peninggalan mendiang ayah Haris.
Haikal tidak bisa seperti Haris saat memimpin perusahaan Maulana, dia malah membuat banyak kontrak gagal dan para investor kabur, hanya Hilman saja yang masih bisa memimpin perusahaan itu dengan baik setelah dia mendapatkan donor mata dan memilih untuk bertaubat.
######
"Mbah, apa mbah yakin anak saya itu masih hidup dan arwahnya hanya tersesat?" Tanya Jessi yang saat ini sedang berada di sebuah rumah dukun ternama di sebuah desa.
"Iya, dia itu arwah tersesat, di tidak mau semua miliknya di sentuh siapapun itu sebabnya kalian tidak pernah bisa memakai barang ataupun uang yang dia miliki" jawab dukun itu yang bernama Tejo.
"Lalu apa anak saya itu bisa kembali? Jasadnya itu sudah di kubur Mbah saya lihat sendiri" tanya Jessi
"Jasad yang sudah di makan tanah selama belasan tahun, tidak mungkin akan kembali utuh Bu, jadi arwah itu tidak akan pernah bisa kembali dan hanya akan berkeliaran di dunia manusia" jawab Tejo
"Lalu bagaimana saya berkomunikasi dengan anak saya, saya mau dia kembali Mbah, perusahaan milik ayahnya hanya dia yang bisa memimpin" ucap Jessi
"Kalau jasadnya masih ada saya bisa membantu mengembalikan, kalau untuk sekarang, saya hanya bisa mengurung dia saja dengan benda miliknya ini" ucap Tejo menunjuk cincin milik Haris yang sering dia gunakan dulu semasa hidupnya, cincin pemberian Jessi hadiah ulang tahun ke dua puluh lima saat Haris berhasil menjadi direktur di perusahaan milik ayah sambungnya.
"Bagaimana mungkin Mbah, jasadnya saja sudah di kubur, saya butuh dia untuk membantu adik adiknya mengurus perusahaan ayahnya sampai mereka bisa memegangnya sendiri, hanya itu" ucap Jessi
"Mungkin itu sebabnya dia tidak mau kembali hidup" ucap Tejo
"Maksud Mbah?" Tanya Jessi
"Anda hanya memanfaatkan dia untuk anak anak anda yang lain, dan hanya menjadikan dia sebagai alat untuk membuat perusahaan anda sukses tapi yang menikmatinya adalah anak anak anda yang lain, dengan kata lain Anda sebenarnya tidak menginginkan Haris" ungkap Tejo
Deg.
Jantung Jessi rasanya seperti berhenti berdetak, kata kata Tejo cukup menampar hatinya, selama ini Jessi memang Hanya memanfaatkan Haris sebagai alat untuk menjaga, mengurus bahkan menjadi kacung setia adik adiknya itu, bahkan meski Jessi tahu Haris mencintai Ivanka saat itu, Jessi tetap meminta Haris untuk tetap memegang janjinya selalu setia pada keluarga Jhonson yang merupakan marga dari almarhum ayah sambung Haris.
"Sa.. saya tidak seperti itu Mbah" ucap Jessi menunduk
"Barang anak Anda yang sudah saya kunci ini, mungkin tidak akan bertahan lama karena dia bukan orang biasa, dia punya ilmu bahkan sebelum dia keluar dari raganya, jadi sebaiknya gunakan waktu itu untuk melakukan apa yang anda mau" ucap Tejo meminta Jessi untuk pergi dari sana dengan sopan.
"Terima kasih Mbah" ucap Jessi sebelum dia keluar dari rumah Tejo.
Di luar Haikal sudah menunggu dengan cemas karena takut kalau tujuan mereka gagal, tapi Jessi keluar dengan senyuman dan itu artinya tujuan mereka berhasil.
"Bagaimana ma?" Tanya Haikal
"Kakak kamu benar masih hidup, itu sebabnya barang barangnya tidak bisa kamu gunakan, tapi jiwanya sudah di kurung dukun itu untuk sementara, jadi kita harus cepat cepat mencari di mana kunci brangkas miliknya, karena mama tahu dimana rumah Haris" ucap Jessi sebelum masuk ke dalam mobil bersama Haikal.
Mereka tidak tahu kalau Icang juga ada disana dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan, bahkan Icang tidak menyangka sosok ibu yang begitu lembut di depan Ivanka dulu sudah hilang berganti dengan sosok ibu yang ambisius.
Icang tidak masuk ke dalam rumah dukun itu karena dia mendengar sendiri kalau dukun itu bilang, Haris tidak akan bisa lama terkurung disana, jadi dia memilih untuk mengikuti Jessi dan mencari tahu apa saja yang dia cari di kamar Haris yang tidak pernah bisa mereka masuki karena hawa panas di kamar Haris akan membuat mereka tidak betah berlama lama di dalam kamar itu.
######
Di tempat Brandon.
"Jadi benar ibunya Om Haris yang melakukan itu?" Tanya Langit
"Iya, anak buah Abang sudah mengikuti mereka dan mereka bilang dia keluar dari rumah seorang dukun, perlu Abang ambil benda yang di berikan Tante Jessi pada dukun itu?" Tanya Zaki
"Ambil bang, kasihan Hamka, nanti biar Langit dan Daddy yang akan putuskan mantra pengikatnya di sini" ucap Langit yang masih di tempat Haris berada bersama Hamka dan Zaki yang datang setelah mendapatkan informasi dari anak buahnya yang dia sebar untuk mengikuti Jessi, Hilman dan Haikal.
"Benda itu akan ada disini dalam dua jam, kalau perlu dukun itu juga akan tutup praktek saat ini juga" ucap Zaki