NovelToon NovelToon
Hani dan Pensil Ajaibnya

Hani dan Pensil Ajaibnya

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 11~
Novel ini merupakan kumpulan cerita kehidupan dari seorang remaja sebelas tahun bernama Hani.
Dia adalah putri tunggal dari pasangan Lea dan Erik yang sibuk bekerja sepanjang waktu.
Sehingga sehari-hari nya, Hani bermain sendiri bersama pensil dan buku sketsa nya.
Semuanya berjalan biasa sampai ketika Hani menerima sebuah pensil ajaib dari seorang Pak Tua.
Mulai saat itu lah kehidupan monoton gadis kecil itu berubah jadi istimewa!
Yuk ikuti kisah-kisah nya!

catatan: Novel ini Mel dedikasikan khusus untuk dua bocil Mel (Ram dan Riy) dan umum nya untuk semua anak-anak hebat Indonesia.
Love you all, Kiddo..🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diculik Lagi

Beberapa hari berikutnya berlalu dengan damai bagi Hani. Ia kembali masuk sekolah seperti biasanya di hari kedua setelah ia pulang dari peristiwa penculikan itu. Begitu juga dengan Nuri.

Kedua sahabat itu menjadi pusat perhatian kawan sekelas mereka atas peristiwa yang mereka alami.

Sayang sekali Hani dan Nuri tak bisa memberikan keterangan lebih kepada Pak Polisi terkait tempat mereka disekap oleh Madame Go.

Terlebih lagi ketika kepolisian menanyakan cara Hani dan Nuri berhasil melarikan diri. Kedua gadis itu memberi jawaban ambigu.

Sebelumnya Hani memang telah memberi ultimatum pada sahabatnya itu agar Nuri tak menceritakan perihal pensil ajaib.

Hani khawatir bila nanti pensil ajaib yang ia miliki akan diambil oleh pihak kepolisian. Seperti yang sering ia dengar di berita yang ditonton oleh Papa nya di televisi.

Dimana para polisi akan menyita sejumlah benda sebagai barang bukti. Hani tak mau jika pensilnya akan diambil darinya. Jadi ia meminta Nuri untuk tak menceritakan apapun perihal pensil ajaib tersebut.

Karena itulah hingga saat ini pihak kepolisian masih terus mencari keberadaan lokasi penyekapan Nuri dan juga Hani, kemarin.

Sebenarnya, Hani juga sudah menceritakan tentang Tara kepada Pak Polisi yang menginterogasi dirinya. Namun Pak Polisi juga agak kesulitan untuk menemukan Tara.

Baru pada hari ke tujuh sejak penculikan itulah polisi akhirnya berhasil menemukan tempat terakhir di mana Tara berada. Yakni di rumahnya sendiri.

Sayangnya, begitu sampai di rumah itu Tara dan seluruh keluarganya sudah tak lagi tinggal di sana. Dari tetangga di sekitar rumah Tara, polisi mendapatkan informasi tentang beberapa lelaki berpenampilan sangar yang menjemput tiga orang anggota keluarga tersebut untuk pergi sehari yang lalu.

Ke mana orang-orang itu membawa pergi ketiganya, sayangnya tak ada yang tahu tentang hal itu.

Hani tak sengaja mendengar informasi ini saat seorang polisi datang dan berbincang dengan Papanya di ruang tamu.

Mendengar informasi itu, Hani tiba-tiba dilanda ketakutan.

"Bagaimana jika nanti orang-orang jahat itu datang juga ke rumah ku?" gumam Hani merasa kalut.

Tapi kekhawatiran itu segera terlupakan dari benak Hani, sejak gadis kecil itu kembali masuk sekolah dan bertemu teman-temannya kembali.

***

"Sayang, Mama mau pergi ke supermarket dulu untuk belanja mingguan. Kamu mau ikut gak?" tanya Lea pada suatu pagi.

Sejak berhenti dari pekerjaannya, Lea menjadi full time mother bagi Hani. Pasangan ibu dan anak tersebut semakin menguatkan bonding di antara keduanya.

"Mau, Ma. Nanti Hani mau beli tempat pensil boleh ya, Ma?" tanya Hani meminta ijin Lea.

"Boleh.. Tempat pensil kamu memangnya sudah rusak, Han?" Tanya Lea perhatian.

"Iya, Ma. Gak sengaja kena cutter nya teman pas dia lagi runcingin pensil.."

"Runcingin pensil kok pakai cutter sih? Kenapa gak pakai rautan aja? Benda berbahaya itu, Han. Kasih tahu teman mu itu!"

"Udah Hani bilangin Ma. Tapi katanya lebih enak pakai cutter.."

"Ada-ada aja teman mu itu, Han.. Ya udah. Kita berangkat sekarang, yuk!" ajak Lea kemudian.

"Ayo, Ma!"

Keduanya lalu pergi bersama dengan diantar oleh sopir lama mereka, Pak Wahyu. Berkaca pada pengalaman yang sudah lalu, Lea memutuskan untuk mengajak serta Pak Wahyu bersama keduanya ke mana pun mereka akan pergi, selagi Erik masih bekerja.

Lea tak ingin kejadian penculikan itu kembali berulang. Karena itulah ia tak akan meninggalkan Hani sendirian lagi.

"Habis ini kita cari tempat pensil yang kamu mau ya, Han?"

"Iya, Ma.. Tapi Hani haus, Ma.."

"Ohh. ya udah. Kita beli minuman dulu deh yuk!"

"Asik! Ayo, Ma!"

Pasangan ibu dan anak itu pun lalu mencari outlet minuman di dekat supermarket.

"Pak Wahyu, saya minta tolong bawakan barang belanjaan nya ya, Pak ke bagasi. Nanti Bapak tunggu aja di mobil. Saya sama Hani mau beli tempat pensil dulu sebentar," titah Lea kepada sopir pribadi mereka.

"Baik, Bu.."

"Eh, sebentar, Pak.. Ini. Minuman nya buat Bapak.."

Lea lalu memberikan satu cup es cappucino cincau kepada Pak Wahyu.

"Alhamdulillah.. terima kasih, Bu.. Lumayan ini buat ngademin mulut.."

"Iya, Pak. Tunggu di mobil aja ya , Pak. Nanti kalau saya mau keluar, saya bel Pak Wahyu. Ketemu nya di lobi depan mall ya, Pak.." imbuh Lea mengingatkan Pak Wahyu.

"Baik, Bu.."

Pak Wahyu lalu bergegas pergi dan menenteng barang belanjaan yang telah dibeli oleh Lea dan Hani di supermarket tadi.

Setelah membeli minuman, Hani dan Lea lalu pergi ke toko alat tulis. Di sana Hani memilih satu tempat pensil dan juga buku memo seukuran tangan.

"Udah, itu aja. Han?"

"Iya, Ma. Hani cuma mau beli ini aja.."

"Enggak sekalian beli yang lainnya juga, Sayang? pensil menggambar kamu kayaknya udah pendek tuh!" tunjuk Lea pada pensil yang ada di saku celana Hani.

"Ini.. masih bisa dipakai kok, Ma.." Hani membela diri.

Ia memang sengaja membawa pensil ajaib hari ini. Sejak peristiwa penculikan tempo lalu, gadis itu merasa harus selalu membawa pensil itu ke manapun ia pergi. Buat berjaga saja. Pikir Hani begitu.

"Mama beliin lagi deh ya yang baru. mm.. Nah, ini kayaknya bagus.. Mau sekalian beli banyak, kah. Han?"

"Dua aja cukup kok, Ma."

"Oke.. kita sekalian beli buku juga deh ya, Han.."

Pada akhirnya, niat hanya ingin membeli tempat pensil malah berakhir menjadi shopping besar-besaran perlengkapan alat tulis. Dan yang lebih bersemangat belanja tak lain dan tak bukan adalah Lea. Sementara Hani hanya mengiyakan saja apa yang diambil oleh Mama nya dari rak barang-barang yang dijual di sana.

Sekitar setengah jam kemudian, Lea dan Hani sudah menunggu di lobi mall.

"Ini Pak Wahyu ke mana ya? Kok di bell gak diangkat-angkat ya?"

"Mungkin lagi.. itu mobil kita, Ma!" tunjuk Hani pada mobil mereka yang baru saja muncul dari tempat parkiran basement.

"Oh iya.. "

Tak lama kemudian, mobil pun berhenti di depan Hani. Gadis itu lalu membuka pintu dan hendak naik terlebih dulu. Namun begitu ia membuka pintu mobil, di dalam mobil telah ada seorang lelaki yang tak dikenal oleh Hani.

"Ma..?!!!"

Belum sempat Hani membalikkan badan untuk bertanya kepada Lea, apakah ini benar mobil mereka. Ketika Hani dikejutkan oleh tarikan kencang pada tangannya.

Tarikan itu langsung membuat Hani terjatuh ke dalam mobil. Dan setelahnya. Kaki nya pun ditarik masuk ke dalam mobil.

Dalam hitungan detik, pintu mobil ditutup oleh lelaki asing itu. Dan mobil pun melaju cepat meninggalkan lobi mall. Sekaligus juga meninggalkan Lea yang kini terjatuh di aspal jalanan.

Wanita itu tak mempedulikan penampilan dirinya yang diperhatikan oleh para pengunjung mall di sana. Dengan sekencang-kencang nya, Lea menjeritkan satu kalimat yang sama berulang kali.

"Tolong! Hani! Hani ku diculik! Tolong! Tolong!"

Jeritan Lea itu terdengar menyayat hati semua pengunjung yang berada di sekitarnya saat itu.

***

1
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir, lama ya baru melipir kemari lagi mel
Senajudifa
cb aku bisa nemu sesuatu yg ajaib jg dijalan yah😂😂
Senajudifa
iya pelototi aj mam😁😁
Senajudifa
betul itu Hana
Feby Delvia Mahenny
bagus ceritanya
mom mimu
kasih sembako aja Mam... biar Heru sama keluarganya makan enak... kasian mereka tiap hari cuman makan ubi sama singkong 😢
mom mimu
come back nyicil kak Mell... semoga Hani bisa cepet pulang ke rumah lagi...
mom mimu
satu iklan mendarat kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
wah, ternyata kak Heru punya Indra keenam ya 😮😮
mom mimu
kuga/juga ✌🏻
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
maaf baru mampir lagi kak Mell, semangat terus ya ✌🏻✌🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
kayanya neneknya Bono punya ilmu mata batin ya 😅
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
fan/dan ✌🏻
mom mimu
Oun/pun ✌🏻
mom mimu
batu/baru ✌🏻
mom mimu
Hana/Hani ✌🏻
Senajudifa
penyihir tho
Senajudifa
kok serem nenekx bono nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!