Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Dengan segenap keberaniannya Mateo mulai mengarahkan ketempat yang seharusnya dia tuju. Jantung Claire semakin memompa cepat tidak seperti biasanya. Saking gugupnya bahkan Claire sampai tidak mau membuka kedua kakinya.
Membuat Mateo tersenyum melihat Claire begitu gugup..
"Bagaimana aku bisa melakukannya kalau ditutup rapat begini pintunya?"
"Teo, aku malu,"
"Aku sudah melihatnya untuk apa malu apalagi sampai ditutupi begitu?"
Akan tetapi Claire masih ragu-ragu untuk membuka kedua kakinya.
"Mau buka atau aku paksa?"
"Iya aku akan membukanya,"
"Yang lebar!"
"Bawel," kata Claire.
Dengan perlahan Claire pun membuka kedua kakinya, sehingga Mateo bisa dengan jelas memandangi apa yang selama ini dia inginkan.
Mateo tersenyum senang karena akhirnya dia bisa mengamatinya dari jarak sedekat ini, lalu disentuhnya apa yang selama ini dia inginkan hingga akhirnya Claire pun menarik nafas panjang-panjang saat Mateo berhasil menyentuhnya.
Kedua mata Claire memandang kewajah Mateo yang saat ini sedang fokus kebawah sana. Tangan itu merabanya halus membuat seluruh tubuh Claire panas dingin merasakannya.
Setelah beberapa saat melakukan perkenalan terlebih dahulu agar Claire tidak begitu gugup, Mateo pun mulai mengarahkannya. Meskipun ini bukan kali pertama bagi Claire, akan tetapi rasanya masih terlalu sakit.
Bahkan Claire sampai memejamkan kedua matanya dan kedua tangannya itu mencengkram lengan Mateo. Semakin Mateo merasakan dunia ini miliknya, semakin Claire merasakan sakitnya dunia.
Claire menggigit bibirnya sendiri, sementara Mateo justru memejamkan kedua matanya saat merasakan sudah semakin jauh dan dalam.
"Teo," lirih Claire.
"Hmm, ssth,"
Setelah sedikit lebih memaksa, akhirnya Mateo berhasil menaklukkan jalan yang sempit tersebut hingga keduanya sama-sama larut kedalam gerakan yang diciptakan oleh Mateo.
Entah sudah berapa lama Mateo dan Claire melakukannya, keringat ditubuh keduanya pun sudah membanjiri wajah keduanya, akan tetapi belum ada tanda-tanda Mateo akan menghentikan permainannya.
Dibawah sana Claire pun hanya menurut saja atas apa yang dilakukan oleh Mateo terhadap dirinya. Hingga terlihat wajah Mateo yang sudah sangat puas dan bersiap untuk menghentikan permainannya.
Tubuh keduanya sama-sama bergetar hebat dan diakhiri dengan rasa yang luar biasa dahsyat.
Nafa Claire dan Mateo masih terengah-engah, dan keduanya sama-sama saling diam setelah akhirnya melakukan hal tersebut.
"Maaf ya aku terlalu memaksa tadi, apa masih sakit?"
"Memang kau pemaksa yang ulung,"
"Kalau tidak dipaksa mana mau kan? Bagaimana?"
"Ba-bagaimana apanya?"
"Rasanya? Apa seperti bocah?"
"Bocah mana ada yang sebesar itu!"
"Oh, jadi besar ya?"
"Teo sudah jangan dibahas lagi, aku malu,"
"Terimakasih, aku sangat menikmatinya,"
Setelah mengarungi lembah untuk mencapai puncak nirwana itu, keduanya pun sama-sama tertidur pulas.
Beberapa bulan berikutnya! Kandungan Claire sudah memasuki bulan keempat, dan Claire pun sudah meminta Mateo untuk mengumpulkan teman-teman laki-lakiny yang datang saat pesat pada waktu itu.
Sebenarnya berat sekali Mateo harus melakukan hal semacam ini, akan tetapi kedua orangtuanya juga memaksa untuk tetap dilakukannya tes DNA tersebut.
Hari ini kedua orangtua Mateo dan kedua orangtua Claire berkumpul bersama untuk bertemu dengan teman-teman laki-laki Mateo yang hadir saya adanya pesta.
Hanya tinggal beberapa teman-teman Mateo saja yang belum sampai di rumah Mateo. Orangtua Claire sebenarnya sangat malu atas apa yang sedang mereka lakukan sekarang, selain membuang-buang waktu, Claire juga seperti mempermalukan dirinya sendiri.
Setelah menunggu kurang lebih satu jam, akhirnya sepuluh orang termasuk Tom teman laki-laki Mateo yang ada pada saat pesta malam kejadian bisa hadir semua! Kini tiba saatnya Mateo memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada teman-temannya.
"Guys, mungkin kalian bertanya-tanya untuk apa aku mengumpulkan kalian disini! Tapi jujur, sebelumnya aku ingin memberitahukan pada kalian bahwa aku sudah menikah dengan Claire anak dari sahabat orangtuaku!"
"Hah?" Mereka tampak terkejut dan tidak percaya pada Mateo.
"Kau menikah tanpa memberitahu kami?" tanya salah seorang.
"Itu mendadak karena ada hal penting yang harus aku jelaskan ke kalian,"
"Apa Teo?"
"Pada malam pesta, kalian pasti melihat Claire yang sekarang menjadi istriku datang ke rumah bukan?"
Sebagian ada yang menjawab iya melihat tapi ada sebagian yang bilang tidak menyadari kehadiran Claire.
"Pagi harinya aku dan Claire tidur dalam satu ranjang dan dalam kondisi aku dan Claire tidak ingat apapun semalam, bahkan Claire dinyatakan hamil sehingga aku harus bertanggungjawab,"
"Kok bisa Teo? Jadi maksudnya ada yang menodai Claire kemudian kau yang bertanggungjawab?"
"Benar! Aku minta bantuan kalian untuk mau dites DNA, karena Claire berpikir bayi yang saat ini tengah dia kandung adalah anak dari salah satu kalian!"
Memang semua teman-teman Mateo sangat terkejut dengan hal seperti ini, akan tetapi mereka pun tidak keberatan untuk melakukan tes DNA karena tidak mau dicurigai atas apa yang tidak mereka lakukan.
Mereka memang hobi mabuk-mabukan dan judi, akan tetapi jika soal melakukan tindakan seperti itu pada seorang wanita mereka tidak mungkin melakukannya, apalagi sampai membuat hamil anak orang.
Atas kesepakatan bersama itulah! Akhirnya Mateo pun mengambil rambut dari masing-masing teman-temannya lalu dimasukkan kedalam botol-botol kecil yang sudah dituliskan nama masing-masing.
Diantara semua orang yang berkumpul itu, ada salah seorang yang sebenarnya sedang merasakan hatinya tidak karuan, karena dialah pelakunya! Hanya saja dia mencoba terlihat tenang, karena memang cepat atau lambat kenyataan ini pasti akan terbongkar juga.