NovelToon NovelToon
Ceo'S Plus Size Wife

Ceo'S Plus Size Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kematian istrinya, Darren, seorang CEO kaya raya, hidup dalam kesepian. Bukannya mendapat dukungan, ia justru dimanfaatkan oleh ketiga anaknya yang hanya peduli pada harta warisan. Saat mencari ketenangan di taman, hidupnya berubah ketika bertemu Jihan, gadis baik hati yang baru saja dihina dan ditinggalkan kekasihnya karena penampilannya.
Ketika Darren tiba-tiba terkena serangan jantung, Jihan tanpa ragu menolongnya dan bahkan menghabiskan tabungan terakhirnya untuk biaya rumah sakit. Ketulusan Jihan menyentuh hati Darren hingga ia melamar gadis itu sebagai bentuk rasa terima kasih dan kekaguman.
Akankah Jihan menerima lamaran pria kaya yang jauh lebih tua darinya? Dan mampukah mereka menghadapi amarah anak-anak Darren yang merasa posisi mereka terancam oleh kehadiran calon ibu tiri yang tak pernah mereka bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Rumor tentang keberadaan Darren yang "luntang-lantung dalam kondisi gila" di pelabuhan tua disebarkan dengan sangat rapi oleh Jonas.

Umpan itu termakan dengan sempurna. Andre dan Riko, yang dihantui oleh kegagalan pembunuhan sebelumnya, segera berangkat secara pribadi ke gudang terbengkalai itu dengan membawa senjata api, bertekad untuk memastikan tidak ada lagi saksi hidup yang tersisa.

Begitu mereka masuk, Deacon dan timnya segera menutup seluruh akses keluar-masuk gudang.

Mereka menciptakan sebuah labirin ketakutan; lampu-lampu gudang yang sudah berkarat dibuat berkedip-kedip, suara langkah kaki bergema dari segala penjuru, dan atmosfer udara yang lembap dibuat menjadi sangat dingin.

Di titik tertinggi gudang, Jihan telah bersiap. Berkat bantuan penata rias profesional dan efek pencahayaan presisi dari Deacon, Jihan kini tampak seperti "arwah" yang bangkit dari kematian.

Gaun putihnya compang-camping, persis seperti pakaian yang ia kenakan saat mobilnya terjun ke jurang.

Riasan wajahnya yang pucat, dengan bekas luka samar yang disimulasikan, membuatnya tampak mematikan sekaligus sangat nyata.

Tepat saat Andre dan Riko sampai di tengah gudang, Jihan muncul di balik tirai bayangan.

Dengan bantuan sistem audio tersembunyi yang diletakkan Deacon di sudut-sudut ruangan, suara Jihan menggema, berat dan mistis.

"Andre... Riko... kenapa kalian mengejarku sampai ke liang lahat?"

Suara itu memenuhi setiap inci gudang. Andre dan Riko yang awalnya tegap, seketika berhenti.

Riko menoleh ke sana kemari dengan napas memburu.

"Siapa itu?! Keluar kau!"

"Kalian tidak puas membunuhku lewat tangan Albert, hingga kalian masih ingin menyiksa Papa?" suara Jihan kembali menggema, kali ini lebih dekat.

Melihat sosok "Jihan" yang melayang di antara tumpukan peti kemas, pertahanan mental Andre dan Riko runtuh.

Mereka tidak melihat manusia, mereka melihat arwah penasaran yang datang menuntut balas.

"M-mama?!" Riko berteriak histeris, kakinya gemetar hebat hingga ia jatuh terduduk.

"Bukan aku! Andre yang punya ide membayar Albert! Kami hanya ingin warisan Papa, jangan bunuh aku!"

Andre, yang sudah kehilangan akal sehatnya akibat teror cahaya yang menyilaukan dan suara Jihan yang terus menghujam, ikut berteriak kalap.

"Benar! Albert yang merusak rem mobil itu! Kami yang memberi uangnya! Tolong, Jihan, pergilah ke alam baka! Kami akan menyerahkan segalanya!"

Di balik kegelapan, Deacon merekam setiap kata pengakuan mereka dengan mikrofon sensitif tinggi.

Jihan, yang berdiri di sana dengan dingin, menatap dua pria yang dulu menjadi anak tirinya itu dengan rasa jijik yang luar biasa.

Perangkap telah menutup rapat, dan pengakuan dosa itu kini menjadi tiket mereka menuju penjara seumur hidup.

Jihan tidak berhenti di situ. Skenario yang dirancang Deacon bekerja dengan akurasi militer yang menakutkan.

Di bawah sorotan lampu yang sengaja dibuat redup dan berkedip tidak beraturan, Jihan melangkah mendekat.

Langkah kakinya yang kini begitu tegap dan anggun terasa sangat tenang, namun di mata Andre dan Riko, setiap ketukan tumit sepatunya terdengar seperti lonceng kematian yang mengintimidasi.

"J-jangan mendekat! Menjauh dariku!" jerit Riko, kedua tangannya gemetar menutupi wajahnya yang pucat pasi.

Ia dan Andre merangkak mundur, menyeret tubuh mereka di atas lantai gudang yang berdebu dan dingin hingga punggung mereka benar-benar tersudut memojok di dinding gudang yang berkarat.

Di bawah tekanan psikologis yang luar biasa, dengan keringat dingin yang membanjiri tubuh, kedua bersaudara itu terus meracau, menumpahkan segala dosa dan detail konspirasi mereka ke udara.

Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut-sudut gelap langit-langit gudang, lensa kamera pengintai berspesifikasi tinggi yang dipasang oleh tim Deacon telah merekam setiap ekspresi ketakutan, setiap tetes air mata, dan setiap kalimat pengakuan dosa mereka dengan sangat jernih.

Tepat ketika pertahanan mental Andre dan Riko benar-benar hancur lebur hingga ke titik terendah, sebuah bayangan tinggi melangkah keluar dari balik kegelapan container di sisi kanan gudang.

Tap.

Tap.

Langkah kaki itu berat, tegas, dan sarat akan wibawa yang tak terbantahkan.

Begitu sosok itu melangkah masuk ke dalam radius cahaya lampu, Andre dan Riko mendongak.

Detak jantung mereka seolah berhenti seketika.

Itu adalah Darren Bramantyo.

Tidak ada lagi tatapan kosong. Tidak ada lagi tubuh ringkih yang linglung memeluk guling.

Pria paruh baya itu berdiri tegak dalam balutan jas hitam mahalnya yang rapi.

Sorot mata Singa Bisnisnya yang legendaris—yang terkenal dingin, kejam, dan mematikan—kini terkunci lurus pada kedua anak kandungnya.

"P-Papa?!" gagap Andre, tenggorokannya mendadak kering hingga suaranya nyaris habis.

"K-kamu... bagaimana bisa..."

Darren menatap mereka dari atas dengan tatapan penuh rasa jijik, seolah sedang melihat dua ekor kecoak yang menjijikkan.

Di sampingnya, Jihan berdiri tegak, perlahan menghapus riasan efek luka di wajahnya dengan selembar tisu, lalu menatap mereka dengan senyuman dingin yang menawan.

"Kalian mengira dia adalah arwah yang datang menuntut balas?" suara bariton Darren bergema, begitu tenang namun terasa sangat mencekam di dalam gudang kosong itu.

Darren menyeringai kejam, sebuah ekspresi yang menandakan bahwa ia siap mencabik-cabik mangsanya.

"Bukan, anak-anakku. Ini bukanlah arwah dari alam baka, melainkan kenyataan pahit yang sengaja kujemput untuk membawa kehancuran mutlak bagi kalian berdua."

Mendengar ucapan Darren, Riko dan Andre tersedak oleh ludah mereka sendiri.

Sadar bahwa mereka baru saja dijebak dalam sebuah permainan psikologis yang jenius, dan bahwa seluruh pengakuan kejahatan mereka kini telah berada di tangan sang Singa Bisnis, dunia mereka runtuh seutuhnya. Neraka yang sesungguhnya baru saja dimulai.

"Papa, maafkan aku. Aku khilaf, Pa! Aku tidak bermaksud melakukan semua ini!" ratap Riko bersujud di lantai, mencengkeram ujung sepatu mahal Darren dengan tubuh yang bergetar hebat.

Namun, di sampingnya, Andre justru menampilkan ekspresi yang jauh berbeda. Ketakutan di wajah Andre perlahan berubah menjadi kegilaan yang murni.

Menyadari bahwa jalan keluar bagi mereka telah tertutup rapat dan kehancuran sudah di depan mata, mata Andre berkilat merah, penuh dengan keputusasaan seorang psikopat yang terdesak.

Darren memalingkan wajahnya dengan dingin, bersiap memberikan isyarat kepada Deacon untuk membawa masuk pihak kepolisian.

"Maafmu tidak berlaku di neraka, Andre, Riko."

"Kalau aku harus hancur, kita semua harus hancur bersama, Pak Tua bangka!" raung Andre kesetanan.

Dari balik lengan jasnya, Andre dengan kilat mengeluarkan sebilah pisau komando bermata ganda yang sejak awal ia sembunyikan untuk menghabisi ayahnya.

Dengan sisa seluruh kekuatannya, Andre melompat maju, melayangkan pisaunya tepat ke arah dada Darren.

Jleb!

Suara tajam besi dingin yang merobek daging bergema mematikan di dalam gudang sunyi itu.

Darren membelalakkan matanya saat merasakan sebuah dekapan hangat yang sangat erat tiba-tiba mendekap tubuhnya dari depan.

Jihan, dengan refleks cinta yang mengalahkan rasa takutnya, telah melompat ke depan tubuh Darren.

Ia menjadikan punggungnya sendiri sebagai perisai hidup untuk melindungi suaminya dari tikaman maut Andre.

Pisau itu menancap dalam di punggung kiri Jihan.

Gaun putih compang-camping yang ia kenakan kini perlahan mulai basah oleh noda merah darah yang nyata, bukan lagi sekadar riasan.

"J-Jihan?!" Deacon yang melihat kejadian itu dari monitor taktis langsung berteriak, mengisyaratkan Jonas dan timnya untuk mendobrak masuk.

Andre menarik pisaunya kembali dengan tubuh gemetar, jatuh terduduk karena syok melihat sosok wanita cantik itu yang justru terkena tikamannya.

Tubuh Jihan melemas, menyandarkan kepalanya di dada bidang Darren.

Meski rasa sakit yang teramat sangat mulai menjalar ke seluruh tubuhnya dan kesadarannya perlahan menipis, Jihan memaksakan sebuah senyuman tulus di bibirnya yang mulai memucat.

Ia menatap mata Darren yang kini dipenuhi oleh kepanikan yang luar biasa.

"A-aku... tidak apa-apa, Mas. Mas tidak terluka, kan?" bisik Jihan lirih, suaranya nyaris habis, sebelum perlahan kelopak matanya mulai tertutup.

"JIHAN!!!!"

Darren menjerit histeris, menangkap tubuh Jihan yang ambruk ke dalam pelukannya.

Jiwa Singa Bisnisnya seketika runtuh, digantikan oleh kepanikan seorang suami yang ketakutan setengah mati akan kehilangan wanita yang baru saja kembali ke pelukannya.

1
merry yuliana
👍👍👍
merry yuliana
lanjut kak...aku hadir ...cemungud kak sering2 crazy up yaaa💪💪💪
my name is pho: ok kak🥰
total 1 replies
sri hastuti
punya anak2 laki2 biadab semuanya thor, jangan dikasih harta, biar tau rasa ,pengrn tak bikin mati aja 2 anak itu 😡😡😡
my name is pho: iya kak
total 1 replies
falea sezi
gugat cerai aja deh laki bego
falea sezi
laki goblok😒 g tau diri
sri hastuti
jd anak kok durhaka spt itu thor, pengen tak lenyap o aja 2 anak gak tau diri itu, atau semua hartanya jangan dikasih, kasih ke panti aja,biar tau rasa 😡😡😡😡
Vie
hadir kak.... 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!