NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Berkah di Tengah Kabut Jeju

​Kabar kehamilan Han Ji-an menyebar seperti kehangatan musim semi di dalam penthouse Hannam-dong. Pagi berikutnya, suasana rumah dipenuhi aroma sup rumput laut hangat yang dimasak khusus oleh koki pribadi atas perintah ketat Cha Jin-wook. Pria itu benar-benar menjelma menjadi suami yang super protektif—bahkan jauh lebih protektif daripada saat Ji-an mengandung Seo-ah dulu.

​Di dalam kamar utama, Ji-an sedang bersandar di tumpukan bantal sutra ketika Jin-wook melangkah masuk. Pria itu tidak lagi mengenakan jas formalnya; ia sengaja menunda jam masuk kantor demi memastikan Ji-an meminum vitaminnya. Di tangannya, sepasang sepatu rumah berbahan bulu domba yang sangat lembut siap dipasangkan ke kaki istrinya.

​"sayang, aku bisa memakainya sendiri," protes Ji-an dengan kekehan geli saat melihat suaminya berlutut di tepi ranjang hanya untuk memasangkan sepatu rumah tersebut.

​Jin-wook mendongak, menatap Ji-an dengan mata elangnya yang kini melunak, dipenuhi binar cinta yang begitu pekat. "Mulai hari ini, kau tidak boleh membungkuk, tidak boleh mengangkat barang yang lebih berat dari secangkir teh, dan tidak boleh kelelahan. Dokter bilang trimester pertama ini sangat krusial, Ji-an."

​Ji-an merasakan hatinya menghangat, pipinya merona merah muda. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menyisir rambut hitam suaminya yang sedikit berantakan dengan jemari lentiknya. "Terima kasih, Jin-wook ya. Terima kasih karena selalu menjagaku."

​Jin-wook tidak menjawab dengan kata-kata. Ia menegakkan tubuhnya, duduk di tepi ranjang, lalu menarik Ji-an ke dalam pelukan hangatnya. Tangan besarnya yang hangat perlahan turun, mengusap perut rata Ji-an dengan gerakan yang luar biasa lembut, seolah-olah sedang menyentuh porselen paling berharga di dunia.

​"Aku yang harus berterima kasih," bisik Jin-wook parau tepat di ceruk leher Ji-an, mengirimkan desir halus yang membuat jantung Ji-an berdegup kencang. "Kau memberikan kehidupan, kebahagiaan, dan keluarga yang utuh untukku. Aku bersumpah akan menjaga kalian dengan seluruh hidupku."

​Jin-wook menjauhkan wajahnya sedikit, menatap bibir manis Ji-an sebelum menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman pagi yang lambat, manis, dan sarat akan gairah yang penuh kehati-hatian. Ciuman itu begitu intim, sebuah janji suci tanpa suara yang bergema di antara detak jantung mereka yang saling bertautan.

​Sementara itu, ribuan kilometer di selatan Seoul, kabut tebal menyelimuti lereng Gunung Halla di Pulau Jeju.

​Di dalam sebuah vila pribadi bergaya arsitektur gotik yang terisolasi dari pemukiman warga, Kang Min-woo duduk di ruang tamu yang dingin. Di hadapannya, bukan lagi Min Chae-rin atau Cha Tae-sung yang berdiri, melainkan seorang wanita paruh baya berambut sanggul rapi dengan setelan pakaian hitam yang sangat formal.

​Dia adalah Nyonya Besar Kang—ibu tiri dari mendiang kakak Cha Jin-wook, sekaligus musuh bebuyutan yang selama ini diasingkan ke luar negeri oleh kakek Jin-wook sebelum beliau wafat.

​"Jadi, kau adalah mantan suami yang dibuang oleh menantu baru keluarga Cha?" suara Nyonya Besar Kang terdengar berat dan berwibawa, penuh dengan intonasi penghinaan yang khas dari kalangan jetset tua.

​Min-woo mengepalkan tangannya di atas lutut, menahan rasa hinanya. "Benar, Nyonya Besar. Han Ji-an telah menghancurkan hidupku, dan Cha Jin-wook telah merebut perusahaan keluargaku. Saya bersedia melakukan apa saja untuk menjatuhkan mereka."

​Nyonya Besar Kang tersenyum dingin, menyesap teh hitamnya. "Cha Jin-wook mengira dia sudah menang setelah mengusir Tae-sung dari dewan direksi. Dia lupa bahwa sepuluh persen saham yang dipegang Han Ji-an saat ini adalah saham warisan yang bisa digugat secara hukum jika kita bisa membuktikan bahwa pernikahan mereka cacat secara administrasi di masa lalu."

​Min-woo mengernyitkan dahi, otaknya yang licik segera bekerja. "Cacat administrasi? Apa maksud Anda?"

​Nyonya Besar Kang melemparkan sebuah map dokumen kuno yang tampak agak menguning ke atas meja marmer. "Lima tahun lalu, sebelum Jin-wook membawa Hyun-woo dari Swiss, dia sempat menandatangani sebuah dokumen perjanjian pra-nikah dengan keluarga Min yang menyatakan bahwa jika dia membatalkan pertunangan secara sepihak, hak wali sah atas aset warisan kakeknya akan dibekukan selama lima tahun jika dia menikah dengan wanita lain yang tidak setara."

​Min-woo membuka map itu, dan matanya seketika melebar. "Dan masa lima tahun itu... baru akan berakhir tiga bulan lagi dari sekarang!"

​"Tepat," Nyonya Besar Kang tertawa kecil, suara tawa yang terdengar seperti gesekan pisau. "Artinya, pernikahan Jin-wook dan Han Ji-an selama tiga tahun ini secara hukum korporasi dianggap tidak sah untuk menerima hibah saham sepuluh persen itu. Jika kita menuntutnya ke pengadilan sekarang, saham Han Ji-an akan dibekukan, posisi Jin-wook sebagai CEO akan goyah karena kekurangan hak suara, dan..."

​Nyonya Besar Kang menatap Min-woo dengan pandangan mematikan. "...kita bisa merebut hak asuh Hyun-woo kembali sebagai senjata pemeras. Aku mendengar Han Ji-an sedang hamil muda saat ini. Bayangkan... apa yang akan terjadi pada janin di perutnya jika dia tahu anak kesayangannya, Hyun-woo, akan direbut paksa oleh pengadilan?"

​Min-woo menyunggingkan senyum miring yang sangat kejam. Rasa dendam yang membara di dadanya seolah mendapatkan bahan bakar baru. "Saya akan menyiapkan seluruh saksi palsu dari masa lalu untuk mempercepat proses gugatan ini, Nyonya Besar. Kali ini... aku sendiri yang akan memastikan Han Ji-an keguguran karena stres."

​Kembali ke Seoul, sore harinya.

​Jin-wook baru saja kembali dari kantor ketika ia menemukan Ji-an sedang duduk di ayunan balkon, menatap matahari terbenam yang berwarna jingga keemasan. Angin musim semi bertiup lembut, memainkan helai rambut hitam Ji-an.

​Jin-wook berjalan mendekat tanpa suara, lalu menyelimuti bahu Ji-an dengan mantel wol hangat miliknya sendiri. Ia duduk di samping Ji-an, menarik istrinya ke dalam dekapannya yang posesif.

​"Mengapa melamun, hmm?" tanya Jin-wook lembut, mengecup pelipis Ji-an.

​Ji-an menyandarkan kepalanya di dada bidang Jin-wook, menghirup aroma maskulin suaminya yang selalu berhasil mengusir segala kecemasannya. "Entahlah, sayang. Perasaanku mendadak tidak tenang. Seperti ada kabut yang sedang bergerak mendekati rumah kita."

​Jin-wook mempererat pelukannya, mengecup jemari tangan Ji-an yang berada di dalam genggamannya. "Jangan takut pada kabut, Ji-an. Selama aku berdiri di sisimu, tidak akan ada satu bayangan pun yang bisa menyentuhmu atau anak-anak kita. Percayalah padaku."

​Ji-an mengangguk tulus, membiarkan dirinya tenggelam dalam kehangatan pelukan sang suami, tidak menyadari bahwa di balik keindahan matahari terbenam itu, surat gugatan hukum dari Pulau Jeju sudah mulai dikirimkan menuju gerbang kediaman mereka.

​Rencana kejam dari Jeju siap menggoncang takhta dan kehamilan Nyonya Cha! Bagaimanakah aliansi romantis mereka menghadapi serangan hukum ini?

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!