Zahra subastian mahasiswi berparas cantik,pintar dan juga humoris di sukai banyak teman-temanya karena sering membantu merekah dalam hal apapun dibidang akademik maupun materi.
Erland Anggara pria tampan bermata tajam CEO perusahaan besar berjulukan sang Casanova.
karena kebetulan yang tidak di sengaja merekah menghabiskan waktu bersama di kamar hotel yang membuat Zahra sangat membencinya.
ikuti kisahx akankah merekah bersama atau saling menjauh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kheysa absoda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
separuh jiwa yang pergi
Erland masuk kedalam mobilnya dengan galau, memejamkan matanya sambil bersandar, dia tidak merasa jika kedua pipinya telah basah karena air matanya yang keluar. bahkan belum beranjak dari posisi awal dia memarkirkan mobilnya di depan rumah calon Maratua hehehe.....
"tok....tok...., tuan ada yang bisa kami bantu"anak buahnya yang di minta memantau Zahra, menghampiri mobil sang bos karena sejak masuk ke dalam mobil belum juga beranjak, takut jika tuanya kenapa-kenapa.
Erland yang mendengar ketukan di kaca mobil, menurunkan kaca setelah mengelap wajahnya menggunakan tissue.
"antar kan aku kembali ke hotel dan suruh teman-teman mu berhenti memantau di sini..." perintah Erland dengan suara yang datar menahan beban berat di hatinya.
"iya tuan..." Erland pindah ke kursi penumpang dan di gantikan oleh bawahannya untuk mengemudi.
selama perjalanan yang memakan waktu lebih dari satu jam karena macet Erland tidak bersuara sama sekali, dia hanya berdiam sambil memejamkan matanya.bahkan saat sampai di parkiran hotel dia bahkan belum beranjak dari tempat duduknya.
"tuan kita sudah sampai...." lapor anak buahnya yang bernama Johan.
"Hm...." Erland keluar dari mobil.
berjalan menuju lobi dan naik ke atas menggunakan lift tanpa menghiraukan siapapun.bahkan manager hotel yang sempat berpapasan dengannya dia tidak merespon sama sekali. masuk kedalam kamar dan menenggelamkan wajahnya pada bantal, untuk pertama kalinya dia merasa sangat terpuruk bahkan dadanya terasa terhimpit beban yang berat( kepengen temenin bang Erland nggak, tuh orangnya lagi galau butuh temen curhat hehehe.....🤭)
Erland terus menerus berada di kamar nya, dia tidak makan maupun minum, menjelang sore Tommy sudah menyelesaikan tugas-tugas nya, sebenarnya tadi akan ke rumah Zahra melakukan tugas dari Erland, tapi sebelum pergi dia mendapatkan informasi dari orang suruhan nya jika merekah sudah tidak berjaga di sana atas perintah langsung dari tuannya, makanya dia langsung ke hotel.
BIP.... BIP...., bunyi tombol sat Tommy memasukkan PIN kamar Erland, dia sudah mengetuk selama beberapa menit tapi sang bos tidak merespon.
"astaga land, kamu kenapa...???? tanya Tommy melihat sepupu Casanova nya sedang duduk termenung di lantai balkon.
"HM...., dia sudah pergi, Zahra ninggalin aku tom..." jawab Erland tanpa melihat ke arah Tommy.
"maksud kamu gimana.., dia meninggal....??? tanya tomi
"sembarangan aja...., dia keluar negeri untuk kuliah, tadi aku kerumahnya dan mendapatkan informasi dari pengurus rumahnya....!!!" jawab Erland
"apa...., aku telfon Kevin dulu nyari tau dia ke negara mana, kamu tenanglah, kita akan menemukan nya..." jawab Tommy menenangkan Erland karena melihat mata sepupunya sudah bengkak, mungkin menangis sejak tadi.
"iya, cari di setiap universitas di negara tujuannya, aku takut gimana kalau dia hamil, dia pasti akan terbebani....!!!" Jawab Erlang menyandarkan kepalanya pada pagar pembatas.
"kita akan ke sana untuk mencarinya secara langsung, kita tunggu dulu info dari Kevin setelah itu kita bersiap menyusulnya..." sahut Tommy
"aku merindukan nya tom..., aku ingin memeluknya dengan erat biar tidak bisa pergi lagi..." air matanya sudah bercucuran.
"aitsss...., kau sangat cengeng land, mommy akan menertawakan mu jika melihat mu seperti ini, kamu beneran seperti bocah..." sahut Tommy
yang di ajak bicara tidak merespon, dia hanya mengarahkan pandangannya pada kendaraan yang berlalu lalang.
"kamu sudah makan land....??? tanya Tommy khawatir
"aku nggak selera..." jawab Erland dengan pelan.
"hufff...., kamu akan sakit land, kamu nggak makan sejak kapan, aku pesanin makanan yah....???? tanya Tommy bertubi-tubi, dia akan di gantung mommy jika membiarkan anaknya kelaparan.
"nanti aja..." jawab Erland singkat.
"gini amat yah, Casanova patah hati, nggak selera melanjutkan hidup, Untung aku nggak pernah jatuh cinta..." batin Tommy.
saat pagi hari elrand masih bergelut dalam selimut, dia tidak semangat melakukan aktivitas apapun, bahkan dia tidak makan apapun sajak kemarin, jika di tawarkan Tommy selalu menolak dengan alasan tidak selera.
"land bangun..." ucap Tommy mengguncang lengan Erland
"HM...." jawabnya tapi tidak bergerak dan membuka matanya.
"astaga anak ini, sudah mirip anak gadis yang sedang patah hati, di tinggal pas sayang sayangnya..." Tommy sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan sepupunya.
"land, gadismu ke Paris, kamu tenang saja aku sudah menyuruh orang-orang kita mencarinya di sana, bara dan Rayhan juga ikut bantu menyuruh orang-orang nya mencari Zahra..." lanjut Tommy walaupun sama sekali tidak mendapatkan respon.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
sudah seminggu Erland tidak meninggalkan kamar hotel nya sama sekali, dia terus mengurung diri apalagi setelah anak buahnya yang berada di Paris belum menemukan keberadaan Zahra, semua kampus telah merekah datangi tapi belum juga mendapatkan petunjuk apapun, itulah yang membuat Erland tambah terpuruk tidak ingin makan dan bicara dengan siapapun.
"Ra... Ra...Ra..." ucap Erland dengan lemah.
Tommy yang sedang duduk di sofa sedang bekerja kaget karena mendengar suara Erland yang sudah beberapa hari ini tidak terdengar, sepupunya hanya diam membisu memandangi foto foto Zahra yang sekarang sudah memenuhi dinding kamar.
"land...." panggil Tommy berada dekat tempat tidurnya.
"Ra....Ra..." panggil Erland kembali
"astaga kenapa dengannya, apa dia bermimpi..." ucap Tommy pada dirinya sendiri sambil menepuk pipi Erland dengan pelan.
"astaga badannya sangat panas..." sambung Tommy lagi sambil memeriksa dahi dan juga leher Erland yang memang sangat panas.
Tommy segera menelepon dokter pribadi keluarga untuk datang, setelah ini pasti mommy akan tahu keadaan Erland, padahal dia beralasan jika mereka sedang keluar kota urusan bisnis. Tommy menunggu hampir satu jam, dokter yang di tunggu belum juga menampakkan dirinya. sementara Erland terus saja mengigau memanggil nama Zahra tanpa henti.
"tok...tok..."
"masuklah cepat periksa Erland badannya sangat panas..." ucap Tommy pada dokter Hendrik.
dokter Hendrik dan juga Tommy melangkah ke arah ranjang tanpa bersuara, pak dokter segera mengeluarkan alat alat kesehatan untuk memeriksa kondisi Erland. setelah memeriksa suhu dan tubuh Erland. dia langsung memasangkan infus pada tangan Erland, dia kekurangan cairan dan asam lambungnya meningkat itu yang membuat badannya demam.
"aku sudah menyuntikkan obat penurunan panas pada selang infusnya, jika nanti sudah lebih baik berikan dia makan dan perbanyak minum air putih dan juga obat asam lambung..." kata dokter menyerahkan obat pada Tommy.
"iya..., makasih..." jawab Tommy mengambil obat yang di berikan dokter Hendrik.
"emang dia kenapa tom..., sepertinya dia tidak memiliki gairah hidup..." tanya dokter Hendrik penasaran, dia sudah lama bekerja menjadi dokter pribadi keluarga Erland.
"gairah hidupnya pergi entah kemana, menghilang tanpa jejak...." jawab Tommy sok puitis.
"hehehehe...., aku nanya serius Tommy...." tanya Hendrik lagi.
"aku juga serius Hendrik, bagian hidupnya telah hilang dan belum kembali..." jawab Tommy dengan asal
"kamu ini, di ajak ngomong malah bercanda, ya sudah aku balik ke rumah sakit, nanti aku kesini lagi buat mantau sekalian cek infusnya..." sahut dokter Hendrik membawa tasnya dan berjalan keluar.
lanjut bab berikutnya yah....,
terima kasih atas dukungan kalian🙏🙏🙏🙏
Tolong penulis lebih mencari bagaimana cara penulisan EYD yang baik dan juga penulisan bahasa inggrisnya
Siap2 aja si Nom2 bsk banjir hadiah dari kakak2 nya 🤗🤗
what the maksud 'digoyang' bocah??? bikin otak ngeres aja tuh cabe2an 🤣🤣