NovelToon NovelToon
The Yakuza Boss'S Favorite Twins

The Yakuza Boss'S Favorite Twins

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nima Nisa

Dilarang boom like! bijaklah dalam membaca.

Saito Rei dan Saito Ren adalah anak kembar Saito Asahi dan Saito Narumi.

Disaat kematian Narumi ia menitipkan wasiat terakhirnya pada adiknya yang bernama Aiko Miho dan kedua putranya.

Disisi lain kehilangan Narumi membuat Asahi susah untuk melupakan istri yang ia cintai itu. Sedangkan bagi Miho sebagai adiknya ikhlas dan merelakan kakaknya, tetapi yang berat baginya adalah memenuhi permintaan terakhir kakaknya.

Mampukah Miho memenuhi permintaan kakaknya walaupun banyak lika-liku yang dijalani nya, dan bisakah ia meluluhkan hatinya Asahi dengan bantuan Rei and Ren.

Penasaran sama cerita nya, cus baca say!

maafkan jika ada typo berterbangan ya say!

fb: Dzun Nurain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nima Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Asahi

"Bukankah lebih baik kau membelikan ponsel untuk mereka," ujar Hisao.

"Itu terlalu mahal, lagipula aku tidak mempunyai uang untuk membelinya." Jawab Sora.

"Sudahlah, ayo bantu aku mengangkat barang-barang ini masuk ke dalam."

"Baiklah baiklah, mari ku bantu. Aku juga ingin bertemu dengan Rei and Ren."

"Hehh … tidak! jangan temui mereka ataupun menyapa, suasana hati mereka saat ini sedang tidak bagus."

"Oh' apakah karna ayahnya itu. Baiklah, aku tak akan menggangu."

Hisao dan Sora mengangkat hadiah dari Miho, dan meletakkannya di ruang tamu.

Setelah selesai mengangkat barang-barang, mereka duduk di sofa ruang tamu untuk beristirahat sambil meminum segelas teh yang di berikan oleh Bibi Emi.

Disaat mereka tengah asik menikmati teh sembari berbincang-bincang ringan, Rei and Ren datang menghampiri mereka dengan raut wajah datar dan tatapan mata yang dingin.

"Tuan Muda Rei, Tuan Muda Ren selamat pagi!" sapa Hisao melihat kehadiran Rei and Ren.

"Pagi!" jawab mereka serentak.

"Eh' apakah ini hadiah dari bibi Miho? banyak sekali ya, bahkan ada sepedanya." Ucap Ren melihat setumpuk hadiah di ruang tamu.

"Apakah bibi Miho tidak membelikan kami ponsel, padahal aku sangat menginginkannya." Timpal Rei.

"Hhh' buruk sekali nasib ku hari ini, seperti sudah ditakdirkan akan terjadi." Batin Sora.

"Tuan Muda, nona Miho tidak membelikan anda ponsel karna menurut nona Miho anda masih kecil." (Hisao).

"Dimana kakek dan nenek? kenapa aku tidak melihat mereka?" (Rei).

"Oh' mereka sedang berada di halaman belakang dan berjemur." (Hisao).

"Apakah Ayahku masih belum pulang?" (Ren).

"Tuan masih-"

Sebelum Hisao menyelesaikan perkataan nya, di luar rumah terdengar suara mobil yang datang.

"Heh' dia datang." (Sora).

"Siapa?" (Rei).

Terdengar hentakan kaki yang sangat tergesa-gesa, hingga suara langkah kaki itu berhenti tepat di depan pintu. Orang itu berkata, "Ayah, ibu di mana kalian!!" teriak Asahi.

"Baru pulang? Ayah dari mana saja. Aku tau kalau kami berdua tidaklah penting dimata Ayah kecuali wanita itu, tapi setidaknya Ayah menghargai hari ulang tahun kami." Jelas Ren menatap dingin Ayahnya.

Tanpa banyak bicara Asahi lalu berjalan ke arah Rei and Ren dan memeluk mereka berdua dengan erat. "Rei, Ren maafkan Ayah … kemarin Ayah mempunyai masalah."

Ren menolak Ayahnya dengan kuat. "Bohong!! Ayah suka berbohong. Ayah pasti bersama dengan wanita itu bukan!! sudah aku katakan kalau aku membencinya!!"

"Ren dengarkan penjelasan Ayah dulu!"

"Tidak ada waktu. Silahkan Ayah introspeksi dari kesalahan Ayah sendiri."

Seusai mengatakan hal itu, Ren lalu pergi ke halaman belakang meninggalkan Ayahnya dan juga Rei.

"Ayah awalnya aku merestui kalian, awal … tapi setelah aku mengetahui semuanya telah menjadi seperti ini. Semenjak kehadiran wanita itu, Ayah menjadi orang asing." Kata Rei menatap dingin Ayahnya.

"Tapi Rei Ayah punya alasan sendiri …"

"Kalau begitu, aku juga punya alasan ku sendiri untuk membenci Ayah." Rei menyingkirkan tangan Ayahnya dari pundaknya.

Rei pergi menyusul Ren ke halaman belakang. Tak berapa lama Asami dan Osamu datang menghampiri Asahi, sedangkan Hisao dan Sora yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam.

Mereka pergi mengikuti Rei and Ren ke halaman belakang, dan tidak ingin mengganggu percakapan antar Asahi, Osamu dan Asami.

★★★

Di halaman belakang Rei and Ren sedang menyusun rencana.

"Rencana kita tidak berjalan dengan lancar, wanita g*la itu sudah bertindak terlalu," ujar Rei pada Ren.

"Apakah kita membutuhkan bantuan Tatsuya?" tanya Ren.

"Sebaiknya tidak perlu Tuan Muda, disini masih ada Tuan Muda Rei." Timpal Hisao yang baru datang.

"Lagipula, jika sekarang pun kalian membutuhkan bantuan Tatsuya, maka dia akan langsung meminta upahnya. Aku sendiri saja tidak tau, bagaimana Soma bisa bertemu orang seperti dia." Sambung Sora.

"Sudah, rencananya kali ini di ubah. Entah apa yang dilakukan wanita itu pada Ayahku, yang jelas wanita itu akan masuk ke rumah ini." (Rei).

"Bibi Miho sampai kemari membutuhkan waktu dua hari, dan tentunya hari ini wanita itu akan masuk ke rumah ini." (Ren).

"Cukup jalankan rencana, kali ini kita bisa sama-sama tidak menyukai dirinya. Kita harus membuat Ayah melakukan apa saja untuk kita."

"Heh' itu mudah, dia akan segera meminta maaf pada kita."

"Kedatangan nona Miho kemari bukan seorang diri, Soma juga akan ikut pulang ke Kota ini dan aku menyuruhnya untuk ikut anggota Yakuza, sama sepertimu Sora." (Hisao).

"Aku tau, kalau aku terlibat dalam anggota Yakuza maka kau akan memasukkan Soma kedalamnya." (Sora).

"Sebagai Kakak yang baik, aku tidak akan memisahkan kalian."

"Hisao, apakah kau sudah memasang alat perekam suara itu?" (Rei).

"Sudah dari lama saya memasangnya Tuan Muda, hanya tinggal menunggu mangsanya memakan umpan." (Hisao).

"Bagus, rencanaku akan berjalan dengan lancar, tetapi jika tidak sesuai ekspektasi maka aku akan menyerahkannya sisanya kepada kalian." (Rei).

****************

Beralih ke Asahi, Osamu dan Asami yang berbincang-bincang tentang kejadian tadi malam.

"Kemana kau kemarin malam Asahi? apa kau lupa dengan hari ulang tahun putramu? apa kau lupa!" tegas Osamu pada Asahi.

"Mereka menunggumu kemarin malam, tetapi kau tak kunjung pulang. Kau sudah menghancurkan harapan mereka Asahi, kenapa kau menjadi seperti ini?" tanya Asami bingung dengan sikap Putranya.

"Maafkan aku, aku mengaku kalau aku salah … aku menyesal," ucap Asahi dengan perasaan bersalah."

"Untuk apa kau menyesal di hadapan kami, seharusnya kau menyesal di hadapan Rei and Ren!" (Osamu).

"Aku tau aku salah! aku tau letak kesalahanku … dan aku akan mengatakan yang sejujurnya hari ini." (Asahi).

"Apa maksudmu!" (Osamu).

"Kemarin ketika aku pergi ke bar di tempat aku biasa minum, aku bertemu dengan Yuka. Kami pun memutuskan untuk minum bersama, tanpa kusadari aku tiba-tiba saja mabuk, begitu pula dengan Yuka. Dan setelah itu …"

"Kami melakukan hubungan terlarang, sampai keesokan paginya aku tersadar. Yuka berkata kalau kesuciannya telah di ambil oleh diriku, aku memutuskan untuk bertanggung jawab padanya." Jelas Asahi.

"Apa!! kenapa kau melakukan hal seperti itu Asahi, seharusnya kau ingat! kau mempunyai dua orang anak!!" pekik Osamu pada Asahi.

"Aku tau aku salah!!"

"Cukup!! jadi apa yang kau lakukan pada Yuka?"

"Sebelum aku datang kemari, aku meminta Yuka pergi ke kantor sipil dan …"

"Kalian mendaftar buku nikah, benar begitu." Timpal Asami.

"Ya …"

"Asahi, aku tidak tau apa yang sedang kau pikirkan. Tapi apakah menurutmu jalan yang kau pilih ini sudah benar?"

"Aku tidak tau …"

"Asahi! jika memang ini yang sudah kau pilih, maka Ayah dan Ibu tidak bisa berkata apa-apa. Tapi Ayah memperingatkan mu, jangan sampai jalan yang kau pilih ini melukai kedua putramu, harta terbesarmu." (Osamu).

Mendengar perkataan dari Osamu, Asahi yang tadinya menunduk kini menegakkan kepalanya menatap Osamu.

"Kau tau bukan Asahi, ketika kau memilih jalan yang menurutmu benar dan ternyata itu salah. Dulu kau bisa di bantu oleh Narumi, kini kau sendiri dan kau lah yang memutuskan semuanya."

"Asahi … Ibu harap jalanmu kali ini tidak melukai harta berharga milik Narumi." Kata Asami.

1
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
bagus banget
Fida gemoy 😉
lumayan seru alurnya,Thor semangat terus berkarya nya,aku kasih kamu vote ya, happy terus 🤗🙋🏻‍♀️
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: makasih kak, aku selalu semangat kok and trs nulis karya selanjutnya
total 1 replies
Fida gemoy 😉
semangat ya, akhirnya tamat juga
B⃟cMarwa
masa begitu, ada-ada saja dia. haha
B⃟cMarwa
keren Rei ini.
Nurmawati Sari
lnjut thoor
Nm@
Selanjutnya, Apa yg akan dilakukan Asahi?
Semangat up, Thor!
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: hihi banyak kak
total 1 replies
nisa
miho harusnya kau pigi keluar negri aj dan kagak usah balik² lagi biar di cariin
𒅒𝙎ム¥ひ𝘙𒅒
terhura kagak tuh si miho
R.A.H.A.S.I.A. 😅
aduh Asahi kau punya suprise ternyata utk miho ya
kamu nanyeak
wow gaunnya bikin takjub kagak tuh is kalem is tenang y kn
kamu nanyeak
duh so sweet kali kelen iya aku pulak yg iri
kamu nanyeak
rui kau sebenarnya syg kn ma yuichi cuma yuichi nya aja yg terlalu mengikuti keinginan nya
kamu nanyeak
ekhem untung aja ngk apa² tu miho klok tidak melayang sudah jantung ku ini
kamu nanyeak
banyak² sabar aja lah ya
apaan tuh
haduh kayak melihat masad depan kan miho
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
tu lah kau Asahi pigi istri kau kan makanya jgn gtu lagi lain kali
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
haduh kok meg sad aq di sini ya
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
aduh emg lah ya pada wiwit semua
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
semua sudah beres waktu mencari dalang nya ya kan rui
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!