Tania dianggap sebagai pembawa sial karena semua pria yang berpacaran dengannya selalu berakhir dengan kematian tragis.
Hingga seorang detektif kepolisian bernama Zayn pun turun tangan karena ingin mengusut misteri kematian adiknya setelah berpacaran dengan Tania. Dia menyamar dan berpura-pura menyukai Tania untuk mendapatkan informasi darinya.
Namun, apakah yang akan terjadi ketika Zayn akhirnya benar-benar jatuh cinta pada Tania? Dan apa yang harus dilakukannya ketika berada di persimpangan dilema ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang Terakhir
Zayn dan Surya sudah sampai di kota mereka. Surya langsung kembali ke rumahnya. Namun sebelum itu,
"Sur, tolong simpan flashdisk ini, ya." Zayn memberikan sebuah flashdisk berisi semua bukti yang telah mereka kumpulkan.
"Lho kenapa aku yang menyimpan?"
"Aku takut jika terjadi apa-apa padaku, maka kamu akan memberikan bukti itu. Sekarang aku mau ke rumahku. Mengambil bukti kematian Zidan. CCTV mobil Zidan ada di rumah. Nanti aku akan mengirimkannya padamu, lalu kamu simpanan ya. Tapi, jika terjadi apa-apa padaku, mungkin hanya bukti itu saja yang bisa kamu berikan ke polisi."
"Zayn, kamu jangan nakut-nakutin dong. Kayak mau pergi kemana aja kamu!"
"Aku punya firasat buruk malam ini. Ya semoga saja itu cuma perasaanku saja. Dan kalau benar terjadi apa-apa padaku, katakan pada Tania bahwa aku sangat mencintainya."
"Zayn! Akhirnya kamu menyadari perasaanmu. Kenapa kamu nggak langsung ke rumahnya aja. Nyatakan sekarang sebelum terlambat."
"Aku akan pulang dulu. Zidan lebih penting daripada perasaanku yang entah terbalas atau nggak." Zayn tersenyum kecil.
"Jangan katakan itu. Kamu akan melihat aku di acara pernikahan mu dengannya nanti." Surya menepuk bahu Zayn.
"Kamu memang temanku. Maafkan aku yang dulu pernah jahat padamu. Kamu masih ingatkan dulu kamu itu orang yang pernah aku bully saat masih SMA."
"Hahaha, sudahlah. Aku mengerti. Lagipula itu hanya masa lalu." Surya melempar senyuman kepada Zayn.
"Ya sudah, aku pulang dulu. Jaga Flasdisk itu baik-baik, ya." Zayn tersenyum lalu pergi meninggalkan Surya yang terlihat bingung dengan sikapnya yang sangat aneh ini. Ada apakah gerangan dengan dirinya? Mengapa dia aneh seperti ini?
Zayn mengemudikan mobilnya menembus pekatnya malam. Melewati jalan raya yang sudah sepi pengendara karena saat itu sudah tengah malam. Lelah dan mengantuk, itulah yang dirasakannya saat ini. Membuatnya menguap berkali-kali hingga meneteskan air matanya sangking mengantuk.
Namun hal aneh terjadi. Saat Zayn melewati jalanan yang terdapat tebing dan air laut dibawahnya, ia melihat ada sebuah truk besar dengan laju yang begitu lambat dan terkesan menunggunya jalan duluan.
Zayn masih berpikir positif. Mungkin saja karena jalanan yang sempit, truk itu tidak mau mendahuluinya.
Namun semakin lama, truk itu semakin dekat saja. Saat Zayn mempercepat laju mobilnya, truk itu juga mempercepat lajunya. Dan saat Zayn memperlambat lajunya, truk itu juga berlaku demikian.
"Aneh sekali, kenapa dia sedekat ini? Mungkin hanya berjarak beberap inci saja dari mobilku."
Zayn tetap mengemudi dengan kecepatan biasa. Hingga perasaan aneh Zayn pun terjawab. Truk itu mulai membenturkan diri ke mobil Zayn hingga berkali-kali mobil Zayn hampir oleng.
Zayn langsung mempercepat laju mobilnya agar segera melewati jalan bertebing itu. Namun naas, saat ia mempercepat laju mobilnya, sebuah mobil truk lain dari arah depan datang juga dengan kecepatan tinggi. Refleks, Zayn membanting setir ke arah tebing. Mobil terperosok hingga akhirnya jatuh ke atas batu besar di pinggir laut itu.
Seseorang dari truk turun untuk melihat kondisi mobil Zayn. Mereka melihat percikan api di dalam mobilnya dan dalam hitungan detik, mobil pun meledak bersama Zayn di dalamnya. Dia tersenyum puas melihat hasil kerjanya yang sangat bagus. Dia pun segera pergi untuk memberitahukan berita baik ini pada bosnya.