NovelToon NovelToon
Sang Rahim Bayaran

Sang Rahim Bayaran

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wind Rahma

Naima menjual rahimnya untuk mendapat sejumlah uang demi mengobati sang ibu yang sedang terbaring sakit.

Lalu siapa pria yang membeli rahimnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zico Hilang

Terbiasa hidup di desa membuat Naima tidak pernah memasuki gedung setinggi dan sebesar ini. Pertama kali memasuki tempat itu, ia merasa tidak percaya diri. Ia merasa tidak pantas untuk berada di sana. Ia kira tempat itu hanya untuk orang-orang besar saja. Namun, ternyata pengunjung di sana tidak seburuk yang ia kira. Mereka melempar senyum ramah begitu berpapasan.

Ia berusaha untuk memposisikan diri menjadi manusia normal seperti yang lain agar tidak mempermalukan pria yang saat ini berjalan di sampingnya.

"Zico, kita mau beli apa saja?" tanya Naima seraya terus berjalan ke depan.

Namun ia tidak mendengar jawaban. Begitu menoleh ke samping, pria yang tadi berjalan bersamanya kini tidak ada.

"Zico?" Naima kelihatan panik, di tempat sebesar itu ia harus mencari Zico kemana.

"Zico, kau dimana?"

Naima menoleh ke kiri dan ke kanan. Matanya menyisir tempat itu, namun ia tidak menemukan sosok yang saat ini ia cari.

"Zico, kau dimana, Zico? Zico, apa kau sengaja meninggalkan aku sendiri di sini?"

Pelupuk mata Naima sudah memupuk cairan putih bening namun masih ia tahan agar tidak sampai terjatuh. Jujur, ia panik dan ketakutan sekali. Ia berusaha untuk diam di tempat, ia tidak ingin kemana-mana yang justru akan membuat dirinya tersesat.

"Zico, kau pergi kemana? Zico ..."

Naima merremmas jemarinya yang sudah mengeluarkan keringat dingin. Beberapa pasang mata menatap ke arahnya dan ia menjadi pusat perhatian.

Mungkin bagi sebagian orang ini terlalu bagaimana, tapi bagi Naima sesuatu yang begitu menakutkan. Pertama kali menginjakan kaki di sebuah tempat yang bahkan belum pernah di kunjungi sebelumnya, dan ia kini berdiri seorang diri. Tentu saja membuatnya takut dan panik.

"Belum ambil bahan masakannya?"

Pertanyaan seseorang yang tidak asing membuat Naima menoleh, dan ternyata itu sosok yang sedang ia cari-cari.

"Zico ..." seru Naima terus menghambur memeluk tubuh pria itu dengan erat.

Zico terheran, kenapa tiba-tiba Naima bersikap seperti itu padanya. Bukankah dia tadi yang meminta untuk tetap jaga jarak agar tidak ada salah satu pihak yang tersakiti. Lalu kenapa sekarang dia malah memeluknya? Di tempat umum pula.

Setelah puas memeluk, Naima melepaskan pelukannya dan menatap Zico dengan melontarkan berbagai pertanyaan.

"Zico, kau darimana? Kenapa kau membiarkan ku sendiri? Kenapa kau pergi? Kenapa kau meninggalkan aku?" cecar wanita itu membuat Zico tidak mengerti.

Naima sampai meneteskan air matanya, itu yang membuat Zico bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Naima? Namun tatapan Naima seolah memberi tahu, jika dia sedang ketakutan.

Zico akhirnya menarik tubuh Naima dan kembali membawa nya ke dalam pelukan. Ia lupa jika wanita itu bukan Aylin yang sering mengunjungi supermarket untuk belanja bahan masakan.

Zico melepaskan pelukannya dan menatap kedua manik mata Naima cukup lekat.

"Aku minta maaf, ya. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu sendiri di sini. Aku tadi ambil troli di dekat kasir," jelas Zico dan berharap Naima bisa tenang.

Naima melirik sebuah keranjang beroda di samping Zico. Mungkin benda itu yang Zico maksud.

"Kenapa tidak memberitahu dulu?"

"Iya, aku minta maaf. Aku minta maaf, aku tidak akan meninggalkanmu lagi sendiri di sini. Aku minta maaf, ya."

Naima mengangguk, setidaknya ia bisa lebih tenang dan lega. Ternyata Zico tidak meninggalkannya di sana.

"Jangan nangis, malu di lihatin banyak orang," ucapnya seraya menghapus air mata di pipi Naima.

"Kalau begitu kita cari bahan masakannya sekarang. Takut kemalaman," imbuh pria itu dan di angguki oleh Naima.

_Bersambung_

1
Suartati Hasibuan
keren nih kayaknya ceritanya
sandi Gelau
tk mslh itu ank zico..lmbt laun pun zico ttp sma Alyin
Wiek Soen
nanti mampir Thor
tina_sa
kejam sekali sitya ini,bisa bisanya dy berbicara seperti itu dg temanya.
tina_sa
wah sekali tembak langsung tepat sasaran si zico,keren.
tina_sa
ternyata suhu si arsa q kira cupu😁
tina_sa
menariiiik.,
tina_sa
gercep juga si zico,semangat
tina_sa
baru mampir thor,untuk pertama baca novelnya 😊
Wind Rahma: Happy Reading ❣️
total 1 replies
Maya Sari Niken
nanti gimana perut makin besar kan keliatan
Ana Susana
👍
Wiek Soen
akhirnya bahagia juga
Wiek Soen
ternyata Arsa toh
Wiek Soen
akhirnya sama2 terluka
Wiek Soen
kok tambah nyesek Thor
Wiek Soen
sampai kebawa ceritanya aq thor
Wiek Soen
semangat Naima
Wiek Soen
Zico tanggung jawab betul
Wiek Soen
pertama perut yg di kenyangkan
Wiek Soen
pingin ketawa juga pingin menangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!