NovelToon NovelToon
Teror Sekolah Baru

Teror Sekolah Baru

Status: tamat
Genre:Matabatin / Spiritual / Dunia Lain / Horor / Tamat
Popularitas:84k
Nilai: 5
Nama Author: Kharisma P

Jefri dan Mira adalah sepupu yang tumbuh bersama. Keduanya memiliki kelebihan yang turun temurun dimiliki kakek, yakni peka terhadap makhlus halus.
Setelah kakek meninggal, rumah ditempati mereka dan pindah sekolah.
Di sekolah baru itu Jefri dan Mira bertemu enam orang yang menjadi sahabat.
Mereka ber-enam selalu mengabaikan sosok meski dihantui ketakutan luar biasa.
Apakah mereka tetap diam diincar hantu hingga nyawa menjadi taruhannya?

Bagian Dua.
Dalang di balik teror sekolah akhirnya diketahui Jefri dan Mira. Untuk mendapatkan bukti, mereka mencurigai semua orang terdekat dan menganggap mereka terlibat dengan pelaku utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kharisma P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awan Ikut Tinggal di Jakarta

Mira mengangkat kopernya turun tangga sekuat tenaga.

"Ayo, Mira! Kamu pasti bisa! Sedikit lagi sampai bawah!"

Fani menyemangati temannya dari belakang.

"Berisik! Mending diem deh kalau gak bisa bantu!"

"Mira, kamu menjadi sangat galak. Apa efek hantu kemarin?"

"Efek kamu selalu ganggu aku!"

"Biasa saja dong!" Fani tak mau kalah.

Alis Mira menyatu jengkel dan Fani berkacak pinggang buang muka.

"Berantemmm terus."

Dari belakang mereka datang Awan merebut koper Mira dan membawa turun dengan sangat mudah.

Makin jadi si Fani nge-roasting Mira. "Ternyata tenaga kamu lemah. Pantas kesusahan bawa satu koper." Dia turun tangga sembari bersenandung mengintili Awan.

"Belum ngerasain lo bawa gas elpiji tiga kilo! Di jaman lo gak ada gas, kan!" teriak Mira langsung menyusul mereka.

Fani menoleh sudah ada Mira di sebelahnya pura-pura cuek. "Awan, dia sangat pemarah mirip Jefri."

Awan membuka bagasi mobil dan memasukkan koper Mira.

"Banyak sekali. Semua orang akan pindah? Aku bagaimana?"

Mira pun tidak bawa barang sebanyak ini saat datang, kok pulang harus bawa banyak kardus.

"Itu semua punya orang, Wan?"

Awan masuk bagasi menata kardus-kardus.

"Kalian mau meninggalkan aku di rumah ini?" Fani mau menangis.

Mira gagal fokus sama anak kecil di belakangnya. "Gue juga bingung ini, gak usah nangis segala, gak ada abang-abang jualan balon."

"Udah dibawa semua, Wan?" Om Pras keluar menggendong Kayla.

"Beres, Pah."

"Kayla, kamu ikut pergi bersama mereka?" Fani bertanya lagi supaya dapat jawaban jelas.

Awan turun pamit ke ayah dan adiknya.

"Kamu jaga diri di sana. Nanti kalau Papa ada waktu hari libur pasti ke Jakarta."

"Abang ikut Mira ya, La."

"Abang jaga Mira ya... "

"Iya."

Mira kaget. "Ikut? Maksudnya?"

"Om kasih izin Awan tinggal di rumah kakek. Kamu belum tau?"

Bola mata Mira berbinar bahagia. "Wan, seriusan?"

"Ya lo yang minta semalem."

"Awan gak kasih tau Mira, Om. Ini baru tau dia mau ikut."

"Kalian segera berangkat gih, mendung."

Bahkan sewaktu baru berangkat Mira terus mengoceh.

"Kok lo gak bilang langsung ke gue sih? Pantesan banyak barang di bagasi."

"Kalau gue bilang lo bakal heboh kek sekarang ini."

"Ish."

**

"Mamaaa! Awan serumah sama kitaa!"

Awan belum keluar, tapi Mira sudah berlari masuk ke rumah kakek seperti anak kecil.

Hana, Ratih, serta Jefri keluar menyambut Awan.

"Akhirnya ... Jefri ada temen di rumah." Ratih bahagia sekali.

Jefri menawari bantuan. "Gue bantu pindahin barang. Di bagasi semua?"

"Iya."

Datang-datang Mira membawa masuk Awan.

Jefri melihat mereka langsung keluar dari bagasi dapat koper Mira.

"Eh, itu Awan dibawa ke mana? Si Mira sompral banget ngebiarin gue mindahin barang sendirian."

Ratih turut membantu anaknya. "Sini Bunda bantuin. Mana yang mau dibawa masuk?"

"Semuanya, Bun. Sanggup?"

"Kita udah berumur tapi angkat kardus doang mah kecil," ujar Hana mengangkut dua kardus ukuran sedang di kanan dan kiri pinggang.

Awan menggaruk kepala. "Ini kamar gue?"

"Iya."

"Kok kamar gue di seberang sendiri?"

"Karena yang empat kamar di bawah ditempatin gue, Bunda, Mama, Jefri. Penuh."

"Kamar di sini kan gede, Mir. Bisa kali gue sekamar sama Jefri."

"Gak ada kamar barengan!" titah Jefri di ruang tamu tengah meregangkan sendi pinggangnya.

"Ya elah, Jef. Sesama cowok ini."

"Ogah."

Awan harus menerima kamar yang disediakan.

"Ya udah, gue mau istirahat. Lo juga, kan?"

"Gue kira lo mau keliling rumah sebentar."

"Capek, Mir. Lo enak tidur gue yang nyetir."

Ada-ada saja Mira.

"Yaudah lo istirahat duluan."

"Lo mau ngapain lagi?" Awan curiga.

"Makan."

"Bukannya sepanjang jalan jajanan ludes dimakan lo doang?"

"Makan nasi, Wan. Jajan mah cuma selingan."

"Serah lo deh. Capek banget gue."

1
Adyta Leogirl
cerita nya kok makin ruwet yak
uren
Luar biasa
N___vt
Rangga jangan buat konspirasi
N___vt
butuh komunikasi
N___vt
astaga, sedangkan ad Jefri dkk aja kewalahan apalagi cuma Gilang sendiri yg awam 🥲
N___vt
belom ketebak sampe sekarang dalangnya
Shinta pratiwy
sera
Shinta pratiwy
sipa
aldi wirawan
kocak bet si zapran🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jefri kn y
Ekayadi
mampir dulu ki
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnn ceritanya gak gampang ketebak siapa yg jahatnya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga mereka trus bahagia ya 🤲🤲
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jngn terlalu percaya pak Adit Mira
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jngn aneh" Rangga
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
hidup hrs trus berjalan
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
😭😭😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sedih 😭😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jadi Mira akan pergi jauh nih
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jadi Mira mau pindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!