Terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak diinginkan, adalah sebuah malapetaka bagi Liana. Ia yang sudah sangat membenci Andra, harus menghadapi pria itu lagi. Nyatanya, Andra sendiri yang menjebak Liana.
Apa yang akan Liana lakukan, saat mengetahui, jika pernikahan antara dirinya dan Andra adalah rencana suaminya? Akankah Liana dan Andra kembali saling mencintai seperti dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Campur tangan Andra
"Bu-bukan begitu, Nak. Dengarkan papa ...."
"Tidak usah membuat drama di depanku. Jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, silakan pergi dari sini!" usir Liana.
Gadis itu berbalik meninggalkan ayahnya lebih dulu. Tak peduli seberapa menyedihkannya wajah pria tua itu. Selama ini, pria itu bahkan tak peduli dengan dirinya.
Sandi menghela napas lelah. Ia tak lagi bisa meyakinkan sang putri. Ia sadar, sudah banyak mengecewakan dan menyakiti hati putrinya. Sekali pun ia ingin membayar kesalahannya, itu sangat tidak mungkin. Liana jelas akan menolaknya secara terang-terangan.
Sebagai ayah, ia tidak pernah menjalankan perannya dengan baik. Saat sang putri membutuhkan kehadirannya, ia bahkan tak pernah ada.
"Maafkan papa, Nak. Maaf," ucapnya lirih.
Air matanya jatuh berderai mengingat setiap kesalahan yang telah ia perbuat. Menyesal pun, rasanya tak akan bisa mengembalikan sang putri.
***
Setelah mendapat penolakan dari Liana, Sandi akhirnya memilih menyerah. Ia kembali ke kota, dan segera menemui Andra. Pria itu bahkan menceritakan, bila Liana tidak peduli dengan perusahaan keluarga yang berada di ujung tanduk.
Mendengar cerita Sandi, Andra kini mengerti sebenci apa Liana pada ayah kandungnya itu. Baiklah! Aku sendiri yang akan turun tangan merencanakan drama dalam keluarga mereka.
Andra pun mengeluarkan berkas yang sudah disiapkannya di dalam laci. Kemudian, melemparkannya pada pria yang berstatus ayah dari wanita yang Andra cintai.
"Ini ... apa?" tanya Sandi.
"Buka saja," titah Andra.
Sandi mulai membolak-balikkan berkas tersebut. Betapa terkejutnya Sandi, saat mengetahui Liana memiliki saham di perusahaannya. Tidak main-main, saham yang dimiliki sang putri cukup besar.
"35 persen saham," gumam Sandi.
"Ya. Itu milik Liana. Sekarang, Anda punya alasan untuk membuat Liana kembali dan membantu membangun perusahaan."
Senyum miring terlihat menghiasi wajah Andra. Pria itu menyilangkan kakinya dan menatap datar Sandi.
"Baik. Saya akan mencobanya lagi," ucap Sandi lirih.
Mau tidak mau, Sandi harus kembali ke kota tempat Liana tinggal. Berusaha membujuk sang putri untuk kembali ke kota. Semoga dia mau membantu, jika mengetahui saham ini, batin Sandi.
Setelah menempuh dua jam perjalanan, Sandi segera menuju kosan Liana. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore saat ia tiba. Kosan Liana masih terlihat sepi. Seorang security menghampirinya.
"Bapak, cari siapa?" tanyanya.
"Ini, Pak. Apa Liana sudah pulang?" tanya Sandi.
"Bapak, siapanya Mbak Liana?" Security itu balik bertanya.
"Saya papanya," jawab Sandi.
"Oh, Mbak Liana belum pulang, Pak. Mungkin sebentar lagi."
"Boleh saya tunggu di sini?" tanya Sandi.
"Silakan. Saya permisi dulu, ya, Pak," pamit security tersebut.
Selepas security itu pergi, Sandi menyandarkan tubuhnya ke dinding. Rasa lelah yang mendera, membuat ia tertidur dalam waktu singkat.
***
Liana baru saja tiba di kosan. Seorang security menghampirinya, dan memberitahu mengenai kedatangan Sandi, sang papa. Mau apa lagi, dia? Aku pikir dia sudah pergi, batin Liana.
"Terima kasih, Pak," ucap Liana.
Ia mendekati tempat Sandi tertidur. Menghela napas sesaat, kemudian membangunkan pria itu. Tidak seperti sang putri yang membangunkan ayahnya. Liana justru hanya menggoyangkan tubuh Sandi tanpa memanggilnya.
Sandi mulai membuka matanya. "Kau sudah pulang?" tanya Sandi.
Pria paruh baya itu mengusap mata dan menegakkan tubuh. Liana menatap datar sang ayah.
"Ada apa kau mencariku lagi? Bukankah sudah kuperjelas, bila aku tak akan membantumu sedikit pun?"cecar Liana.
Tak ingin banyak berkomentar, Sandi menyerahkan berkas yang Andra berikan tadi. Liana menatap berkas di tangan sang ayah, datar.
"Ambil dan buka. Kau harus tahu, jika kau punya andil dalam mengembangkan perusahaan." Sandi menyodorkan berkas itu.
Liana mengambil dan membukanya. Ia terkejut melihat jumlah saham yang ada di sana. Jangan terkecoh Liana. Bisa jadi, ini drama yang dia lakukan untuk kembali menjebakmu! ucap Liana dalam hati.
"Aku tidak akan bisa kau tipu! Sejak dulu, aku tidak memiliki apa pun di sana. Jadi, kau tidak perlu susah payah membuat semua ini."
"Kau bisa mengeceknya sendiri. Tanyakan pada mereka yang mengerti dengan keabsahan saham itu. Jika kau sudah yakin, silakan kembali dan bantu perusahaan," terang Sandi.
Melihat ketidak mungkinan dalam menjelaskan saham itu, Sandi memilih jalan untuk menyuruh Liana mencaritahu sendiri. Ia pun pergi meninggalkan kosan Liana.
Mendengar ucapan Sandi yang tak main-main, membuat Liana mulai berpikir. Benarkah saham itu miliknya? Sejak kapan ia memiliki saham di sana?
*suami ketemu pria lain adalah kesalahan fatal tapi istri ketemu pria lain dianggap hal wajar
*suami berbicara dengan wanita lain dianggap kesalahan fatal tapi istri sampai curhat bahkan mengumbar Ian suaminya pada pria lain kalian anggap hal wajar
*istri membela dan bahkan lebih memilih pergi dengan pria Lian didepan suaminya kalian anggap hal wajar
*istri menjatuhkan harga diri suaminya didepan pria lain sampai pria lain itu meremehkan suaminya kalian anggap hal wajar
*suami kontak fisik dengan wanita lain kalian anggap keslaahan fatal tapi istri bahkan sampai pelukan dengan lelaki lain kalian anggap wajar
*Andra banyak melakukan kebodohan
tapi liana banyak melakukan kesalahan fatal
*munafik dia marah suami dekat dengan wanita lain tapi dia malah curhat bahkan pelukan dengan pria lain
*mengumbar aib rumah tangga dan suami pada pria lain
*menjatuhkan harga diri dan kehormatan suami didepan pria lain
*membiarkan pria lain meremehkan dan merendahkan suaminya
dan yang membuat novel ini miris dan munafik adalah novel ini membela dan membenarkan semua kelakuan laknat liana
klw q smpai pnya ibu tiri dia yg bekal kuhabisi
bicara dgn nada keras aja udh kusikat😠😠
hemm jd ank tiri yg jahat wkwkkkk
makasih crazy up nya 🙏🙏
Utk Andra, apapun alsnmu bertemu sm Fia, tetep salah. Karena dia dah janji ga akan ktemu Fia lg, tp terbukti bahwa smp skrg dia msh bertemu. Tinggalin aja dulu Andra ya Liana. Ga usah cere, temuin Andra lg setelah 50thn kmudian sambil kau bawa anak cucu mu🤣🤣. Slamat thn baru 2023 thor🥳🥳