Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.
Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Berpikir Positif
Beberapa jam kemudian, Adam dan rombongan sudah sampai di hotel.
Keduanya memesan kamar dengan bersebelahan dan Adam yang baru saja melepaskan jaketnya itu sangat ingin makan gado-gado yang pedas.
Adam pun memesan apa yang diinginkan. Sementara Vita, ia langsung mengambil gambar di jendela hotel dengan background pemandangan, ia memilih pose yang menurutnya terbaik lalu memposting itu ke sosial medianya.
Tidak lama kemudian, gado-gado pesanan Adam datang dan gado-gado itu menurutnya kurang sedap, entah mengapa belakangan ini Adam rewel dalam memilih makanan.
"Kenapa, Mas?" tanya Vita seraya menatap Adam yang menyudahi makannya.
"Enggak enak, kalau beli di pinggiran jalan Kota Jakarta keliatannya enak," ucap Adam seraya merogoh saku celananya, ia mengambil ponsel dan memeriksa, tidak mendapati pesan dari Nazifah membuatnya ingin mengingatkan untuk makan dan meminum vitaminnya.
Tetapi, Adam mengurungkan niatnya karena dirinya sendiri yang sudah melarang Nazifah untuk mengirim pesan, Adam beranggapan kalau Nazifah adalah istri yang penurut.
Adam juga melihat banyak notifikasi panggilan masuk dari David. "Kenapa ni anak? Gue lupa ajak dia!" batin Adam. Adam merasa lega karena telah menyembunyikan Nazifah dan tidak perlu khawatir dengan David yang sedang tergila-gila dengan istri sirinya.
Setelah itu, Adam kembali ke Vita walau pikirannya selalu tertuju pada Nazifah.
****
Di perjalanan, sebelum sampai di terminal, Nazifah ingin mencairkan uang pemberian Adam lebih dulu untuk ongkos pulang dan Nazifah terkejut saat melihat nominal uang itu.
Di sana ada 99 juta dan itu sangat banyak sekali bagi Nazifah yang baru melihat uang sebanyak itu.
Nazifah akan menyimpan uang tersebut dan akan menggunakannya untuk keperluan anaknya nanti.
Selesai dengan itu, Nazifah kembali ke taksi di mana keluarganya sudah menunggu.
Setelahnya semua orang melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan, Nazifah selalu memikirkan Adam, Nazifah hanya diam dan Supardi meminta pada Nazifah untuk melupakan pria brengsek itu.
"Dia enggak brengsek kok, Pak," lirih Nazifah yang menundukkan kepala.
Supardi yang duduk di bangku depan itu menggelengkan kepala, merasa kalau anaknya sudah mencintai Adam sedangkan Adam sendiri tanpa kejelasan.
Mirah yang duduk di samping Nazifah itu memeluknya.
****
Siang ini, Vita mengajak Adam untuk segera berkeliling pulau komodo dan Adam pun mengiyakan.
Adam mengajak Bastian dan pria itu tidak menjawab panggilan Adam, Adam berpikir kalau pasangan baru menikah itu sedang melakukannya di siang bolong.
Adam pun mengirim pesan pada Bastian, ia akan pergi berkeliling dengan Vita.
Dan Bastian yang sedang berada di atas istrinya itu mengabaikan ponselnya yang terus berkedip bahkan dengan gilanya, Bastian membayangkan kalau yang ada dibawahnya itu adalah Vita.
Ya, Bastian masih tergila-gila dengan istri sahabatnya sendiri.
Malam pun telah tiba, Adam sudah menyiapkan makan malam romantis untuknya dan Vita.
Adam menyewa kapal untuk itu dan Vita merasa sangat bahagia, ia menjadi yakin kalau akan dapat merebut kembali hati suaminya.
Selesai dengan itu, Adam dan Vita kembali ke hotel dan saat itu juga Adam kembali mendapatkan panggilan dari David.
Adam memperlihatkan layar ponselnya pada Vita, "David nyariin aku, aku bicara dulu sama dia!"
Vita pun menganggukkan kepala, ia masuk ke kamar lebih dulu dan Bastian yang melihat itu mengambil kesempatan, ia menerobos masuk kamar Vita dan Vita pun menjadi gelagapan. Wanita berpenampilan seksi dengan gaun merah itu takut akan terpergok oleh suami atau istri Bastian, terlebih lagi di hotel sudah pasti banyak CCTV.
"Gue kangen sama lo! Emangnya lo enggak kangen sama gue?" tanya Bastian yang sudah menghimpit tubuh langsing Vita di pintu.
"Kita enggak ada apa-apa kenapa harus kangen, lepaskan sebelum Mas Adam kembali!" perintah Vita dan bukannya melepaskan, tetapi, Bastian mencumbu leher Vita yang terekspos.
Vita hampir hilang kendali dan wanita itu harus segera tersadar, Vita mendorong dada Bastian supaya menjauh, tetapi, Vita yang rindu akan belaian dan sentuhan Bastian itu merangkum wajah pria blasteran tersebut, Vita mencumbu bibirnya dan Bastian pun membalasnya.
Bastian melepaskan ciuman itu. "Gue tau, lo cuma pura-pura hilang ingatan! Gue tunggu lo di ranjang panas kita lagi!" ucap Bastian, setelah itu Bastian pun keluar dari kamar.
Ia kembali ke kamarnya dan terlihat Monica sedang mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Monica tak curiga apapun pada suaminya, ia hanya mengira kalau Bastian telat datang karena harus mengobrol dengan Adam.
****
Vita menatap dirinya di pantulan cermin wastafel, ia segera menghapus make-upnya dan mengganti gaunnya dengan gaun malam.
Sementara Adam, ia sedang kesal dengan David yang terus memakinya.
"Enak lo ya, udah nyicipin terus lo buang gitu aja! Tega lo! Dia cuma anak kecil, Dam. Umur aja jauh sama kita yang udah kepala tiga! Gue enggak bayangin gimana masa depannya dia!"
"Enggak usah sok baik deh lo! Lo sendiri pemain kan! Enggak usah sok perduli sama kaum perempuan, sok bener banget lo!" geram Adam, ia merasa tidak terima dicaci oleh sahabatnya karena menurut Adam dirinya sudah cukup bertanggung jawab.
"Beda, gue main sama mereka karena duit! Gue bayar, atas mau sama mau, bukan kasus pemerkosaan! Mereka juga udah bolong sebelumnya! Ngerti lo!" geram David dari sambungan teleponnya.
Adam yang merasa kesal itu segera memutuskan sambungan teleponnya.
Pria itu menjadi semakin memikirkan Nazifah setelah David mengingatkan malam pemerkosaan itu dan Adam yang merasa ada kesempatan untuk menghubungi Nazifah itu pun segera menghubunginya.
Tetapi, Nazifah tidak dapat dihubungi.
"Mungkin dia udah tidur!" kata Adam, setelah itu, ia menghapus panggilan keluar supaya aman ketika Vita membuka ponselnya.
****
Keesokannya, Nazifah yang sudah berada di kampung halaman, Sukabumi. Gadis itu membuka jendela kamar, menghirup udara segar pagi hari.
Nazifah menatap langit yang masih berwana jingga dan di sana terlihat wajah Adam yang sedang tersenyum dan Nazifah pun membalas senyum itu.
"Mas, aku meninggalkan foto anak kita yang masih ada di dalam kandungan, foto itu ada di laci beserta buku KIA Zifah. Itu sebagai kenang-kenangan kita," batin Zifah. Ia mengusap perutnya yang masih rata.
Tidak membayangkan apa yang akan ia hadapi di kampung nanti, sudah pasti cemoohan para tetangga dan gosip tentang dirinya yang belum genap dua bulan bekerja sudah harus hamil.
Saat ini, Nazifah ingin sekali makan kue tradisional dan ia mengatakan itu pada Mirah.
Mirah yang mengerti kalau anaknya sedang ngidam itu pun segera mencarikan kue untuknya.
"Kamu tunggu di rumah, biar ibu saja yang mencari," kata Mirah seraya berjalan keluar rumah.
"Zifah mau ikut, Bu. Zifah kangen sama kampung halaman," pinta Nazifah yang mengekor di belakang Mirah.
Keduanya pun berjalan beriringan ketempat penjual kue tradisional yang jaraknya lumayan cukup jauh.
Nazifah sendiri merasa tidak nyaman saat berjalan kaki terlalu jauh.
"Sudah ibu bilang, di rumah aja!" kata Mirah yang memperhatikan Nazifah duduk di atas batu besar tepi jalan.
Nazifah tidak menjawab, ia hanya memegangi perutnya, takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap anaknya.
Lalu, ada pria muda yang akan berangkat ke ladang menghentikan laju motor bebeknya, ia teman sekolah Nazifah dulu.
"Zifah, kamu kenapa?" tanya Pria itu.
"Enggak papa, cuma kesengkil aja," jawab Nazifah. Melihat itu, Mirah pun meminta pada pemuda itu yang bernama Angga untuk mengantarkan Nazifah pulang.
Nazifah pun menurut dan sesampainya di rumah, Supardi melihat itu, merasa kalau keduanya cocok apabila dinikahkan.
Bersambung.
lagian..nazifah jg hamil...
sukses
semangat
mksh
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰
Semangat mbk Mal😍😍