Norin Inayah adalah wanita cantik berusia 30 tahun dan belum menikah. Berasal dari desa yang merantau ke kota dan bekerja di salah satu pabrik garmen terbesar di kota itu.
Norin wanita yang baik dan sabar namun memiliki sikap dingin khususnya pada kaum pria, hal itu karena ia trauma pada masa lalunya hingga Norin menutup rapat hatinya sampai bertahun tahun lamanya. Dan
olokan " perawan tua " pun sering ia dapatkan dari orang orang di sekitarnya.
Apakah akan ada pria yang dapat meluluhkan hati Norin ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annami Shavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
" masuk mobil saya " perintah Shin pada Norin. Norin mengerutkan dahinya menatap managernya itu dengan tatapan bingung dan kemudian, ia menunduk diam saja seperti patung. " kenapa diam saja apa anda tidak mau ? kalau tidak mau ya sudah lanjutkan saja jalanmu sepanjang 3 kilo meter " kata Shin sambil membuka pintu mobilnya akan tetapi, tanpa sadar Norin menarik kaos managernya dari belakang " saya ikut tuan " kata Norin dengan cepat tanpa melepaskan kaos belakang managernya itu. " hei apa yang anda lakukan kenapa anda menarik baju saya tidak sopan sekali " Shin membentak Norin dengan wajah memerah , Norin yang baru menyadari kelakuannya segera melepas kaos belakangnya pria itu " m m maaf tuan " kata Norin merasa bersalah sambil menundukkan kepalanya lagi.
Shin menatap tajam pada Norin, ia tidak suka dengan tingkah asistennya itu kemudian, ia membuka pintu mobilnya dan menutupnya kembali dengan keras " brakk" Norin yang berdiri dekat pintu mobil itu pun merasa terkejut sekali dengan kemarahan managernya itu. " jalan pak " kata Shin pada sopirnya, dan tak lama kemudian mobil pun melaju meninggalkan Norin bersama sepedanya di tengah jalan yang sepi . "apa tidak kasian dengan nona tadi tuan ?" tanya sopir itu pada tuannya. " biarkan saja " jawab Shin datar sambil bersender santai di jok belakang dan memainkan ponselnya.
Shin marah pada Norin karena baginya seumur hidupnya baru kali ini ia di perlakukan tidak sopan oleh seorang wanita dan Shin tidak menyukainya. Shin memiliki sifat gengsi yang tinggi khususnya pada wanita dan tidak boleh ada satu pun wanita yang bisa bersikap semena mena padanya.
Norin menatap mobil itu sampai di kejauhan dengan sorot mata berkaca kaca " tega sekali " gumamnya.
Norin menepikan sepedanya di pinggir jalan, ia duduk di sebuah batu besar yang ada di sana, Norin bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, jalanan sepi tidak ada rumah satupun di sepanjang jalan itu " emangnya ini jalan arah kemana sih kenapa ngga ada kendaraan yang lewat sini, kenapa cuma mobil Korea songong itu doang yang lewat, lagi pula kenapa coba aku lewat jalur ini kalau tidak mungkin aku ngga akan sesial ini " gerutu Norin sambil menenggelamkan wajahnya di kedua pahanya.
Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil akan melintasi jalan tersebut Norin segera berdiri dari duduknya, benar saja ia melihat sebuah mobil pick up melintas menuju arah ke jalan raya Norin pun tidak mau membuang waktu lagi lalu, ia bergegas turun ke jalan dan menyetopnya, ia meminta tolong pada sopir mobil itu untuk membawanya ke sebuah bengkel sepeda yang ada di sekitaran jalan raya dan sopir itu pun menyetujuinya. " alhamdulilah masih ada pertolongan Allah untukku melalui mobil ini " gumamnya dalam hati.
" putar balik pak " perintah Shin pada sopirnya, sementara sopirnya menurut saja pada perintah bosnya itu meskipun sebentar lagi mereka akan sampai di tempat tujuan. Kemudian, mereka pun berbalik arah untuk menemui Norin kembali di tempat semula namun, sampai di sana Norin sudah tidak ada di tempat dimana ia berhenti tadi " kemana wanita itu, apa dia baik baik saja" gumam shin dalam hati. ada rasa bersalah menyelinap di hatinya, mestinya ia tidak meninggikan egonya membiarkan seorang wanita kesusahan di tempat sepi seperti ini fikirnya namun, ia segera menepis fikirannya itu.
" terima kasih banyak ya pak " kata Norin sambil memberikan dua lembar uang berwarna merah pada seorang sopir mobil pick up. " ah tidak usah mba " kata sopir itu menolak pemberian Norin " tidak apa apa pak tolong ambil aja ini Rizki bapak buat tambahan beli bensin" kata Norin tulus. " ya kalau gitu makasih ya mba saya terima uangnya " kata sopir itu sambil menerima uang pemberian Norin.
Hari menjelang sore Norin baru kembali ke rumahnya " alhamdulilah akhirnya sampai juga " ia meletakkan sepedanya di halaman rumahnya lalu, bergegas masuk ke dalam rumah ia sudah tidak sabar untuk membasuh tubuhnya yang sudah lengket oleh keringat.
Keesokan harinya seperti biasa Norin kembali bekerja di pabrik ia berangkat lebih awal dari biasanya, Norin sampai pabrik pukul enam pagi dan beruntungnya satpam jaganya bukan Nendi melainkan satpam lain yang baik. " selamat pagi pak tolong bukakan pintu gerbangnya saya mau masuk " sapa Norin di luar gerbang. " satpam itu berdiri dari duduknya lalu mendekati gerbang, ia menajamkan penglihatan ke arah Norin entah apa yang sedang di fikirkannya. " mba Norin bukan ya ?" kata satpam itu pada Norin " betul pak " jawab Norin cepat " lah kenapa subuh bener datangnya mba " tanya satpam itu penasaran " iya pak ada sesuatu yang harus segera saya kerjakan " jawab Norin. kemudian, satpam itu membukakan pintunya untuk Norin dan ia melajukan motornya setelah berterima kasih pada satpam tersebut.
Norin memarkirkan motornya di tempat biasa kemudian, ia bergegas masuk ke dalam kantor sambil membawa tentengan di kedua tangannya. Ia masuk ke dalam kantor itu setelah meminta ijin pada satpam jaga di depan kantor itu.
Norin sampai di depan pintu ruangan namun ketika ia memegang handle pintu dan mendorongnya pintu itu tidak bisa di buka seperti di kunci " ishh dikunci kok tumben ya ! apa dia ada di dalam apa tidur di rumahnya ya !" gumam Norin. Norin mondar mandir seperti setrikaan ia bingung apa yang harus dilakukannya, ia sengaja datang lebih awal dari biasanya supaya nanti tidak bertemu dengan manager sombongnya itu " apa aku ke gudang langsung aja dan biarkan makanan ini di gantung di handle pintu aja ! tapi rasanya ngga sopan, apa aku tunggu sampe dia datang aja kali ya ! tapi aku lagi males ketemu sama tu orang sombong ! terus gimana ini " gumam Norin dalam hati sambil menggigit jari kelingkingnya.
Dua jam kemudian tepat pukul delapan pagi orang yang di tunggu pun datang, Shin merogoh kunci pintu di saku celananya namun tanpa sengaja ia melihat seseorang sedang tertidur di sebuah kursi terletak di pojokan yang tidak terlalu jauh dari pintu ruangannya. Shin mengerutkan dahinya merasa heran pada orang yang sedang tidur itu kemudian, karena rasa penasaran ia pun mendekati orang tersebut.
" dasar gadis aneh " gumam shin setelah mengetahui bahwa orang tersebut adalah Norin asistennya " apa anda akan tidur saja disitu ?" kata Shin dengan nada di tinggikan.
Suara keras Shin membuat Norin terperanjat dari tidurnya " t tuan " kata Norin sambil mengucek matanya kemudian berdiri dengan cepat " maaf " kata Norin sambil menunduk, Shin kemudian berbalik melangkahkan kakinya menuju ruangan tanpa bicara sedikit pun padanya.
Sementara Norin berdiri saja di tempatnya seperti patung ia bingung harus bagaimana, kemudian tak lama Shin menyembulkan kepalanya ke luar pintu " hei apa anda akan berdiri disitu saja sampai malam hari ?" teriak Shin dari balik pintu, Norin yang mendengar teriakan itu terperangah ia pun buru buru masuk ke dalam ruangan managernya itu.
Norin meletakkan bawaannya dan mengeluarkan isinya, seperti biasa ia menata makanan itu di atas piring lalu menyajikannya di atas meja makan " sudah selesai tuan " panggil Norin pada Shin yang sedang duduk di sofa empuknya itu, Shin pun berdiri lalu mendekati meja makan tersebut.
Norin tidak mau buang waktu lagi karena waktu sudah menunjukan pukul delapan lewat, ia segera mengambil alat alat pembersih untuk membersihkan ruangan itu, ia tidak mau banyak bicara pada managernya itu tidak mau bertanya juga kenapa pintu ruangannya di kunci sehingga ia tidak bisa masuk ke dalam dan ia tetap fokus membersihkan ruangan itu dalam diam, sementara Shin hanya memperhatikan kediaman Norin di balik meja makannya.
semuanya sudah selesai di kerjakan oleh Norin, Norin pun bergegas hendak keluar dari ruangan itu namun baru beberapa langkah , " maaf " Norin menghentikan langkahnya kemudian menoleh pada Shin yang sedang berdiri tidak jauh darinya kemudian memalingkan wajahnya lagi lalu meneruskan langkahnya ke luar ruangan tanpa menghiraukan Kata maaf dari Shin.