Di Ibu Kota Jakarta, Ilham Alamsyah seorang pemuda yang menjadi menantu sampah, dibunuh oleh kekasih dari istrinya dan bereinkarnasi di dunia kultivator.
Hahahaha AKU??
AKU ADALAH XINCHEN
Aku akan membantai kalian semua yang ingin menjadi musuhku!!!
APAA? PARA DEWA???
Hahahaha akan ku injak-injak para dewa sialan itu!!!!!
Karya pertama
Jadi maaf, masih banyak salahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Semartis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24 - Pedang Kekacauan Alam
"Hahaha, jadi ini makhluk yang mengancam membunuh Hakim Penimbangan? kau memang sangat berani manusia" ucap salah satu dari 3 penjaga neraka pusat.
Kemudian makhluk kepala banteng pergi setelah menyerahkan Xinchen kepada penjaga di pusat neraka itu.
"Tenang saja manusia, 10 juta tahun tidaklah lama. Jadi nikmati saja keseruannya" Ucap salah satu penjaga pusat neraka yang membawa Xinchen ke dalam suatu kurungan yang berada disana.
Setelah beberapa saat Xinchen sudah berada disebuah kurungan dengan tangan dan kaki dirantai dalam posisi berdiri.
Beberapa saat kemudian, muncul 2 makhluk berkepala ular dengan badan tegap masuk ke dalam kurung Xinchen.
"Bocah, ini adalah sebuah kehormatan untukmu karena yang menyiksamu adalah kami hahaha" ucap salah satu dari 2 makhluk itu.
"Benar bocah, kami adalah komandan dari istana Yama ini. Jadi selama kami berdua menyiksamu, kamu harus senang oke" Ucap makhluk lainnya.
"Cihh,,,kalau mau siksa, ya tinggal siksa aja, gausah banyak omong" ucap Xinchen yang kesal karena 2 makhluk itu terlalu banyak bicara.
Mendengar ucapan Xinchen, mereka berdua segera menyambuk tubuh Xinchen dengan cambuk dari api pusat neraka ini.
Xinchen sebenarnya tidak merasakan cambukan mereka karena Tubuh Spesialnya. Kedua komandan itu tidak tahu akan Tubuh Spesial milik Xinchen.
*****
3 juta tahun kemudian ...
Xinchen, tetap di siksa dengan berbagai macam metode dan saat ini, ia sedang dicambuk oleh 2 Jenderal Istana Yama. Karena 2 komandan yang awal-awal dulu mencambuk Xinchen sudah trauma.
Karena biasanya jika makhluk disiksa oleh kedua komandan itu, pasti mereka akan terlihat mengenaskan. Tapi tidak dengan Xinchen, ia malah menghina kedua komandan itu bahwa siksaan mereka berdua tidak terasa sama sekali.
"Sialan, bocah manusia ini kenapa kita siksa malah senyum-senyum" ucap salah satu jenderal istana Yama.
"Sepertinya hanya Raja Yama saja, yang bisa membuat bocah manusia ini merasa kesakitan" ucap jenderal lainnya.
Disaat kedua jenderal istana Yama menyiksa Xinchen, tiba-tiba ia tertawa. "Hahahaha" tawa Xinchen.
Mendengar Xinchen tertawa, kedua jenderal mengerutkan keningnya. "Hii bocah manusia, kenapa kau tertawa seperti itu lagi?! ucap salah salah jenderal dengan nada tegas.
"Aku tertawa karena sudah berhasil" ucap Xinchen.
Mendengar itu, kedua jenderal bingung. Tapi tiba-tiba kedua jenderal tidak bisa bergerak.
"Segel Zhaotian"
Menyadari bahwa pergerakan mereka disegel oleh bocah manusia didepannya, kedua jenderal langsung marah dan bingung.
"Bocah manusia, apa yang kau lakukan hah??!!" tanya salah satu jenderal dengan keras.
"Bocah manusia, bagaimana kau bisa menggunakan kekuatanmu di pusat neraka ini??!!" tanya jenderal yang lain.
Melihat dan mendengar kedua jenderal yang terlihat sangat panik itu, Xinchen tertawa "Hahahaha ....selama 3 juta tahun ini aku terus menimbun kekuatanku" ucap Xinchen dengan tawa.
"Api Hitam bakar habis mereka" ucap Xinchen memerintahkan Api Hitamnya untuk membakar kedua jenderal yang tidak bisa bergerak didepannya itu.
Arrghhh arrghhh arrghhh
Teriak kedua jenderal itu dengan pilu, hanya beberapa menit mereka berdua telah menjadi abu. Sebelum mereka menjadi abu, Xinchen terlebih dahulu menyerap memori mereka.
Karena Xinchen masih belum tahu informasi mengenai betapa luasnya seluruh alam ini. Setelah beberapa menit Xinchen telah mencerna semua informasi yang ia serap.
"Oh, di pusat neraka ini terdapat Pedang Kekacauan Alam yang digunakan untuk menyegel Alam Kematian? Hahaha sepertinya pedang itu berjodoh denganku dan aku juga tidak bisa terus mengandalkan pedang qi jika melawan para bajingan Petinggi Alam itu" ucap Xinchen dan langsung berteleportasi ke tempat dimana Pedang Kekacauan Alam ada.
Setelah beberapa saat Xinchen telah sampai di tempat Pedang Kekacauan Alam berada. Ia melihat banyak sekali rantai yang terhubung ke pedang itu untuk menyegel Alam Kematian.
Dan tempat dimana Pedang itu disegel, tidak ada satupun makhluk yang menjaga tempat itu. Itu di karenakan tidak ada satupun makhluk di seluruh alam yang dapat mencabut pedang itu.
Raja Yama memang yang dulu menyegel Alam Kematian menggunakan Pedang Kekacauan Alam, tapi untuk mencabutnya, bahkan jika Raja Yama menggabungkan kekuatan dengan Raja Lin dan Penguasa Alam Surga, mereka tidak akan bisa mencabut pedang itu.
Pedang Kekacauan Alam digunakan oleh penguasa Alam Kematian untuk menyegel Alam Kematian ini, agar Alam Kematian tidak terhubung ke Alam Kehidupan.
Penguasa Alam Surga juga melakukan hal sedemikian rupa yaitu menyegel Alamnya. Itu mereka lakukan agar mengajak keseimbangan Seluruh Alam.
Jika mereka tidak menyegel Alamnya masing-masing, makhluk-makhluk yang sudah mati yang berada di surga maupun neraka bisa dengan leluasa masuk ke Alam Kehidupan alias bisa hidup kembali.
Benda yang menyegel alam masing-masing juga digunakan untuk menyegel kekuatan makhluk-makhluk yang sudah mati.
Seperti di neraka, semua makhluk tidak dapat mengeluarkan kekuatannya karena selain Pedang Kekacauan Alam menyegel Alam Kematian, pedang itu juga digunakan untuk menyegel kekuatan para mahluk yang sudah mati di neraka, kecuali para pekerja/staf neraka.
"Pedang yang sangat menakutkan. Jika aku mencabutnya, pasti Alam Kematian ini akan menjadi kacau balau" ucap Xinchen yang tengah memegang gagang pedang itu berniat untuk langsung mencabutnya.
Setelah beberapa saat berpikir, Xinchen langsung memantapkan keputusannya "Tidak apa-apalah, toh pada Petinggi Alam pasti punya solusi permasalahan ini hehehehe" ucap Xinchen diselingi tawanya.
Xinchen langsung mencabut Pedang Kekacauan Alam dengan mudah dan itu membuat ia bingung "Kenapa mudah sekali mencabut pedang ini?"
Di saat yang sama, di aula istana Yama. Terdapat iblis yang duduk di singgana dengan aura agung tengah menutup matanya. Iblis itu adalah Raja Yama, penguasa Alam Kematian. Tidak ada yang tahu Raja Yama itu sedang tertidur atau berkultivasi. Tapi ia tiba-tiba membuka matanya.
"Brengsek!!!!" ucap Raja Yama dan langsung berteleportasi.
Kembali ke MC....
"Apakah aku pergi ke Alam Surga atau pergi ke Alam Kehidupan langsung ya??" ucap Xinchen yang tengah bimbang akan keputusan selanjutnya.
Disaat Xinchen tengah berpikir, tiba-tiba terdapat iblis dengan aura agung berteriak.
"Bajingan kecil!! Mati kau!!! Raja Yama yang tengah menyerang Xinchen.
Menyadari bahwa kematian sedang datang menjemputnya, Xinchen segera berteleportasi.
Menyadari bahwa meskipun serangannya mengenai makhluk di depannya, tapi makhluk itu langsung berteleportasi dan Raja Yama yakin bahwa makhluk itu masih hidup. Raja Yama sangat marah.
Para pasukan Istana Yama yang melihat Rajanya tidak berhasil membunuh makhluk itu, langsung sangat terkejut.
Bagaimana tidak, Raja Yama merupakan salah satu dari Petinggi Alam yaitu penguasa Alam Kematian. Jadi bagaimana mungkin tidak bisa membunuh makhluk berkekuatan kecil itu.
"Brengsek!! Jenderal Agung Yan, perintahkan pasukan untuk mengamankan Alam Kematian agar semua makhluk yang tengah menjalani hukuman di Alam ini tidak bisa keluar dari alam ini" perintah Raja Yama dan langsung di jalankan oleh iblis yang dipanggil Jenderal Agung Yan.
"Jenderal Agung Shu, perintahkan sisa pasukan yang ada untuk mencari dan menyebarkan berita di seluruh alam untuk mencari bajingan kecil itu!!!!" perintah Raja Yama kepada Jenderal Agung Shu dan langsung dijalankan oleh Jenderal Agung Shu
Setelah beberapa saat semua pasukan yang berada di tempat itu pergi untuk menjalankan perintah rajanya, hanya Raja Yama saja yang masih ada ditempat itu.
"Bajingan kecil, disaat kau tertangkap, aku sendiri yang akan menyiksamu selama-lamanya" ucap Raja Yama.
"Lebih baik aku meminta bantuan, untuk menyegel Alam Kematian sementara".
"Oiii Lin bajingan, datanglah ke Alam ku cepat!!!" Telepati Raja Yama mengundang Raja Lin.
Mendengar suara yang ia kenal, Raja Lin langsung berteleportasi ke Alam Kematian ......
Bersambung......