NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Chicklit
Popularitas:248k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siska

Kehidupan Kania yang tenang tiba2 harus berubah saat situasi mengharuskannya berperan sebagai orang lain.

Mendapatkan cinta dari pria asing saat dia tidak menginginkannya.
Namun Kania harus melepas cinta itu saat dia benar2 bisa membuka hatinya.

Akankah Kania bertahan dengan peran barunya, ataukah dia harus kembali pada kehidupannya yang tenang sebelum dia bertemu dengan pria asing itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sambutan hangat

Mobil yang membawa mereka baru saja melewati gerbang tinggi berwarna hitam, dan didepan sana Kania dapat melihat halaman luas dengan tatanan taman yang indah.

Kania tak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan indah yang ada di depan matanya, terlebih saat Daniel memarkirkan mobilnya di depan rumah megah dengan pilar-pilar yang menjulang tinggi bercat putih dan keemasan.

"Kita sudah sampai sayang, kamu tenang saja dan jangan gugup, ada aku disamping kamu" Daniel menggenggam erat tangan Kania.

Kania hanya bisa tersenyum palsu dan mengangguk meski berkali-kali dia harus menarik nafas panjang untuk menetralisir keadaannya.

Kemudian Daniel turun dan membukakan pintu mobil untuk Kania.

Meski Daniel sudah memberikannya keyakinan, namun gadis itu tak bisa menutupi rasa gugupnya untuk bertemu dengan calon mertua, lebih tepatnya calon mertua saudara kembarnya.

Dengan langkah ragu Kania mencoba mengikuti langkah Daniel yang terus menggandengnya.

Di depan pintu mereka disambut oleh pelayan rumah itu dengan sambutan hangat.

Seolah tamu yang sudah dinantikan kedatangannya, Daniel langsung mengajak Kania ke dalam rumah.

Lagi-lagi Kania di buat menganga melihat kemegahan di dalam rumah ini, sampai sapaan hangat dari nyonya rumah mengagetkannya.

"Kania..ya ampun ini tante gak salah lihat sayang" suara yang tidak asing ditelinga gadis itu kembali membuat tubuhnya menegang.

"Ta..tante Salma" ucap Kania kaget yang langsung disambut pelukan oleh wanita paruh baya itu.

"Kenapa kamu gak bilang ke mama sih Daniel kalau selama ini gadis yang dekat sama kamu itu Kania" omel tante Salma sambil melepaskan pelukan dan menepuk lengan anaknya.

Daniel terlihat cukup kaget dengan sambutan mamanya pada Kania, tapi tunggu sepertinya Daniel masih bingung kenapa mamanya memanggil kekasihnya dengan nama Kania.

Tentu saja Kania yang paham langsung melingkarkan tangannya pada Daniel dan membisikan sesuatu ke telinga pria itu.

"Nanti aku jelasin sayang" bisik Kania sambil tersenyum manis pada pria itu.

"Jadi mama udah kenal sama pacar Daniel? ucapnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kania.

"Ayo sini kita duduk dulu, Kania..sini sayang duduk sama tante" ajak bu Salma menarik tangan Kania.

"Ma..Tania itu pacar Daniel, ya harusnya duduknya sama Daniel dong" ucapnya tak mau kalah dan menarik tangan kekasihnya.

"Kok Tania sih, Kania..! tapi kan bentar lagi juga jadi mantu mama" bu Salma menepuk tangan Daniel dan kembali menarik tangan Kania untuk duduk di sebelahnya.

"Ada apa ini" ucap Pak Surya berjalan dari arah kamar dan menghentikan drama ibu dan anak didepannya.

"Pa, lihat deh ternyata doa mama terkabul pa, mama bener-bener seneng kalau Kania bakal jadi calon mantu kita" ucap bu Salma membelai rambut Kania.

"Jadi gimana Daniel, apa bener Kania ini gadis pilihan kamu yang mau di kenalin ke Papa dan Mama? tanya pak Surya meminta penjelasan.

"Iya Pa, tapi ternyata Mama sama Papa udah kenal sama Kania ya? kok gak pernah cerita sih"

"Kamu inget gak mama pernah cerita kalau ada gadis yang nolongin mama pas kecopetan waktu itu, dan gadis yang mama maksud itu ya Kania ini" ucap bu Salma antusias.

"Kok kamu gak pernah cerita sih sayang? tanya Daniel menatap Kania.

"Oh..aku cuma gak mau bikin kamu khawatir, lagi pula aku gak tau kalau ternyata tante Salma itu mama kamu" ucap Kania beralasan.

"Udah ah ngobrolnya nanti bisa kita lanjutin lagi, sekarang lebih baik kita makan malam dulu, kamu udah laper kan sayang" tanya bu Salma pada Kania.

Gadis itu hanya bisa tersenyum, Kania benar-benar tidak mengira kalau tante Salma yang dia kenal adalah mamanya Daniel.

Setidaknya Kania bisa bernafas lega, bayangan akan bertemu calon mertua galak yang Kania takutkan sedari tadi akhirnya hilang.

"Jadi gadis cantik ini pacar kakak? hai kenalin aku Sofie adiknya kak Daniel" sapanya sambil menyalami tangan Kania.

"Hai Sofie, senang bisa berkenalan sama kamu, namaku Kania" sambut Kania sambil tersenyum menatap Sofie.

"Sepertinya umur kita gak beda jauh deh, oh ya kok kamu mau sih sama kak Daniel" ucap Sofie sambil berjalan menuju meja makan.

"Sofie.." Daniel menatap tajam adiknya.

"Ih apaan sih kak, aku kan cuma pengen lebih kenal sama calon kakak ipar " ucap Sofie sambil mengerucutkan bibirnya.

"Udah-udah jangan pada ribut, kasihan Kanianya tuh" Bu Salma mempersilahkan Kania untuk duduk dan menikmati makan malam.

Dengan cekatan Kania mengambilkan piring dan menyendokan nasi beserta lauknya untuk Daniel.

Kania sudah terbiasa melakukan itu di rumah untuk Ayah dan adiknya, dan tentu saja sikap gadis itu membuat bu Salma semakin yakin kalau Kania memang pantas menjadi pendamping hidup putranya.

Perhatian dan sikap Kania berhasil menarik perhatian seluruh keluarga Atmaja malam itu.

Tak terkecuali Daniel yang tak menyangka kalau Kekasihnya bisa seperhatiannya itu padanya.

Bayangan suatu saat nanti Kania akan senantiasa melayaninya mulai dari urusan menyiapkan makanan, keperluan Daniel berangkat ke kantor, bahkan soal urusan ranjang seketika terbayang di kepala pemuda itu.

Betapa dia merasa beruntung memiliki istri cantik dan bisa memuaskannya dalam segala hal membuat senyumannya merekah.

"Lihat tuh pa anakmu, seneng bener yang diperhatiin sama calon istri" ucap bu Salma yang memperhatikan anaknya senyum-senyum sendiri.

"Iya dong, pilihan Daniel gak salah kan ma? tanya Daniel sambil menoleh pada Kania dan menyeka ujung bibir gadis itu.

Sontak Kania menatap malu pada kedua orang tua Daniel, menurutnya perhatian Daniel benar-benar berlebihan dan membuatnya semakin canggung.

"Iya..iya, kalau gitu kapan dong rencananya hubungan kalian mau di seriusin, kalau mama sih maunya kalian langsung nikah aja secepatnya gimana Kania? tanya bu Salma sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Eh..mmm..Kania sih terserah Daniel aja tante" Kania benar-benar bingung harus menjawab apa.

"Kamu sendiri maunya bagaimana Daniel? tanya pak Surya menimpali.

"Kalau Daniel sih setuju sama mama, lebih cepat lebih baik, malah kalau bisa besok juga ga masalah" ucap Daniel enteng

"Uhuk..uhuk.."Kania yang mendengar itu kaget dan sampai tersedak.

"Sayang, kamu gak apa-apa? teriak Daniel menyodorkan segelas air putih pada Kania, dan dengan lembut pria itu menepuk punggung kekasihnya.

"Maaf " ucap Kania sungkan, kepalanya benar-benar mau meledak mendengar ucapan Daniel, bagaimana kalau itu sampai terjadi.

Membayangkan menikah dengan Daniel menggantikan Tania membuat gadis itu lemas.

Semua itu tidak ada dalam pembahasaanya dengan Tania, dan Kania benar-benar tidak siap dengan skenario terburuk itu.

Setelah selesai makan malam, keluarga Atmaja mengajak Kania untuk duduk di ruang keluarga, dan tentunya guna membahas soal hubungan putra mereka dengan Kania kedepannya.

Sambutan baik keluarga itu pada Kania benar-benar membuat gadis itu nyaman.

Meskipun kadang Kania di buat bingung dengan pertanyaan2 dari kedua orang tua Daniel, namun sikap ramah dan kesederhanaan Kania membuatnya gampang berbaur dengan keluarga itu.

"Jadi begini Kania, kalau kamu gak keberatan bagaimana kalau dalam waktu dekat om dan tante berniat datang ke rumah kamu untuk melamar, lagi pula tante lihat Daniel sudah sangat siap membina rumah tangga" ucap bu Salma menatap lekat Kania.

"Kalau boleh jujur, sebenarnya Kania masih pengen nyelesain kuliah tante" ucap Kania tanpa beniat menolak dan menyakiti orang tua Daniel.

Daniel menoleh dan menatap kekasihnya heran, pasalnya malam ini terlalu banyak ucapannya yang tidak pernah Daniel tau sebelumnya, dari orang tua, kuliah dan bahkan Tania yang memiliki toko roti.

Pria itu menelisik kebenaran di mata kekasihnya.

"Ma, Pa..Daniel pengen bicara sebentar dengan Tania" pria itu menarik tangan kekasihnya dan mengajaknya menuju kamar pribadinya.

Kania sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan dengannya.

Karena itu Kania hanya pasrah saat Daniel memintanya masuk ke dalam kamar pria itu.

"Begini sayang, kenapa aku ngerasa malam ini banyak hal yang aku gak tau dari kamu, dan kenapa kamu gak pernah cerita ke aku soal kuliah dan yang lainnya? dan satu lagi, kenapa mama menyebut nama kamu Kania? tanya Daniel penasaran.

"Maaf Daniel, sebenernya aku udah lama pengen ceritain ini semua ke kamu, aku cuma nunggu waktu yang pas aja, kamu marah ? tanya Kania yang tidak berani menatap mata Daniel.

"Bukan begitu sayang, malam ini aku hanya merasa menjadi pria gak berguna karena gak tau sedikit pun tentang kehidupan kamu" ucap Daniel dengan lirih.

"Maafin aku.." Kania menunduk entah mengapa dia jadi merasa bersalah pada pria ini.

"Kamu gak salah sayang, justru harusnya aku yang lebih peka dengan kehidupan kamu, selama ini mungkin aku terlalu egois dan sibuk dengan pekerjaan dan kurang memperhatikan kamu" ucap Daniel penuh sesal, dipeluknya kekasihnya dan mencium mesra puncak kepala Kania.

Lagi2 Kania harus menutup matanya karena mendapat perlakuan tak terduga dari Daniel.

Gadis itu masih tak percaya dan tak terbiasa dengan sikap mesra dan kontak fisik yang tak segan2 Daniel lakukan padanya.

"Oh ya sayang, kamu belum jawab kenapa mama memanggilmu dengan nama Kania? tanya Daniel kemudian, dia melepaskan pelukannya dan menahan kedua bahu Kania dengan lembut.

"Mmm..itu ka karena, sebenarnya namaku Kania, dan Tania hanyalah nama panggung aja kok, aku mulai pakai nama Tania saat mulai bekerja sebagai model, dan aku lebih suka temen2 dan orang terdekatku memanggilku dengan nama asliku.. Kania, tapi kamu masih boleh panggil aku dengan nama Tania kalau kamu mau" ucap gadis itu, saat ini hanya ide itu yang terlintas di kepalanya tanpa membuat Daniel curiga.

"Nama Kania juga manis kok, gak ada masalah bagiku, mau nama kamu Tania atau Kania sama aja buatku, karena aku tetep cinta" goda Daniel pada kekasihnya.

"Oh ya sayang, gimana soal lamaran tadi, kamu mau ya, kita nikah besok" ucap Daniel lagi dengan enteng, pria ini seolah tak sabar untuk mempersunting gadis pujaan hatinya.

Tentu saja Kania kaget dan melebarkan matanya, membuat Daniel merasa gemas dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir ranum milik Kania yang entah mengapa terasa semakin manis hari ini.

1
Sarita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sarita
lagian ga mau berterus terang sama danil.. rasain luh
Erna Wati
kok gk up..udh mw 2th
Sarita
gempur terus sampe gempir 🤣🤣🤣🤣
Sarita
habis di cumbu kevin terus di cumbu suaminya. emang td ga ada bekas cumbuan kevin kan td dia juga main di dada tania?
Umie Irbie
kereeeeeeen ceritanya
Ibu Salma
seru...
Rin's
yuukkk haammilll yukkkk
Rin's
ko' yo pinterr menn iso menciptakan obat perangsang harrranngg
Rin's
alhamdulillah
Rin's
si Tania pantang menyerah utk merebut Daniel dg menghalalkan sgl cara,,Daniel'e cok ra peka
Rin's
gmn dg nasib Tania,,ditempatkan di luar negeri saja lahh thorr,,spy mangkin byk pengalaman nya utk jadi model,,lho tohh q bukan reader yg kejjammm
Rin's
hhoorreee,,akhirrnnyyaaa,,,gggoooollll
Rin's
Daniel tuh yg tulus ikhlas dg Kania,,jgn cuma hak dowank yg dimintaa,,tp tanggung jwb perasaan nothingg,,tak hempaskannn lhoo kammuu
Rin's
tapii maaff,,mengapa q msh team Kania Daniel
Rin's
kenapa cepett bangett ketemunyyaaa
Rin's
iinnii bawangg nya seterongg amaatt yyaakk
Rin's
ndilalah Daniel gak inget Jeremy
Rin's
nek saiki Kania hamil,,apik manehhh jahhh
Rin's
Kania sdh mengorbankan segala nya,,termasuk cinta nya,,tp cinta sejati nya ada pada Daniel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!