Arti Judul = Kekacauan dalam Jaringan : Kesombongan seorang pembunuh
Chapter : 1 - 59 = 500-1000 kata
Chapter : 60 - ?? = 1000 - 2000 Kata
Genre : Game, Romance, Harem, Fantasy, Action, Drama, Shounen, Sci-fi, Adventure, Kingdom
Series :
-Chaos Online : Pride Of Assasin (S1- S3)
-Chaos Online : Begin The Legend (S4-??)
Pada tahun 2032 Seorang Profesor berhasil menemukan alat yang bernama Musphy, Alat ini dapat menghubungkan kedalam Dunia Virtual yang begitu realistis dengan berbagai Fitur didalamnya
Chaos Online, Merupakan salah satu Game berjenis VRMMORPG yang sangat ternama dibanding dengan game lain. Hingga memberi kebebasan kepada para pemain untuk melakukan apa saja secara bebas didalam game ini
Feris Alesix, seorang pemuda Dingin dan cuek, dan seakan-akan tidak peduli dengan sekitarnya. Mencoba game terbaru tersebut, dan berniat untuk menjadi Pemain terkuat diseluruh dunia. Hingga suatu kejadian tidak terduga menimpanya bersamaan dengan para Pemain lainnya.
Bagaimana kisahnya? Mari kita ikuti
[Terinspirasi dari Orbis Online karya Galih Gates!! dan juga beberapa novel lain-nya]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fillippo andreas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 ~ Hutan Drying
...
Disisi lain, Rena dan Riki tengah berjalan menuju ke hutan timur kota Hosten. mereka berdua telah membentuk sebuah party untuk menyelesaikan quest yang cukup sulit bagi Rena untuk menyelesaikannya sendiri dan tentu saja sebagai kakak, Riki juga harus menjaga adik perempuannya yang sedang dalam kesusahan.
Selang beberapa menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai disebuah hutan yang bisa dibilang cukup menyeramkan. Bagaimana tidak?, pohon-pohon didalam hutan itu saja sudah kering semua dan ditambah lagi dengan suara burung gagak yang membuat suasana cukup untuk membuat pemain lainnya lari ketakutan.
"Apa kau benar ini tempatnya?" Riki menelan ludahnya ketika melihat betapa seramnya hutan tersebut.
" Y... ya, menurut informasi dari Npc tadi, memang ini tempatnya"
Setelah mengumpulkan cukup keberanian, Riki memimpin jalan untuk masuk kedalam hutan tersebut dengan diikuti oleh Rena dibelakangnya. Tetapi, tepat sebelum mereka memasuki hutan tersebut. muncul sebuah panel notif yang sontak mengejutkan mereka berdua
---
Hutan Drying
Sebuah Hutan yang dulunya sangat subur nan Indah, Tetapi menjadi hangus terbakar ketika perang Antar Dewa yang terjadi 500 tahun silam.
Tingkat Kesulitan : A
Level : 120
---
'Level 120?' Pikir Mereka berdua
Dengan level mereka saat ini, Jika memasuki hutan ini hanya akan membunuh mereka secara instan. Terlebih lagi mereka berdua juga belum mengetahui level para monster yang menghuni hutan Drying tersebut, dengan kata lain tidak ada yang menjamin jika mereka dapat bertahan didalam hutan itu dalam waktu yang lama.
Meskipun begitu, Rena juga harus tetap menyelesaikan quest yang telah ia terima. Rena menarik nafasnya panjang panjang dan membulatkan tekadnya untuk memasuki hutan tersebut. Begitu pula dengan Riki, ia juga sudah mengeluarkan staff dari Invetory-nya dan bersiap untuk masuk.
"Apa kau siap?"
Rena hanya mengangguk. lalu mereka berdua melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan yang menyeramkan itu.
Tidak kurang dari satu menit semenjak mereka memasuki hutan tersebut. Kini sudah ada beberapa monster yang mengepung mereka. Mulai dari Goblin, Kobold, dan juga beberapa monster mob kecil lainnya. tetapi yang aneh adalah, kenapa para monster ini dapat bekerja sama?, apakah mereka dipimpin oleh seseorang yang lebih kuat?. Setidaknya itulah yang ada dipikiran Riki saat ini
"Mira... eh maksudku Rena lindungi aku dari belakang"
"Baik"
Tidak lama kemudian para monster tersebut menyerang. dan seekor Goblin berlari kearah Riki dengan pisau kecil yang digenggamnya. Tetapi itu bukan masalah bagi seorang Riki yang memilih job class sebagai Mage, Terlebih lagi serangan lambat seperti itu tidak akan pernah bisa melukai pemain yang memiliki keunggulan dalam serangan jarak jauh.
"Fire Ball"
Sebuah bola api keluar dari staff milkinya dan tepat mengenai Goblin tersebut hingga membuatnya hangus dan lenyap menjadi inti monster dalam sekejap. Monster lain yang melihat rekannya mati menjadi geram, dan menyerang Riki secara bersamaan.
Sekelompok Kobold mulai berlari ke arah Riki dengan sangat cepat. Riki yang melihatnya segera mengambil jarak dari para kobold tersebut agar ia dapat merapalkan sihirnya.
"Tapper Land"
Tanah runcing muncul diantara para koblod tersebut, dan membuat mereka terbunuh dalam sekejap. Tetapi ada seekor kobold yang lolos dari Sihir Riki. dan Kobold itu berhasil melukai bahu kiri Riki dengan cakarnya yang tajam.
"Arggg"
Rena yang melihatnya segera berlari kearah Riki dan menebas kobold yang melukainya. Dan sesegera mungkin Rena menggunakan sihir heal nya kepada Riki yang saat ini tengah terluka
"First Heal"
Luka dibahu kiri Riki perlahan lahan mulai tertutup kembali, dan hp barnya juga sudah mendekati titik aman.
"Terimakasih"
"Jangan senang dulu, kita masih belum selesai" ucap Rena sembari melihat para Monster yang tersisa
Kini tersisa 8 Goblin dan 9 Kobold yang tersisa. Riki dan Rena segera bangkit dan memasang posisi siaga mereka kembali
---------------------------
Maaf bila ada kurang salahnya
Jangan Lupa Vote untuk mendukung Author agar tetap semangat
Ya walau dark energinya terbatas sih...
sedangkan novel sebelah yang turun sampai level 1 dari 100 butuh waktu lama untuk level up.
Apakah elf bodoh itu sudah kehilangan otaknya?