Berawal dari kejadian di suatu malam yang membuat Anisa mutiara mengandung anak dari Mahen kakak ipar nya sendiri.
Bagaimana kelanjutannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Engene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Muti
Hari hari berjalan begitu cepat. Tak terasa kini sudah satu bulan lebih semenjak kejadian itu. Dan sudah hampir satu bulan pula Muti tinggal di kosan nya .
Dan sesuai dengan janji Muti pada kakak nya seminggu sekali Muti harus pulang ke rumah kakak nya. Pas sekali hari ini adalah hari libur. Jadi Muti memutuskan untuk bertemu kakak nya hari ini juga.
Muti hanya memakai pakaian casual biasa. Kemudian Muti memasukkan ponsel nya kedalam saku celana nya. Tidak lupa Muti juga membawa sedikit uang.
Muti begitu terkejut saat membuka pintu kosan nya itu. Muti benar benar terkejut saat melihat haikal yang berdiri tepat di depan pintu kosan nya itu. "Kaget gue".Ucap Muti sambil mengusap dadanya. Untung saja Muti tidak sampai berteriak.
" Hai timut".Ucap haikal sambil tersenyum menatap Muti. "Lo ngapain kesini ?? ".Tanya Muti lagi. Muti sudah mengira pasti haikal akan datang ke tempat nya dengan berbagai alasan alasan yang di buat nya.
" Gue mau ketemu sama lo la.. Masak iya gue mau ketemu ama ibuk kos ".Haikal terkekeh menatap Muti. "Lo mau kemana mut?? ".Tanya haikal saat menatap pakaian Muti yang sudah rapi. " Gue mau ke rumah kak mira".Jawab Muti tanpa menatap haikal. Muti segera menutup pintu kosan nya.
"Ya udah kalau gitu biar gue antar.. Gue selalu siap dua puluh empat jam untuk timuti ".Guman haikal sambil tersenyum menatap Muti.
" Nggak..Gue naik angkot aja ".Tolak Muti. Muti tidak mau jika sampai kakak nya melihat nya bersama haikal.
" Nggak.. Biar aku antar ".Haikal kembali bersikeras untuk mengantar Muti. " La kok maksa si... Gue bilang nggak mau ya nggak mau ".Kesal Muti. " Lo tau kalau gue ke sini karena perintah kak mira. Kak mira minta gue buat jemput lo ".Ucap haikal. " Gue nggak percaya.. Minggir minggir..".Muti mulai berjalan meninggalkan haikal .
"Gue punya buktinya ".Haikal memperlihatkan pesan yang di kirim oleh mira . Muti hanya bisa menghela nafas nya. Dan mau tidak mau Muti pun ikut bersama haikal.
Di perjalanan haikal membawa motor nya dengan kecepatan sedang. Namun tiba tiba saja kepala Muti terasa pusing Muti segera berpegang erat di bahu haikal. " Muti lo kenal?? ".Tanya haikal. Tidak biasanya Muti menyentuh nya apalagi sampai memegang bahu nya. Haikal sedikit memperlambat kecepatan motor nya. " Nggak.. Gue nggak papa kok ".Jawab Muti. Muti kembali menarik tangan nya dari pundak haikal.
Sekitar empat puluh menit.. Ya empat puluh menit Haikal membawa motor nya agak pelan. Dan akhirnya kini mereka sampai di depan rumah mira.
" Ehh lo mau kemana?? ".Tanya Muti saat melihat haikal yang kembali menyalakan motor nya. " Pulang ".Jawab haikal. " Pulang?? ".
" Kan gue udah ngantar lo.. Jadi sekarang gue mau pulang".Ucap haikal sambil tersenyum menatap Muti.
"Ikut gue masuk.. Setidak nya sekedar bertemu dengan kak mira. Gue nggak mau kalau sampai kak mira marahin gue ".Ucap Muti. Muti merasa tidak enak hati. Karena selama ini haikal lah yang selalu ada untuk nya.
" Beneran?? ".Ucap haikal dengan kedua mata yang berbinar. Dan Muti menjawab pertanyaan haikal dengan sebuah anggukan. " Yeah".Ucap haikal dengan gembira. "Akhir nya bisa ketemu lagi ama calon kakak ipar ".Ucap haikal dengan pelan. Namun masih bisa di dengar oleh Muti.
" Assalamu'alaikum ".Ucap Muti sambil melangkah masuk ke dalam rumah besar itu.
" Kak mira... Assalamualaikum ".Ucap Muti lagi saat tidak mendapat sahutan dari pemilik rumah itu.
"Waalaikumsalam".Jawab mira sambil menuruni anak tangga. " Kak mira ".Muti segera memeluk kakak nya itu dengan erat menyalurkan kerinduan nya yang selama satu minggu terpendam.
Mira membalas pelukan adik nya itu. Mira juga sangat merindukan Muti. Setelah itu mereka bertiga segera duduk di sofa ruang tamu. Namun Muti tidak mendapati keberadaan mahen. Entah kemana perginya pria itu. " Kak kakak sendiri di rumah?? ".Tanya Muti sambil menatap kakak nya. " Iya. Kak mahen tadi ada urusan mendadak ".Jawab mira.
Mira menatap lekat wajah Muti. " Dek kamu kenapa??.. Kok muka kamu pucat ".Tanya mira sambil terus menatap Muti. Begitu juga dengan haikal pandangan haikal seketika langsung beralih menatap wajah Muti. Dan benar saja wajah Muti terlihat sangat pucat.
"Muti nggak papa.. Cuma kepala Muti agak pusing ".Jawab Muti. " Tapi dek wajah kamu pucat banget ".Ucap amira dengan wajah yang terlihat khawatir. " Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja di kamar. Nanti sakit nya makin parah loh ".Ucap mira.
" Ya udah.. Kal maaf ya gue tinggal.. Makasih ya udah ngatain gue..Kak mira Muti ke kamar dulu ya ".Ucap Muti sambil memegang kepala nya.
Muti segera berjalan menuju kamar nya.Kepala Muti kembali terasa pusing Bahkan sangat pusing pandangan Muti mulai kabur. Muti memegang kepalanya. Badan Muti terasa lemah.
Buggg... Suara sesuatu terjatuh di atas lantai .
kadihan muti dan calon debay 🥺🥺😭
kan swèèt 🥰❤️❤️❤️❤️
apa kabar thor,, semoga sehat ya 😊
semangat y thor 💪💪💪
bukan peduli dan perhatian sama Mira, apa Mira terkena kanker