Putra Sarmaidi adalah pria tampan berumur 27 tahun yang sudah mapan dan jatuh cinta kepada seorang gadis putri dari keluaga Hermawan yang tak lain adalah sahabat orang tua nya
Mesya Akifa Naila
Gadis cantik berumur 25 tahun Putri sulung bapak hermawan
Wulandari
Putri bungsu bapak hermawan yang sangat cantik dan super manja
Putra jatuh cinta kepada putri bapak hermawan dan ingin menikahinya, orang tua nya langsung setuju dan langsung menikahkan putra dengan mesya, dan ternyata gadis yang disukai putra bukan mesya putri sulung bapak hermawan tapi ulandari putri bungsu bapak hermawan
Bagaimanah kisah nya
Mari kita baca😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Mesya Yang terluka
Putra pun menyuruh mesya tidur di ranjang sedangkan dia tidur di sofa
"Ya tuhan kenapa ini bisa terjadi, bukan kah mas putra yang ingin menikah dengan ku kenapa tiba-tiba dia berubah" batin mesya
Mesya pun terlelap dengan air mata yang sudah membajiri pipinya
Mereka berdua terlelap dengan perasaan kekecewaan masing-masing
***
Paginya alarm mesya berbunyi cepat-cepat mesya bangun, mesya pun membangunkan putra
"Mas bangun, yuk kita sholat subuh"
"Iya"
Hanya itu jawaban putra, tapi dia tidak bangun
Mesya pun sholat sendiri, dalam doanya dia menangis
"Ya tuhan, apa yang telah terjadi lembutkan lah hati suami hamba, semoga rumah tangga kami tetap tentram"
Mesya pun pergi ke dapur disana sudah ada bik lis yang lagi masak
"Bibik lagi masak apa, sini biar aku yang masakin"
"Tidak perlu non, non mesya duduk saja biar bibik buatkan teh"
"Tidak usah bik, sini biar aku yang masak nasi gorengnya"
"Ini kesukaan den putra non, semoga non yang masak den putra jadi tambah lahap, tapi bibik nggak enak kalau di lihat nyonya non yang masak"
"Nggak papa bik, aku sudah biasa masak di rumah"
"Wahhh beruntung sekali den putra selain cantik istrinya bisa masak"
"Tidak seperti yang kau pikirkan bik, dia tidak beruntung sama sekali tidak beruntung dia kesal karena aku istrinya, ntah apa salah ku" batin mesya
"Non jangan melamun pengantin baru tidak boleh melamun"
"Heheheh iya bik"
Ibu salmah pun tersenyum melihat menantunya sudah di dapur bersama bik lis
"Anak mama cepat sekali bangun, apa kamu tidak capek sayang"
"Nggak ma, mesya udah biasa masak di rumah ma"
"Putra beruntung sayang punya kamu"
"Kenapa kalian selalu mengatakan aku beruntung, aku yang paling menyedihkan, aku yang paling terluka, ingin rasanya aku lari tapi aku takut semua orang kecewa" hati mesya berbicara
Mesya menghidangkan makanan, kemudian ibu salmah menyuruh mesya membangunkan putra karena semua sudah bangun
Takut-takut berani mesya membangunkan putra, tapi mulai sekarang dia harus berusaha tegar
"Mas bangun, ayo kita sarapan mas"
"Jangan menyentuh ku, tidak perlu repot-repot mengurus ku kau bukan ibu ku"
Mesya tidak menjawab apa-apa dia hanya terdiam menahan semua sakit yang di rasakannya
Mesya pun turun kebawah
"Putra mana"
tanya bapak sarmaidi
"Mas putra capek pa, biar nanti mesya yang antar ke kamar"
"Yaudah kita sarapan yuk"
"Ya pa"
Mesya pun sarapan seperti tidak ada masalah, dia tidak menunjukkan pada ibu salmah dan bapak sarmaidi kalau hatinya seperti di robek-robek
Mesya pun membersihkan meja makan, membantu bik lis, ibu salmah sudah melarang tapi mesya memang sudah terbiasa membantu bik ani di rumahnya
Mesya membawa sarapan putra ke kamar, mesya berpikir putra lelah
Mesya mengetuk pintu
tokkk.... tokk.....
karena tidak ada jawabanmesya langsung membuka pintu
"Mas, Mas putra bangun, sarapan dulu"
Karena tidak bangun mesya pun menyentuh punggung putra, tanpa sengaja putra menghempas dengan kuat tangan mesya sampai mesya terjatuh dan semua sarapan yang di bawanya jatuh piring dan gelas pecah
"Dasar nggak tau diri kamu, apaan maksud kamu nyentuh-nyentuh aku, wanita sialan"
Serrrrrrrr rasanya darah mesya berhenti mengalir, terlihat butiran bening keluar dari ujung mata mesya
"Mas, aku tidak bermaksud menyentuh mu"
"Terus tadi apa, tidak perlu ada kontak fisik di antara kita"
"Aku hanya membangunkan mu untuk sarapan, aku pikir kamu capek mas"
Sambil menangis mesya berbica
"Bersihin dan keluar dari sini"
Mesya keluar dengan perasaan hancur, dia tidak ingin bertanya kepada putra kenapa dia menikahinya kalau tidak cinta
karena mesya sangat mencintai putra berharap putra akan luluh seiring waktu
Mesya pun membersihkan piring yang pecah, mesya tringat ibu ida yang tidak pernah membentak dan memarahinya
"Mama kenapa semua seperti ini ma, mesya kangen mama" air mata mesya mengalir tiada henti
Mesya pun keluar dan pergi ke taman, di belakang rumah ada taman yang sangat indah sehingga bisa mengurangi kesedihan hati mesya
Bersambung.......
Jangan lupa like coment dan kasih tip ya sayang
Makasih udah setia disini😊😊😊😘