Elvano Devan seorang CEO tampan yang cuek dan dingin adalah penerus dari perusahaan ayahnya The Royal Company.
Sang ayah mempekerjakan seorang wanita bernama Irene Stefanie yang sebenarnya adalah gadis yang dijodohkan dengan Devan untuk menjadi sekretarisnya tanpa sepengetahuan sang anak. Apa yang akan terjadi di antara Irene dan Devan? Apakah pada akhirnya Devan akan tau yang sebenarnya? Atau dia akan menolak perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LOEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hancurnya JK group
Pagi ini di rumah Vivian
Sang ayah sedang menikmati kopinya sambil menonton TV dan saat ia sedang menikmati kopinya tiba-tiba saja ada berita yang mengatakan bahwa JK group telah diakuisisi seketika saja cangkir kopi yang dipegangnya pun jatuh dan pecah "ayah, ada apa? " ucap Vivian sambil menuruni tangga "perusahaan kita, apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Rudi bingung "kenapa ayah? apa yang terjadi dengan perusahaan kita? " tanya Vivian panik "perusahaan kita sudah diakuisisi, siapa yang berani melakukannya?! " ucap Rudi kesal saat itu juga ponselnya pun berdering dan tertera nama Devan disana, Rudi pun mengangkat teleponnya "ada apa tuan Devan menghubungi saya pagi - pagi begini ? " tanya Rudi "pak Rudi, apa kau suka dengan hadiah yang aku berikan? " ucap Devan di seberang telepon "maksud anda apa tuan? " tanya Rudi bingung "anda belum melihat berita pagi ini kah? atau harus saya sendiri yang memberitahunya? " ucap Devan dengan santai "j-jadi anda yang melakukan semua ini? tapi kenapa?" tanya pak Rudi terkejut "anda tidak perlu terkejut begitu, siapa suruh kau mengutus putrimu untuk menjebak ku? " ucap Devan dan seketika itu juga raut wajah Rudi berubah pucat karna ia ketahuan ingin menjebak Devan "kau salah paham tuan, mana mungkin aku melakukannya " ucap Rudi "oh benarkah?kalau begitu kau tanyakan saja putrimu " jawab Devan lalu memutuskan panggilan. "ayah, apa yang Devan katakan? " tanya Vivian tiba-tiba plak rudi menampar wajah Vivian dengan keras "kenapa kau tidak bilang kalau rencananya gagal hah?! " tanya Rudi kepada Vivian, Vivian hanya diam sambil memegang pipinya "sekarang kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kita tunggu saja sampai kita jatuh miskin " ucap Rudi lalu pergi ke kamarnya dan meninggalkan putrinya itu yang menangis kesakitan karena tamparannya "ini semua karna si Irene sialan itu! aku pasti akan membalasnya " ucap Vivian.
Sedangkan keadaan Devan sekarang "kau puas menjatuhkan orang lain? " tanya Irene ketus "ayolah sayang jangan begitu, mereka pantas mendapatkannya, siapa suruh mereka membuat seorang Elvano Devan murka " ucapnya "baiklah tuan Devan yang agung, terserah kau saja, hamba permisi dulu ya " ucap Irene beranjak pergi "hei kau mau kemana? " ucap Devan menahan Irene "aku ingin pergi belanja" jawab Irene "aku akan mengantarmu ya? " tawar Devan "baiklah ayo" lalu mereka berdua pun pergi.
Selesai belanja mereka berdua memutuskan untuk makan siang direstoran terdekat, setelah memilih tempat duduk mereka pun memesan makanan "aku pesen steak sama jus jeruk aja mba " Ucap Irene "oke, kalau mas nya mau pesen apa? " Tanya pelayan itu kepada Devan "sama in aja mba " Jawab Devan lalu pelayan itu pun pergi. "Sayang, pesta pernikahan seperti apa yang kau inginkan? " Tanya Devan "eemm aku ingin menikah ditengah lapangan yang sangaaaaaat luas " Jawab Irene sambil merentangkan kedua tangannya "eemm baiklah, tidak masalah, apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Elvano Devan" Ucap Devan tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya "iisshh apa - apaan kau ini " Ucap Irene ketus "lah..... aku hanya bicara sesuai fakta saja, tidak salah kan? " Jawab Devan dan Irene hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku kekasihnya itu.
Selesai makan siang mereka berdua pun pulang ke rumah dan sekarang sedang berada di kamar tidurnya Devan "sayang, bagaimana kalau sekarang kita tinggal di apartement saja? " Tanya Devan "bisa saja, tapi setelah kita menikah, ok? " Jawab Irene santai "tapi.... " "Tidak ada tapi - tapian ya, sekarang kau tidurlah aku akan kembali ke kamar ku, selamat malam" Ucap Irene mencium kening Devan lalu pergi ke kamarnya "yah.... baiklah selamat malam juga, tidak masalah, kuncinya hanya bersabar " Ucap Devan pasrah "haih... malangnya nasib ku ini " Ucapnya lagi lalu merebahkan diri dikasur empuknya, sedangkan Irene hanya bisa tersenyum senang mendengar celoteh Devan dari depan pintu kamarnya "tinggal 2 minggu lagi sayang, kita akan menikah" Batin Irene lalu masuk kekamarnya.
paling malas baca karakter istri seperti itu kalau merasa dicintai suami, setiap ada maunya harus dituruti dan mau menang sendiri, alasan bosan lah ini itu lahh. hei kebosanan itu bisa kau atasi buat hal2 yg bermanfaat di rumah. dikasih hati minta jantung.
di sini aku pribadi ga bisa menyalahkan org luar, justru salahkan diri sendiri ga bisa jaga diri sendiri