Im Hyuna adalah gadis biasa yang berkuliah di salah satu kampus ternama di seoul.
Ketika perjalanannya pulang ke rumah tiba-tiba ada mobil yang datang dan menabraknya, lalu ketika terbangun, ia kembali ke kehidupan sebelumnya.
Ia terbangun sebagai Putri Tunggal Duke Carrole, Shiena Ve Cerrole yang kalah dalam pertandingan untuk mendapatkan posisi permaisuri.
Sampai akhirnya ia dijebak dan akhirnya ia dan keluarganya berserta pengikutnya dieksekusi gantung atas tuduhan pemberontakan.
Setelah kembali lagi ke kehidupan terdahulu dan mendapatkan kekuatan bisa membaca fikiran orang.
Akankah Shiena dapat memperbaiki kehidupannya?
Update : Setiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syila hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23. Marchioness Marria Von Laurence
Ketika Shiena sedang asyik menggoda pertahanan Putra Mahkota yang sebentar lagi luntur, tiba-tiba ada sesorang yang sangat Shiena kenal datang.
"Shiena!" ucap seorang wanita.
Wanita yang datang menyapa adalah Nyonya Marchioness Maria Von Laurence. Shiena sering melihatnya bersama Duchess Carrole karna dia adalah sahabat ibunya
Nyona Maria Von Laurence adalah seorang janda yang telah kehilangan suaminya. Suaminya meninggal karna penyakit jantung dan setelah kepergian suaminya beliau tidak pernah menikah lagi.
Nyonya Maria Von Laurence memiliki rambut hitam panjang dan warna mata hijau zambrud yang sangat indah.
Di memiliki tubuh yang ramping dan kulit yang putih seputih porselin. Jika pria tidak mengenalnya maka dia akan tertipu karna wajahnya masih terlihat awet muda padahal sudah memasuki kepala empat.
Nyona Maria Von Laurence tidak memiliki seorang anak jadi ketika suaminya masih hidup mereka berdua mengangkat seorang anak laki-laki bernama Alexander Van Laurence dan memutuskan merawat keponakan mereka Roan Son Laurence.
Alexander Van Laurence adalah laki-laki yang tampan dan bertubuh atletis, sedikit kaku dan bersikap dingin dan cuek Banyak wanita tergila-gila padanya dan ingin menjadi istrinya.
Roan Son Laurence adalah laki-laki yang tampan, dan juga ceria. Dia selalu tersenyum ramah kepada semua orang.
"Ah, tentu Nyonya." ucap Shiena sambil memberi salam.
"Senang bertemu lagi denganmu Shiena. Terakhir bertemu sudah beberapa tahun yang lalu ya." ucap Nyonya Maria.
"Ya, Nyonya." ucap Shiena
"Siapa pria tampan yang di sampingmu itu, Shiena?" tanya Nyonya Maria.
Ketika Shiena ingin menjawab datang seorang pelayan dan dia mengatakan bahwa tempat duduknya telah tersedia.
"Maaf, Nyonya, Tuan-Tuan dan Nona, Meja nya telah tersedia. Silahkan ikuti saya." pelayan sopan.
"Ah, Baiklah." ucap Nyonya Maria kepada pelayan.
"Hmmm, Shiena sayang. Padahal, aku ingin sekali berbincang lama denganmu tapi sepertinya aku harus segera pergi. Kapan-kapan datanglah ke kediamanku." kata Nyonya Maria lembut.
"Baik, Nyonya." ucap Shiena dengan senyum hangat.
Akhirmya, Nyonya Maria beserta anak dan keponakannya pergi ke meja mereka.
Shiena pun duduk dan makan camilan bersama Putra Mahkota lagi tapi fikiran Shiena sungguh tidak tenang saat ini.
Dikehidupan sebelumnya, Nyonya Maria Von Laurence telah meninggal di sebabkan karna ada penyerangan di kediamannya tepat pada malam hari setelah Perayaan Pesta Festival Bunga dan itu terjadi tiga hari lagi.
Duchess Carrole sangat sedih setelah mendengar berita kepergian Nyonya Maria karna beliau adalah teman pertama sekaligus sahabat baiknya.
Dalam penyerangan itu tidak hanya Nyonya Maria yang meninggal tapi juga keponakannya Roan Son Laurence dan yang selamat hanya Putra Angkatnya Alexander Van Laurence.
Alexander Van Laurence di angkat menjadi Kepala Keluarga dan menjadi Marquess Alexander Van Laurence.
Ketika keluarganya di fitnah oleh Permasuri Kaisar, Shiena datang meminta tolong kepada Marquess Alexander, pada saat itu bukanlah pertolongan yang dia dapat tapi sebuah penghinaan.
Shiena curiga jangan-jangan penyerangan yang terjadi adalah rencana dari Alexander Van Laurence agar bisa menjadi Kepala Leluarga karna sampai saat ini, Nyonya Maria masih belum mau memberikan gelarnya.
'Ah, aku harus menghentikan rencana jahatnya jika memang itu yang terjadi?' kata Shiena dalam hati.
Ketika Shiena sedang asyik dengan fikirannya, Putra Mahkota telah berkali-kali memanggil Shiena, akhirnya Putra Mahkota mencoba memeluk Shiena.
"I-ian apa yang kau lakukan?" kata Shiena kaget dan mencoba melepaskan pelukan.
"Seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kau fikirkan? Kenapa kau hanya diam saja ketika aku panggil?" tanya ian heran.
"Aku tidak memikirkan apapun." ucap Shiena mengelak.
Ketika Shiena sedang berusaha mencoba mengelak, ada dua orang yang Shiena kenal sedang duduk cukup jauh dari tempat duduknya yang sedang mengamati dari tadi.
'Bukankah mereka? Bagaimana mereka ada di sini?' ucap Shiena dalam hati.
#Bersambung#
Jangan lupa tekan LIKE, KOMEN, VOTE & FAVORIT
Terima Kasih
❤😘🥰
klo lehernya terpenggal atau terputus