NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:923
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sampai jam 3 dini hari, Javeno belum bisa untuk tidur. Dia duduk di balkon sambil menghisap rokoknya, rokok yang sekarang hanya tersisa dua batang saja.

Selain rokok, di meja kecil itu ada sebotol wine yang sudah tersisa setengah.

Pikirannya terus terganggu dengan semua yang di katakan oleh Gaveno tadi. Apalagi saat di mansion utama tadi, Daddy nya juga sempat membahas hal yang sama. Mempertimbangkan lagi tentang larangannya terhadap Disty yang kemungkinan mental nya sudah rusak sekarang.

Rahang Javeno mengeras, lalu mengingat kejadian sepuluh bulan lalu, setelah Disty pindah ke SMA Galaxy II. Di sana, Disty masih bisa menyapa sesama jenis, masih bisa tersenyum juga.

Tapi ada satu gadis yang dengan berani datang pada Javeno saat itu. Menghampiri Javeno ke rooftop tanpa rasa takut.

Melinda.

"Gue tau satu hal, kalo Disty itu_ lo yang biayain sampe bisa pindah ke sekolah ini. Right?"

Javeno menoleh ke belakang, tanpa menghampiri. Ia hanya berdiri dengan kedua tangan di saku, wajah yang tenang namun dingin.

"Disty itu gadis yang manis Jav, walaupun nggak banyak bicara, tapi senyum nya indah. Dan gue...."

Melinda menggantung kalimatnya sambil terus tersenyum membayangkan wajah cantik Disty. Disty yang sempat membalas sapaan nya dengan senyuman nya pagi ini.

"Gue suka dia," lanjut Melinda menatap serius pada Javeno.

Rahang Javeno mengeras.

"Lo nggak pernah intens sama cewek, tapi beberapa kali lo memperhatikan Disty. Dan mungkin lo sepupu dia? Jadi gue datang buat ungkapin ini. Izinin gue buat dekat sama dia, bukan cuma jadi sekedar teman atau pun sahabat.. tapi gue mau lebih dari itu," kata Melinda sangat serius.

"Maksud lo?" tanya Javeno dingin.

"Lo paham maksud gue, karena IQ lo tinggi. Gue mau Disty. Jadi milik gue. Selamanya," ucap Melinda memperjelas.

Ya, Melinda bukan gadis yang normal, dia menyukai Disty yang sudah jelas mereka sama. Perempuan. Dan Disty gadis normal bukan seperti dirinya yang memiliki kelainan.

Melinda mendekat lebih berani kearah Javeno yang tidak menunjukkan kemarahan di wajah dingin dan tenang itu. Tapi ada amarah yang meledak ingin keluar dari dalam tubuh.

"Jadi_ gue harap, lo nggak akan keberatan kalau Disty jadi...."

Bughh

Javeno mebogem kuat pipi Melinda hingga gadis itu tersungkur kuat di lantai kotor ini.

"He's mine!" Javeno menekankan dua kata itu dengan nada yang terlampau dingin.

Melinda terkekeh lalu dia berdiri. "Dan gue_ gue bakal rebut dia dari..."

Bugh

Di sana, Javeno memukul Melinda tanpa ampun sampai ada murid yang mendengar keributan itu dan melaporkan pada guru BK yang berhasil memisahkan.

Javeno menatap datar Melinda yang sudah jatuh pingsan dengan muka yang babak belur. Setelah itu dia pergi dari kelas sambil menarik tangan Disty, membawanya ikut pulang.

"Kenapa kamu pukul Meli sampe segitunya Jav?" tanya Disty dengan badan bergetar takut. Ini pertama kalinya Disty melihat Javeno memukul seorang gadis.

Javeno diam tanpa memberi jawaban. Kalimat Melinda yang ingin memiliki Disty masih terngiang jelas di kepalanya saat ini.

"Kamu jahat Jav! Kamu nggak punya hati! Kamu pukul seorang cewek?" tanya Disty bersuara karena tidak mendapat jawaban.

"Kamu yang langgar larangan aku, Disty," kata Javeno dingin dengan wajah datar dan tatapan tajam.

"Aku cuma senyum...."

"Aku nggak kasih izin!" tegas Javeno.

Disty masuk ke kamar lebih dulu. Baginya Javeno sudah keterlaluan, bahkan untuk ukuran perempuan, harusnya Javeno tidak melakukan fisik sampai separah itu kan?

Tanpa tau, kalau Javeno hanya menjaga nya agar tidak terjebak pada Melinda yang memiliki kelainan itu.

Dan sejak itu, Javeno takut. Takut kalau ada gadis gila lainnya yang seperti Melinda. Menyukai sesama jenis.

Ini alasannya melarang Disty untuk tidak berinteraksi pada siapa pun termasuk seorang gadis juga karena ini. Ia takut kalau ada orang yang sama seperti Melinda lagi.

"Gue nggak berlebihan_ gue cuma jaga apa yang gue punya," gumam Javeno seperti bisikan untuk diri sendiri sebelum menenggak habis wine nya.

"Jav."

Suara lemah dari arah dalam itu membuat Javeno berdiri dengan cepat dan kembali masuk kamar. Duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan Disty yang suhu panasnya sudah mulai turun.

"Kamu minum?" tanya Disty yang bisa mencium aroma minuman beralkohol itu.

Javeno bergerak ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Lalu melepas kaos hitam nya dan kembali naik ke kasur.

"Pusing?" Javeno mengusap lembut kepala Disty.

Disty menggeleng pelan. "Aku haus," ujarnya lemah.

Javeno segera mengambil air di gelas, dan membantu Disty untuk meminum air. Perlakuan nya lembut penuh perhatian.

"Ada lagi?" tanya Javeno.

Disty menggeleng dan merebahkan tubuh lagi. "Ayo tidur," ajaknya.

Javeno mencium kening Disty sebentar lalu ikut merebahkan tubuh di sebelah Disty. Masuk ke dalam selimut dan memeluk Disty yang suhu tubuh nya masih panas. Tapi sudah berkurang.

"Besok ke rumah sakit ya," ujar Javeno lembut.

"Enggak, besok udah sembuh," tolak Disty dan menyembunyikan wajah di dada bidang Javeno. Mulai tidur lagi karena tubuhnya merasa lelah efek demam.

Javeno juga tidak memaksa, dia ikut tidur dan mengeratkan pelukannya agar Disty juga semakin nyenyak dan nyaman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!