NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Tak Terlupakan

Semua pintu dan jendela bangunan ruang utama sudah ditutup dan dikunci dengan rapat.

Tidak ada lagi yang akan datang di malam yang gelap gulita ini kecuali sebentar lagi gerimis yang akan berubah menjadi hujan deras yang penuh drama.

"Apakah semua pintu dan jendela sudah dikunci?",

"Sudah Mbah",

Semuanya tanpa terkecuali bekerja sama menutup pintu dan jendela dengan hati-hati.

Memastikannya sudah dalam keadaan tertutup dan tidak bisa lagi dibuka dari sisi yang berlawanan.

"Apakah sudah kalian siapkan barang-barang yang aku minta?",

"Sudah Mbah",

"Kayu-kayu dan pewangi ruangan",

Benar-benar sesuai dengan yang apa diharapkan dan tidak dipersulit.

Rumah penginapan ini masih memasak dengan metode yang tradisional yaitu memakai tungku pawon dan kayu-kayu kering sebagai bahan bakar.

"Makanan dan kopi juga sudah kami siapkan Mbah",

"Kalau itu untuk makan kita bersama",

"Bekal tenaga untuk apa yang akan kita lakukan nanti",

"Memangnya apa yang akan kita hadapi malam nanti?",

"Biar nanti saja kalian lihat sendiri",

"Sekarang matikan semua lampunya",

"Baik Mbah",

Tidak lama kemudian sesudah semua lampu dimatikan.

Terdengar suara petir menggelegar menyambar-menyambar.

Dilanjutkan dengan turunnya hujan deras bersama dengan angin yang ribut.

"Tidak usah takut",

"Tidurlah kalian semua",

Kilas Balik Boyo

Puluhan tahun yang lalu waktu Boyo masih seorang bocah.

Boyo bersama keluarganya adalah manusia pertama yang tinggal di dalam hutan yang kelak akan menjadi sebuah kampung yang dihuni banyak orang.

Boyo yang merupakan anak pertama sering bermain sendirian hampir setiap hari.

Keluarga Boyo bekerja sebagai penjaga hutan yang kala itu masih marak dengan pembalakan liar dan maling kayu.

Boyo kerap bermain di dalam hutan yang jauh karena di sana banyak biji-bijian manis yang dapat dimakan dan tidak beracun.

Pada suatu hari ketika Boyo sedang mencari bunga yang dapat dimakan. Boyo mendengar rengekan suara tangis yang memelas.

Karena tidak punya rasa takut Boyo justru mencari siapa pemilik suara yang sedang merintih itu.

Rupanya seekor anjing kecil yang tengah berjalan dengan pincang.

Boyo melihat luka di kaki kiri belakang anjing kecil itu.

Anjing berwarna hitam pekat itu berjalan dengan menyeret.

Sungguh kasihan.

Boyo menghampiri anjing itu lalu mengobati lukanya dengan aneka tanaman obat seperti yang diajarkan oleh kedua orangtuanya.

Beberapa saat kemudian anjing kecil itu pulih.

Kakinya bisa menapak dengan mantap dan bisa berlari lagi.

Semenjak saat itu Boyo dan anjing kecil berwarna hitam pekat itu berteman.

Hari demi hari hingga bulan demi bulan mereka semakin akrab dan hampir setiap hari selalu bertemu.

Mereka pun bersahabat.

Bahkan tidak hanya Boyo yang sering datang ke hutan yang dalam demi bertemu anjing hutan yang liar.

Si anjing yang semakin besar pun kerap mengunjungi Boyo di sekitaran rumahnya demi bisa bermain bersama.

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

Begitu lah anjing hitam memanggil Boyo untuk mengajak bermain.

Bahkan di waktu malam pun Boyo menyempatkan diri untuk keluar rumah demi bisa berbicara dengan seekor sahabat.

Boyo merahasiakan hubungan nya dengan anjing hitam dari keluarganya.

Namun puncaknya adalah sebuah malapetaka.

Persahabatan Boyo dengan anjing hitam pupus.

Boyo yang baru saja memiliki seorang adik yang masih bayi ditugaskan untuk menjaganya ketika bapak dan ibu Boyo pergi jauh keluar rumah.

Anjing hitam itu menculik bayi perempuan yang merupakan adik kesayangan Boyo.

Bapak Boyo berhasil menangkap anjing hitam itu lalu mengambil kembali anaknya sebelum penculikan itu berlari terlalu jauh masuk ke dalam hutan yang masih belantara.

Boyo menyaksikan peristiwa yang sangat mencekam itu.

Sosok anjing hitam yang selama ini lucu dan menggemaskan.

Berubah menjadi sangat menyeramkan dan sadis.

Meninggalkan bekas gigitan permanen di lengan kiri sang bayi yang selama dibawa lari tidak pernah berhenti menangis.

Bapak Boyo membunuh sosok anjing hitam pekat jadi-jadian itu dengan satu kali lemparan batu.

Jasad anjing hitam itu seketika langsung lenyap.

Boyo ingat betul pesan bapaknya pada saat kejadian yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya itu.

"Anjing hitam itu adalah setan jelmaan dari bangsa jin",

"Jangan percaya kepada mereka anakku",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!